Mengubah Kesulitan Menjadi Tulisan, Deni Rizki Wibawa




"Teman-teman disini pernah nggak sih ngerasa bahwa Teman-teman merupakan orang paling susah?"
Sebuah pertanyaan yang terlontar dari seorang Pemateri di kelas online Nulis Asik, Tebar manfaat 28-10-2017 dimana kelas sharing di isi oleh Kak Deni
Penulis Novel pengakuan Kiki.

Berikut materi apik yang disampaikan oleh beliau kemarin malam, silahkan dibaca dan semoga bermanfaat ya.

Terkadang kita sebagai manusia terlalu sibuk mengatakan,
"kok aku dapet kaya gini sih?"
"kenapa aku terus? Kenapa?"

Naaah saya juga pernah begitu, terutama saat mendapatkan 'kado' dari Sang Maha Kuasa, Allah SWT.
Mengapa kado? Karena temen temen harus yakin, kesulitan dan kesusahan yang temen temen dapatkan saat ini, pasti ada maksud di balik itu semua. Sudah disiapkan oleh-Nya.

Contoh nyata ada pada diri saya,

Sekedar informasi, saya merupakan laki laki (masih jomblo) yang menderita gagap sejak kecil.

Tau gagap kan kawan?

Dibully? Tentu pernah. Saat SMP, saya pernah jadi bahan tertawaan karena gagap yang saya derita.
Tak hanya itu, Allah mengirimkan 'kado' lagi pada saya. Apa itu?
Saat SMA, saya divonis menderita epilepsi setelah beberapa kali kejang dan tak sadarkan diri.

Temen temen bisa bayangkan, ketika gagap saya belum sembuh, 'kado' lainnya sudah datang lagi.
Dan perlu temen temen tau, epilepsi selain penyakit yang menyerang saraf, penyakit ini juga bisa berdampak pada psikologis penderitanya. Mengapa? Karena penyakit ini bisa membuat orang lain ketakutan pada penderitanya. Ya, karena kambuhnya sewaktu waktu dan tak bisa ditebak.

Alhamdulillah saya punya temen2 yang baik sekali. Sehingga mereka tetap berada di samping saya sampai sekarang. Namun, tetap saja ada beban dalam pikiran saya soal dua 'kado' ini. Epilepsi dan gagap.
Hingga akhirnya, saya dipertemukan dengan Mas Brili Agung, mentor saya dalam menulis.
Saat itu saya memutuskan untuk ikut kelas menulis beliau, modal utama nekat!

Kemudian datanglah masa dimana saya harus mencari ide untuk tema buku saya.
Anehnya, dua 'kado' itu langsung lewat dalam pikiran. Sehingga tanpa pikir panjang, saya langsung menjadikannya sebuah tema.
Kemudian akhirnya berhasil menjadi sebuah novel berjudul Pengakuan Kiki. Alhamdulillah...

Buku tersebut memang fiksi, namun ada beberapa kisah nyata saya pribadi yang tercantum di dalamnya.

Setelah itu, saya sadar bahwa kesulitan kesulitan yang kita alami, bisa menjadi tulisan dan inspirasi bagi orang lain. Kemudian saya mencari pola apa sih yang membuat sebuah kesulitan bisa menjadi tulisan?

Berikut ini adalah polanya :

1. Terimalah dirimu apa adanya.
Ya, yang pertama adalah kita harus mampu menerima diri kita. Siapa kita, apa kekurangan kita, apa kesulitan kita. Ya itulah kita. Terimalah dengan sabar dan ikhlas. Jika kita sudah mampu menerima diri kita apa adanya, pasti kita akan mau membagikannya pada orang lain. Bukan sekedar 'mau', namun tentunya dengan semangat dan niat berbagi yang tulus agar bermanfaat bagi orang lain.

2. Ingat dan Catat!
Setelah menerima diri sendiri, pastinya kamu masih ingat apa saja kejadian yang berkaitan dengan kekurangan atau kesulitanmu. Biasanya ada yang bilang jika yang lalu biarlah berlalu, lupakan. Namun kita harus berbeda, yang telah lalu akan jadi pengalaman berharga, maka tuliskan.
Ya, tulis saja apa yang pernah kamu alami tentang kesulitanmu. Tulis apa adanya, dapat berupa poin-poin, atau tulisan panjang.

