Mengalirkan Kata Menjadi Puisi




Assalamualaikum, selamat siang dan salam semangat berkarya.
Terima kasih untuk kesempatanya,di sini saya mau sharing sedikit ya, dan saya yang masih menjadi penulis pemula ini masih banyak tidak tahunya dan serta masih haus belajar. Semoga yang saya sampaikan bermanfaat.

Nah, kali ini Tema yang mau saya bagikan yakni :
Mengalirkan Kata Menjadi Puisi

Nah, sebelum masuk pembahasan lebih jauh, teman-teman suka baca atau bahkan nulis Puisi?
Kalau Iya semoga pasb dengan materinya ya

_______

Puisi adalah suatu karya sastra tertulis dimana isinya merupakan ungkapan perasaan seorang penyair dengan menggunakan bahasa yang bermakna, serta mengandung irama, rima, dan ritma dalam penyusunan larik dan baitnya.

Ada juga yang menyebutkan pengertian puisi adalah suatu karya sastra yang isinya mengandung ungkapan kata-kata bermakna kiasan dan penyampaiannya disertai dengan rima, irama, larik dan bait, dengan gaya bahasa yang dipadatkan.

Beberapa ahli modern mendefinisikan puisi sebagai perwujudan imajinasi, curahan hati, dari seorang penyair yang mengajak orang lain ke ‘dunianya’. Meskipun bentuknya singkat dan padat, umumnya orang lain kesulitan untuk menjelaskan makna puisi yang disampaikan dari setiap baitnya.

_____

Menurut saya, setiap orang pasti bisa bikin puisi. Dengan cara : mengalirkan kata yang ada.

Kata-kata yang disusun, hanyutkan saja dengan ditemani imajinasi dan perasaan kita sebagai orang yang menuliskan.

*Ada tips simple nih menulis puisi ala #puisitumiesn

1. Tentukan tema

2. Bikin titik benang merah (maksud dari puisi )

3. Judul

4. Isi

4 cara itu yang biasa saya pakai, kadang juga bisa di acak, misalnya Judul dulu baru point yang lain, atau titik benang puisi terlebih dahulu.
Kalau isi bagi saya itu mengalir saja , yang penting udah ada point lainnya sebagai pelengkap.

_____
* Ide dari Mana saja

Gak semua puisi yang ditulis itu hasil dari curhatan penulisnya. Bisa jadi curhatan teman jadi bahannya hehe.
Intinya ide itu bisa datang dari mana saja, gak selalu dari diri kita yang nulis , kita yang ngembangin dan didukung oleh perasaan kita.
Karena apa? Menulis tanpa rasa isinya akan garing.
_____
*Bikin puisi lebih hidup

Sejak dulu saya suka nulis puisi, lebih suka bahasa yang mudah dipahami sih alias target pembaca semuanya orang Masuk.
Nah, sekarangak itukan jamannya canggih ya.
Salah satunya saya memanfaatkan media sosial Instagram buat seseruan soal puisi.
Yapz, Saya bikin hastaq #puisitumiesn
Tentang video puisi tepatnya
Contoh :
https://www.instagram.com/p/BqnbTX1hYQW/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=2p7xf7sjgeh2

Awalnya Saya suka liat video teman kuliah di Storynya dengan musik, dari situ Saya mikir buat ajak kolaborasi, dia mau saya bikinkan puisi.
Dan puisi ini yang akhirnya ku masukan juga di salah satu novel ku tahun ini, insya Allah.

Ngajak teman buat bacain puisi makin menantang dan seru hingga akhirnya ada beberapa yang ikutan.

Jadi, kalau puisi dibikin video puisi itu menurut saya akan jauh lebih hidup dan bisa masuk ke emosi pembaca.

_____

* Puisi Jadi Cemilan

Cemilan?
Maksudnya gimana?
.....
Jadi gini, sering-sering coba ngalirin kata-kata yang kita miliki dengan tips di atas. Tulis saja, gimana pun kondisi dan perasaan.
Tulisan bisa kita kumpulkan dimana saja, bisa dibuku catatan, blog, IG atau apapun itu.
Kalau Saya pribadi sejak dulu suka nulis puisi di Blog Dan ketika di jadiin video puisi save di IG.

Suatu hari misal kita punya kebiasaan nulis puisi entah sebulan sekali, minggu sekali atau bahkan tiap hari.
Kumpulan alias hasil cemilan tersebut bisalah di masukan ke nasakah yang mau dijadiin Buku.

Ini sudah sering saya praktekan, semacem jadi box harta karun tambahan naskah tepatnya.

