Jumpa Mentor Paket Lengkap

Jumpa Mentor Paket Lengkap

Biasanya kalau minggu siang kamu ngapain?
Apa lagi bulan puasa. Berjam-jam ngumpet di kamar alias tidur, nyari gebetan, ketemuan sama mantan atau apa?

Gak usah dijawab di sini, nanti panjang hehe. Jawab saja dalam hati masing-masing, kamu yang lebih tahu ngapain.

____

Minggu, 19 Mei 2019 dengan kekuatan gas motor ditemani terik matahari yang aduhai, saya dan beberapa orang yang belum kenalan menuju satu tempat. Yap, ke Waroeng The Box bukan ke rumah mantan, soalnya sudah lupa rumah mantan #eeh

The Box salah satu tempat yang lagi ngehits abis pada kaula muda, setengah muda, dan mendekati tua. Nah Kalo kamu yang mana?

Udah deh dari pada Tumiesn #curcoltumiesn muter-muter gak jelas, tolong ya baca review Saya ini yang seneng banget gitu lho dari siang ketemu mentor-mentor yang muda, menginspirasi, bikin meleleh ilmunya nyessss.

___

Pada pertemuan kemarin saya beri judul "Jumpa Mentor Paket Lengkap"
Wih cadaskan? hehehe

Sebenarnya tema pertemuan kemarin adalah DEBOX TALK, Ngabuburit Bareng Mentor.

Pematerinya itu ada 4 orang, tapi saya bilang ada 5 orang. Siapakah satu orangnya itu?
Baca aja terus tulisan ini sampe habis (budayakan membaca, siapa tahu kamu makin jatuh cinta sama tulisan Tumiesn #eeh)

1. Bisri Kembar
Pria muda yang konon terlahir di bumi beberapa tahun silam gitu (mungkin di atas 20 tahunan) merupakan seorang public speaker yang sering saya kepoin dari tahun lalu, hal ini disebabkan beliau merupakan kembarannya salah satu teman nulis saya.
Duh... Bukan itu maksudnya, jadi Bisri Kembar ini seorang public speaker yang Keren abis.
Nah, saat kemarin beliau ngisi acara materinya berhasil buat aku terpana, sambil mikir "Aku bisa gak ya bicara di depan kek gitu tanpa beban, tanpa malu-malu, energik, pandai dan ulala kece!"

Berikut ulasan tentang penyampiannya:

Mentor Bisri Kembar bertanya, "Apa alasan besar anda berbicara di depan umum?"
Dan saya menjawab lewat catatan buku kecil :
"Saya Tumiesn, ingin menyampaikan cerita / pesan bukan sekadar tulisan (sebagai penulis pemula), tetapi juga lewat lisan, pesan yang bermanfaat untuk banyak orang."

Nah, sebagian dari kita pastilah punya jawaban masing-masing alias punya alasan tersendiri.
Saya punya alasannya, kamu juga.

OK, sebelum terlalu jauh. Biar Tumiesn bisikin apa itu public speaking.
*Public Speaking ialah menyampaikan gagasan alias ide di depan umum ataupun kompetensi berpidato.
Dan Kalo kompetensi ini artinya bisa dilatih.


Kadang kita mungkin suka bertanya pada diri sendiri, "Aku bisa gak bicara kek gitu? Gak malu? Gak gerogi?"

Ya, bisa saja dong. Misalkan kamu menyampaikan ide kepada dihapan teman-temanmu, bilang "Gaes besok bukber yuk, rencankan yang matang jangan hanya wacana sampai ketemu lebaran tahun depan!" #tuhkansakit hihihi

Public speaking itu ternyata luas, dan agar lebih meluas kita butuh ilmunya, carilah mentor, baca buku dan latihan.

Bocoran dari Mentor muda satu ini, ternyata public speaking merupakan salah satu sunahnya Rosulullah, lho. Yakni tentang menteladani sifat wajib Rosul salah satunya yakni Tabligh yang artinya menyampaikan.
Yapz, sampaikan kebaikan walau satu ayat.

Dan untuk sampai ke hal ini alias menyampikan pesan lewat public speaking, kita harus mengubah ingin jadi kebutuhan. Cari Big Why nya.
(Kita sendiri, masing-masing yang tahu Big Why kita sendiri).

