Jingga-Jingga, Ninik

Jingga-Jingga, Ninik

Kau jingga-jingga yang pernah memeluk lara. Mendekap penuh cinta. Mendampingi Mamak merawatku sejak balita.
Memelukku saat datang pulang bertandang kampung halaman. Memelukku erat tatkala ku pamit merantau. Sejak kemarin dan pagi tadi aku sudah tak mendapatkan dekapanmu lagi.
Kau lebih tenang dan damai.

Aku lara atas kepulanganmu lebih dulu, takdir tak mengizinkan kakiku yang tengah berlari menemui untuk membisikan kata sayang sekali lagi digendang telingamu. Tapi, sebaik-baiknya rencana hanya Allah yang punya.

Kepergianmu mengajarkan dan membuka mata hati lebih dalam, bahwa yang bernyawa di bumi ini akan pulang.

Ninik, aku tetap akan jadi cucukmu.
4-5-2019 engkau pulang, pamit duluan dan tak akan terlihat lagi sosok sabarmu.
3-5-2019, 07:30 wib terkahir aku bilang sayang, engkau membalas seperti biasa dengan tawa diujung telephon.

Al-Fatihah.

Cikarang, 6-5-2019

-Tumiesn-

    Artikel (Cerita Tumi)dari kategori yang sama
    Jumpa Mentor Paket Lengkap
    Jumpa Mentor Paket Lengkap(2019-05-21 00:32)

    WAKTU
    WAKTU(2019-05-10 12:01)

    Perpisahan
    Perpisahan(2019-05-08 22:40)

    Ruang Renung
    Ruang Renung(2019-05-03 22:02)

    Hidup dan Kesempatan ke-2
    Hidup dan Kesempatan ke-2(2019-04-30 19:13)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Jingga-Jingga, Ninik
      Komentar(0)