Bahkan Dari cemilan puisi yang Saya tulis dan yang di save di IG maupun blog sejak ngemil di tahun 2015 sampai dengan sekarang, saya pilah-pilah mana yang pas dan insya Allah akan dibukukan. Dari kumpulan puisi menjadi Prosa tepatnya di satu cerita. Do'ain ya segera dilamar penerbit.

....
Teman-teman juga bisa pasti dan mungkin udah berpengalaman soal cemilan ini?

____

*Tanya Tema

Coba deh sesekali tanya ke temanmu misal kita posting photo atau video, tanyakan ke mereka tema apa yang cocok, jika ada respon dari mereka ngasih tema secara gak langsung kita ditantang buat nulis.
Ini akan lebih greget.

____

*Mengalir kaya Air terjun

Nulis puisi itu kita harus berani terjun alias sedikit melebih-lebihkan bahasanya, misalkan kita mau bilang "hati ini sakit" di ganti "hati ini telah patah dan bernanah"

Nulis puisi itu menurutku bebas gak harus abab seperti pelajaran jaman SD.
Meski bebas kita harus tetap sopan ya, jangan biarkan isi puisi kita termakan unsur-unsur di luar positive alias terlalu fulgar.

______

*Bermain gambar jadi puisi

Nah, saya juga pernah tuh cobain main-main mengalirkan kata jadi puisi dari gambar yang saya dapatkan dari komentar teman difacebook beberapa tahun lalu, bisa dilihat di rangkuman blog saya Ini
http://tumiesn.wagomu.id/e26474.html

Ini juga lebih menantang dan secara gak sadar otak kita bekerja, imajinasi berterbangan, kata-kata akan mengalir dengan sendirinya

___
* Melaju terus menulis

Akan Ada keajaiban mengalirkan kata jadi puisi, kita gak perlu memakan waktu berjam-jam untuk bikin puisi ataupun potongan puisi, bahkan hanya hitungan 1 menitan saja.
Gimana caranya? Mulai asah aliran kata dari sekarang.

Terus saja nulis, dan turut sertakan hati kita merasakan isi puisi meski mungkin bukan terinspirasi dari apa yang kita alami, tetapi dari luar diri kita.

Gunakan juga LDR untuk menemukan inspirasi, bisa lihat di sini http://tumiesn.wagomu.id/e5923.html

____

Terima kasih, salam produktif

Dan kalau mau tengok-tengok puisi saya ada di blog tumiesn.wagomu.id dikategori *Puisi*.

Atau follow IG @tumiesn23 dan hastaq #puisitumiesn

Selamat jatuh cinta dengan puisi-puisimu dari keajaiban aliran kata-kata yang kamu milik

Cikarang, 24-2-2019

-Tumiesn-

Materi kelas online di komunitas Serdadu Aksara




    Tak Jodoh




    Lepas dan hilang, kita tak bisa
    Bunga melayu, turut berduka
    Kita berpisah penuh paksa
    Dipersimpangan ini Hatiku patah

    Kau terluka aku pun juga
    Kecewamu basah, lebih pula diri ini
    Maaf untuk waktu yang harus tamat meski kita masih cinta

    Kita tak searah, apadaya hati telah bernanah
    Tak ada ruang untuk berpulang dalam penyatuan
    Inikah yang dinamakan tak jodoh?
    Yah, begitulah maafkan takdir kita harus berpisah

    Cikarang, 23-2-2019

    -Tumiesn-




    Mamak, Perempuan Setia





    *adek = adik
    *Yayuk = Sebutan kakak perempuan.

    ....

    27 tahun menjadi bagian dari kelurga ini. Sejak kecil kami hidup tanpa seorang pria di rumah. Bapak izin pulang duluan menghadap Allah sejak usia ku masih 2 tahun 2 bulan, dan Mamak tengah mengandung 9 bulan kurang 17 hari.

    Sebuah takdir dan ujian kala itu, tapi aku gak ngerti persoalan urusan dewasa. Hingga pas kecil aku penasaran, lihat teman maupun sepupu yang sebaya di rumah mereka ada seorang lelaki dewasa. Masih ingat dan membekas, waktu itu ku tanya Mamak, "Bapak itu kemana?"

    Mamak selalu jawab, "Bapak lagi ngaji di rumah Allah."

    Aku diam, dan masih membekas lagi sebuah pertanyaan muncul, "Mamak kenapa gak nikah lagi sih, biar aku punya Bapak."

