DAUN PINTU HATI



Gerombolan penghias langit yang saling girang semakin terekam
Beradu memamerkan keceriaan dengan terang benderangnya yang tak terelakan
Jadi saksi menawan untuk setiap jiwa yang mestinya tak perlu gemar sedih dalam kesendirian
Awan, ia menyentuh hati lewat mata untuk menyadarkan sempitnya kesepian

Dipijaki bumi dengan gemas menanti hati
Mata terbuka lebar-lebar mengenyam yang dipandang
Tersenyum melihat awan yang memeluk dari kejauhan
Deburan ombak santai penuh kelembutan menenangkan rasa yang tengah dalam kesendirian
Hati bernyanyi ditemani burung-burung yang saling menyapa di awang pantai

Tak perlu sedih manakala jiwa harus berjuang untuk sepotong hati dalam kesendirian
Pantaskanlah diri maka kelak akan dipantaskan
Rekamlah hari dengan jendela kebahagian
Bukalah daun pintu hati untuk yang terbaik

Daun pintu hati akan ditemukan oleh gambaran diri Tak perlu risau apa yang tengah bergulat di sanubari
Perhatikan awan yang menggantung di atas pantai
Gumpalan putih itu saling bercengkrama tak pernah merasa kesepian
Lalu, perhatikan kembali hati masing-masing

Tak perlu sedih jika sepi menyeret hari-hari
Pedihlah jika jiwa beserta hati habis oleh waktu tak berarti
Jadikan yang terbaik daun pintu hati dan mata

Bandar Lampung, 1 Juli 2017
Tumiesn

    Artikel (Puisi)dari kategori yang sama
    Menyebut mu
    Menyebut mu(2018-12-03 12:40)

    Kado Manis Dari Perempuan mu
    Kado Manis Dari Perempuan mu(2018-12-03 12:30)

    Perempuan, Sempurnakan Akal
    Perempuan, Sempurnakan Akal(2018-12-01 22:54)

    Melepaskan Untuk Menemukan
    Melepaskan Untuk Menemukan(2018-12-01 12:30)

    Sudahi & Cukup
    Sudahi & Cukup(2018-11-28 12:35)


     
    Komentari Artikel ini
    puisi ketika pulang kampung ya wkwk
    Posted by Tangguh MafazaTangguh Mafaza at 2017/07/04 00:49
    Tulisan yang menarik.
    Posted by lau_happylau_happy at 2017/07/22 02:36
    ka @ Tangguh Mafaza akh.. masa? hhahaha
    Posted by TumiesnTumiesn at 2017/07/26 15:41
    Hai ka @ lau_happy terima kasih telah berkunjung dan membaca puisi ini hehehe
    Posted by TumiesnTumiesn at 2017/07/26 15:41
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    DAUN PINTU HATI
      Komentar(4)