Mamak, Perempuan Setia

Mamak, Perempuan Setia


*adek = adik
*Yayuk = Sebutan kakak perempuan.

....

27 tahun menjadi bagian dari kelurga ini. Sejak kecil kami hidup tanpa seorang pria di rumah. Bapak izin pulang duluan menghadap Allah sejak usia ku masih 2 tahun 2 bulan, dan Mamak tengah mengandung 9 bulan kurang 17 hari.

Sebuah takdir dan ujian kala itu, tapi aku gak ngerti persoalan urusan dewasa. Hingga pas kecil aku penasaran, lihat teman maupun sepupu yang sebaya di rumah mereka ada seorang lelaki dewasa. Masih ingat dan membekas, waktu itu ku tanya Mamak, "Bapak itu kemana?"

Mamak selalu jawab, "Bapak lagi ngaji di rumah Allah."

Aku diam, dan masih membekas lagi sebuah pertanyaan muncul, "Mamak kenapa gak nikah lagi sih, biar aku punya Bapak."

Saat itu sekitar aku kelas 3 SD (belum bisa baca lancar, dulu aku ngalamin keterlambatan baca dibandingkan 5 saudara perempuan yang lain).

Mamak bilang, "Jangan ngomong begitu lagi ya."

Dan saat itu aku gak pernah minta bapak baru.

Menjalani hidup masa kecil dengan seorang Ibu, 4 Yayuk dan 1 adik perempuan bukanlah hal mudah. Kami hidup saat itu harus menumpang tanah orang hingga belasan tahun, agar tetap hidup menggarap tanah.

Sejak kecil aku bahkan dilatih hidup keras, menjadi tukang petik buah jambu, penunggu duren dan hal-hal yang berhubungan di kebun. .
Saat itu tetapi aku dan Yayuk ke 1 & 2 terpisah, mereka harus ke Palembang ikut Mbah Lanang (Sebutan kakek). Agar hidup kami mendingan, mereka bekerja.

Di susul lagi Yayuk ke 3 di sekolahkan di Kebumen ikut Buyut, dan Yayuk ke 4 ke Palembang untuk sekolah hingga tamat SMA. .
Dan aku pun demikian lulus SMP ke tanah jawa hingga sekarang, begitupun adek.

Hingga seluruh yayuk menikah, karena kodrat perempuan ikut kemanapun sang suami pergi, yayuk ke 1 & 2 menetap di Palembang, Yayuk ke 3 & 4 menetap di Bandar Lampung, dan Aku anak ke 5 dan adek ke 6 masih merantau di Pulau Jawa.

Meski Mamak masih satu daerah dengan yayuk ke 3 & 4 mereka semua sudah beda atap.

Hingga suatu hari ku ajukan pertanyaan ke Mamak, "Mak, kalau aku udah berkeluarga ikut aku ya. Meski mungkin gak di Lampung. Entah nanti akan tinggal di pulau mana."

"Tidak, Mamak mau di sini saja, kalau nengok kuburan Bapakmu, dekat."

Aku gak bisa mengajukan tawaran lagi.

Suatu hari aku wawancarai Mamak, soal cintanya ke bapak kenapa bisa setia?
Gimana awal jatuh cinta? Proses, menikah dan tidak menikah lagi.

Satu pesan yang akan ku simpan dan ku praktekan, "Mamak cukup nikah sama seorang pria sekali seumur hidup. Semoga bisa ketemu di akhirat."

Aku beruntung punya seorang wanita yang Kuat dan gak baperan tergoda cinta lain.
Sering aku ajak diskusi atau sekadar bercerita tentang pilihan cinta dan setia.

Mamak selalu bilang, cinta itu sekali seumur hidup. Bersama orang yang sederhana dan seiman, sejalan.

Kadang aku suka bilang, Mamak aku bikin tulisan buat Mamak di blog. Ku bacain meski kami via suara. Mamak menangis, aku tanya.
"Mamak bahagia, gak menyangka kamu yang sekarang."

Nyatanya cinta dan Setia adalah jalan untuk merengkuh bahagia. Meski pasangan sudah di panggil lebih dulu, ada ikatan dan janji untuk terus setia. Dan yang masih di tinggal di dunia bertugas mengemban kepercayaan, mendidik dan menghidupi anak-anak.

Kadang aku suka mikir, Mamak kok bisa melaluinya, aku tahu betul gimana dulu susahnya hidup.

Balik lagi, Allah lah satu-satunya yang memberi jalan hidup dan menetapkan rasa cinta, tulus dan setia bagi yang mau menjalaninya.

Bagi yang sudah menikah, setialah dengan pasangan suka dan duka.

Adek, Yayuk setia pula ya kaya Mamak, begitupula aku nanti ☺

Cikarang, 22-2-2019
-Tumiesn-

#story #family #love #Allah

    Artikel (Inspirasi)dari kategori yang sama
    Merantau Bagi Tumiesn
    Merantau Bagi Tumiesn(2019-06-13 15:21)

    Jumpa Mentor Paket Lengkap
    Jumpa Mentor Paket Lengkap(2019-05-21 00:32)

    WAKTU
    WAKTU(2019-05-10 12:01)

    Perpisahan
    Perpisahan(2019-05-08 22:40)

    Hidup dan Kesempatan ke-2
    Hidup dan Kesempatan ke-2(2019-04-30 19:13)

    Kenapa Belum Nikah?
    Kenapa Belum Nikah?(2019-04-03 23:00)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Mamak, Perempuan Setia
      Komentar(0)