Rindu Stadium Empat





Gemericik air dari langit membasuh wajah
Membombardir perasaan
Kaki terkulai lemah
Tak peduli hantaman hujan

Dibawah senja
Terus melangkah
Tak peduli mata basah-basah
Berjalan elok tak berkesudahan
Seperti tentang memperjuangkan kamu

Jarak membentang luas
Tersekat ruang dan waktu
Aku rindu kamu
Sangat rindu

Rindu ini sudah terlewat batas
Tumpah-tumpah, tak terbendung
Aku rindu kamu
Rindu stadium empat

Naga Swalayan Cikarang, 29/2/2020

-Tumiesn-
#Day60OF365D




    Menjadi Kita




    Menemukan dibatas waktu yang tepat
    Bukan pada garis persimpangan jalan
    Padamu rasaku berlabuh
    Keyakinan yang tumbuh pada ladang hati
    Denganmu aku merasa utuh

    Menemukan adalah tentang memperpanjang waktu
    Melukis rona bahagia
    Menertawakan kepayahan hidup

    Aku ingin menua bersamamu
    Menyaksikan fajar dan senja bersama
    Menguntai doa pada lima waktu
    Merengkuh rindu saat jarak tercipta
    Menguatkan cipta rasa tatkala bersama

    Menikah menyempurnakan agama
    Menemukanmu menggenapkan hidupku
    Semoga sang Maha Cinta memudahkan langkah ini
    Aku dan kamu menjadi kita

    Puisi 11/2/2020 (Cikarang)

    -Tumiesn-

    #Day457OF365D




    Bait-Bait Doa Cinta






    Rona jingga melepuh
    Menggantung pada langit
    Aku tertunduk sepi
    Sesak di dada, tapi apa daya semua hanya titipan-Nya

    Rindu menganak sungai pada retina mata
    Jemarinya kini tak mampu terjeramah
    Jiwa tak mampu meronta
    Pasrah pada ketetapan-Nya yang ada

    Ia telah berpulang
    Ke rumah sang Maha Cinta
    Pertemuan dunia ada masanya
    Meski sayang seribu sayang dan cinta menguat sempurna

    Rabbi...
    Ampunilah dosa-dosanya
    Sosok orang tua yang ku cintai

    Rabbi...
    Aku mencintainya
    Terimalah dia di sisi-Mu

    Rabbi...
    Pertemukanlah kami kelak di surga-Mu
    Izinkanlah kini aku melangkah dengan apik
    Menuntut ilmu
    Agar Ia bangga

    Doa adalah salah satu cara pengantar rindu
    Menuntut ilmu adalah jalannya
    Semoga bakti tetap ada
    Meski kini dua dimensi berbeda
    Menjaga diri, menuntut ilmu dan tetap mengirimkan bait-bait doa cinta


    Cikarang, 12/2/2020
    -Tumiesn-
    #Day43OF365D

    (Sebuah puisi untuk temannya Kak Fitri di Malang yang telah kehilangan sosok Ibunya yang telah berpulang, semoga khusnul khotimah dan diampuni segala dosanya. Dan temannya kak Fitri diberi kesabaran dan selalu semangat agar menjadi anak yang soleha).




    Pelangi di Senjamu




    Di bawah kerudung senja
    Warna-warni melekat indah
    Langit jingga menganak warna-warni ceria
    Merona tak mampu diucapkan kata

    Seperti kamu

    Kau adalah kalimat
    Bukan sekadar kata
    Kau indah
    Mengalahkan kumpulan ribuan bintang
    Ribuan syair puisiku pun tak mampu mengalahkan elokmu

    Teduhmu
    Tenangmu
    Lembutmu
    Ceriamu
    Tegasmu
    Kuatmu

    Kau bak pelangi pada senja
    Lahir pada langit bermekaran jingga
    Mengangkasa tapi tetap meneduhkan

