Hidup dan Kesempatan ke-2

Hidup dan Kesempatan ke-2

Ini cerita tentang hidup & kesempatan ke-2

Malam itu seperti biasa aku menyempatkan diri ke rumah Paman. Berada di ruang keluarga, berbincang hangat.

"Besok Paman dan Ibun bisakan datang di hari aku diwisuda?"

"Insya Allah."

"Gak malu acara wisuda kamu diantar Paman pakai tongkat?" timpal Ibun (Istrinya Paman).

"Buat apa malu? Aku bangga dong punya Paman." jawabku serius.

"Lihat nanti ya bagaimana kondisi kaki Paman." matanya beralih ke kakinya.

_____
Tentang kesempatan hidup.
Hari itu tanggal 8 January 2018, kecelakaan hebat terjadi. Hingga Paman harus merasakan patah tulang kaki, rahang diwajah dan tulang rusuk.
Ruang ICU menyambutnya. Kami, berderai air mata. Pasrah.

Kejadian malam itu selepas Isya itu berhasil membuatku tak bisa tidur hingga subuh, pagi, siang dan sorenya.

Subuh itu aku cuma minta satu hal sama Allah. Kasih Paman kesempatan hidup sekali lagi untuk ibadah lebih baik.
Yah, hari pertama hingga hari ke sepuluh, do'a itu berpihak padaku, Allah kabulkan hingga hari ini. Bahkan saat masa-masa aku harus turut bolak-balik Cikarang ke RS. Polri Jakarta, sebuah perjalanan ditemani menulis di blog tentang Paman. Bahkan aku menuliskan 10 hari tentang Paman dan aku bilang, "Kalau Paman sudah sadar, lihat dan bisa baca harus baca tulisanku."
(Kekuatan menulis, tulisan dan harapan).
____
Kejadian itu berlalu tapi masih membekas, hingga hari wisudaku di bulan November 2018 Paman (bapak angkat) ini belum bisa jalan. Beliau yang selalu berusaha ada di acara pentingku.
Paman, salah satu alasan penyemangat skripsiku kelar dan lulus Sidang.

Saat acara wisuda aku gak peduli orang melihat ke arah Paman entah aneh atau Iba, dengan tongkatnya yang masih jadi teman setia. Aku tetap bilang, "Aku bangga sama paman."

Pagi ini, 30-4-2019 aku telpon Paman, mengucapkan selamat dan lekas sehat untuk keberhasilan operasi ketiga. Yah, setalah tahun kemarin 2 Kali operasi besar untuk persoalan badannya yg tulang-tulangnya alhamdulillah bisa diselamatkan, kemarin siang operasi pelepasan salah satu pen di lututnya.
Aku bilang, "Paman hebat, mau minta belikan makanan apa."
_____

Tentang hidup dan kesempatan. Dan untuk membahagiakan. Menapaki perjalanan kehidupan yang gak selalu lancar jaya, sebab jalan tol aja ada kalanya macet.

Setiap orang memiliki jatah takdir berbeda, ujian hidupnya pun berbeda.
Kita diminta sama Allah, gimana sabar menjalaninya.

Ada orang yang di uji dengan sakit, kepedihan, punya anak yang bandel, belum punya keturuanan, berada pada kemiskinan, kehancuran rumah tangga, orang tua bercerai dan banyak lagi. Dan setiap manusia (kita) gak mungkin hidup tanpa ujian.

Kita perlu bersyukur, jalanin hidup ini dengan tulus. Sebab kita kelak gak akan tahu ketulusan mana yang akhirnya akan membantu kita dalam segala kondisi.
_____
Kalau kamu saat ini sedang mengalami ujian dari Allah, jangan putus asa dan jangan pernah menyerah. Percayalah, jika kamu yang mendapatkan jatah ujian atas takdirmu, sebab karena kamu mampu.

Jangan pernah minder atau malu dengan kondisimu, keluargamu dan kekuranganmu.

Setiap dari kita pasti istimewa. Semoga hati kita selalu berbahagia. ☺

Cikarang, 30-4-2019

-Tumiesn-

#tumiesn #bercerita #nikmatAllah #bahagia

    Artikel (Inspirasi)dari kategori yang sama
    Merantau Bagi Tumiesn
    Merantau Bagi Tumiesn(2019-06-13 15:21)

    Jumpa Mentor Paket Lengkap
    Jumpa Mentor Paket Lengkap(2019-05-21 00:32)

    WAKTU
    WAKTU(2019-05-10 12:01)

    Perpisahan
    Perpisahan(2019-05-08 22:40)

    Kenapa Belum Nikah?
    Kenapa Belum Nikah?(2019-04-03 23:00)


     
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Hidup dan Kesempatan ke-2
      Komentar(0)