Untuk menjadi public speaker ternyata simple, tapi harus dilakuin dong, yakni setting mindset public speaker :
*Bagaimana kita menghargai peserta
*Niatkan karena Allah
*Niatkan ibadah
*Niatkan berbagi

Dengan menyetting mindset kita, terlebih libatkan Allah, semoga yang mau kita sampaikan akan sampai pada penerima pesan (banyak orang).

Modal utama bicara ala mentor Bisri yakni SLB.
S = Seyum
L = Lihat
B = Bicara
Dan lakukan hal ini secara bersamaan.

2. Fikri Kembar
Sudah kenal Fikri Kembar? Itu lho Penulis buku "Udah, Sendiri Saja Dulu"
Dan bukunya masih banyak lagi. Puluhan gaes.
Disesi ini, beliau sebagai mentor nulis. Memberi tebak-tebakan, tentang tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno sampai tokoh Tiktok yang tahun kemarin lagi ngehits #kayanya, saya gak ngikutin , tapi sebagai salah satu warganet kadang tak sengaja jadi tahu haha.

Nah, disesi ini merupakan tamparan tajam.
Kita sebagian orang pasti kenal dong sama tokoh-tokoh legenda di Indonesia atau bahkan luar negri, misal Mark Zuckerberg.

Kenal? Kalo belum, kenalan gih cari di google.

Namun, naas sungguh parah kita kadang mentok tahunya sebatas nama orang tua, nenek-kakek, dan bahkan embah buyut apa lagi Bapaknya apa lagi Kakeknya Buyut, sebagian dari kita gak tahu namanya, Iya gak? (termasuk saya), miris.

Hal ini sebenarnya terjadi karena para sesepuh kita gak meninggalkan jejak nama, salah satunya berupa buku.
Maka, Mentor Fikri ngasih pesan, "Jangan Mati Dulu, Sebelum Nulis Buku!"

Jleb... Seketika saya sebagai Penulis yang masih urakan suka ngumpulin outline di laptop, teringat nasakah-naskah yang harusnya segera meyelesaikan buku-buku Tumiesn, ngeri keburu mati dulu :(

Jadi, meninggalkan jejak dengan menulis merupakan salah satu cara agar anak cucu kita kelak tetap akan tahu siapa kita, meninggalkan rekaman dalam karya. Nah, kalau mereka kenal dan mereka merupakan generasi soleh dan soleha semoga akan terus doain kita. :)

Oh Iya, mentor Fikri sebagai Penulis senior, memberikan tips kepada kita yang masih pemula atau baru banget mau gerak belajar nulis :
*Hilangkan masalah minder, intinya nulis terus aja. Semakin banyak yang mengkritik, pedas, asem, manis, itu artinya makin oke. Gaspol saja terus.

*Riset 80%, nulis 20%
Nah, ternyata rahasia nulis lancar dan berkualitas itu banyakin riset, baik tulisan berbau non fiksi maupun fiksi.

*Ubah sudut pandang

*Hibur diri kita sendiri untuk menambah vitamin nulis

Dan yang pasti menulis dan teruslah berlatih. Sebab, gak akan pernah ada tulisan berkualitas serta tulisan selanjutnya tanpa ada awalan tulisan yang sangat membuat pedas mata (membaca alias mblegedes), jadi semua itu butuh proses, ada masanya.

3. Jee Muhammad
Salah satu teman nulis saya juga nih disalah satu komunitas nulis, beliau merupakan Penulis Fiksi yang diksi-diksinya Keren.
Nah, ternyata beliau merupakan mentor yang jago Slide Design.

Pada sesinya, mentor Jee memberikan tips membuat tips slide presentasi yang menarik.

Ooh ya, diawal masuk materinya, mentor Jee memberikan salah satu contoh slide yang buruk, membuat mata gatel alias jadi males liatnya. Dan itu merupakan cara pembuatan slide saya pas jaman-jaman 4 tahun lalu saat jadi mahasiswi hehe. Duh, coba pas jaman kuliah sudah ketemu mentor yang satu ini, mungkin slide presentasi saya tak seburuk dulu hahaha.
Yang pasti ilmunya Keren, jadi mikir, "Aku kok dulu polos amat ya, gak ada kreatif-kreatifnya!" hehe.

Mentor Jee memberikan tips nih agar membuat slide yang menarik.
1. Pesan yang jelas
2. Ilustrasi yang sesuai
3. Efek yang harmonis

Dan penting diingat bahwa, slide yang menarik itu : satu slide, satu pesan.

Jangan takut, slide presentsi kita jumlahnya banyak, yang utama kan pesannya sampai.
Setuju?

