Bermain Narasi,belajar nulis

Bermain Narasi,belajar nulis

Setiap orang memiliki metode masing-masing dalam mengasah diri, menerbitkan mimpi. Salah satu mimpi saya dalam menapaki dunia ini adalah ingin menjadi seorang penulis. Karena dengan cara ini semoga menjadi amal ibadah saya di Yaumul Hisab nanti aamiin.

Setiap tulisan bak anak panah dapat meluncur dengan tepat membangun atau meruntuhkan. Maka tulislah pesan yang meninggalkan jejak manfaat.

Sejak awal Ramadan tahun ini saya sendiri sedang belajar untuk terus menulis setiap harinya, selain didapur laptop untuk naskah-naskah yang sedang diperjuangkan untuk di rampungkan menulis diblog setiap hari pun sedang dijajal. Karena tak ada cara untuk menembus mimpi selain melalui setiap prosesnya.

Nah, tanggal 2 Juni 2017 kemarin disalah satu akun media sosial yakni facebook saya mencoba bermain narasi dengan teman-teman di facebook. Alhamdulillah respon yang luar biasa, terima kasih.

Bermain Narasi,belajar nulis

Dengan cara ini pun adalah salah satu metode untuk mengasah otak kakan, memainkan imajinasi dan membisikan hati agar terus aktif melebarkan sayap menulis, hehe. Semaunya bagus-bagus dari puluhan gambar pada komentar. Berikut untuk contohnya guys, lanjut terus ya selesaikan artikel ini dan semoga jika baper membacanya, itu baper positif.

Bermain Narasi,belajar nulis

Permata cintaku, bunda mengertimu
Dengarkan ini duhai cahaya cinta
Jangan takut sayang, peluklah bunda selalu

Masa kecilmu ku gendong kau penuh cinta
Bayang-bayang takut ditutupi tirai berani
Penjagaan ini siap untukmu dua puluh empat jam
Saat dewasa kau akan mengerti

Langkah tertatihmu masa ini akan jadi rekaman
Tawa girangmu dengan gigi mulai tumbuh akan jadi gambaran rindu
Tangis manjamu menjadi melodi saat bunda dalam sepi

Duhai permata titipin dari-Nya
Kan ku peluk selalu tubuh mungilmu
Sayang ini tak akan padam dimakan masa
Jadilah permata tangguh saat dewasa kelak

-Tumiesn-


Bermain Narasi,belajar nulis

Mata berbisik merdu, setiap lekukan duniawi mampu dilihatnya
Hati merintih lusuh tatkala lensa mata digunakan tak semestinya

Duhai mata dan hati bekerja samalah
Berdamailah penuh cinta dalam perjuangan diantara milyaran godaan keindahan dunia
Saat senja hingga fajar menyapa jadilah saksi terbaik lewat lensa indahmu

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Kau gengam tanganku, teriring pula do’a
Terucap syukur telah dipertumakan sosok ini dengan wajah ayumu
Solehamu menginspirasiku
Nasihatmu mengajakku berjalan tuk hijrah bersama

Didunia ini kita saling bersua, bercerita, berceloteh hangat
Duhai sahabat berparas anggun
Do’aku dan do’amu semoga kelak persahabatan tak sebatas dunia
Indahnya Surga adalah mimpi yang sama untuk dapat kita singgahi
Salihaku raihlah selalu jemari ini agar tak terperosot kedalam lubang hina

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Terbentang luas hamparan hijau membius mata
Mengalun merdu nyanyian-nyanyian angin
Merasuk penuh mesra kedalam rongga-rongga rasa
Terpaku dalam keindahan ini terduduk menepi menikmatinya

Ditemani semilir angin hati ini terus berbisik lirih
Menyampaikan mimpi-mimpi tuk menemui sosok dirindu
Tak mampu dibayangkan bagaimana rupanya
Apalagi soal letaknya
Sosok pertanyaan itu menyadarkanku bahwa kini aku masih sendiri