    Saat itu sekitar aku kelas 3 SD (belum bisa baca lancar, dulu aku ngalamin keterlambatan baca dibandingkan 5 saudara perempuan yang lain).

    Mamak bilang, "Jangan ngomong begitu lagi ya."

    Dan saat itu aku gak pernah minta bapak baru.

    Menjalani hidup masa kecil dengan seorang Ibu, 4 Yayuk dan 1 adik perempuan bukanlah hal mudah. Kami hidup saat itu harus menumpang tanah orang hingga belasan tahun, agar tetap hidup menggarap tanah.

    Sejak kecil aku bahkan dilatih hidup keras, menjadi tukang petik buah jambu, penunggu duren dan hal-hal yang berhubungan di kebun. .
    Saat itu tetapi aku dan Yayuk ke 1 & 2 terpisah, mereka harus ke Palembang ikut Mbah Lanang (Sebutan kakek). Agar hidup kami mendingan, mereka bekerja.

    Di susul lagi Yayuk ke 3 di sekolahkan di Kebumen ikut Buyut, dan Yayuk ke 4 ke Palembang untuk sekolah hingga tamat SMA. .
    Dan aku pun demikian lulus SMP ke tanah jawa hingga sekarang, begitupun adek.

    Hingga seluruh yayuk menikah, karena kodrat perempuan ikut kemanapun sang suami pergi, yayuk ke 1 & 2 menetap di Palembang, Yayuk ke 3 & 4 menetap di Bandar Lampung, dan Aku anak ke 5 dan adek ke 6 masih merantau di Pulau Jawa.

    Meski Mamak masih satu daerah dengan yayuk ke 3 & 4 mereka semua sudah beda atap.

    Hingga suatu hari ku ajukan pertanyaan ke Mamak, "Mak, kalau aku udah berkeluarga ikut aku ya. Meski mungkin gak di Lampung. Entah nanti akan tinggal di pulau mana."

    "Tidak, Mamak mau di sini saja, kalau nengok kuburan Bapakmu, dekat."

    Aku gak bisa mengajukan tawaran lagi.

    Suatu hari aku wawancarai Mamak, soal cintanya ke bapak kenapa bisa setia?
    Gimana awal jatuh cinta? Proses, menikah dan tidak menikah lagi.

    Satu pesan yang akan ku simpan dan ku praktekan, "Mamak cukup nikah sama seorang pria sekali seumur hidup. Semoga bisa ketemu di akhirat."

    Aku beruntung punya seorang wanita yang Kuat dan gak baperan tergoda cinta lain.
    Sering aku ajak diskusi atau sekadar bercerita tentang pilihan cinta dan setia.

    Mamak selalu bilang, cinta itu sekali seumur hidup. Bersama orang yang sederhana dan seiman, sejalan.

    Kadang aku suka bilang, Mamak aku bikin tulisan buat Mamak di blog. Ku bacain meski kami via suara. Mamak menangis, aku tanya.
    "Mamak bahagia, gak menyangka kamu yang sekarang."

    Nyatanya cinta dan Setia adalah jalan untuk merengkuh bahagia. Meski pasangan sudah di panggil lebih dulu, ada ikatan dan janji untuk terus setia. Dan yang masih di tinggal di dunia bertugas mengemban kepercayaan, mendidik dan menghidupi anak-anak.

    Kadang aku suka mikir, Mamak kok bisa melaluinya, aku tahu betul gimana dulu susahnya hidup.

    Balik lagi, Allah lah satu-satunya yang memberi jalan hidup dan menetapkan rasa cinta, tulus dan setia bagi yang mau menjalaninya.

    Bagi yang sudah menikah, setialah dengan pasangan suka dan duka.

    Adek, Yayuk setia pula ya kaya Mamak, begitupula aku nanti ☺

    Cikarang, 22-2-2019
    -Tumiesn-

    #story #family #love #Allah




    Mengubah Rasa jadi Asa dalam Aksara






    Assalamualaikum, selamat siang dan salam semangat berkarya.
    Terima kasih untuk kesempatanya,di sini saya mau sharing sedikit ya, dan saya yang masih menjadi penulis pemula ini masih banyak tidak tahunya dan serta masih haus belajar. Semoga yang saya sampaikan bermanfaat.

    Nah, kali ini Tema yang mau saya bagikan yakni Mengubah Rasa jadi Asa dalam Aksara

    Pernahkah kita merasakah sesuatu hal, misal saja tentang rasa senang, sedih, kecewa, semangat, patah hati dan masih banyak rasa ataupun perasaan yang lain pada diri kita? Tetapi, sulit sekali untuk membicarakan atau pun mengungkapkan rasa-rasa itu denganlisan. Jangan di pendam, kamu gak akan kuat.

