Jangan ajak aku nabung Dosa bang!

Jangan ajak aku nabung Dosa bang!



Dear Abang dimanapun berada.

Engkau yang berwajah manis lebih manis dari puding, hingga rasa pahitnya bertowalipun dikalahkan. Hehehe

Aku gak pandai buat surat bang. Serius!
Apalagi puisi buat ngertiin kamu.

Bang, emang gak mudah untuk berpijak pada sebilah pedang yang bisa saja melukai kaki.
Tapi, itu lebih baik loh! dari pada berpijak diantara hamburan bunga mawar nan mewangi tetapi dibawahnya ada sebuah lubang buaya.
Itu ibaratkan hati, rasa, dan sikap loh bang. hehehe

Memang sulit menahan perasaan yang lagi mekar-mekarnya. Dibiarkan tertahan dalam hati, dijaga baik-baik tak perlu dilepaskan atas ucapan perasaan. Tapi, lebih sulit mana sama menghadapi murka Allah?

Kita adalah dua anak manusia yang mungkin sudah dibilang sama-sama dewasa.
Ada rasa suka, kagum dan ingin memiliki itu wajar kok!
Tetapi, jika hanya sekedar buat jalan alias pacaran apa itu gak sayang?

Tau gak bang!
Allah gak suka loh sama yang namanya pacaran.
Tau gak efeknya?
Gak baik bang.
Yah, kalo jodoh mungkin bisa aja kita ketawa seneng.
Lah kalo gak jodoh?
Bisa aja bang kita nangis tujuh hari tujuh malam.
Hehehe

Kalau memang sayang Jangan ajak aku nabung Dosa bang!
Kalau serius jangan ajaki pacaran sebelum halal.
Kalau beneran temui orang tuaku saja.

Niat tulus, keinginan serius maka ambil Jalan lurus bang!
Yakni, halalin putri dari bapak yang udah mendidiknya.
Gak takut emang, ajakin jalan anak orang tanpa kepastian.
Berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Emang dikira lagi kreditan motor?

Oh ya bang, aku paham kok pasti kamu sering dibuly sama teman-temanmu yang menghadapi jaman dimana, "orang pacaran itu keren!"
Kamu pasti sering diledikin abis-abisan ketika malam minggu memilih sibuk sama istilah "Me Time."
Atau kamu dianggap gak asik ketika datang kondangan gak bawa pasangan.
Aduh, bang please deh! semua akan indah pada waktunya kok. Dan gak perlu kelihatan keren dimata manusia kalau akhirnya hina dimata Allah.

Jangan ajak aku nabung Dosa bang!
Karena dosa-dosaku udah banyak.
Emang kamu rela anak-anakmu terlahir dari rahim wanita yang rela menghabiskan masa mudanya sama istilah pacaran?
Pasti enggakkan?

Aku ataupun kamu pasti pengen banget punya keturunan yang kelak adalah penghafal Al-qur'an, penerus penebar kebaikan. Dan anak-anak yang berprestasi.
Iyakan bang?
Nah, kalau ingin hal seperti itu maka dimulai dari bibitnya bang.
Siapa lagi kalau bukan kita!
Orang tua itu punya pengaruh besar loh, tentang bagaimana kelak anak-anak penerus bangsa ini terlahir.
kalau kita ingin punya penerus yang baik, maka yuk kita perbaiki diri kita selagi dini.


Oh ya bang, daripada kita nabung dosa, lebih baik kita nabung pahala.
Ingetloh, wanita akan merasa damai ketika berdiri dibelakang pria (suami) saat shalat dengan hafalan Al-qur'annya yang bagus. Gak mungkinkan jadi imam shalat istri dengan suratan itu-itu aja.
Nah, alangkah baiknya abang belajar hafalan Al-qur'an gih. Bukankah itu lebih keren dari pada mengajak anak orang nabung dosa?

Satu lagi yang gak boleh kelupaan.
Kita sama-sama perbaiki diri ya.
Dekatin hati kita kepada Maha pencipta.
Pasrahin urusan hidup yang hanya bentar banget ini.
Instropeksi diri dengan mendekatkan diri kepada Allah itu lebih baik daripada ngajak anak orang nabung dosa.
Ingetloh bang!
Pria keren itu adalah yang lebih memilih menahan diri (jomblo) dekat sama Allah.
Dari pada pria banyak cara (pacaran).

Kita gak usah buang-buang waktu ngingetin shalat, makan, puasa, zakat dengan unsur modus!
Lebih baik kita saling jaga diri saja.
Perbaiki diri dan jemput manisnya iman.

Aku disini berjuang menahan diri sampai engkau Temukan aku yang tak sempurna
Dan kamu yang entah dimana berjuang menjaga kejombloanmu sampai waktu yang tepat Allah pertemukan kita. Pensiun dari jomblo.
Cukup bagiku Memelukmu dari Jauh
saat ini. Dan cukup bagimu Menikmati jomblo sebelum bertemu jodoh. Karena Menikah tidak harus diawali dengan Pacaran.

Dari wanitamu yang sedang berjuang memantaskan diri.

Cikarang, 8-11-2016

Tumiesn

"Tulisan ini untuk semua anak muda. Baik wanita ataupun pria. Adahal yang lebih penting daripada menghabiskan waktu dengan istilah pacaran yakni memantaskan diri. Kejar prestasi, fokus dengan pendidikan, serius dengan karir dan impian. Jodoh tidak akan pernah kemana-mana. Setiap orang sudah memiliki jatah sepotong hati. Jangan menghabiskan sisa hidup dengan hal yang sia-sia. Kejarlah cinta Allah bukan cinta manusia."


    Artikel (Inspirasi)dari kategori yang sama
    Merantau Bagi Tumiesn
    Merantau Bagi Tumiesn(2019-06-13 15:21)

    Jumpa Mentor Paket Lengkap
    Jumpa Mentor Paket Lengkap(2019-05-21 00:32)

    WAKTU
    WAKTU(2019-05-10 12:01)

    Perpisahan
    Perpisahan(2019-05-08 22:40)

    Hidup dan Kesempatan ke-2
    Hidup dan Kesempatan ke-2(2019-04-30 19:13)

    Kenapa Belum Nikah?
    Kenapa Belum Nikah?(2019-04-03 23:00)


     
    Komentari Artikel ini
    Makin ketceh aja mbak. Jauh dari mblegedes sekarang.
    Posted by WuriamiWuriami at 2016/11/08 18:27
    Hahaha semoga bermanfaat ya hihihi
    Posted by TumiesnTumiesn at 2016/11/08 18:29
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Jangan ajak aku nabung Dosa bang!
      Komentar(2)