Hati Kembali Ke Titik NOL




Hari itu hati ku seperti dijatuhkan dari bangunan yang tinggi, melesat ke tanah tanpa alas. Sakit, dan mungkin bisa dikatakan patah berkeping-keping. Aku, menangis.
Ku cari dan meyakini sekali lagi, apa benar ucapnya?
Apa hanya sekedar gurauan agar diri ini panik?
Nyatanya setelah dipastikan benar adanya.
Sosok yang ku harapakan beberapa tahun belakangan, mengiyakan bahwa semua telah usai.
Hari itu, ingin rasanya ku berlari ke pantai atau naik gunung, untuk berteriak agar kebodohan selama ini tak pernah terjadi.

Dalam musim yang telah terlewati, aku mengira semua baik-baik saja.
Melodi rasa yang di jaga tak akan hambar ditelan masa.
Bait-bait puisi yang tercurah mendadak tak ada rasanya, hanya seperti kalimat-kalimat tanpa makna.
Aku tersudut pada hati yang teramat kecewa, memeluk lutut ini yang rasanya menggil.
Dia.. sosok yang ku kira siap berjuang ke depan, hilang dan ku sadari salah ku dahulu yang memulai.

Seluruh perasaan ku hancur, ingin rasanya tak pernah terulang.
Air mata yang tak pernah terjatuh selama ini mendadak membasahi seluruh pakaian.
Aku benar-benar pupus dalam ketidak warasan.
Menjerit pada dinding-dinding penyesalan, mengapa aku pernah berharap padanya?
Diri ku hanya berpikir, apa kah usaha untuk membangun kerajaan masa depan dengannya kandas di pertengahan jalan?

face128face128face128face128

Butuh beberapa ratusan jam agar aku normal, menenangkan hati yang kalut seperti di cambuk dengan sebilah pedang, pedih.
Dia, orang yang ku perjuangkan dan ku kira saling memperjuangkan selama ini ternyata hanya sebuah bayangan yang dibungkus harapan. Dia yang memberikan harapan dan membuat hati menduga-duga semua indah pada waktunya untuk saling bersanding, nyatanya kaca-kaca harapan jatuh satu persatu, bukan sekadar retak tapi hancur sekaligus.

Aku tertunduk pada penyesalahan harapan kosong.
Dan dia pergi yang katanya dengan harapan baru, tanpa perduli bagaimana sesaknya diri ini, tak sedikit pun sudi melihat sosok yang dikenalny sejak tahun-tahun berlalu menangis sejadi-jadinya atas rasa kehilngan yang terasa parah.
Sosok itu nyatanya tak pernah menengok ke belakang untuk menggapai tangan ini yang terluk parah olehnya, Ia terus berlari bersama mimpinya yang baru.

Pada hujan yang berdatangan, aku menangis seakan tanpa air mata.
Pupus mendalam terjadi, rasanya menyesal kenapa bodoh sekali menunggunya selama ini.
Kini sebuah harapan di hancurkan olehnya yang ku percayakan.

Aku benci, tapi hati tak pernah setega membenci kebaikannya yang dulu pernah tercurah.
Aku kesal, tapi rasa tak bisa mendustai bahwa semua pernah tercipta.
Aku marah, tapi aku pun dahulu pernah membuatnya marah
Aku kecewa, sadar lagi harapan ku kepada manusia nyatanya terlalu tinggi.

Aku tertunduk pada kenyataan yang tergambar sempurna.
Bertanya pada hati, bahwa semua yang terjadi berasal dari mana!
Berkali-kali aku bertanya, dan mengingat apa yang salah.
Ku ingat lagi halaman harapan, nyatanya salah ku besar.
Hati yang terlalu berharap kepada manusia, dari pada ke pada Allah adalah kesalahan.
Allah melimpahkn kecewa pada hati yang terlalu bodoh untuk menggantungkan harapan pada manusia.

Purnama yang telah terlewati adalah sebuah cermin berdebu yang hanya isinya berharap kepada manusi,
ku hapus dan kali ini sadar ku kesalah pahaman hati menyebabkan segalanya terjadi.
Aku pupus, sadari itu. Tapi kini aku lebih menyadari, kepupusan hati terjadi karena ulah diri sendiri yang membiarkan hati terjebak dalam area harapan kepada manusia, bukan Tuhan.

Hati Kembali Ke Titik NOL
, semoga ada kesempatan untuk mengubah pekat menjadi cerah.
Membuyarkan harapan kepada insan dan menerngkan harapan hanya kepada sang pemberi Cinta.

Sadar ku, tak ada insan yang sempurana.

Cikarang, 10-9-2018
Tumiesn
(Jangan berharap dengan manusia jika tak ingin hati di hancurkan, libatkan Allah dalam hal appun)

Baca juga KENAPA ADA KECEWA?


    Artikel (Renungan)dari kategori yang sama
    Tentang Syukur, 2017 ke 2018
    Tentang Syukur, 2017 ke 2018(2018-01-01 21:38)

    Nanti jangan dinanti-nanti
    Nanti jangan dinanti-nanti(2017-06-12 07:00)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Hati Kembali Ke Titik NOL
      Komentar(0)