Dan pada silde ini kita juga harus belajar, peka, dan kreatif dong. Tentang giman caranya agar silde sederhana tapi menarik. Mainkan konten di dalamnya, transisinya dan banyak lagi.

Kalau mau memasukan animasi yang harmonis maka tipsnya adalah masukan animasi yang sesuai.

Serta, perbaiki mindset kita.


4. Fajaruddien Zakiany
"Bila saja Tuhan memanggil dengan sebutan jiwa-jiwa yang tenang....
Lantas mengapa hati harus diisi dengan keresahan."

Sebuah pesan yang jleb.

Mentor Fajar, merupakan seorang mentor yang baru pertama kali kemarin tanggal 19-5-2019 bertemu. Beliau merupakan seorang mentor Spiritual Motivation.

Dan disesi akhirnya beliau berhasil membuat para peserta menangis, termasuk saya.
Pada sebuah pertanyaan : Who am I?

1. Kenapa anda ada di dunia ini?
2. Apa tujuan anda di dunia ini?
3. Mengapa Allah ciptakan anda?

Dan... tangan saya bergetar, hati ini berdebar, air mata luruh tatkala tangan berusaha menulis, menjawab pertanyaan tentang "Who am I?"

Sebuah tanya, yang pada akhirnya kita sadar. Betapa baiknya Allah, tanpa Allah kita bukan siapa-siapa.

___

Pada awal sesi mentor Fajar mengisi, beliau memberikan pertanyaan kepada peserta, yang dimana kami diminta untuk menjawab pada halaman kertas atau catatan pada ponsel, secara pribadi. Tentang renungan.
1. Mengapa anda bekerja?
2. Mengapa hal itu anda pilih?
3. Hal apa saja yang ingin dipersembahkan kepada kelurga, minimal 3.
4. Apa yang membuat anda special?
5. Mengapa anda special?
6. Setiap anda adalah teladan.

Pada Spiritual Motivation ini, mentor Fajar juga berbagi tentang :
*Positive Felling.
Luruskan niat
*Positive Thinking.
Selaraskan hidup kita dengan keinginan Allah.
*High performance.
positive growing.

Kadang kita sering sekali sengaja atau entah tidak sengaja, suka tak melibatkan Allah pada urusan kita. Lupa bahwa Allah yang memiliki kendali.

Kita perlu merenungi tentang apa-apa segalanya niatkan karena Allah, kembalikan pula hanya pada-Nya.

5. Nunik (@teh_enik)

Tahun 2015 lalu, bulan Oktober atau November gitu. Saya bertemu dengan seorang Ibu muda cerdas, energik dan memiliki banyak impian.
Dalam sebuah pertemuan-pertemuan tempo lalu, kebaikan, ketulusannya berbagi dan mengajari saya tentang banyak hal. Saya yang masih anak bawang, kala itu semester 3 saat kuliah. Kami bertemu dalam wadah yang sama. Memperjuangkan yang diharapakan.
Tak ada pertemuan tanpa perantara, yapz. Kami bertemu dengan perantara suatu bisnis.

Beliau merupakan mentor saya yang gak pelit. Suka berbagi motivasi lisan, bahkan memberikannya berupa bacaan tentang motivasi agar berjiwa besar.

Mba Nunik namanya. Salah satu mentor dibisnis itu yang paling saya idolakan, dengan kebijaksanaan, kesederhanaan dan tanpa pamrih.

Saya banyak belajar dari beliau, tentang bagaimana bicara, bersikap, menemukan target dan tetap tenang.

Kita Gak bisa bilang sembarangan tentang bisnis yang salah! Tapi mungkin hanya saja hati gak nyaman.
Bisnis itu bersamanya (saya sebagai downline nya) memutuskan memundurkan diri, pada hitungan beberapa bulan saja untuk joint. Saya pamit, tak peduli tentang materi yang terlepas. (Mungkin bukan rejeki saya).
Dan sebenarnya dalam hati saat memutuskan meninggalkan bisnis itu, mendoakan semoga mereka menemukan pilihan terbaik. Entah merasa nyaman pada bisnis itu, atau segera Allah berikan jalan bisnis yang terbaik dari yang baik.

Saya pun demikian, anak bawang yang memutuskan pergi dengan membawa ilmu mental (percaya diri khusunya), memilih fokus pada kuliah yang saya sadari kala itu nilai kuliah dan kuliah saya berantakan. Serta memperbaiki impian awal, saya pengen jadi Penulis.