3. Kembangkan dengan hati
Nah, ini langkah yang terakhir. Time to grow! Catatan yang telah kamu tulis adalah berlian. Catatan itu adalah inti dari ceritamu. Namun agar berlian itu bisa bermanfaat bagi orang lain, kamu tentu perlu menambahkannya dengan sesuatu yang lain. Dalam hal ini, kamu perlu mengembangkan catatan itu menjadi sebuah cerita. Biarkan saja mengalir, bayangkan kamu sedang bercerita dengan orang lain. Kemudian tulis saja, tulis. Biarkan mengalir.
Satu hal yang penting, gunakanlah hatimu. Gunakan perasaanmu saat menuliskannya. Ingat ingat lagi, kemudian ceritakan bagaimana kondisimu dan perasaanmu saat itu dalam tulisan. Kenapa sih harus pakai hati? Karena tulisan yang ditulis dengan hati, nilainya lebih dari sekedar rangkaian kata.

Temen temen yang luar biasa, marilah kita berhenti untuk mengeluh dan mengeluh terhadap apa yang telah menjadi jatah kesulitan kita. Tetaplah bersyukur dan berpikiran positif. Allah pasti memberikan sesuatu di luar dugaan kita.
Mulai sekarang, mari kita ubah kesulitan menjadi sesuatu yang menghasilkan. Salah satunya dengan menulis. Manfaatnya apa? Perasaan kita secara tak langsung akan lega. Sedangkan untuk orang lain, bisa jadi inspirasi dan semangat baru untuk hidupnya. Oke ya? Yuk kita bertekad untuk berubah!

*Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat
28 Oktober 2017

Pemateri : Deni Rizki Wibawa
Penulis Novel Pengakuan Kiki.




    Mengejar Dosen Pengampu




    Jika engkau ingin memiliki kerajaan yang damai, maka damaikanlah diri sendiri terlebih dahulu.
    Jika kakimu ingin berpijak lebih jauh, maka bersiaplah untuk berlari dan terus maju.
    Dan jika engkau ingin hidup selalu muda, maka perbanyaklah bekal ilmu serta sebarkan dalam kebaikan.
    -Tumiesn-

    Sabtu, 28 Oktober 2017 adalah hari yang dimana menguji hati dan juga rasa lapar hehe.
    Ditemani cuaca yang saat siang panas berubah mendung saat sore, saya dan Yuni masih menjadi mahluk yang konon disebut anak semester tua, betah di Kampus.


    Sepulang kerja hari ini yang cukup panas, menyempatkan diri pulang ke kosan (tempat tidur) dahulu sebelum melanjutkan tugas buat kaki ini melaju ke Kampus.
    Pikiran yang lagi banyak macam-macam di kepala ini berharap agar buat hati dan seluruh anggota tubuh buat bekerja sama, mulai dari saat ini sedang memasuki gerbang sibuk-sibuknya di semester akhir dan "Jangan oleng kapten" ini semacam guyuran semangat buat diri sendiri yang sedang di tantang, "Tumiesn sanggupkah meneruskan perjalanan atau langkahmu akan terhenti disini? Dimana kejutan-kejutan untuk sebuah perjuangan harus di lalui, seimbang."

    Hari ini benar-benar sesuatu banget dan yang pastinya bumbu perjuangan gak kalah apik berada di barisan terdepan.
    Siang dimana meluncur ke kampus, mengerjakan sedikit revisi proposal prosiding yang belum dapat bintang terang buat melangkah ke proses selanjutnya.
    Dan ini yang mungkin dinamakan sedikit eror, mau ngedit gak bawa laptop.
    Otak diputer, taram di lowbi Kampus bertemu salah satu teman yang dahulu bertemu di salah satu komunitas.

    Saling sapa, tanya kabar dan to the point, "Nika bawa laptop? Boleh minta bantuan?"

    Si gadis syantik ini alhamdulillah mau pinjamkan laptopnya kepada saya dan si Yuni buat perbaiki sedikit proposal yang malam ini harus di acc.
    Makasih ya

    Sekitar satu Jam, kelar. Dan lanjut ngeprint itu proposal yang demen banget diperhatiin, (terus yang nulis kapan diperhatiin? Wkwkwk)
    Karena tempat print di dalam kampus lama alias antri panjang, saya dan Yuni memutuskan buat segera cari tempat print di luar Kampus.

