Mengejar Dosen Cahaya

Mengejar Dosen Cahaya

Ini cerita tentang kami yang konon adalah para penduduk bumi yang sedang merasakan moment kejar tayang penuh dek-dekan.
Pagi,siang, malam kepikiran tatkala jam semakin mendekat, soal prosiding yang harus segera di kumpulkan.

Kamu bisa lihat di curcol Tumiesn sebelumnya ya "Mengejar Dosen Pengampu" tapi kali ini saya bersama 4 teman yang lain "Mengejar Dosen Cahaya"

Pengen tahu ceritanya?
Baca terus!

****
6 Januari 2018 adalah hal yang membuat nafas saya, Yuni, Citra, Kiki dan Pipit bisa bernafas lega.
Sebuah lembar Acc dari dosen pembimbing telah nampak, taburan tintanya telah menempel indah.
Nyengir, seru, haru dan bisa ketawa. Terlebih beberapa hari sebelumnya kami sempat rada stres karena memang kelalaian kami.


Beberapa hari yang lalu, group whatsapp untuk bimbingan bersama Ibu dosen ini nyaris angker, serem dan dakdikduk. Gimana enggak, pengumpulan hasil penelitian harus dikumpulkan mendekati sidang, sementara jangankan tanda tangan, hasil penelitian saja belum rampung. Sungguh, stres gimana enggak, Ibu dosen menegurnya seriusan. Kami yang sejak desember bimbingan jarang datang, dan komunikasi kurang.
Alhasil, setelah liburan UAS di desember, kami malah khilaf tidak mengikuti bimbimbangan dan sibuk sendiri.


Dan awal januari, kami dapat teguran gara-gara ya ulah kami kelompok 7 dan kelompok yang lain yang masih suka menyepelakan waktu hingga membuat dospem naik darah.

Ceritanya besok itu harus dikumpulkan hasil penelitian tapi dosen sebal sama kami dan bilang angkat tangan. Kecewa! Dan bilang buat mahasiswa bimbingannya yang belum dapat acc darinya silahkan hubungi Kaprodi. Beliau gak bisa ditemui jika diluar jam kampus.

Dan saat itu kami resah berkepanjangan. Minta maaf atas kesalahan karena menyepelekan tugas. Menyia-nyiakan waktu. Tapi, Bu Dosen seperti belum ada titik terang buat baikan menerima kami hihihi #sedih

Pengumuman dari Manajeman Kampus, hasil penelitian harus dikumpulkan hari jum'at sore. Dan saya yang pulang kerja langsung meluncur ke kampus hanya berbekal abstrak yang belum di acc hihi. Miris tugas ini belum kelar.
Dosen hari itu masih belum lentur sikapnya untuk diajak baikan dan memberikan kesempatan.
Dan laporan belum finish pula hari itu.

Malam sabtu sepulang dari kampus saya dan yang lain masih resah, belum tenang dan saling berusaha menyelesaikan tugas prosiding ini (persyaratan buat lanjut ke skripsi).
Sambil Do'a "Lembutkanlah, lembutkanlah hati Bu Dosen"

Dan sekitar jam 9 malam si Ocha salah satu anak Bimbingan beliau juga masih terus berusaha merayu Bu Dosen agar memberikan kesempatan sekali lagi. Terlebih jadwal pengumpulan informasi terbaru di undur (rada tenang). Ocha kirim pesan rayuan maut di group panjang kali lebar, berharap eta lembutkanlah hihi.

Dan setelah menunggu rada lama, Bu Dosen balas "Gak Papa, Ibu gak Marah. Hanya Kecewa saja sama kalian. Temui Ibu di Kampus besok jam 9 pagi. " pesannya malam kemarin buat hati jingrak-jingkrak.

Kami semua siap sedia begadang, kelarkan persoalan ini. Terlebih Yuni sang ketua yang lupa makan lupa mandi, mati-matian atur semua ini buat kelarkan tugas ini. Makasih..

****
Ini mungkin yang dinamakan mengejar cahaya tatakala gelap merangkul cemas. Gelisah yang dilunturkan oleh terang dari cahaya.
Pagi menjelang siang, dengan hasil penelitian saya dan yang lain lari-lari, kebut-kebutan ke Kampus masuk ke ruangannya menunggu giliran bimbingan. Dengan masih mengenakan seragam Kerja, yang memang sabtu dimana saya masih harus bekerja mencari sesuap nasi dan seluas berkah, dengan nafas tak beratur saya merapikan diri siap di bimbing. Dan 4 teman yang lainpun satu persatu datang dengan wajah-wajah yang sulit dijelaskan karena efek apalah-apalah (seperti lupa pakai pensil alis hahaha).

Bimbinganpun dimulai panjang kali lebar, sempat di tegur sih tapi banyak di nasehatinnya hehe.
Makasih banget Bu Dosen.
Alhamdulillah hari ini tanggal 6-1-2018 penelitian kami di Acc, segera di daftarkan. Semoga sidang nanti lancar dan lanjut persiapan skripsi hehe.


Dear Dosen Cahaya yang sudah meluangkan kesempatan sekali lagi bagi kami.
Terima kasih atas cahaya yang kau beri disaat gelap menyergap, nafas sesak karena kalut kau lepaskan dengan kebijaksanaanmu.

Pesan dari curcol ini :
Penting banget menghargai waktu dan mengutamakan hal-hal yang sangat penting. Jangan mengabaikan dengan alasan kesibukan dan lain Sebagainya. Mengejar Dosen Cahaya ini adalah pelajaran buat kami Khususnya saya pribadi.

Lemah Abang, 6 Januari 2018
Tumiesn

    Artikel (Curcol Tumiesn )dari kategori yang sama
    Tumiesn Main Ke WaGoMu
    Tumiesn Main Ke WaGoMu(2019-02-09 08:11)

    April Quote Day-28
    April Quote Day-28(2018-04-28 17:21)

    10 Hari Tentang Paman
    10 Hari Tentang Paman(2018-01-20 17:30)

    Pejuang Sekantong Darah
    Pejuang Sekantong Darah(2018-01-13 09:09)

    Mengejar Dosen Pengampu
    Mengejar Dosen Pengampu(2017-10-29 00:22)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Mengejar Dosen Cahaya
      Komentar(0)