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Sepi menyengat melincinkan diri dari keramaian
Tertatih seorang diri dalam kegelapan
Tak ada teman dan cerita lama terkubur bersamaan
Terdampar sudah tulang belulang ini

Kaki berpijak diatas aspal tak bersahabat
Menari-nari dalam kegelisahan betapa lara hati mengingat dosa
Tak dapat terbayangkan bagaimana sepinya diri saat nisan tertancap diatas basahnya tanah

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Daun pintu istana ku buka lebar-lebar
Lengkungan bulat sabit bibir ini tercipta teruntukmu
Kuraih telapak tanganmu, bahagianya Dia percayakanku sebagai istrimu
Engkau berwajah teduh, lelakiku

Duduklah kemari dikursi rumah cinta kita
Biar lelahmu ku obati tak usah risau akan cemburunya dinding-dinding menatap kita yang penuh sakinah
Lelakiku, terimalah hidangan penuh cinta ini
Semangkuk opor penuh cinta yang akan memanjakan perutmu

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis


Birumu aku suka, ceria mengudara
Gumpalan awan mengiasimu dengan setia
Terang benderang bak permadani taman surga
Langit, betapa bahagia ku menatapmu lewat rentina ini

Ingin rasanya ku menyentuh birumu
Melawati setiap tangga demi tangga dengan putihnya awan
Terbang bebas menggapai setiap mimpi tak terbendung
Menggapaimu adalah gambaran mimpi-mimpiku
Langit, biar ku tatapmu lamat-lamat

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Kau boleh pergi melupakanku
Tak lagi ada waktu untuk cegahmu
Sepantasnya cinta memang telah gugur pada musimnya
Alasan-alasan untuk bertahan telah kandas dimakan angin masa

Ku Izinkan cinta menghilang tertelan oleh keputusan
Biar kenangan menguap diantara Kepedihan
Kau boleh pergi, biar ku punguti sisa-sisa rapuhnya hati

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Kutemukan pintu baru untuk mengintaimu
Mempersiapkan yang seharusnya dipersiapkan
Tak perduli para malaikat cemburu
Biarku perjuangankan dengan cinta luar biasa ini

Kata demi kata terkait untuk saling melengkapi
Seperti mimpiku kelak bersanding denganmu

Jurusku bukan sebatas sandiwara rasa
Ini cara luar biasa dalam pertaurahan masa
Meski dunia kita saat ini belumlah menyatu
Biarku tulis namamu terlebih dahulu, namamu yang belum bernama

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Ku jamahi ribuan pasir di tepi pantai
Mengalun merdu ditemani keharmonisan angin enggan sirna dari tugasnya
Menantimu bukan sekedar alasan

Ribuan kilometer wujudmu tak terlihat
Ku rindui dalam setiap pejaman mata
Harapku di antara ribuan pasir ini kau hadir
Mengobati penantian di pantai lombok ini yang telah lama tersusun rapi

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Diantara milyaran manusia aku terlahir
Memandang diri bak debunya dunia, tak ada apa-apa
Sering kali hati melebam emosi, bernanah amarah
Tak luput salah, menjulangnya berbukit-bukit sudah

Sadari diri ini hanyalah butiran pasir
Bukan siapa-siapa hanya mahluk kerdil
Ngeri dan tertunduk sedih, malu pada diri sendiri
Akankah jiwa penuh dosa ini menjadi golongan kanan?
Akhir zaman semakin mendekat, Ya Rabb bimbinglah tulang belulang yang hanya terbungkus kulit ini

-Tumiesn-


Bermain Narasi,belajar nulis

Gemetarku memandangmu
Linangan air mata membanjiri penuh ketulusan
Harapan menggunung, do’a-do’a terus dipanjatkan
Ka’bah betapa mau ku menjumpaimu

-Tumiesn-


Bermain Narasi,belajar nulis

Ditapaki bumi tak sepi namun nyatanya masihlah sendiri
Dinikmati setiap alunan nafas yang tak pernah basa-basi
Dirindui sebingkai kuncup-kuncup bunga untuk jatuh hati

Mata terpejam, membulat dan bahkan menganak sungai
Berhari-hari bermunajat meminta jalan
Cinta yang berkumandang jodoh belum lekas tiba

Bunga ilalang hampir melayu dalam kekeringan
Syair-syair kibasan basahan hujanpun tak namapak jua
Jodoh dimanakah engaku? Bagaimana kabarmu?
Masih sabarkah menunggu?