    Ini yang mungkin dinamakan ujian lagi, kamu bisa bayangkan gimana gemesnya print out satu lembar kertas bisa memakan waktu 3 menit? Waktu udah mepet banget. Dan bisa di rasakan deh gimana hati ini gemes pengen bawa pulang tuh printer hehe.

    Sekitar satu jam, yang kami print pun kelar. Dan aduh ternyata kami lagi-lagi harus kerja ekstra keras, dimana gak bawa uang banyak buat bayar.
    Okelah, kamipun Go ke ATM di kampus. Dan apa yang terjadi? ATM sedang mengalami eror

    Okelah, dengan minta tolong nitip hard copy dari proposal itu kepada penjaga jasa print tersebut saya dan Yuni Gas motor mencari ATM, dan cukup jauh.

    Jadwal ketemuan Dosen Pengampu yang awalnya ketemuan di Metland Tambun, di ganti lokasi ke Lippo. Alhamdulillah lebih dekat meskipun informasi mengatakan setengah sembilan malam baru bisa bertemu beliau.

    Saya dan Yuni pun mikir, selepas bayar hasil print out, Shalat Magrib, makan Nasgor Emak depan Kampus mau ngapain?
    Ide buat ke Salemba (Toko Buku) Lippo pun jadi target sambil nunggu jam bertemu pak Kuwat (Dosen Pengampu).
    Yuni ini salah satu temen yang saya miliki dimana Kutu Buku cocok banget buat sosok seorang Yuni hehe.
    Bersyukurlah ada temen yang pelahap Buku dimana saat ngobrol dia meguasai banyak topik, terlebih soal korea-korean, dia jagonya tukang kepo soal ini hihihi.


    Taram, selepas makan nasi goreng cukup terkejut mana kala lihat hand phone dimana ada pesan masuk dari si syantik Icha menginformasikan bahwa, "Mbak pak Kuwat udah ada di MCD Lippo Sekarang."

    Gak pake lama saya dan Yuni pasang gas menuju lokasi.
    Entah kurang fokus atau kurang piknik ya, bahwa Icha sudah menginformasikan lokasi pak Dosen ada di MCD, tapi kok saya dan Yuni malah larinya ke Mall lippo. Dan ini yang mungkin dinamakam Greget!

    Dari salah lokasi itulah saya berpikir, apakah jalan hidup saya sudah benar?
    Cara saya berjalan di atas muka bumi ini sudah baik? Dan akh.. Rasa lelah penguji nyali, penguat iman sedang berkibar.

    Lanjut Gas saya dan Yuni menuju MCD yang sebenarnya saya pernah kesitu, tapi kok jadi oleng gitu ya haha
    Alhamdulillah proposal kami di acc untuk menuju ketahap selanjutnya.

    Banyak hal yang saya pelajari dari mengejar dosen Pengampu yang super baik ini.

    1. Belajar sabar
    2. Komitmen pada diri sendiri apapun yang terjadi
    3. Waktu itu berharga banget
    4. Jika mau bertumbuh ya usaha
    5. Hasil gak akan menghianati dari sebuah proses
    6. Tantangan adalah sebuah ujian pendewasaan

    Makasih banyak Yuni buat sabtu malam bareng terus buat tugas hahaha
    Dan makasih banyak juga buat Kiki, Citra dan Pipit buat kerja sama tugas ini.
    Meski kalian gak bisa menemani buat ngejar pak Dosen karena kesibukan masing-masing, tenang Genk alhamdullilah udah di Acc. Semangat lanjut ke tahap selanjutnya.


    Semoga curcol Tumiesn ada manfaatnya ya hehehe

    Cikarang, 28-10-2017
    Tumiesn




    Janji Jodoh




    Kau tahu mengapa sampai saat ini aku masih tetap sendiri? Bersahabat dengan sepi setiap waktu, yang cukup aku saja yang merasa. Baiklah bagiku ini tak apa, asal kau bahagia.

