Tahun ke-13 di Tanah Rantau




~lanjutan dari tulisan ramadhan tahun ke 14.

Banyak pelajaran yang tertemukan selama merantau sejak tahun 2007 hingga hari ini, alhamdulillah.
Tentang bagaimana menggapai impian dengan meneruskan sekolah, cita-cita, perjuangan hidup, dan masih banyak lagi warna-warninya. Semua itu tidak lepas dari doa seorang Mamak.

Sudah 7 purnama tidak merapat ke kampung halaman. Rasa rindu terasa bertumpuk. Bukan aku saja, pasti banyak kawan sejagad raya yang merantau memilih menahan rindu yang menggebu demi kesehatan bersama.

Cukup was-was kemarin dapat informasi ulang tentang update insan manusia yang terkena covid-19, masa new normal yang justru meningkat. Entah sampai kapan kondisi wabah masih setia melalang buana di bumi ini.

Protokol kesehatan perlu dijaga, bukan hanya untuk diri sendiri saja, tetapi juga untuk banyak orang lain. Pergi-pergi masih minim dilakukan, yang sangat urgent-lah yang dilaksanakan. Hingga ternyata lihat galeri photo-photo kenangan lama yang masih berkuasa, belum ada photo baru karena efek kebanyakan dirumah.

Ternyata dengan kebayakan di rumah saja kita harusnya banyak belajar, apa lagi bagi perempuan. Tentang nikmatnya menjaga rumah.

Rindu memang, sudah lama tak menyapa sanak saudara di tanah Sumatera. Rindu sekali. Hanya baru via suara untuk saling bercakap pesan, nasehat, pendapat dan oborlan sederhana saja atau sekadar tanya kabar. Ya, baru itu yang dibisa, sebab belum berani singgah ke sana, bukan tak sayang, justru karena sayang.

Merantau di tahun ke 13 banyak mengajarkan hal. Tapi aku memilih mengingat yang positif saja. Banyak hal yang harus disyukuri, hingga hari ini. Begitu baiknya Allah, alhamdulillah.

Rindu memang berat, maka sapa-lah orang tua sesering mungkin. Jika yang masih satu atap sering-sering ajak berbincang sederhana tapi penuh kehangatan, jika yang jauh jangan kalah, bisa menggunakan alat teknologi yang sudah tersedia. Banyaklah minta maaf ketika alfa tak berkabar, dan banyak-banyaklah saling mendoakan keluarga, khususnya orang tua. Sebab orang tua tak pernah lalai mendoakan anaknya.

Cikarang, 11/7/2020

-Tumiesn-

lama by @widya_widya3

#tumiesn #rinduanakrantau




    Ketika Kita Semakin Dewasa




    Semakin dewasa ruang pertemanan semakin mengecil. Kumpul-kumpul bersama teman sudah sangat minim. Bikin story aktivitas harian sudah bukan kebutuhan lagi. Photo-photo sudah sangat jarang sekali. Jalan-jalan hanya sekadar cuci mata bukan hobi lagi.
    .
    Semakin dewasa kita akan lebih paham tentang mana yang tulus dan yang hanya sekadar kepo. Mana yang serius dan mana yang hanya main-main.
    .
    Semakin dewasa kita akan semakin memaknai pentingnya waktu lebih baik bersama keluarga, terlebih ketika yang telah membangun keluarga. Waktu bersama adalah hal yang perlu dijaga.
    .
    Semakin dewasa kita akan menyadari tentang pentingnya waktu, kesehatan, financial, perawatan, pekerjaan, arah hidup, ibadah, keharmonisan keluarga, dan memikirkan hal yang simple-simple saja tapi jelas dan terarah.
    .
    Semakin dewasa kita semakin mengerti arah hidup mau dibawa kemana. Bukan lagi tentang mencoba-coba menjajaki hobi, tapi tentang bagaimana sebuah minat menjadikan hal yang menarik sekaligus menghasilkan.
    .
    Pendewasaan bukan tentang seberapa banyak umur kita, tapi bagaimana pola pikir serta tanggung jawab berani kita emban dan siap berperan.
    .
    Cikarang, 6/7/2020
    .
    -Tumiesn-
    .
    .
    #tumiesn #perjalanan #pendewasaan #rantau #keluarga #menikmatihidup