    Sesederhana ini ku tenang menatapmu
    Menemukanmu tak semudah itu

    Kau bak pelangi pada senja
    Mempesona
    Penuh rahasia
    Bijaksana
    Tak semua orang bisa menjadi pelindungmu

    Pelangi di senjamu
    Teruslah merona
    Menjadi kamu
    Yang kini ku Tahu

    Cikarang, 21/1/2020

    -Tumiesn-
    #Day19OF365D




    Tolong Bicaralah





    Hujan berjatuhan
    Membombardir tanah
    Berseru sesuka hati
    Pada tirai jendela kutatap
    Bulat mata menebang jalanan yang jauh
    Menyaksikan alunan deras air tumpah dari langit

    Sepi hati nelangsa
    Rapuh terasa tercabik
    Sekuat tenaga ku hela nafas
    Sesak di dada
    Lumuran rasa tak terbalas

    Kau yang membisu
    Tak peduli
    Melangkah maju
    Menghilang dari pandangan
    Marah katamu?
    Diam seribu bahasa
    Jangkrik saja enggan berbunyi nyaring, menghargai sunyimu

    Bukankah kau sangat mengenalku?
    Tolong hargai aku
    Seseorang yang berjuang merawat rasa
    Sampai kapan tega diamkanku?
    Jangan sampai aku pergi
    Sebab cinta tak bisa begini
    Kita perlu bicara

    Cikarang, 14-1-2020
    -Tumiesn-
    #Day14OF365D

    Tag :Kau




    Kamu atau Sosok Baru?





    Awan menganak warna putih
    Langit biru
    Indah di pandang

    Mataku jauh menatap
    Tak bosan
    Aku suka langit
    Meneduhkan

    Seperti tentang kamu
    Mengenalmu
    Meneduhkan jiwa dan raga
    Kala itu
    Hari ini aku tak tahu lagi

    Aku hanya perlu mewarsakan diri
    Menyenangkan diri sendiri
    Takdir esok aku tak tahu
    Kamu atau sosok baru yang akan jadi teman menatap langit bersama

    Cikarang, 14-1-2020
    -Tumiesn-
    Untuk melengkapi #Day12OF365D

    Tag :Awan




    Aku Tahu Ini Sulit, Melepasmu




    Aku tahu hatiku saat ini tengah payah
    Berkecamuk dalam tanya
    Teka-teki yang belum tuntas terjawab
    Degub jantung berpacu cepat
    Resah

    Aku tak bisa melakukan banyak hal
    Sikapku ada batasanya
    Tak bisa berjuang sendirian
    Tak bisa mengejar-ngejarmu
    Pasrah

    Aku tahu ini rasanya sulit
    Sebab, rasaku masih sama
    Seperti pertama bertemu denganmu
    Jatuh hati padamu
    Sempat namamu ku gaungkan dalam doa-doa panjang

    Aku tak bisa leluasa
    Mengharapkanmu
    Sadar, itu keliru

    Kamu mungkin tidak pernah tahu
    Seberapa besar usahaku
    Seberapa sering kuceritakan namamu pada Rabbku

    Mungkin kamu memang tidak pernah sadar
    Seberapa sering aku tersenyum mengingat kenangan
    Betapa aku bersyukur mengenalmu
    Tapi mungkin kau juga tak pernah tahu
    Betapa pedih hati ini
    Betapa lunglai hariku
    Saat ku sadar kau kini justru sibuk memperjuangkan sosok lain

    Aku tak bisa memaksamu
    Tak bisa memaksa Tuhanku
    Tak bisa meminta keinginanku menua bersamamu terangkul sempurna

    Aku sadar
    Aku hanya perempuan akhir zaman
    Yang merindukan surga
    Mendambakan pendamping hidup yang bisa menuntun untuk sama-sama menuju surga-Nya