    Sebagai seseorang yang saya yakini bila kamu masuk ke dalam sebuah komunitas kepenulisan, pasti memiliki tujuannya, salah satunya menggali lebih dalam tentang dunia kepenulisan dan ada hasrat yang dalam yakni, “Saya pengen jadi penulis” melahiran karya berupa buku dan sebagainya.

    Sementara itu untuk melahirkan karya-karya tersebut, kita membutuhkan yang namanya ide yang kemudian dituangkan dalam baluran aksara, rangkaian kata demi kata yang memiliki maknanya dan semua itu tercurah tidak lain berawal dari rasa yang kamu miliki (penulis).

    Apapun yang kamu rasakan setiap harinya, jangan dibuang alias moment tersebut tidak kamu abadikan . lakukanlah hal kreatif dengan cara tuangkan rasa tersebut dalam tulisan-tulisan mu.
    Misal :
    Kamu sedang patah hati atau jatuh cinta,
    Kamu bisa menjadikan perasaan yang tengah melanda mu itu menjadi sebuah cerita pendek, puisi bahkan novel, tambahkan bumbu-bumbu yang lain sehingga menjadi tulisan yang apik.

    Ada salah satu cara sederhana atas apa yang kamu rasakan, tuangkanlah Rasa mu itu berupa snack writing. Contoh, bikinlah quote,puisi ataupun tulisan yang ringan kedalam sosial media mu atau buku catatan kecil. Lakukan terus menerus setiap harinya.
    Jika snack writing kamu lakukan setiap hari hal itu merupakan sebuah tabungan alias kumpulan tulisan yang next time bisa jadi kamu bukukan ataupun untuk melengkapi naskah mu yang akan di jadikan buku.
    Hal ini pun sering saya lakukan sejak dulu, saya biasanya menulis di IG, FB, Blog, dan kumpulan-kumpulan rasa-rasa yang saya tulis tersebut akan menjadi tabungan buat saya untuk melengkapi naskah buku saya lho.

    Ubahlah rasa mu jadi asa dan tuangkan kedalam aksara karena hal ini merupakan salah satu cara mensyukuri hidup bahwa perjalanan kehidupan memiliki sejarahnya.
    Dan jangan lupa tulislah sebuah tulisan yang memiliki manfaat (mengandung pesan kebaikan) karena setiap apa yang kita tulis pastilah memiliki pertanggung jawaban di hadapan Allah kelak. Maka yuk tulislah sesuatu yang baik-baik, rasa yang lahir diubah jadi harapan dalam aksara yang semoga mengandung kebaikan dan kebermanfaatan untuk banyak umat.

    Salam On Fire
    -Tumiesn-

    Materi, di tahun 2018




    Deklarasi Ke Dua





    Tahun 2015 aku dulu pernah diminta sama seorang mentor menulis untuk membuat deklarasi.
    Ku buatlah saat itu, dulu ku tulis di deklarasi "Menerbitkan buku setiap tahun." kata mentor ku instruksi ku di suruh photo rame-rame, ya kala itu ngajak teman-teman di kelas pas jaman masih kuliah semester muda hehe.

    Malam ini aku mau mendeklarasikan diri, dan ini yang kedua.
    Dan sebuah saran dari mentor menulis ku yang masih muda, baik, tegas dan gak tahu deh masih jomblo apa enggak, tanya aja langsung.

    Tahukan siapa beliau, itu lho yang beberapa kali waktu itu ku sebut di postingan (Instagram) sebelumnya yakni mas @rezky_passionwriter

    Aku yang sebagai salah satu muridnya di private mentoring #1 kelasnya @rezky_passionwriter mau minta do'anya gaes semoga yang ku tulis dideklarasi ke dua ini terkabul, bisa dilihatkan gambarnya.
    Bisa gak? Kalau enggak ya udah komentar dikolom komentar atau klik sosial media ku tuh dihalaman profile blog ini, nanti ku kasih tahu, sekaligus ku ceritain lagi nulis apa di program ini.

    Bikin deklarasi emang ada pengaruh motivasi sendiri, macem ada signal-signal gitu dan kaya alarm ketika lagi loyo (malas), kalian juga bisa bikin biar jadi do'a tentang tujuan apa yang hendak di capai.

