Penulis Susah Di Tebak




"Kak aku mau tanya dong?

"Kak kalau tulisannya sedih pengalaman ya?"

"Galau-galau mulu, lagi galau ya?"

"Lagi dekat sama siapa?"

"Mbak, kamu itu kok bisa sih nulis kaya gitu, kalau ketemu aslinya mah, beda."

"Kak baper, kakak lagi baper ya?"

"Aku penasaran deh, planing ke depanmu apa? Soalnya penulis susah ditebak."

Dan masih banyak lagi teman-teman yang tanya seputar ini, baik langsung atuapun kepo dengan tanya-tanya melalui chat personal.

Dan bahkan ada teman penulis juga yang tiba-tiba DM (curhat), "Kenapa sih kalau aku posting galau suka dikira galau. Padahal itukah tulisan (gaya tulisannya emang galau terus)"

Disitu aku cuma ketawa, intinya hal-hal macam itu emang sudah sering dirasakan (banyak yang tanya) dimana kadang tulisan @tumiesn23 demikian.

Sedikit dijelaskan ya, siapa tahu membantu dan bisa paham sama penulis lain pun begitu hehe .

Menulis adalah bentuk apresiasi seseorang melalui seni berupa tulisan. Setiap yang ditampilkanpun berbeda dong, dan satu penulis dengan yang lain beda.
Untuk tulisan ku sendiri, gimana kalau kamu sebagai pembaca sudah bisa merasakan?

Kalau belum, coba aja sesekali perhatikan setiap postinganku dengan personal branding yang diangkat sebagai Penulis Baper Positif.

Terus ada yang bilang, "Penulis susah ditebak."
Mungkin kamu sebagai penulis, pernah merasakan?
Sebanarnya begini, Penulis itu gak susah ditebak kok. Bakal paham kalau sudah berteman dekat. Penulis memang punya tuntutan tersendiri untuk mencapai goalsnya dengan genrenya, yang kadang mau gak mau harus membawanya pada ruang yang berbeda dengan aslinya.

Misal saja, tulisannya galau mulu, padahal aslinya ceria, ataupun sebaliknya.

Lalu, inspirasi itu datang dari mana?

Aku dulu di blog pernah menulis atas hasil apa yang di lakukan selama belajar menulis dan ini juga ku tulis (kembangkan dibuku yang sedang dibuat dari Skripsi jadi Buku) yakni tentang inspirasi itu sebenarnya simple datang dari mana saja yakni LDR (lihat, dengar & rasa) bisa tengok di blog saya cari di google dengan kata kunci itu pakai Tumiesn, nanti juga ketemu hehe.

Jadi gak semua serta merta yang ditulis itu pengalaman pribadi si penulis, kan penulis harus peka dan bisa merasakan apa yang sedang ditulis meskipun itu bikan pengalaman pribadinya, misalkan saja pengalaman teman yang curhat dan dijadiin tulisan (hati-hati curhat sama penulis karena semakin di gali ceritamu, semakin menarik baginya hehehe)

Kalau mengira penulis susah ditebak sah-sah saja, mungkin bingung kali ya soal gaya si penulis dari kontennya atau isi sosial medianya tulisan mulu?
Kalau untuk aku pribadi, memang seluruh media sosial yang dimiliki ya memang untuk berkarya, kalau kenal secara pribadi pada tempatnya. Hehe..

Jangan kangengin ataupun nunggu-nunggu postingan pribadi banget ya hehe, tapi saya terbuka kok, gak tertutup yang dikira wkwkwk

Sejak 2018 aku memang membuat kuputusan, bahwa kenali sosial media Tumiesn ya tentang karya, bukan soal share foto selfie lagi kaya dulu tak berfaedah (karena bukan tempatnya) hehe.
Kenapa? Ya itu pilihan.

Sebagai penulis, ya aku begini bukan begitu hehe
Kalau lihat tulisan lagi baper bukan berarti lagi galau abis, ya karena konten yang sedang diangkat seperti itu.
Dan seterusnya.

Harapanku sederhana saja, semoga tulisan yang dihasilkan memiliki pesan kebaikan ya, dan jika baper ambil yang baik-baik, yang gak baik jangan diambil.

Terima kasih penuh sayang buat pembaca.




Cikarang, 6-2-2019
-Tumiesn-




    Menikah, Mencintai Karakternya Dan Segala Kekurangan




    Semakin mencari yang sempurna tak akan ditemui.
    Sebab, tak ada manusia yang sempurna.

    Akhir-akhir ini kaya ada magnet tersendiri soal bacaan macam itu dan sering banget di borong pertanyaan dan nasihat pula soal menikah.
    Kenapa ya?
    Mungkin begitulah, seninya jomblo yang masih berkeliaran dengan statusnya.

    Mengulik soal pernikahan itu gak akan ada habisnya, selalu seru buat dibahas.
    Tapi, pernah gak sih kita berpikir, soal menikah itu mencintai kekurangan pasangan?

    Mungkin saat belum menikah kita pengennya pasangan yang ideal, yang ini dan itu, yang begini dan begitu. Tapi, balik lagi, apa ada manusia yang sempurna?
    Meski mungkin ada hal yang mendekati ideal dari harapan, tapi aktualisasinya pasti ada yang minuslah.
    Karena manusia ya balik lagi, gak ada yang sempurna.

    Ada sebagian yang menikah mungkin bertemu pasangan yang cuek sekali, pasangannya dipersilakan kemana aja tanpa di dampingi, "suka-suka elu."

    Ada pula pasangan yang maunya ikut terus kemanapun pasangannya pergi dengan alasan atau tanpa alasan.

    Semua itu balik lagi, maka sebelum menikah mantapin hati dulu dong dan yakini, sudah siap mencintai karakter pasangan?

    Menikah itu tentang lembaran baru, di dalamnya ialah tentang saling belajar, bukan saling merasa menang.
    Saling meneduhkan dan yang pasti buat rumah tangga yang tentram, meski pasti ada ombak yang siap saja menguji, maka kuatkan pondasi iman.

    Menikah bukan tentang mencintainya saja tapi jua kekurangannya.

    Sakinah, mawadah, warohmah bagi yang telah menikah dan disegerakan yang mau Menjemputnya. .

    Sepakat?

    Cc : ketua kelas #knatm .
    Tulisan ini tertulis tugas dari komunitas #KNATM
    Tema : Lembaran Baru


    Cikarang, 4-2-2019
    #tumiesn #kutipantumiesn #mudaberkarya #menikah #sakinah #surga #perempuan #jodoh