    Ini bukanlah sekedar coretan rindu dalam ukiran pena, maksudku bukan hanya bualan dari seorang hamba-Nya yang sedang merasa, ooh Tuhan rasa rindu ini berat, tapi harus segera diobatinya.Kau dan aku yang pernah bersama, tapi tak selamanya disini. Sebuah petualangan cinta yang dulu pernah kita lalui bersama, semak belukar pedihnya hidup pernah dibabat habis. Kerikil tajam ujian pernah dilewati dengan keriangan saat dua insan dimabuk kepayang, rasanya masa-masa pahit dulu tetap indah saat kita jalani bersama. Namun, saat kau dipaksa atau entah memang memutuskan pergi dari hidup ini rasa pedih dan pahitnya hidup ini mengerak sudah.
    Akh… aku selalu payah manakala mengingat tentang manisnya cinta.Mangkuk-mangkung yang dulu selalu berisikan sayuran kesukaanmu telah kering, sepi, dan mungkin menjerit karena kekosongan yang tak sanggup lagi di isi seperti sedia kala mana kutatap majahmu yang begitu lahap menandaskan seluruh isi sup dalam mangkuk.


    Ooh ya, apa kabarmu disana? Besar harapaku agar kau tetap tertawa riang, tersenyum manis dan bahkan masih tetap semangat melambaikan tangan , “Hai Sayang!” meski dari kejuahan bahkan 10 meter saja senyum manismu begitu khas sudah nampak, dan aku selalu membalasnya, tapi itu dulu. Sekarang? Akh.. Maaf aku terlalu lemah bahkan siap tersungkur kedalam jurang masa saat mengenang. Sekali lagi maafkan diri ini yang sangat rindu kau panggil, Sayang.

    Sekarang mutiara-mutiara yang kita tanam dengan pupuk cinta telah besar, bahkan dewasa. Mereka sudah bergerilya menyusuri hidup masing-masing, membangun rumah cinta yang seperti dahulu sama halnya kita lakukan. Bahkan kudengar sendiri, mereka berbisik untuk saling berjanji setia, nyatanya sama halnya seperti kita, dulu. Tapi, aku enggan mengatakan jika janji agar berjodoh saat masa-masa dahulu saja, tidak! Sungguh mauku sampai nanti hari-hari dimana akupun akan terlelap sama sepertimu belasan tahun lalu. Sayang, berat perjuangan ini tapi hati ini yakin bahwa semua akan Indah pada masanya.

    Sayang, kamu ingat bahwa dulu saat pertama ikrar cinta diucap lisanmu disaksikan oleh banyaknya pasang mata dan ku sangat yakin Sang pemberi cinta dan para malaikat menyaksikan dimana kita sangat berharap dan berjuang untuk berjanji sehidup sesurga? Ku harap kau masih mengingatnya dan tak akan lupa. Ya ampun, maaf aku lupa jika Janji jodoh untuk kita pasti selalu ada, sungguh keterlaluankah jika ku masih terus bersikeras mengatakan ini agar kau masih terus mengingat atau mendengar suara lirih ini yang rapuh, bahkan siap terjatuh berkali-kali manakala rindu menyergap hati ini bahkan membombardir seluruh kepercayaan bahwa cinta tak akan pernah berubah! Sungguh berat, kau tahu? Ku harap kaupun percaya.

    Rambut ini kini telah separuh memutih, keriputan di wajah nampak dan bahkan para penerus cinta kita yang sering memanggilku, “Nenek!” dan mereka yang kerap merengek, “Gendong Nek!” dan kau harus tahu, aku kini sudah tua danencokku kerap kumat manakala beban berat ku angkat, termasuk menggendong para cucu kesayangan. Kau pasti akan tertawa, bahkan terpingkal-pingkal menyaksikan bagaimana celoteh, ulah, dan aksi para cucu yang kerap menengok ku ke istana kita. Bayangkan sayang, ini adalah kisah indah.

