Madrasah Pertama Penuh Cinta

Madrasah Pertama Penuh Cinta

Sebuah buku yang ditulis sejak Oktober hingga Desember 2019. Dan hari ini mendarat di Cikarang dari penerbit @temannulis.id .
Sebuah karya non fiksi pertama yang saya buat. Spesialnya lagi buku ini ditulis bukan saya sendirian, tapi dengan 6 Ibu-Ibu lainnya.
Para Ibu yang saya tahu mereka sibuk bekerja, bekerja selama 24 jam untuk keluarga, belum lagi ada yang menambah pekerjaan di luar rumah.

Setiap Ibu bagi saya adalah wanita karir, baik itu berkarir di luar atau di dalam rumah.
Jangan pernah bilang, "Istri nganggur! Atau jadi Ibu diem-diem bae."
Serius gak ada perempuan yang menganggur di dunia ini, kecuali kalau sudah hilang akal sehat hehehe.

Btw proses penulisan buku ini tuh unik banget, gimana gak unik. Para Ibu-Ibu ini setor tulisan melalui whatsapp karena keterbatasan alat menulis (baca : laptop/komputer). Namun, mereka semua keren, mampu diajak kerja sama untuk menyelesaikan 1 buku bersama.

Seorang ibu adalah madrasah pertama penuh cinta.
Untuk kamu yang sudah menjadi ibu semangatlah dengan perjuangan menjadi ibu, semoga akan menjadi pahala dan hadiahnya surga.

Untuk kamu yang sedang berjuang untuk menuju (menjadi) ibu, tetap semangat jangan pantang menyerah.

Dan doakan saya juga, semoga kelak saya bisa menjadi ibu yang sebagaimana seharusnya.

Madrasah Pertama Penuh Cinta

Madrasah Pertama Penuh Cinta

Cikarang, 16/3/2020
-Tumiesn-

    Artikel (365 hari Menulis di 2019)dari kategori yang sama
    Perencanaan atau Kosong?
    Perencanaan atau Kosong?(2019-01-01 08:58)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Madrasah Pertama Penuh Cinta
      Komentar(0)