    Aku sadar usahaku akan sia-sia
    Jika tanpa melibatkan-Nya
    Usahaku akan berakhir kecewa
    Jika harapanku tumpah padamu, bukan pada-Nya
    Hatiku akan semakin terluka jika sadarku kau justru tengah memperjuangkan sosok lain
    Melupakan aku yang pernah singgah diharimu

    Aku tahu ikhlas bukan sekadar lisan
    Setitik saja yang mengganjal itu bukan ikhlas
    Aku tahu ini sulit
    Harus sadar jika hidup tidak bisa terus terkepung rumit

    Setiap sujud istikharah aku meminta petunjuk
    Doa terbaik untukku dan kamu
    Meski mungkin saja akhirnya rasaku tak bertandang didermaga hatimu

    Aku tahu ini sulit
    Melepasmu
    Mengikhlaskanmu
    Sosok yang pernah menjadi pelangi
    Mewarnai hariku
    Membuat senyumku merona
    Membuat getar hatiku
    Membuat rindu pada waktu ke waktu
    Merubah hariku

    Aku kini sadar
    Aku hanya perlu belajar ikhlas
    Tak boleh rapuh
    Sebab, skenario Allah lebih baik

    Aku tahu ini sulit
    Menetralkan hati
    Menganggapmu biasa saja
    Menghapus rasaku yang sempat tertanam
    Melupakan bayanganmu yang kerap bertandang

    Berbahagialah dengan pilihanmu
    Aku tak bisa menahan
    Tak bisa berjuang lagi
    Hanya bisa bersabar
    Tentang hari ini, hari esok
    Bukan hari kemarin yang sibuk memikirkanmu

    Aku bersyukur telah mengenalmu
    Pelangimu yang pernah hadir
    Meski aku tak tahu akhirnya akan seperti apa
    Yang ku tahu, kali ini mengikhlaskan, melepaskanmu adalah jalan terbaik

    Aku tahu ini sulit
    Sebab aku terlanjur sayang padamu
    Telah jatuh cinta padamu
    Telah sering memanjatkan doa menyebut namamu

    Aku tahu rencana Allah yang terbaik
    Tak bisa memaksa-Nya
    Hanya perlu belajar berlapang dada
    Sebab aku hanya ciptaan-Nya yang tak bisa memaksa

    Kini aku hanya bisa meminta
    Agar diberikan hati yang lapang
    Dilembutkan hati ini
    Dan damai menerima setiap takdir dan ketetapan terbaik dari-Nya

    Terima kasih pernah hadir
    Menjadi pelangi yang mewarnai hari-hari
    Menentramkan seperti biji-biji bunga matahari
    Ceria dan menyenangkan

    Terima kasih telah hadir
    Aku tahu garis takdir setiap orang berbeda
    Berbahagialah
    Melepasmu adalah belajar pasrah
    Mengikhlaskanmu adalah tentang berserah diri

    Terima kasih telah membuat hatiku segera patah
    Tak menggantung harapanku berlama-lama
    Kini aku tersadar hariku harus lebih berwarna
    Meski bukan pelangimu lagi yang menyinari

    Aku ikhlas semoga kau bahagia
    Terima kasih untuk perasaan yang pernah ada
    Untuk usaha yang pernah tercipta
    Untuk waktu yang pernah bersua
    Juga doa yang pernah dilangitkan

    Cikarang, 9-1-2020

    -Tumiesn-




    Selamat Datang Cinta





    Ombak merengkuh rindu
    Bibir pantai diterpa angin syahdu
    Pasir putih terhampar luas tak bosan dikunjungi deburan ombak

    Aku tersenyum
    Tak henti bersyukur
    Untukmu
    Mengenalmu
    Seseorang pilihan-Nya

    Selamat datang untuk kamu
    Bersiapkah berjuang bersama?
    Mengarungi perjalanan bersama
    Jika kamu sudah siap menjadi kita
    Jangan pernah bosan bersama, tetaplah disisi

    Selamat datang cinta
    Berlabuhlah didermaga hati ini
    Biarkan aku jatuh hati padamu
    Sebab telah ku izinkan kamu mencintaiku