-Tumiesn-


Bermain Narasi,belajar nulis

Dilemparkan jauh-jauh sorot mata
Lepas bebas tak usah bersenda gurau dengan tokoh sedih
Jauh-jauh kau melangkah melewati masa hingga terkadang mengkerdilkan diri
Hentikan pesimis tingkatkan pesona jiwa

Bukan sepi yang menjatukanmu dalam keheningan tak berkibar
Bukan.. Sungguh pikirmu jauh dari pembenaran
Hentikan dalam kekosangan hati tak bertuan
Sudah waktunya pemantasan ramai mengudara menghijaukan abu-abunya hari

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Sepi mendera mereka bilang, kau gila!
Letih memanah, compang-camping langkah penuh resah
Ribuan bisik-bisik mencecar telinga
Menjambak jantung biar tersadar jikalau diri ini tak sama

Sayup-sayup guncingan biar diabaikan
Bumbu-bumbui penghias menghancurkan keimanan di tangkis tajam-tajam

Tak perlu bagiku menghabiskan hati dengan menucuri-curi cinta tak berniat tinggal
Lebih nikmat sendiri dalam ketaatan
Meski sepi dalam langkah mendera
Jika cinta dari-Nya tetap melekat di iman itu sungguh lebih indah
Sepi tak melulu soal kesendirian

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Awan berkelompok, menggumpal membuat gemas
Pantai jernih disambut semilir angin berkawan
Ikan-ikan gemuruh riang di dasar laut penuh kebahagian
Pasir-pasir bahagia disambut tapak-tapak kaki penuh asmara

Jatuh cinta dah berjalan indah Penuh halal denganmu sungguh indah
Kau hadiahkan mataku sebagai istrimu kealam yang terkenang
Dipantai ini sadarku membesar, cintamu dipenuhi perjuangan
Izinkanku jadi teman sehidup sesurga
Muda sampai tua ajakku selalu kepantai penuh kebahagian

-Tumiesn-

Bermain Narasi,belajar nulis

Daun-daun bermusim telah jatuh didepan mata
Mengembang senyum, menarik nafas tenang beralunkan nafas rindu
Sendiriku menengadah keatas langit
Terpejam mata beharap sendiri segera berakhir

Terang warna daun menggambarkan wajahmu yang teduh
Ditemani sehangat minuman ini diresapi bayangan esok kau bediri disini

Biar terang saat ini seorang diri
Ku nanti penuh ceria namamu segera menghampiri
Biar musim berganti, namun rinduku tak akan beranjak bergilir menepi

-Tumiesn-

Terima kasih buat semuanya yang telah ikutan dan memberi kesempatan di bermain narasi ini, semoga setiap tulisan saya dapat diambil pesannya dan bermanfaat ya.

Ooh ya, buat yang gambarnya belum terpost di artikel kali ini bukan karena tidak bagus, bukan. Semoga ada kesempatan di permainan berikutnya ya.
Salam semangat dan salam Nengir.

Cikarang, 6 Juni 2017
Tumiesn

    Artikel (Inspirasi)dari kategori yang sama
    Merantau Bagi Tumiesn
    Merantau Bagi Tumiesn(2019-06-13 15:21)

    Jumpa Mentor Paket Lengkap
    Jumpa Mentor Paket Lengkap(2019-05-21 00:32)

    WAKTU
    WAKTU(2019-05-10 12:01)

    Perpisahan
    Perpisahan(2019-05-08 22:40)

    Hidup dan Kesempatan ke-2
    Hidup dan Kesempatan ke-2(2019-04-30 19:13)

    Kenapa Belum Nikah?
    Kenapa Belum Nikah?(2019-04-03 23:00)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Bermain Narasi,belajar nulis
      Komentar(0)