Namamu Ayah

Namamu Ayah


Kutulis namamu dengan cinta
Dengan lembut tinta itu menggores secarik kertas putih
Ku eja sekali lagi namamu, kutakut keliru
Tetapi, namamu memang tak pernah berubah
Tetap sama.

Namamu ayah
Begitu besar rinduku menjelma
Ayah...
Aku ingin menulis namamu bukan hanya diatas kertas putih saja
Tetapi, ingin ku menulismu dihatiku

Namamu yang singkat dan hidupmu yang dahulu begitu cepat berlalu di dunia ini
Membuatku sempat merengek kepada Tuhan agar aku dapat menjemputmu pulang kerumah

Saat itu sering kali ku menangis berdo'a kepada Tuhan
Tangisku yang begitu khusuk hanya ingin meminta agar bertemu dengan mu
Walaupun hanya dalam mimpi

Kau titip pesan begitu indah kepada ibu untuk kami
Hingga saat ini tetap ku ingat apa pesan dan harapmu
Engkau pria hebat yang aku cinta
Tanganmu yang hangat dan lembut serta kecup pelukmu yang amat kurindu

Kerinduanku tak pernah terbatas
Walau hanya do'a kupercaya, engkau mendengarnya
Memelukmu dalam do'a itu yang bisa kulakukan

Namumu ayah
Terimakasih untuk punggungmu dahulu yang kuat pernah menggendongku
Tanganmu yang lembut ajariku berjalan
Dan kepercayaanmu kepada ibu untuk membesarkan kami

Namamu ayah
Terimakasih untuk cintamu
Biar ku ukir dalam sejarah
Biarkan pena menari-nari mengukir namamu

Walau kini sebuah batu nisan tertulis namamu
Semua itu tidak dapat menggantikan namamu hilang begitu saja dihatiku

Cikarang, 19-1-2016

Tumiesn
Namamu ayah, Sapuan (alm)

    Artikel (Puisi)dari kategori yang sama
    Kau Adalah......
    Kau Adalah......(2019-10-16 12:45)

    Bukan Yatim Biasa
    Bukan Yatim Biasa(2019-10-01 14:47)

    Yang Pernah Mencintaimu
    Yang Pernah Mencintaimu(2019-06-15 15:59)

    IKHLAS
    IKHLAS(2019-04-27 07:21)

    PATAH
    PATAH(2019-04-26 15:43)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Namamu Ayah
      Komentar(0)