    Aku memang telah merasa sempurna sebagai seorang wanita yang dimana telah menikah, melahirkan dan bahkan kini telah menjadi seorang wanita tua dengan rambut putih yang dipanggil, “Nenek sayang!” ya, mereka selalu memanggilku dengan sebutan itu, sengaja aku yang mengajarinya. Karena sayang adalah satu kata dimana diri ini akan selalu teringat tentangmu, lelaki yang telah berhasil mengajariku untuk kuat. Namamu yang terus ku sebut, dan cinta yang saling terpaut dan mengukir janji jodoh jikalau kebersamaan yang telah dirajut tidak hanya sebentar atau berakhir di ujung belasan tahun lalu, tidak! Kau percayakan? Bahwa cinta ini telah melambung tinggi, melupakan kesedihan hanya saja kerap memunculkan kerinduan.

    Sayang, maafkan diri ini yang kerap menyebutmu dalam do’a, entah itu dalam kesepian maupun keramaian. Rindu ini besar, tunggulah aku yang bukan sekedar ingin hidup menua bersama dalam senjanya masa. Tapi, benar-benar tetap bersama sampai ketempat yang paling tenang yang selalu diharapkan oleh setiap insan yang percaya, bahwa Surga itu ada. Biar cinta ini ku bangun meski sebelah hati, ku percayakan hatimupun bertahan disana, menungguku.

    -Tumiesn-




    Asah Penamu! Tugas ke-4





    Selamat buat para member kelas Nulis Asik yang masih bertahan dengan masih tetap berada dibarisan para pejuang untuk naik kelas.
    Tugas selanjutnya yang harus kamu kerjakan adalah "Menulis dengan satu tema yang sama"

    Tema kali ini yang harus kalian kerjakan adalah "Kenangan"

    Terserah kamu mau membuatnya dalam bentuk tulisan apapun (fiksi atau non fiksi)
    dengan ketentuan minimal 200 kata.


    Serukan? Yang harus kamu lakukan sekarang adalah tulislah tugas ini dengan serius asah penamu semaximal mungkin. Trik ini adalah cara untuk menaikan kualitas tulisanmu dan yang pastinya makin cihuy soal tulis menulis.

    Silahkan posting di sosial mediamu terserah mau itu Facebook, Instagram ataupun Blog (blog pribadi) jika di blog juga harus dishare di sosmed ya.
    Jangan lupa beri kata kuncinya ya yakni : Kenangan
    Tandai saya dan Kak Indri ya (Mentor Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat)

    Instagram : Tumiesn23 & Indri

    Facebook : Tumiesn & Indri

    Feedback akan langsung dijawab di postingan sosmedmu dengan catatan yang akan mendapatkan feedback adalah tulisannya yang sesuai tugas yakni minimal 200 kata.
    Setelah kamu mengerjakan tugas ke-4 ini,
    Maka segera list selesai tugas sesuai format yang akan dibagikan di group (kelas) termasuk linknya ya.

    Deadline tanggal 29-10-2017 jam 23:59 Wib.

    Salam On fire!
    #KelasNulisAsikTebarManfaat

    Cikarang, 27-10-2017
    Tumiesn

    Tag :Kenangan




    Memilih, Dipilihkan atau Terpilih?




    Berbicara soal jodoh itu tidak pernah ada habisnya. Terlebih saat usia sudah mendekati, "Bro buruan nikah!"
    Banyak warna yang tersajikan dalam hidup ini soal jodoh dan untuk menemukannya pun banyak macam dan caranya.



    Setiap insan yang hidup di semesta ini pasti sangat membutuhkan yang namanya pendamping hidup, cukup satu untuk selamanya. Bersama bukan sekedar di dunia tapi hingga sampai ke surga-Nya.

    Hidup ini banyak teka-tekinya dan yang pasti untuk membuka teka teki tersebut tidaklah instan.
    Banyak proses yang harus dilewati dan juga diperjuangkan, termasuk soal jodoh.

    Terkadang kita harus menjumpai gagal terlebih dahulu, sebelum menjadi pemenang. Semua itu karena agar kita dapat belajar dan dewasa dalam menyikapinya. Tetaplah berpikir positif dan hati yang lapang atas kejatuhan Kata gagal tersebut. Sesuatu yang awalnya sangat diharapkan bisa jadi adalah sesuatu yang memang tak baik untuk diharapkan apalagi di gadang-gadangkan.

