Mengejar Dosen Pengampu

Mengejar Dosen Pengampu

Jika engkau ingin memiliki kerajaan yang damai, maka damaikanlah diri sendiri terlebih dahulu.
Jika kakimu ingin berpijak lebih jauh, maka bersiaplah untuk berlari dan terus maju.
Dan jika engkau ingin hidup selalu muda, maka perbanyaklah bekal ilmu serta sebarkan dalam kebaikan.
-Tumiesn-

Sabtu, 28 Oktober 2017 adalah hari yang dimana menguji hati dan juga rasa lapar hehe.
Ditemani cuaca yang saat siang panas berubah mendung saat sore, saya dan Yuni masih menjadi mahluk yang konon disebut anak semester tua, betah di Kampus.


Sepulang kerja hari ini yang cukup panas, menyempatkan diri pulang ke kosan (tempat tidur) dahulu sebelum melanjutkan tugas buat kaki ini melaju ke Kampus.
Pikiran yang lagi banyak macam-macam di kepala ini berharap agar buat hati dan seluruh anggota tubuh buat bekerja sama, mulai dari saat ini sedang memasuki gerbang sibuk-sibuknya di semester akhir dan "Jangan oleng kapten" ini semacam guyuran semangat buat diri sendiri yang sedang di tantang, "Tumiesn sanggupkah meneruskan perjalanan atau langkahmu akan terhenti disini? Dimana kejutan-kejutan untuk sebuah perjuangan harus di lalui, seimbang."

Hari ini benar-benar sesuatu banget dan yang pastinya bumbu perjuangan gak kalah apik berada di barisan terdepan.
Siang dimana meluncur ke kampus, mengerjakan sedikit revisi proposal prosiding yang belum dapat bintang terang buat melangkah ke proses selanjutnya.
Dan ini yang mungkin dinamakan sedikit eror, mau ngedit gak bawa laptop.
Otak diputer, taram di lowbi Kampus bertemu salah satu teman yang dahulu bertemu di salah satu komunitas.

Saling sapa, tanya kabar dan to the point, "Nika bawa laptop? Boleh minta bantuan?"

Si gadis syantik ini alhamdulillah mau pinjamkan laptopnya kepada saya dan si Yuni buat perbaiki sedikit proposal yang malam ini harus di acc.
Makasih ya

Sekitar satu Jam, kelar. Dan lanjut ngeprint itu proposal yang demen banget diperhatiin, (terus yang nulis kapan diperhatiin? Wkwkwk)
Karena tempat print di dalam kampus lama alias antri panjang, saya dan Yuni memutuskan buat segera cari tempat print di luar Kampus.

Ini yang mungkin dinamakan ujian lagi, kamu bisa bayangkan gimana gemesnya print out satu lembar kertas bisa memakan waktu 3 menit? Waktu udah mepet banget. Dan bisa di rasakan deh gimana hati ini gemes pengen bawa pulang tuh printer hehe.

Sekitar satu jam, yang kami print pun kelar. Dan aduh ternyata kami lagi-lagi harus kerja ekstra keras, dimana gak bawa uang banyak buat bayar.
Okelah, kamipun Go ke ATM di kampus. Dan apa yang terjadi? ATM sedang mengalami eror

Okelah, dengan minta tolong nitip hard copy dari proposal itu kepada penjaga jasa print tersebut saya dan Yuni Gas motor mencari ATM, dan cukup jauh.

Jadwal ketemuan Dosen Pengampu yang awalnya ketemuan di Metland Tambun, di ganti lokasi ke Lippo. Alhamdulillah lebih dekat meskipun informasi mengatakan setengah sembilan malam baru bisa bertemu beliau.

Saya dan Yuni pun mikir, selepas bayar hasil print out, Shalat Magrib, makan Nasgor Emak depan Kampus mau ngapain?
Ide buat ke Salemba (Toko Buku) Lippo pun jadi target sambil nunggu jam bertemu pak Kuwat (Dosen Pengampu).
Yuni ini salah satu temen yang saya miliki dimana Kutu Buku cocok banget buat sosok seorang Yuni hehe.
Bersyukurlah ada temen yang pelahap Buku dimana saat ngobrol dia meguasai banyak topik, terlebih soal korea-korean, dia jagonya tukang kepo soal ini hihihi.


Taram, selepas makan nasi goreng cukup terkejut mana kala lihat hand phone dimana ada pesan masuk dari si syantik Icha menginformasikan bahwa, "Mbak pak Kuwat udah ada di MCD Lippo Sekarang."

Gak pake lama saya dan Yuni pasang gas menuju lokasi.
Entah kurang fokus atau kurang piknik ya, bahwa Icha sudah menginformasikan lokasi pak Dosen ada di MCD, tapi kok saya dan Yuni malah larinya ke Mall lippo. Dan ini yang mungkin dinamakam Greget!

Dari salah lokasi itulah saya berpikir, apakah jalan hidup saya sudah benar?
Cara saya berjalan di atas muka bumi ini sudah baik? Dan akh.. Rasa lelah penguji nyali, penguat iman sedang berkibar.

Lanjut Gas saya dan Yuni menuju MCD yang sebenarnya saya pernah kesitu, tapi kok jadi oleng gitu ya haha
Alhamdulillah proposal kami di acc untuk menuju ketahap selanjutnya.

Banyak hal yang saya pelajari dari mengejar dosen Pengampu yang super baik ini.

1. Belajar sabar
2. Komitmen pada diri sendiri apapun yang terjadi
3. Waktu itu berharga banget
4. Jika mau bertumbuh ya usaha
5. Hasil gak akan menghianati dari sebuah proses
6. Tantangan adalah sebuah ujian pendewasaan

Makasih banyak Yuni buat sabtu malam bareng terus buat tugas hahaha
Dan makasih banyak juga buat Kiki, Citra dan Pipit buat kerja sama tugas ini.
Meski kalian gak bisa menemani buat ngejar pak Dosen karena kesibukan masing-masing, tenang Genk alhamdullilah udah di Acc. Semangat lanjut ke tahap selanjutnya.


Semoga curcol Tumiesn ada manfaatnya ya hehehe

Cikarang, 28-10-2017
Tumiesn

    Artikel (Curcol Tumiesn )dari kategori yang sama
    Tumiesn Main Ke WaGoMu
    Tumiesn Main Ke WaGoMu(2019-02-09 08:11)

    April Quote Day-28
    April Quote Day-28(2018-04-28 17:21)

    10 Hari Tentang Paman
    10 Hari Tentang Paman(2018-01-20 17:30)

    Pejuang Sekantong Darah
    Pejuang Sekantong Darah(2018-01-13 09:09)

    Mengejar Dosen Cahaya
    Mengejar Dosen Cahaya(2018-01-06 23:31)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Mengejar Dosen Pengampu
      Komentar(0)