    Selamat datang cinta
    Kita raih perjalanan hingga menua
    Melukis rona bahagia
    Menapaki kisah, perjalanan kehidupan yang semestinya

    Cikarang, 5/1/2020
    -Tumiesn-

    #Day4OF365D






    Perasaanku, Perasaanmu





    Purnama pernah jatuh pada ruang sepi
    Kaki ku yang pernah letih berjalan, kau datang tiba-tiba mampu menarikku berlari
    Tak sekadar berlari, tak sengaja ku tatap indah matamu hingga sempat aku jatuh cinta

    Setiap pertemuan mana ada yang tahu
    Kau datang, aku sambut
    Kau tersenyum, aku balas
    Kau bercerita, aku dengarkan
    Ku tak kalah bercerita, kau antusias

    Kita saling jatuh hati
    Membuka lembaran berharap menuju masa depan
    Perasaanku, perasaanmu mana pernah kita tahu
    Rasa itu hadir
    Kita sambut gembira

    Kini pada waktu yang belum saatnya, dua orang menjadi satu
    Kita tersadar, perjalanan ini harus dijeda

    Biarlah perasaanku, perasaanmu disimpan rapi terlebih dahulu
    Jarak yang harus tercipta
    Tanpa bertanya kabar
    Tanpa perlu saling menyapa

    Jika waktu memang sudah siap dan tepat
    Jika cahaya telah tenang
    Datanglah dengan sama-sama cinta telah baik
    Namun, jika pada akhirnya takdir tak berpihak
    Kita hanya perlu berlapang dada

    Rasaku biar ku pantaskan hanya untuk-Nya
    Begitu pula kamu
    Keluar dari rotasi perasaan ini memang tak mudah
    Semoga saja saling menjaga adalah kado keseriusan cinta
    Yang pada akhirnya hanya Dia lah Yang Maha Tahu memberikan pelabuhan itu untuk siapa

    Dari aku yang menjeda diri
    Dan kau pula yang memberi jeda
    Jika takdir memberikan kado untuk kita
    Bersama-samalah untuk mencinta dalam janji suci


    Cikarang, 17-11-2019

    -Tumiesn-




    Mencintai dan Melepaskan Karena-Mu






    Seperti sinar cahaya
    Datang memeluk pekat
    Menerangi celah gelap
    Semakin kuat

    Menemukannya di waktu terbaik
    Mengenalnya dalam perjumpaan mengagumkan

    Menjadi kata nyaman masuk ke pori-pori hidup
    Terbuai
    Jatuh cinta tak bisa disalahkan
    Mungkin caranya saja yang belum patas

    Rabbi...
    Aku jatuh hati padanya
    Seseorang yang hatinya Engkau gerakan menuju hidupku

    Rabbi...
    Aku menemukan karakter yang ku cari ada padanya

    Rabbi...
    Salahkah aku jatuh cinta?

    Aku tak bisa melawan takdir-MU
    Sebab aku hanyalah ciptaan-Mu
    Begitu pula dia

    Rabbi...
    Pada november ini rasaku terenggut
    Luruh pada kata sadar diri
    Tatkala cinta belum saatnya

    Rabbi...
    Aku melepaskannya karena-Mu
    Ku tahu kau sayang pada ku dan juga dia

    Rabbi...
    Tuntunlah jalan cinta ini dengan sebaiknya ridho-Mu
    Kau lah satu-satunya pemegang takdir
    Jika dia jalan takdirku, satukanlah kami pada waktu yang pantas dan tepat
    Tapi aku tak mampu memaksa-Mu
    Hanya mampu berdoa dan menyerahkan segala yang terbaik menurut versi-Mu

    Rabbi...
    Aku mencintainya karena-Mu
    dan melepaskannya pun karena-Mu

    Cikarang, 13-11-2019


    -Tumiesn-