Jaga Jarak, Jaga Hati, Jaga Allah, selalu




Indonesia dan seluruh belahan dunia saat ini tengah mengalami ujian berupa wabah. Dan kita semua pasti sudah tahu.

Salah satu himbauan dari pemerintah adalah jaga jarak, dengan #dirumahaja
Mungkin ini berlaku untuk orang yang pekerjaannya bisa dibawa ke rumah, sekolah dan kampus-kampus yang bisa diliburkan.
Namun, ada sebagian yang ternyata tidak bisa meninggalkan pekerjaannya harus keluar rumah karena kebutuhan dengan catatan APD sangat harus diperhatikan oleh masing-masing individu.
Misalnya tenga medis, dan kamu juga pasti tahu dibidang industri.

Tapi kemarin saya sempat lihat video dan beberapa artikel sedihnya para pak ojol :(
Yang sepinya pelanggan, dan ketar-ketir dengan keadaan saat ini.
Laa Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzholimin.

Semoga pandemi ini segera berakhir di seluruh dunia, dan perekonomian stabil kembali. (Duuh.. Kepanjangan nanti. Saya bukan ahlinya hehe)

Sebagai pengingat untuk diri saya, jika ini baik silahkan ambil manfaatnya.
Ada hikmah dibalik musibah #corona ini dengan kata #jagajarak
Hikmahnya adalah mungkin dulu kita terlalu asik tanpa jarak dengan lawan jenis yang bukan/belum mahrom.
Mungkin kita terlalu tenggelam pada perjalanan hidup tak berjarak, tak ada batasan, melampaui batas meski mungkin kita tahu tapi masih melanggar.
Jaga jarak mungkin mengajari kita betapa perlunya menjaga diri. Menjaga dari yang bukan hak, menjaga sebagai penyelamat diri. Dan menjaga diri karena Allah.

Jaga Hati, yah kita terkadang sulit menjaga hati. Membatin sesuka hati, kikir dan bisa jadi sering ingkar. Kita lebih suka mementingkan diri sendiri tanpa peduli hati yang lain, hati-hati yang membutuhkan kita. Lupa untuk memanusiakan manusia, mungkin kita sudah merasakan, kenapa harga masker saat ini seperti harga emas?

Jaga Allah.
Yah, hal yang paling utama adalah tentang apapun kondisi hidup kita, entah apapun yang tengah terjadi. Baik senang maupun sedih. Baik hidup tengah lapang maupun sempit. Menjaga perintah Allah, menjauhi larangan-Nya. Tetap bergantung, berharap hanya pada-Nya saja. Sebab percayalah Allah tak akan pernah mengecewakan hamba-Nya. Allah itu sangat dekat.
Semoga Allah menjaga kita semua.

-Tumiesn-
27/3/2020




    Dear Sahabat Muslimah




    Teruslah berjuang menjaga aurat kita. Semoga saja kelak saat kita dipanggil (meninggal) aurat kita dalam keadaan terjaga.

    Berjuanglah untuk menjaga apa yang bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan.

    Terus berdoa agar Allah lindungi kita. Jaga selalu ya aurat kita dari ujung kaki, hingga rambut. Kecuali yang bisa terlihat seperti wajah dan telapak tangan

    Allah SWT berfirman:

    "Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
    (QS. An-Nur 24: Ayat 31)

    Jagalah Allah, Allah pasti akan jaga kita.
    Semoga kita selalu memiliki rasa malu dan sedih ketika kita tak menjaga aurat dengan baik.
    Keep Istiqomah :)
    Salam dariku, sahabatmu.

