Tanda tangan dan Do'a, mengukir Sejarah

Tanda tangan dan Doa, mengukir Sejarah





Jika lidah kelu untuk berucap, sementara gerak ide pada ruang kepala terus membuas. Menjelma menjadi sesuatu yang awalnya hanya angan menjadi nyata!


Salah satu mimpi saya sejak dahulu adalah ingin jadi penulis. Meskipun belum ada bayangan hehehe.
Belum memiliki teman yang sevisi dan semisi.
Mau nyari-nyari, tapi bingung mau cari dimana hehehehe
Beriringnya waktu Allah yang Maha Segalan-Nya, mengabulkan do'a.
Dengan cara mempertemukan orang-orang luar biasa yang sebelumnya tak pernah terbayangkan.
Dimulai dari sebuah komunitas PKW (Pengusaha Kampus WriterPreneur) saya belajar didalamnya dan kepoin apa sih itu nulis, "meskipun sudah sejak kecil saya belajar nulis. hohoho."

Keinginan menjadi penulis terus membuncah.
Perlahan tapi pasti saya mulai membeli buku tentang cara-cara menulis, buku tentang cara jadi penulis handal dan sebagainya.
Masih terus do'a dan bermimpi kelak saya bisa jadi orang yang suka memberi tanda tangan gitu buat orang-orang hehehe.

Pertengahan tahun 2015, saya bertemu dengan seorang mentor luar biasa yang bernama Brili Agung , dari beliau saya belajar dan terus dibimbing.
Berawal dari tulisan yang super Mblegedes dan mungkin buat orang mual-mual bacanya hehehe.
Bersyukur punya mentor, dibimbing tentang bagaimana cara nulis yang benar.
Bagaimana cara buat plot, premis dan sebagainya.

Selama satu bulan saya mengikuti pelatihannya. Saya sebagai mentee bersama 29 teman yang lain, dimentorin langsung oleh beliau dalam programnya MMO 3 (mentoring menulis online).
Dan nikmatnya lagi, program itu dimulai saat bulan Ramadhan tahun 2015.
Pengalaman yang luar biasa, mengikuti program tersebut.






Alhamdulillah, setelah melewati banyak proses, terus belajar.
Dan berusaha untuk selalu produktif melalui blog, Desember 2016 ini saya melahirkan karya pertama saya yang berjudul Sepotong Hati di Lereng Merapi.
Dan diterbitkan oleh penerbit SBMB RUMAH CINTA ILMU





Saya sangat suka ketika ada teman penulis yang sudah menerbitkan bukunya terlebih dahulu.
Ketika saya order dan selalu bilang, "Ka tanda tangannya yang geude ya!" hehehe
Ada do'a yang terselip di dalam tanda tangan tersebut. Tentang harapan yang selalu di aamiinkan dan semoga terkabulkan. Yakni agar semoga kelak saya bisa tertular virus melahirkan karya seperti mereka.

"Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala. Tetapi, satu tulisan mampu menembus ribuan dan bahkan jutaan kepala." (Sayyid Quthb 1906-1966)

Semoga saya selalu bersemangat untuk terus Menebarkan Cinta dengan menginpirasi melalui tulisan dan dunia blog. Semangat untuk tumbuh dan menumbuhkan.
Tanda tangan dan do'a terima kasih, selalu semangat dan produktif untuk mengukir sejarah.


Bisa juga kunjungi juga kisah saya tentang Masuk ke dalam Dunia Ajaib dan Menulislah dengan hati

Salam Nyengir
Cikarang, 15-12-2016

Tumiesn

    Artikel (Inspirasi)dari kategori yang sama
    Para Peran
    Para Peran(2020-08-31 23:17)

    Tahun ke-13 di Tanah Rantau
    Tahun ke-13 di Tanah Rantau(2020-07-11 08:18)

    Ketika Kita Semakin Dewasa
    Ketika Kita Semakin Dewasa(2020-07-06 05:48)

    Nikmat dari-Nya
    Nikmat dari-Nya(2020-05-04 18:23)


     
    Komentari Artikel ini
    Luar biasa kaka. Amin semoga cepet ketularan...
    Posted by WuriamiWuriami at 2016/12/15 18:25
    Ketemu mb tum juga di grup wa mas brili,tp blm pernsh ikut sm pelatihan mas. brili.Alhamdulillah,ketularan semangat nulis nya mb tum hehe..
    Posted by Inggitoctriani.wordpress.com at 2016/12/15 19:55
    Aamiin ya Allah. Keren. Semoga cita-cita kita dipeluk Allah. Makasih mba Tum my motivator.
    Posted by YahyaYahya at 2016/12/15 20:34
    Aamiin, semangat @Wuriami
    Posted by TumiesnTumiesn at 2016/12/17 10:39
    Alhamdullilah semangat ka @Inggit
    Posted by TumiesnTumiesn at 2016/12/17 10:39
    Aamiin. Semangat ka @Yahya
    Posted by TumiesnTumiesn at 2016/12/17 10:40
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Tanda tangan dan Do'a, mengukir Sejarah
      Komentar(6)