KENAPA ADA KECEWA?




Dalam lembaran kisah hidup setiap orang pasti berbeda-beda.
Tidak sama, meski sekilas serupa.
Ada yang terlihat senang, girang, menutupi seluruh kesedihan.
Ada pula yang memang terlihat sedih, padahal harusnya bahagia.
Atau ya sudah bahagia-bahagia, sedih-sedih. Bebas, semua orang punya hak untuk mengekspresikannya.

Kadang, kita suka heran. Mengapa tatkala rasa tak percaya, ketika kecewa menyapa.
Sering kali sedih hadir, menggerogoti kata bahagia.
Seperti pelangi, datangnya sebentar. Mencerahkan seluruh jagad raya, membuat matah memandang. Tapi cepat sekali memudar, hilang.

Setiap perjalan hidup yang memiliki lapisan warna berbeda setiap musimnya. Bertahan dalam sayup-sayup harapan, atau berjuang menggugurkannya dalam taburan musim yang berganti.
Bila hati kecewa, merana, berduka. Kita sering bertanya dan bahkan mengganggap mengapa Tuhan tidak adil?
Kenapa ada kecewa?
Dimana bahagia?
Apakah tak tercipta.
Kita menangis, dan meski banyak peluk dari bidadari sekitar semesta menenangkan tapi rasanya enggan menerima kenyataan.
Kecewa?


Bertanya dan terus bertanya, kenapa kecewa datang?
Hati teriris-iris seperti bawang bombay.
Mendekam diri pada kabut kesedihan, bertanya lagi dan lagi.
Rasanya mengapa Tuhan tak adil.

Coba sejenak tarik nafas, ajak mata memandang keatas langit dan ke bawah dimana kaki menginjak bumi.
Lihat jam dinding, jam tangan dan terserah apapun benda yang dimiliki untuk menunjukan pergeseran waktu setiap detiknya.
Aku, kamu, dia dan kita memiliki waktu yang sama. 24 jam, tidak lebih tetapi bisa kurang kapan pun dimana Allah ingin usai waktu hidup kita.
Kesedihan, kecewa dan mungkin amarah, terjadi bukan tanpa sebab.
Karena tak mungkin ada akibat jika tak diawali oleh sebab.

Seperti itu lah, hidup dimana ada warna kecewa hadir.
Bisa jadi, dahulu kita pernah mengecewakan orang lain.
Membuat marah seseorang yang akhirnya semua kita dapatkan hingga nyeri pada setiap saluran nafas, debar jantung yang rasanya tak karuan.
Kita mungkin disuruh merenung, kenapa ada kecewa saat ini menguliti hitungan menit dalam perjalanan hidup.


Mungkin Allah kangen sama kita. Sudah lama meski sudah diberi kode berupa bangun terbangun ditengah malam, enggan beranjak dari tempat tidur.
Allah kangen, dengar cerita kita. Air mata, bahkan suara rengengkan hamba-Nya.
Allah kangen, kenapa kita jauh?
Allah kangen kenapa kita lebih sering berharap sama mahluknya bukan dengan-Nya.

Kenapa ada kecewa?
Mungkin Allah pengen kita jujur disaat malam bahwa kita hanya manusia bisa rapuh kapan pun.
Dan mungkin Allah ngasih kode agar kita berpikir tentang kesalahan-kesalahan yang berlalu.
Lalu, Allah pengen kita menjadi manusia yang banyak minta maaf dan saling memaafkan.

Kenapa ada kecewa?
Karena Allah pasti akan kasih bahagia.
Kapan?
Tinggal nunggu hadiah terbaik dari Allah saja.
Karena hidup, gimana baiknya Allah saja.
Manusia, Cuma berjuang dalam ketulusan.
Dan balik lagi, Allah satu-satunya pembolak balik hati.

Cikarang, 24-8-2018

Tumiesn


    Artikel (Buku)dari kategori yang sama
    Nikah, Bukan Perlombaan
    Nikah, Bukan Perlombaan(2018-10-04 12:35)

    1 Skripsi, 1 Buku
    1 Skripsi, 1 Buku(2018-08-21 07:48)

    Waktu, Namamu
    Waktu, Namamu(2017-08-11 20:09)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    KENAPA ADA KECEWA?
      Komentar(0)