Ramadhan Tahun ke 14 di Tanah Rantau Tanpa Seni Mudik Lebaran

Ramadhan Tahun ke 14 di Tanah Rantau Tanpa Seni Mudik Lebaran

Tahun 2007 Allah menakdirkan jalan hidup seorang anak lugu dari tanah Sumatera ke Pulau Jawa.
Seorang gadis remaja yang kala itu masih sangat polos mengadukan nasib peruntungan jauh dari pelukan seorang Mamak. Memulai hidup yang tak pernah terpikirkan sebelumnya untuk keluar dari kampung halaman.

Kala itu, gadis remaja yang lugu dan belum mengetahui dunia luar berpegang banyak nasihat dari Mamak, tentang hidup yang harus berpijak pada kejujuran, pesan saling welas asih terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan, tentang hati yang harus belajar lapang, tentang pentingnya perempuan harus menjaga kehormatan, dan tentang "Jangan tinggalkan shalat."

Gadis itu awal merantau disebabkan untuk meneruskan pendidikan, yang awalnya nasib sekolah tamat Mts. tak ada bayangan untuk mengenyam tingkat sekolah putih abu-abu apalagi menjadi sarjana seperti yang dilihat di sinetron-sinetron TV berlayar hitam putih.

Gadis itu adalah aku, yang pada sekenario dari-Nya diri ini sangat bersyukur. Tentang banyaknya kasih sayang-Nya melalui proses kehidupan yang unik. Jalan cerita, kesempatan hidup hingga perlunya hati dan akal yang harus sigap memaknai hidup yang Allah beri.

Tahun 2020 adalah ke 14 kalinya Ramadhan di tanah rantau. Biasanya beberapa hari jelang lebaran adalah moment mudik ke kampung halaman. Yah, bertemu dengan Mamak yang tak pernah Alfa selalu mendoakan anak-anaknya, bertemu keluarga besar yang melengkapi dalam ruang cerita. Kali ini, lebaran tahun ini, rasa rindu yang membuncah hanya mampu terlepas via suara. Sebab, peluk kali ini harus terjeda.

Pulang kampung biasanya memang tak hanya terjadi setahun sekali saja, beberapa kali untuk melepas rindu dari anak gadis yang manja dipelukan Mamak.

Tapi, aku tak sendiri.
Ada kamu, ada mereka dan ada kita semua yang bernasib sama terhalang masa pandemi. Ketika hanya doa yang mampu sebagai pewakil penawar rindu.
Tatkala kecanggihan teknologi sebagai media bertemu tanpa bercakap sempurna.
Bersabarlah kita semua :)

~Bersambung...

Cikarang, 20/5/2020
-Tumiesn-

#tumiesn #merantau #lebaran #ramadhan #tanahrantau #sumatera #lampung #pulaujawa #jawabarat #bekasi #cikarang #memaknaihidup #cerita #prosa

    Artikel (Inspirasi)dari kategori yang sama
    Ketika Kita Semakin Dewasa
    Ketika Kita Semakin Dewasa(2020-07-06 05:48)

    Nikmat dari-Nya
    Nikmat dari-Nya(2020-05-04 18:23)

    Pakai Masker Ya!
    Pakai Masker Ya!(2020-04-04 23:11)

    Jangan Khawatir
    Jangan Khawatir(2020-04-03 13:41)

    Pilih Lemah atau Kuat?
    Pilih Lemah atau Kuat?(2020-01-26 08:32)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Ramadhan Tahun ke 14 di Tanah Rantau Tanpa Seni Mudik Lebaran
      Komentar(0)