Kaca mata hati

                                              Kaca mata hati

Mengenalmu tidak sengaja
Menyapa mu pun tak pernah terpikirkan
Perlahan tapi pasti binar matamu terasa menggetarkan hati
Tidak dapat di pungkiri jika ku jatuh hati

Setiap detiknya namamu terus terlintas
Dan itu cukup mengganggu!
Ku pijakan kaki terus menjauh untuk berjalan mundur
Tapi, bayangmu justru seolah mendekat

Ku amati dalam kaca mata hati
Ku akui mungkin aku benar-benar jatuh hati
Menyalahkan waktu untuk tak pernah bertemu denganmu
Itu tidak mungkin dan tidak mungkin

Kaca mata hatiku hanya bisa kuserahkan pada Illahi 
Ku hanya dapat merayu kepada-Nya atas cinta yang tumbuh
Mungkin cinta itu akan terpatri pada waktu yang tepat atau tidak sama sekali
Sekali lagi ku hanya dapat merayu kepada-Nya bukan kepadamu

Kaca mata hati ini terus memantau namamu dalam sejuta do'a
Mendo'akan agar kau bahagia
Bahagia bersamaku ataupun dengan yang lain
Aku inikah tulang rusukmu atau bukan?
Tetapi Semoga kita adalah insan yang terus berjuang memperbaiki diri untuk menuju Jannah-Nya

Palembang, 24-1-2016
Tumiesn
Memantaskan diri untuk dipantaskan

    Artikel (Sosial)dari kategori yang sama
    Bermain Narasi,belajar nulis
    Bermain Narasi,belajar nulis(2017-06-06 08:38)

    Sama-sama Air, beda arti
    Sama-sama Air, beda arti(2017-03-28 13:10)


     
    Komentari Artikel ini
    tulisannya bagus bagus,,, udah bikinh buku brapa
    Posted by zai at 2016/02/23 23:20
    Terimakasih.

    Kebetulan bukunya belum jadi hehehehe.
    Semoga tahun ini terbit.
    Posted by Tumiesn at 2016/02/24 17:25
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Kaca mata hati
      Komentar(2)