    Terima kasih untuk kesempatannya mas @rezky_passionwriter yang selalu memberikan energi positif untuk murid-murid mu termasuk aku ini.
    Dan teruntuk Bunda syantik @megawati.mina selalu semangat
    Ini udah februari pertengahan Bun, #uhuk

    Salam penulis, kalau mau ikutan program nulis macem aku ini boleh tanya-tanya siapa tahu nanti jadi adek kelas ku hehehehe

    Cikarang, 16-2-2019

    -Tumiesn-

    #tumiesn #curhat #penulis #kelas #nulis #rezkyfirmansyah




    Teman Datang Dan Pergi, Sahabat?






    Setiap hari perjalanan hidup akan menemukan hal baru, perubahan-perubahan hidup bisa jadi ruang maupun teman baru.
    Entah itu teman saat memasuki dunia sekolah SD, SMP, SMA, Kuliah, Bekarja, Organisasi, Kajian dan sebagainya.

    Kita akan menemukan banyak ragam teman-teman baru.

    Tapi, sayangnya setelah lulus sekolah, kuliah ataupun sebagainya kita akan merasakan kehilangan, entah bagaimana pun caranya perlanan demi perlahan kabar teman-teman akan raib seiring berjalannya waktu. Dan entah bagaimana pun jua teman-teman baru berdatangan pada ruang lingkup yang baru.

    Sebab nyatanya teman itu sangat mudah datang dan pergi bukan?

    Ada satu yang tidak akan pergi atupun tertelan waktu karena kesepakatan atas perpindahan ruang waktu, Ia akan tetap ada entah mengapa selalu betah mengikuti kabar kita, menanyakan kesehatan, kesibukan dan segala hal yang ada pada kita.

    Ia bernama seorang sahabat yang ditemui entah saat Sekolah, Kuliah, organisasi, rekan kerja, komunitas dan sebagainya.

    Tak bosan dan justru masih kerap menjadi payung yang rela kehujanan saat kita dalam ketakutan, yang menjadi selimut saat kepercayaan diri hampir tumbang dan siap pula menjadi orang yang sangat berani mengatakan jika kita Salah. Tapi, memberikan solusi bukan sekadar kata.

    Dia yang akan selalu meminta maaf meski tak salah, yang selalu ada meski kita sibuk. Itulah sahabat, Ia tak akan pergi meski perjanjian ruang pendidikan misalnya telah usai, atau Ia telah menikah.
    Tetap saja, Ia enggan pergi selalu asik membersamai. Itulah sahabat yang hanya bisa kita temui di dunia ini hanya dengan hitungan jari jemari, sahabat-sahabat yang saling mengingatkan untuk kebaikan, mahluk Allah yang di hadirkan menjadi teman yang selalu ada dari puluhan, ratusan bahkan ribuan teman-teman yang kita temui untuk datang dan pergi.

    Jika kita sudah menemukan seorang sahabat, jaga dia dan jadikan layaknya keluarga. Bagaikan jari jemari yang jika satunya terluka, kita akan saling merasakannya, entah bagaimana pun caranya ada saja hal yang mendekatkan sahabat dengan sahabatnya.

    Terima kasih untuk yang sudah menjadikan ku sahabat.

    Cikarang, 16-2-2019

    -Tumiesn-

    #tumiesn #sahabat

    Tag :sahabat




    Coretan Rindu Untuk Kampung Blog





    Teruntuk kamu, teman-teman seperjuangan yang dimana kita pernah bertemu, komunitas Kampung Blog.
    Sebuah coretan untuk kalian, meski komunitas yang kita bangun sejak 28 Agustus 2016 harus kandas di akhir tahun 2017. Semoga kalian mau membaca coretan ini hingga habis.

    face128face128face128

    Kampung Blog adalah komunitas menulis pertama yang dulu aku buat bersama Wuriami,
    Tanggal 28 Agustus 2016 adalah hari jadi KB, di Perpustakaan Kampus Pelita Bangsa, sebuah komunitas mini yang dulu dibuat untuk mengajak teman-teman menulis melalui blog, bebas bagaimanapun stylenya.

    Bukan hanya untuk Mahasiswa/i Pelita Bangsa saja, tetapi untuk banyak orang (umum). Alhamdulillah dahulu anggota menyebar, baik di pulau Jawa maupun sumatera, ya mesikipun hanya hitungan puluhan anggota.

    ------

    Dalam sebuah komunitas, pasang ganti member itu hal yang biasa, yang luar biasa adalah meski tak bergabung lagi tetapi tetap saling menjaga komunikasi dan bahkan saling apresiasi terhadap bentuk apapun karya yang dihasilkan. Dan di Komunitas ini aku menemukannya, teman-teman seperjuangan yang tidak bisa disebutkan satu persatu, banyak soalnya.

