Menepilah Sebentar

Menepilah Sebentar

Adakalanya kita menepi sebentar dari keramaian. Bukan untuk menyalahkan setiap kejadian yang terjadi, menyalahkan keadaan, dan lebih parahnya menganggap Allah tak adil.
Segera minta ampun pada-Nya.

Menepilah untuk bermuhasabah diri, bukan melengkungkan hati hingga ngerinya justru menjadi keras.

Menepi dalam sunyi untuk berlama-lama menikmati waktu sendiri, meyakinkan diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja. Tak lupa meminta petunjuk-Nya.

Tentang waktu kita tak pernah tahu. Bahkan prihal kejadian yang sedang kita rasakan didetik ini pun kita tak pernah membayangkan sebelumnya bukan? Misalnya sedang buru-buru diperjalanan, tetapi jalan macet sekali. Hingga akhirnya hati kita diminta untuk belajar bersabar.

Nyatanya menikmati waktu ialah dengan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami, yang pernah atau sedang terjadi. Serta mengambil pelajaran dari peristiwa orang lain melalui apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.

Menyendirilah untuk mengingat dosa diri sendiri, untuk mengukur seberapa jauh pembelajaran hidup yang telah kita ambil. Bukan menyendiri karena merasa teraniaya oleh keadaan yang sedang terjadi.

Setiap kita itu indah dan berhak bahagia dengan menjadi diri sendiri yang berbalut rasa syukur pada-Nya dengan segala takdir dari-Nya.

Cikarang, 15/1/2020

-Tumiesn-
#Day15OF365D

#tumiesn #inspirasi #takdir #bahagia #muhasabahdiri #muhasabahcinta

    Artikel (Motivasi)dari kategori yang sama
    Rasanya Menulis
    Rasanya Menulis(2020-05-05 14:34)

    Aku Sayang Padamu
    Aku Sayang Padamu(2020-04-02 08:40)

    Dear Sahabat Muslimah
    Dear Sahabat Muslimah(2020-03-20 14:22)

    Dari Aku untuk Diriku
    Dari Aku untuk Diriku(2020-03-14 22:16)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Menepilah Sebentar
      Komentar(0)