Waktu berlalu, saya belajar menemukan jati diri dengan hilir mudik perjalanan hidup. Tentang mulai suka jualan dari hal-hal receh apa pun dicoba hehe. Mulai dari jualan : ice bubble, sosis bakar, jualan buku, jualan slempang wisuda, jualan kue. Saya lakukan di kampus :)

Dan tahu-tahu udah lulus kuliah saja hehe.

____

Sebuah keajaiban waktu pun datang. 8 Mei 2019 sebuah postingan disalah satu akun teman muncul tentang sebuah acara di daerah Cikarang.
Wih, kerennya 2 pemateri yang disebut mentor ini saya kenal, teman nulis dalam sebuah padepokan menulis terkeren di muka bumi ini hehehe.

Yapz, Kak Fikri dan Kak Jee. Terlebih ada Kak Bisri, kembarannya Fikri.
Aku mikir pas liat postingan, "Wah ini nih salah satu do'a ku terkabul bisa ketemu Bisri dan Fikri si Kembar yang menginspirasi dalam satu waktu, di Cikarang pula."

Saya hubungi Kak Jee deh, yang beberapa minggu sebelumnya sempat bertemu dalam acara kepenulisan dengan salah satu mentor nulis saya di Jakarta Timur.

Akhirnya sore itu di musolah tempat bekerja selepas Ashar, dengan telah mengecek jadwal pada kalender yang masih kosong (Cie elah sok sibuk Tumi ya wkwkwk) saya daftarkan diri dan ngajak si Yuni teman kuliah, temen kerja, teman curhat, temen yang kadang-kadang butuh kealayan buat menghibur diri hehe.

Waktu berjalan selepas daftar acara ke Kak Jee sebagai admin + salah satu mentor, jobnya beliau banyak ya hehe.

Kejutan pun datang...
Satu hari kemudian, tepatnya tanggal 9 Mei 2019, sebuah pesan pribadi lebih kerennya DM pada instagram muncul dari seseorang follower baru hehe.
Namanya Teh Enik akunnya.
Dan ternyata beliau adalah salah satu mentor saya, mba Nunik. Terkejut saya, senang dan haru.

Selepas tahun 2016 sekitar Maret atau April gitu memutuskan hengkang dari bisnis yang saya merasa kurang nyaman ada di sana, Ponsel saya sempat rusak dan ganti, jadilah banyak nomor-nomor yang disimpan di memori telpon lenyap, termasuk nomor mba Nunik hihi.

Ternyata usut demi usut, beliau adalah temannya teman saya. Yaitu, Fikri, Jee (yang udah kenal sebelumnya).

Duuh terharu.
Ramadan ini berkesan, bertemu teman lama yang tak terduga dan serunya lagi beliau temanannya masih di area yang sama.

Mba Nunik, yang saya bilang tadi Ibu muda yang energik, merupakan seorang pemilik Waroeng Debox, tempat kece buat nongkrong.

Pas kami ngobrol, beliau gak berubah, tetap sama. Tetap sederhana, dan berjiwa besar.
Beliau bilang dan ini bikin saya haru saat saya tanya, "Itu semua Debox mba yang punya?"

Jawabnya, "Yang punya Allah saya mah cuma diamanahin ngurusin."

Jawaban yang membekas, meneduhkan dan itulah mba Nunik, seorang yang saya kenal di masa lalu tahun 2015. Beliau yang alhamdulillah sudah menemukan salah satu jalan bisnis dan semoga ini yang terbaik.

Kami yang pernah bertemu dalam ruang yang sama, lalu saling meninggakan ruang itu, meski memiliki jarak waktu.
Semuanya, Allah yang punya.

Cikarang, 20 Mei 2019

-Tumiesn-

Bertemu, berbincang dengan para mentor, paket lengkap. Ilmunya daging.
Alhamdulilah, terima kasih.

    Artikel (Inspirasi)dari kategori yang sama
    Merantau Bagi Tumiesn
    Merantau Bagi Tumiesn(2019-06-13 15:21)

    WAKTU
    WAKTU(2019-05-10 12:01)

    Perpisahan
    Perpisahan(2019-05-08 22:40)

    Hidup dan Kesempatan ke-2
    Hidup dan Kesempatan ke-2(2019-04-30 19:13)

    Kenapa Belum Nikah?
    Kenapa Belum Nikah?(2019-04-03 23:00)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Jumpa Mentor Paket Lengkap
      Komentar(0)