    ____

    Memasuki dunia kuliah dan aku mulai mencari passion . Minat kebanyakan teman-teman yang tak searah dalam lingkungan merupakan hal yang cukup menjadi tantangan, aku mengatakannya sebagai "Berjalan di semak blukar dan mencari jalan bagaimana membuka semak blukar itu" Yah, sebuah keinginan menjadi penulis di kota Cikarang sejak tahun 2015, dan aku gak punya teman satu pun yang seminat kala itu.
    Tapi, ada harapan besar bahwa entah kapan disuatu hari aku akan menemukan banyak teman-teman yang lahir di Kota Cikarang.

    Kampung Blog, kala itu di tahun 2016 awal mula gerakan yang ingin ku bilang, "kalian para penulis"

    "Tum gak sedih bubarin kampung blog?"
    "Apa saja yang di dapatkan dari komunitas itu?"
    "Di buat kenapa di hancurkan?"
    dan ada beberapa pertanyaan semacam itu, baiklah akan aku jelaskan sedikit why why yang mungkin menghantui.

    Saat itu dibubarkan bukan karena tidak konsisten, tetapi para anggota adalah sumber daya manusia maupun aktor-aktor yang berperan di dalamnya. Kala itu saya cukup padat jadwal mendekati semester akhir, dan mungkin teman-teman yang sesama semester akhir merasakan bagaimana tuntutan kuliah yang harus extra full serta ditambah pekerjaan yang padat. Sebuah permintaan maaf, Kampung Blog harus dikalahkan mengingat para member tidak ada lagi support dan sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing.

    Kampung blog bukan dihancurkan, hanya komunitasnya saja yang memang tidak bisa di aktifkan lagi. Karena aku manusia biasa dan mahluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri, tanpa kalian? bukan apa-apa.
    Meski Kampung Blog sudah tidak ada lagi, bukan berarti pertemanan para alumni di kandaskan, tetap ada Insya Allah.

    _____

    Kampung blog adalah warna yang pernah hadir dan akan tetap hadir, sebuah perjalanan yang pernah dilewati. Dahulu aku sering menulis tentangnya (Kampung Blog), di Blog ini.

    Kampung Blog, joint yuk!

    Berteman dan berkarya


    Mata dan ruang ceria dari anak-anak Kp. Limo Cibarusah

    Saling mengisi, kelas onlinenya KB ke-2

    Ku bagi cinta semampunya, Kampung Blog


    Onlinenya KB pertama

    Tumbuh untuk menumbuhkan, Kampung Blog


    List Artikel pertemuan ke-5 Sahabat Kampung Blog


    Bangun Cinta, Mimpi dan Harapan bersama Kampung Blog


    List Artikel pertemuan ke-4 Sahabat Kampung Blog

    Dari tidak saling mengenal menjadi hangat, Kampung Blog

    Ketika Wanita Berbicara

    Untuk besar, diawali hal kecil terlebih dahulu. Kampung Blog

    Itulah beberapa yang ku tulis dimasa-masa bersama Kampung Blog,
    Jika ada yang tanya apakah Tumiesn rindu?
    Tentunya Rindu Sekali!


    Terima kasih juga untuk Edis Jun yang sudah memberikan nama Komunitas ini dan selalu support Tumiesn dan teman-teman Kampung Blog.

    ______


    Terima kasih untuk kalian yang dengan Kampung Blog kita berharap bisa bertumbuh bersama. Mohon maaf jika ada salah-salah kata atupun hal-hal yang kurang berkenan selama saya menjadi salah satu Founder bagi Kampung Blog.
    Semoga sukses dengan kita semua hal apapun dan bagaimana pun jalan yang kita tempuh.

    Ada satu yang tak akan gugur meski komunitas kita gagal, yakni silaturahmi dan tetap produktif menulis.

    Love you All...
    Terima kasih juga karena Kampung Blog menjadi salah satu Triangulasi Sumber untuk Skripsi Tumiesn

    Dan coretan ini dibuat special untuk Yahya yang kemarin malam (13-2-2019) kirim pesan, menginginkan agar Tumiesn menulis tentang Kampung Blog karena melihat story di whatsApp tentang cerita rempeyek ku soal menulis dan bercerita sedikit soal Kampung Blog.


