Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan

Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan




Tinggal disebrang pulau tepatnya dipulau jawa barat tanpa orang tua adalah suatu cara untuk belajar mandiri. Tinggal dikosan sepetak dan menjadi seorang buruh pabrik disebuah perusahaan swasta bukanlah penghalang melanjutkan mimpi.

Terkadang merasa heran jika melihat seseorang yang hanya tinggal meneruskan keinginan orang tua untuk melanjutkan pendidikan saja masih malas-malasan, masih suka keluyuran dan bahkan sering mengabaikan pendidikan yang diamanakah orang tuanya. Hmmm.. rasanya hanya ingin bilang jika diluar sana banyak ribuan jiwa yang sangat ingin meneruskan pendidikannya namun terhalang oleh keterbatasan ekonomi.

Setelah lulus Sekolah menengah kejuruan tahun 2010, saya tidak lantas melanjutkan pendidikan dengan alasan memilih bekerja karena faktor kebutuhan ekonomi. Ada keinginan untuk melanjutkannya. Namun, akhirnya bertahun-tahun dan beberapa kali ganti perusahaan saya tidak melanjutkan sekolah.
Hingga suatu masa saya mendapatkan hidayah akan pentingnya sebuah pendidikan walaupun saat itu pekerjaan saya belum tetap.

Di usia yang ke 22 tahun saya baru melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi ilmu ekonomi di Bekasi. Dengan niat dan semangat tanpa batas saya berusaha untuk menjalani pilihan saya untuk meneruskan pendidikan.
Bekerja dari pagi hari hingga sore, dari hari senin sampai dengan sabtu siang saya berperan menjadi seorang buruh pabrik. Sementara sabtu siang dan minggu adalah saya berperan sebagai seorang mahasiswi.

Tak ada libur selama satu minggu bukanlah penghalang untuk tetap bahagia, karena saya harus tetap bersyukur dan berjuang serta berkomitmen menjalani prosesnya.
Menjadi seorang anak perantauan, tinggal sendiri, makan sendiri dan bayar kuliah sendiri adalah sesuatu hal yang harus saya syukuri. Merasakan bagaimana menghidupi diri sendiri dari hasil menjadi seorang buruh pabrik serta berkomitmen meneruskan pendidikan. Insya Allah saya bisa hingga toga itu kukenakan sebagai hadiah dari perjuangan.

Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan justru menjadi motivasi bagi diri sendiri dan lingkungan. Bahwa apapun pekerjaan kita dan siapapun kita, kita berhak melanjutkan pendidikan dan menjadi manusia yang terus produktif.
Sebagian besar dari teman-teman kampus saya adalah seorang buruh pabrik yang mengambil kelas karyawan. Mereka yang kebanyakan jauh dari orang tua seperti saya tidak nampak putus asa untuk menggapai keinginan.

Terkadang rasa lelah itu memang menghampiri, karena bukanlah hal yang mudah membagi tenaga dipekerjaan dan jam kuliah terlebih tugas kuliah yang cukup banyak. Belum lagi terkadang mengikuti kegiatan komunitas dikampus atau diluar kampus. Bahkan jam tidurpun hanya beberapa jam setiap hari dilakoni.

Usiapun bukanlah penghalang untuk menimba ilmu, banyak juga saya saksikan mereka yang nampak sudah berumur (diatas kepala 3) masih semangat untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang mahasiswa/i diluar jam pekerjaannya. Mengayunkan kaki, santun, semangat menggali ilmu dengan ikhlas dan berusaha untuk terus berproses menjadi yang terbaik.
Ketika gaji tiap bulannya dari hasil menjadi seorang buruh pabrik harus dibagi-bagi, untuk orang tua, untuk bayar kosan, untuk bayar kuliah, untuk biaya sehari-hari dan untuk biaya menabung. Dari sinilah seseorang belajar memanajemen keuangan dan juga waktu.

Ketika teman-teman sibuk jalan-jalan, nonton di bioskop, shoping dan sebaginya. Saya dan sebagian yang lain harus menahannya. Memilih mana yang harus diperiotaskan. Memilih tidak ikut jalan-jalan, nonton dibioskop, shoping dan sebagainya. Untuk melakukan hal itu kami harus berpikir apakah kebutuhan yang utama seduah tercukupi, jika ada sisa uang maka sesekali kami ikut jalan, jikapun tidak kami memilih menahannya.

Kurang tidur dan kurang piknik bukanlah sebuah alasan untuk mematahkan semangat. Terus berjuang hingga apa yang dijalani semoga berjalan lancar. Berusaha menjadi manusia yang produktif. Belajar mandiri, belajar memanajemen waktu dan keuangan. Semua itu dilakukan hanya untuk masa depan yang lebih baik.

Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan, ku percaya Allah selalu ada dan memberikan kemudahan disetiap urusan untuk meneruskan impian. Semangat untuk menjadi manusia yang lebih produktif.

Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan



Cikarang, 25 Mei 2016

Tumiesn


    Artikel (Inspirasi)dari kategori yang sama
    Merantau Bagi Tumiesn
    Merantau Bagi Tumiesn(2019-06-13 15:21)

    Jumpa Mentor Paket Lengkap
    Jumpa Mentor Paket Lengkap(2019-05-21 00:32)

    WAKTU
    WAKTU(2019-05-10 12:01)

    Perpisahan
    Perpisahan(2019-05-08 22:40)

    Hidup dan Kesempatan ke-2
    Hidup dan Kesempatan ke-2(2019-04-30 19:13)

    Kenapa Belum Nikah?
    Kenapa Belum Nikah?(2019-04-03 23:00)


     
    Komentari Artikel ini
    Dua jempol buat semangatnya mbak! :) Saya juga pernah merasakan hal yang sama, tapi lokasinya terbalik saya kerja di palembang dan tempat tinggal di jawa. Pendidikan memang penting untuk meneruskan cita-cita, tetap semangat.. Kerja keras tidak pernah sia-sia :)
    Posted by Jakarta BloggerJakarta Blogger at 2016/06/05 11:10
    Siap terimakasih jakarta bloger..
    Semangat juga & sukses untuk kita semua .
    Terimakasih telah berkunjung & membaca tulisan diblog saya.
    Posted by Tumiesn at 2016/06/06 04:22
    Siap terimakasih jakarta bloger..
    Semangat juga & sukses untuk kita semua .
    Terimakasih telah berkunjung & membaca tulisan diblog saya.
    Posted by Tumiesn at 2016/06/06 04:22
    Siap terimakasih jakarta bloger..
    Semangat juga & sukses untuk kita semua .
    Terimakasih telah berkunjung & membaca tulisan diblog saya.
    Posted by Tumiesn at 2016/06/06 04:22
    Kakak tulisannya subhanalloh bikin aku tambah semangat, mungkin sekarang aku masih di negeri orang dan belum smpat melanjutkan belajar tapi semoga esok kelak aku bisa seperti akak :)
    Posted by Wiwit Kurniawati at 2016/12/23 18:33
    Terima kasih ka Wiwit telah berkunjung. Alhamdullilah jika artikel ini bermanfaat.

    Semangat ya... kamu juga pasti bisa.
    Posted by TumiesnTumiesn at 2017/01/02 14:15
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan
      Komentar(6)