Tetaplah Hati Berdamai



Kadang hati menangis, terlunta-lunta pada kesedihan
Marah atas ketidak berdayaan, kenyataan
Mencambuk semua kenang
Mengelupasnya kuat-kuat, berharap hilang ingatan

Duhai hati yang kuat, lembutkanlah
Apa kau tega pada kisah masa lampau mu?
Yang katanya seribu kata dan jutaan lisan berucap, “kamu kalah”

Tetaplah hati berdamai

Cinta tak akan kemana-mana bukan?
Dia tak akan tersesat
Jika yang pergi mungkin itu sekedar kagum
Percayalah, karena yang akan tinggal itu yang sejati

Cikarang, 3-7-2018
Tumiesn




    Artikel (puisi)dari kategori yang sama
    Bukan Sepotong Hati biasa
    Bukan Sepotong Hati biasa(2017-03-20 19:00)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Tetaplah Hati Berdamai
      Komentar(0)