    Cikarang, 14-2-2019

    -Tumiesn-

    Tag :komunitas




    Nulis, Modal PD





    Sedikit cerita, gimana awalnya aku tuh nulis dengan bermodalkan PD (percaya diri) hehehe. .
    Mungkin kalau yang udah temenan sama aku sejak dahulu kala, dimana dulu aktif bermain sosial media di Facebook ya, akan sering liat berandaku isinya postingan tulisan mulu, dengan link artikel dari blog tumiesn.wagomu.id

    Aku mulai nulis itu awalnya nyobain ngeblog pakai blo****t sekitar 4 bulanan, sebelum aku ikut kelas online (nulis prabyar cari mentor).

    Aku nyobain deh salah satu platform yang di kenalkan @edis.jun yakni @wagomu.id
    Dulu saat dikenalkan, aku gak langsung bikin, meski dibilangin, "bikin 2 blog aja Tumiesn"

    Karena aku tipe orang yang setia #eeh
    Jadi, aku tuh maunya cukup punya 1 blog yang memang ku jadikan media berekspresi melalui tulisan.
    Ku amati dulu wagomu beberapa bulan, hingga akhirnya berpikir, "Seru nih."
    Iya, dulu itu pas aku gabung di @wagomu.id penggunanya baru sekitar 200 sampai 300 gitu di tahun 2015.
    Alhamdulillah sekarang tahun 2019 ini sudah 5000an.

    Nah, sejak awal ngeblog saat aku pakai alamat sebelumnya hingga ke wagomu, aku tuh cukup PD.
    Gimana enggak, setiap kali ngepost tulisan di blog, aku selalu share link tulisan tersebut, baik di Facebook beranda ku, Inboxin teman di Facebook, share di Pesan Whatsapp, hingga pakai pesan singkat lho alias (SMS)

    Kalau di pikir-pikir lucu ya hehe.

    Respons orang yang nerima serangan share link tulisanku dengan kasih keterangan, "Jangan lupa klik ya, baca dgn hati & cinta" itu macam-macam, ada yang bilang,
    "Ok."
    "Wah tulisan baru."
    "Siap."
    Dan ada yang cuma read doang tuh pesan ku atau cuma "ooh"

    Karena aku terlalu PD pesan ku meski di cuekin, tatkala ada tulisan baru di blog, tetap ku lanjut hehehe, meski gak ada pesan balasanya.

    Hal itu dilakukan, cuma pengen ngasih tahu kalau aku nulis. Padahal mungkin saja gak penting ya buat mereka

    Tahun 2015 awal-awal aku nulis itu cuma modal PD, nulis aja, bagiin kebanyak orang aja, gitu terus.
    Terlalu PD nya gak perduli tanggapan orang, bahkan dulu di kampus, aku lebih asik mojok di Perpus bukan buat ngerjain tugas tapi ngeblog sambil pake Wi-Fi gratis.

    Untuk menemukan pembaca (orang yang klik dengan tulisan kita) itu gak kaya balikin telapak tangan, atau semacam mudah banget bilang, I love you pada selembar kertas terpendam wkkwkwk
    Butuh proses, bahkan butuh waktu yang gak bentar.

    Termasuk aku ini, karena bukan artis, jadi butuh beberapa tahun untuk menciptakan rasa menulis dan menarik mereka (pembaca mendekat)

    Nulis itu nyatanya bermodalkan PD, jangan malu-malu untuk mengakui karya kita meski cuma satu kalimat, karena apa?
    Menulis itu menurutku, keajaiban imajinasi.

    Jadi, modal percaya diri saja ya.
    Nanti juga ketemu pembacamu kok.

    Kalau tulisanmu ataupun caramu mengenalkan diri kalau kamu penulis, jadi bahan ledekan orang-orang sekitat yang gak ngerti dunia mu, slow aja jangan baper.

    Sederhananya saja, minat orangkan beda-beda, pola pikir pun demikian.
    .
    So.. Percaya diri saja ya

    Cikarang, 12-2-2019

    -Tumiesn-
    #curcol




    Pulang Kampung, Jam Terbatas




    Sejak usiaku masih belasan tahun tepatnya memutuskan untuk sekolah menengah kejuruan di jawa barat, aku kerap pulang pergi sendiri.
    Menghabiskan pagi hingga sore ataupun malam hingga pagi dalam setiap perjalanan.

    Mereka (Keluarga) akan menjadi aktor-aktor yang paling sibuk tatkala aku balik "Aku pulang ke Lampung ya."
    Saat sampai rumah mereka dengan riang menyambut anaknya yang belum jadi apa-apa ini tapi tetap bersyukur (insya Allah) dengan apa yang sudah dimiliki.