    Cikarang, 20/3/2020
    -Tumiesn-

    #tumiesn #hijrah #motivasi #perjalanan #hidup #dailymuslimah




    Kau Puisi





    Kau adalah puisi, yang pasti akan sampai padamu jika kita sama-sama sudah siap.
    Meski kemarin sempat puisimu salah alamat.
    Tapi semakin hari aku sadar, puisi itu hanya untukmu.
    Iya, kamu puisi itu.
    Seseorang pilihan-Nya, yang aku tahu untuk saling menuju kita punya cerita masing-masing.
    Bertemulah di dermaga hati, pada waktu yang tepat.
    Katakanlah siapa kamu sebenarnya, sejujurnya tanpa melebih-lebihkan, aku suka dengan orang yang jujur.
    Semoga di sana, kau tengah sibuk memperbaiki diri, menyelesaikan dirimu sendiri.
    Sebab, saat kelak kita bertemu kita sama-sama sudah berdamai dengan diri sendiri.

    Kamu adalah puisi, yang kelak akan banyak masuk ke daftar tulisanku untuk ucapan kata 'Terima Kasih'

    Maafkan aku yang kemarin-kemarin pernah sempat menerka-nerka puisi pada orang lain. Akh... Ternyata bukan orang itu, tapi aku yakin itu kamu.
    Kamu pilihan-Nya, yang aku yakin kita akan bertemu pada waktu yang PAS (Pasti Ada Saatnya).

    Melangkahlah dengan yakin, aku pun demikian menunggumu dengan sabar.
    Percayalah diri untuk menuju, aku pun menyiapkan diri dengan bekal ilmu yang ku mampu.

    Luruskan niatmu, aku pun demikian.
    Mantapkan hatimu, aku pun begitu.
    Sebab kamu adalah jawaban yang dimana hatiku benar-benar telah rela. Siap lahir batinku, menyambutmu.
    Kamu pilihan-Nya, yang aku yakin kau tengah bersiap dengan melalui skenario-Nya.

    Untuk kamu calon imamku, yang Allah pilihkan setelah mereda hatiku, lapangkan jiwaku, relakan dan pasrahkan.
    Kamu yang Insya Allah sama-sama siap berjuang dengan irisan yang sama dalam visi misi pernikahan.
    Salam dariku, yang sedang bersabar untuk menemani dalam dakwahmu nanti, insya Allah.

    ____
    Cikarang, 17/3/2020
    -Tumiesn-



    .
    #tumiesn #story #perjalanan #kaupuisi #prosa




    Madrasah Pertama Penuh Cinta




    Sebuah buku yang ditulis sejak Oktober hingga Desember 2019. Dan hari ini mendarat di Cikarang dari penerbit @temannulis.id .
    Sebuah karya non fiksi pertama yang saya buat. Spesialnya lagi buku ini ditulis bukan saya sendirian, tapi dengan 6 Ibu-Ibu lainnya.
    Para Ibu yang saya tahu mereka sibuk bekerja, bekerja selama 24 jam untuk keluarga, belum lagi ada yang menambah pekerjaan di luar rumah.

    Setiap Ibu bagi saya adalah wanita karir, baik itu berkarir di luar atau di dalam rumah.
    Jangan pernah bilang, "Istri nganggur! Atau jadi Ibu diem-diem bae."
    Serius gak ada perempuan yang menganggur di dunia ini, kecuali kalau sudah hilang akal sehat hehehe.

    Btw proses penulisan buku ini tuh unik banget, gimana gak unik. Para Ibu-Ibu ini setor tulisan melalui whatsapp karena keterbatasan alat menulis (baca : laptop/komputer). Namun, mereka semua keren, mampu diajak kerja sama untuk menyelesaikan 1 buku bersama.

    Seorang ibu adalah madrasah pertama penuh cinta.
    Untuk kamu yang sudah menjadi ibu semangatlah dengan perjuangan menjadi ibu, semoga akan menjadi pahala dan hadiahnya surga.

    Untuk kamu yang sedang berjuang untuk menuju (menjadi) ibu, tetap semangat jangan pantang menyerah.

    Dan doakan saya juga, semoga kelak saya bisa menjadi ibu yang sebagaimana seharusnya.





    Cikarang, 16/3/2020
    -Tumiesn-




    Dari Aku untuk Diriku




    Ternyata usiamu sudah bertambah ya, hari ini Mamak bilang, "28 tahun sudah kamu lahir di dunia ini."

