Menjaga kesehatan di Masa Pandemi


Menjaga kesehatan di Masa Pandemi



1 minggu lalu aku harus menahan rindu keluar rumah, bekerja seperti biasa.

Aku merasa baik-baik saja, tapi harus menjalani Rapid Tes yang hasilnya reaktif samar. Aku menangis, karena benar-benar merasa baik-baik saja. Yang ku pikirkan saat itu adalah pekerjaan yang sedang banyak-banyaknya, orang-orang disekelilingku yang ku sayangi, teman-teman yang selalu mendukung dalam pekerjaan maupun sebagai mahluk sosial.
Lebih sedih dan bikin dek-dekan adalah waktu itu aku harus menjalani SWAB di salah satu rumah sakit.

Aku merasa baik-baik saja, tetapi ternyata dimasa saat ini ketika melihat seseorang berjalan ke ruangan yg dokternya memakai APD lengkap macam astronot itu, membuat seluruh mata tertuju padaku. Mungkin mereka menduga-duga, aku sendiri yang dek-dekan.

Sakit... ya di SWAB sakit, gimana tidak ada benda masuk ke hidung dan mulut wkkwkwkw.
Tetap saja habisnya air mata netes (Nangis hihihi, cengeng).

6 hari kemudian, pihak RS ngabarin hasil SWAB ku negative, alhamdulillah.
Rasa dek-dekan dan pikiran hampir macam-macam yang beberapa hari menghantui pun terobati.

Aku merasa baik-baik saja, sudah mematuhi protokol kesehatan dengan semestinya, memilih tidak berpergian kecuali sangat mendesak, memilih di rumah saja dari pada berkerumunan, memilih masak sendiri dari pada jajan di luar.

Aku merasa baik-baik saja, meski sempat daya tahan tubuh lemah karena efek kelelahan aktivitas harian yang sejak awal tahun memang cukup tinggi.
Bersyukur semua baik-baik saja, dan bisa berjalan dengan semestinya.

Pelajaran yang ku ambil dari kejadian itu adalah tentang menjaga diri, kesehatan kita yang sangat berdampak untuk keluarga, lingkungan dan juga karir.
Pentingnya memilah dan memilih tempat dimana kita mau beranjak. Dan lebih mematuhi lagi protokol kesehatan yang sudah pemerintah informasikan.

Kadang kita baik-baik saja, tapi kejadian itu mengajarkan tentang banyak hal, dan tentang rasa syukur yang setiap saat harus kita jaga. Rasa syukur kepada Allah atas setiap penjagaan-Nya kepada kita. Nikmat iman, sehat dan rejeki.

Jaga baik-baik diri kita, keluarga dan lingkungan. Semua dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu.
Semoga corona segera berakhir. Aamiin.

Cikarang, 12-9-2020
-Tumiesn-

Tag :corona

    Artikel (Inspirasi)dari kategori yang sama
    Para Peran
    Para Peran(2020-08-31 23:17)

    Tahun ke-13 di Tanah Rantau
    Tahun ke-13 di Tanah Rantau(2020-07-11 08:18)

    Ketika Kita Semakin Dewasa
    Ketika Kita Semakin Dewasa(2020-07-06 05:48)

    Nikmat dari-Nya
    Nikmat dari-Nya(2020-05-04 18:23)

    Pakai Masker Ya!
    Pakai Masker Ya!(2020-04-04 23:11)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Menjaga kesehatan di Masa Pandemi
      Komentar(0)