    Sebuah peluk hangat dan senyum, dan merapat. Mulai yayuk-yayuk (mbak) ada yang sibuk membuat makanan kesukaan ku meski itu sekadar "Aku pengen makan sama sambal dan ikan laut"

    Yah, sebuah keadaan hangat keluarga sederhana kami yang rumahnya berada di puncak gunung, dingin kalau malam. Tapi, itulah yang selalu ku rindu untuk bertandang pulang, meski kadang aku pulang hanya hitungan jam, pernah pagi sampai rumah malamnya harus balik lagi ke tanah rantau.

    Hingga kadang, aku berpikir "sampai kapan ya begini?"
    Tapi, aku balik berpikir lagi, pulang adalah tentang menuntaskan rindu dan sebuah pelukan hangat yang semoga bisa menyembuhkan yang sakit.

    Seperti kemarin saat jum'at siang ku dengar kabar Nini (nenek) sakitnya belum kunjung sembuh, aku panik dan sorenya memutuskan pulang, hanya ingin peluk.
    Yah, sebuah dekapan yang semoga Dia Sang Maha Cinta memberikan kesembuhan dalam kehangatan dan rindu.

    Dan ini Sebuah pulang yang ku tanya ke mamak, "Mak aku pulang di rumah kali ini cuma berapa jam ya?"
    Mamak menghitung, "30 jaman aja kayanya ya?"

    Aku tersenyum dan semoga saja kelak bisa pulang pergi kampung halaman tidak harus di batasi waktu, dan peluk menyembuhkan orang tersayang dengan melepaskan rindu.

    Kapal Dharma Kencana IX, 10-2-2019

    -Tumiesn-

    #tumiesn #story #perjalanan #curhat #keluarga




    Tumiesn Main Ke WaGoMu



    Bandung, 3 Februari 2019 adl hari dimana aku ketemu teman-teman produktif, bahas hal yang menurutku perlu, yes ke Bandung minggu lalu bukan sekadar ajang buat jalan menikamati beberapa tempat di kota Kembang, tetapi banyak tujuannya.
    .
    1. Riset untuk buku non fiksi ku
    2. Silaturahmi tentunya, pengen ketemu orang-orang keren
    3. Dari jaman ngeblog di @wagomu.id belum bisa berkunjung, jadi waktunya pas
    4. Menyegarkan otak, kadang jalan-jalan salah satu untuk menyegarkan pikiran dan rutinitas setiap hari hehe.

    Setelah muter-muter ngetrip santai ala singelillah @tumiesn23 @dianyunipratiwi @uuuciiii kami pun bergegas ke Bandung wetan kantor @wagomu.id berada, kebetulan salah satu tempat puncak akhir dari acara kaki ini ngajak jalan dan minta ditemanin sama teman-teman penulis ku, and kami ketemuan deh sama kak @dininuzulia juga di masjid yang gak jauh dari tempat itu.



    Karena si @uuuciiii Mahasiswi sibuk ini izin pamit, doi masih harus ketemu buat acara diteman komunitasnya, okelah.. Masih muda banyaklah berkomunitas ya nak, yang penting positif hehe.

    Di kantor @wagomu.id yang bertujuannya pengen ketemu ngobrol santai sama @edis.jun , Istri dan anaknya menjadi makin seru, di mana obrolan beralih, "Senpai ku wawancarai ya, lagi riset tambahan nih buat bikin buku." and sekalian pula wawancari dua penulis produktif @dininuzulia @dianyunipratiwi
    Bahas soal tentang 'Personal Branding Penulis Pemula'



    Ukhukkkk... Iya nih aku si penulis pemula
    Do'ain yaa, Semoga ini buku bisa dipercaya buat terbit tahun ini (berjuang dari skripsi jadi buku hehehe) .
    Kebahagiaan yang luar biasa buat ku itu adalah tatkala dengan menulis, bisa bertemu teman-teman baru, dari berbagai kota. Selagi ada waktu, kesempatan why not untuk saling berkunjung?




    Terima kasih @wagomu.id yang minggu kemarin tuh kantor tutup tapi demi aku dan teman-teman datang di bukain buat sharing is caring, sukses terus juga untuk @jclass.id ya.. .
    Kak @dianyunipratiwi @dininuzulia @uuuciiii makasih pula sudah temenin jalan romantis penuh obrolan bergizi.
    See you next time

    Perjalanan ke Bandar Lampung, Bakau - Panjang (di dalam Bus)
    9 Februari 2019

    -Tumiesn-

    #tumiesn #story #wagomu #penulis #bertemu #bandung #curhat