    Hingga akhirnya aku berpikir sejenak, tentang hidupku.

    Setiap bertambahnya angka usia dan sudah jelas itu artinya berkurang jatah hidup.
    Hal ini merupakan bahan evaluasi diri sendiri.

    Hal apa yang sudah dikerjakan?
    Kegagalan apa yang bikin ambyar?
    Gimana caranya introspeksi dari kegagalan?
    Sudahkah bermanfaat?
    Gimana niatan nikah sudah lurus?
    Prestasi apa yang sudah dicapai?
    Gimana bacaan Alqurannya, sudah terus diperbaiki?
    Gimana hafalannya, sudah sampai mana?
    Berbenah dirinya sudah seriusan?
    Cara bicara sudah gimana, masih ngegas-ngegas?
    Masih ngeyel-ngeyelan?
    Gimana pengaturan keuangan?
    Gimana konsisten ibadahnya?
    Gimana udah istiqomah?
    Gimana soal karya?
    Gimana soal manajemen waktunya?
    Dan gimana udah rela akan setiap takdir?
    dan gimana-gimana buat jalanin hidup dalam memanfaatkan sisa hidup yang gak tahu kapan akan pulang?

    Gimana? Sudah siap terus bergerak buat terus belajar jadi baik?

    "Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."
    (QS. Ar-Rahman ayat 60)

    Cikarang, 14/3/2020
    -Tumiesn-

    #tumiesn #story #perjalanan #hidup #hijrah




    Terus Saja Berdoa




    Pernah tidak kita berpikir sejenak,mengapa detik ini kita berada dititik ini?
    Pernahkah sedetik saja kita mengingat ulang apa saja yang sudah kita ikhtiarkan?
    Tentang perjalanan diri kita sendiri.

    Bisa jadi langkah kita hingga hari ini adalah buah dari doa-doa yang pernah kita panjatkan kepada-Nya. Doa yang tak pernah pupus ditengah jalan, terus dimunajatkan. Entah doa hari ini, doa kemarin, doa satu minggu lalu, doa satu bulan lalu, doa yang sudah berbulan-bulan terus diucapkan atau bahkan doa yang sudah menaun kita langitkan.

    Coba kita maknai lagi tentang arti dari ayat ini :
    "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran."
    (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)

    Allah itu Maha baik bangetkan?
    Setiap doa kita pasti Allah kabulkan.
    Dikabulkan tidak harus sekarang juga, sebab Allah tahu kebutuhan kita bukan keinginan kita.
    Namun, kadang kita yang banyak dosa ini seringnya banyak maunya, ingin itu dan ingin ini tapi masih sering mengecewakan-Nya, membuat-Nya cemburu ketika kita lebih banyak memikirkan mahluk-Nya.

    Allah itu baik banget, ketika kita pengen apa-apa, Allah mempersilahkan kita untuk memintanya langsung. Berdoa yang serius, ikuti aturan-Nya, konsisten dan terus belajar menjadi baik.Yakinilah bahwa Allah itu selalu dekat dengan kita. Kadang kita yang terlalu jahat kepada-Nya, suka menjauh dari-Nya tapi Allah tetap rela mendekat untuk kita.
    Gimana, baik bangetkan Allah?

    Untuk kamu dimana pun berada, teruslah berdoa. Apapun itu.
    Jangan lelah untuk berdoa, sebab sebaik-baiknya tempat mengadu, tempat meminta, tempat curhat, tempat menumpahkan air mata, ya hanya pada-Nya
    Jangan lupa juga selalu bersyukur ya, sebab Allah lah yang memampukan kita dalam kondisi apapun saat ini yang kita jalani.

    Terus saja berdoa, Allah itu baik banget.
    Yuk kita belajar menjadi baik, sebab kita manusia banyak sekali dari kata kurang baiknya, banyak khilafnya.

    Teruslah untuk berlari mendekat kepada-Nya.

    Cikarang, 7/3/2020
    -Tumiesn-
    #Day67OF365D


    #tumiesn