Dua Huruf Dalam Bingkai #2






Mengenalmu aku tahu rasanya ramai.
Dan tetap tak melupakan sepi.
Adakalanya marah, lelah, bahkan kata terserah pun memeluk erat.
Darimu aku belajar hidup.
Tentang ramai yang hadir dan tak meluputkan rasanya sepi.

Kali ini benar-benar aku tak ingin menjelma menjadi sosok lain.
Cukup jadi sosok diri sendiri yang dibalut akan perubahan lebih baik.
Tentangmu, dua huruf yang mencengkram seluruh sendi memori.
Biar ku bingkai.

Bersambung....

Cikarang, 10 Februari 2018

#tumiesn
#ceritaDuaHuruf
#NulisAsik

Tag :dua huruf




    Dua Huruf Dalam Bingkai #1






    Aku menyebutmu cukup dua huruf,
    tanpa perlu kau tahu atau kau tahu sekalipun, baik itu sadar maupun sama sekali tak sadar.
    Aku sangat menyukai caramu berpikir,
    hingga akhirnya nama dua hurufmu melekat terus di dalam pikiran ini.
    Sengaja dan entah mengapa aku masih betah menjaga dua huruf itu.

    Nama yang dulu asing, mendadak menguasai seluruh otak ini.
    Terlebih, memeluk hati yang sebelumnya kaku.
    Akh.. Apa aku yang terlalu gemar membingkai dua huruf itu?

    Bersambung...

    Cikarang, 9 Februari 2018
    #tumiesn
    #ceritaDuaHuruf
    #NulisAsik



    Tag :dua huruf




    Bincang Manis Bareng Bu Dosen Yunita, Wanita




    Bicara soal wanita itu gak ada habisnya.
    Selalu ada hal yang menarik yang ingin dibahas, mulai dari soal fashion, makeup, makanan, dan masih banyak lagi. Tapi ngomong-ngomong saya sendiri sebagai seorang wanita ini paling antusias jika berada dikumpulkan wanita bahas soal yang bukan itu-itu melulu.

    Nah, malam minggu yang dimana banyak orang sibuk jalan sama doi-doinya, lain halnya saya dan Yuni dua single yang mudah-mudahan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa ini gak sebel liat kami berdua sering banget kesana kemari, entah itu sekedar nyapa tembok hehehe, bercanda ya.

    Yang pasti kalau ke kampus tercinta kami ada tujuannyalah. Seperti sabtu sore jam 17.30 wib Yuni sahabat saya ini masih betah dan setia menunggu saya dengan sabar yang dimana memang jadwal baru pulang kerja ampe sore hehe.



    Tujuan ke kampus saya sendiri sore tadi ada 4.
    1. Ketemu Yuni, teman diskusi soal nulis, skripsi, kuliah dan kadang curhat soal "Gimana yak biar aku sukses, bisa keluar negri, cara hilangin jerwat, pakai toner ini itu dan masih banyak lagi!"

    2. Ketemu bu Yunita yang memang ada yang mau dibahas soal lomba Esay di tahun ini.

    3. Ketemu Bu Diyan dosen yang pengen saya ajak photo bareng hehe

    4. Ketemu kak Eky salah satu mahasiswa Pelita Bangsa yang mau bantu sablon clemek warung Ibun

    Nah, alhamdulillah semuanya bisa ketemu kecuali bu Diyan yang memang pas saya chat via Whatsapp beliau udah di jalan menuju pulang ke rumahnya.

    ***
    Naek turun tangga dari lantai satu ke dua, dua turun ke satu, dari ruang satu keruang yang lain saya dan Yuni lakukan, demi mengejar bu Yunita. Aduh, akhir-akhir ini kami berdua punya hobi baru yakni mengejar Dosen hehehe.

    Karena Bu Yunita ponselnya tidak bisa dihubungi ya akhirnya setelah shalat magrib kami cari cara nyari beliau di ruangan yang sering di jamah, caranya tanya-tanya. Seringnya tanyanya ke Pak Dosen Edy, pangerannya Bu Yunita alias suaminya.

    Setelah ketemu Bu Yunita, saya dan Yuni di ajak keruangnya. Dan di awal kami bahas mengenai esay yang memang akan menjadi bahasan pokok malam ini. Dimana lomba tingkat nasional antar pelajar, Mahasiswa ini jatuh deadlinenya di akhir Maret tahun ini. Soal menang atau kalah mah belakangan, yang penting coba saja dulu. Cari data, info dan terlebih terjun langsung ke lapangan buat cari data-data yang akurat.
    Soal Desa, ini hal yang seru dan pasti banyak tantangannya. Bismillah saya dan Yuni sepakat buat belajar mengeksekusi project ini.

    ***
    Nah, biasalah kalau wanita ketemu kami gak monoton bahas itu-itu mulu. Bu Yunita yang orangnya bersahabat ini mulai cerita dan bahas soal bisnis, anak, pendidikan dan yang pasti obrolan kami daging semua isinya. Dan dari beliau juga saya semakin termotovasi ingin lanjut sekolah lagi di tingkat selanjutnya, insya Allah. Inget betul ucapnya, "Wanita itu pendidikan harus tinggi, dan penting, kan semua itu buat anak."

    Beliau yang seorang dosen tetapi sangat hangat terhadap mahasiswanya ini memberikan banyak sekali arahan, motivasi buat saya dan Yuni. Terlebih beliau dan pasangannya yang menginspirasi ini selalu sedia meluangkan waktu di akhir pekan buat ngajak anak-anak pemasaran semester akhir buat diskusi soal skripsi. Masya Allah keren banget dah pokonya beliau ini.

    Bu Yunita ini menurut saya adalah seorang dosen wanita yang menginspirasi. Ramah, sederhana, cerdas, dan memiliki motivasi hidup yang tinggi, terutama soal pendidikan. Beliau adalah salah satu dosen wanita idola saya di kampus. Bahasa gaulnya, "Gue ngefans banget bro!" Ibu satu anak ini yang asik banget jika lagi ngajar, terlebih saya sendiri senang sekali jika di ajarkan beliau soal marketing, beuh cuamik pokoknya.

    ***
    Malam minggu yang katanya horor bagi si jomblo sebenarnya itu hanya mitos! Justru sangat berwarna jika kita bisa memaknai hidup, mengajak hati, otak dan tenaga agar saling berjalan beriringan. Belajar membangkitkan diri dengan hal-hal yang positif, melupakan sesuatu yang tak ada maknanya.

    Hidup ini sederhana, kita yang maknai dan menjalankannya. Berproses untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Menjadi wanita yang berjuang untuk cerdas agar melahirkan generasi yang cerdas.
    Terima kasih banyak buat bu Dosen Yunita atas bincangan manis penuh inspirasi. Meski singkat tapi berisi daging diskusinya.


    Cikarang, 10 Februari 2018
    Tumiesn