    Banyak cara yang dapat dijumpai dalam soal jodoh ini, entah kita akan menemukannya dengan cara memilih sendiri orang yang sudah dikenal dan layak.
    Dipilihkan misalnya lewat perjodohan dan lain-lain, atau terpilih? Ya, kita yang terpilih untuk ditemukan oleh seseorang.

    Memilih, dipilihkan atau terpilih adalah sebuah cara yang pasti tidak selalu sama, semuanya baik asal dengan cara terbaik.
    Semua orang berhak memilih siapa yang akan menjadi teman sehidupnya.
    Setiap insan berhak dipilhkan oleh kerabat yang dipercaya untuk ditemukan dengan seseorang yang semestinya. Atau menjadi sosok yang terpilih dari seleksi waktu yang tak dapat di pungkiri.

    Jodoh itu misteri, memilih, dipilhkan atau terpilih semuanya adalah satu paket , dimana semuanya saling berkaitan.
    Siapun dia yang mampu masuk kedalam hidup orang lain,pastilah itu dengan cara terbaik dan yang pasti atas izin dari-Nya.
    Allah yang memilih siapa yang pantas untuk ditemukan dan saling memperjuangkan.

    Cikarang, 23 Oktober 2017
    Tumiesn




    Pentingkah Blog Bagi Penulis?





    Blog adalah sebuah media asik yang perlu dimiliki oleh seorang Penulis.

    Kenapa?

    Karena dengan adanya blog kamu seperti memiliki sebuah mainan yang mengajakmu untuk bermain dengannya.

    Banyak manfaatnya jika kita memiliki blog :

    1. Jika Buku adalah kartu namanya seorang Penulis
    Maka, blog adalah alamat rumah si Penulis.

    Blog ini penting banget, kamu cukup share link blog kepada pembaca, dan biarkan dunia tahu jika kamu adalah si pejuang aksara.

    2. Blog = identitas

    Tahun 2015 saya saat itu sharing Sama CEO WaGoMu, Edis Jun. Beliau bilang jika alamat blog sangat perlu, saat kita berkanalan dengan org besar, atau menyelipkan alamat blog di CV saat melamar pekerjaan misalnya, ini akan jadi Point tambahan untuk kita.
    Terlebih aktif nulis diblog
    Jadi, blog adalah identitas

    3. Blog, perekam sejarah

    Kenapa bisa dikataka n perekam?

    Karena saat kamu Buka kategory misalnya Puisi, Cerpen, dll disana terletak seperti tempat dimana sejarah-sejarah yg pernah kamu tuangkan dalam bentuk tulisan.
    Rekaman sejarah tahun2 lalu akan buat degub jantung gak karuan deh bacanya

    4. Blog, media penghubung dunia

    Sederhananya kalau kamu pengen dikenal dunia, maka biarkan dunia menemukanmu. Dan blog salah satu caranya.

    5. Blog, teman produktif

    Media ini bisa menjadi alat belajarmu , kapanpun dimanapun kamu bisa menuangkan ide didalam blog.

    6. Temukan gaya kepenulisanmu

    Untuk menemukan gayamu, maka asah terus tulisanmu.
    Caranya teruslah menulis

    *****

    Cara mengisi blog ada 3 yang harus diperhatikan :

    Judul, gambar dan isi


    Judul => buatlah judul yang menarik hingga orang kepo buat baca

    Gambar => harus disesuaikan dengan judul
    Jangan buat kecewa pembaca hanya karena salah pada gambar

    Isi => untuk mengembangkan isi, maka temukanlah tema terlebih dahulu.


    Tumiesn

    *Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat
    8 Oktober 2017




    3 Rahasia Jadi Penulis, Tumiesn 7 Oktober 2017)




    Sebenarnya nulis itu mudah, dan yang pasti gak susah.
    Dikatakan susah ya karena dari awal bilang susah.
    Masih ingetkan bagaimana perjuangan kita dulu saat TK maupun SD buat belajar nulis huruf, angka maupun membaca? Sama halnya saat kita mau belajar nulis untuk sebuah karya.

    Rahasia untuk menjadi penulis itu ada 3 :
    1.Niat
    2.Lakukan
    3.Konsisten

    *Niat, kalau kita niat pengen jadi penulis (melahirkan karya minimal 1 buku aja deh seumur hidup) itu dimulainya dari niat hati paling dalam. Seperti mulai suka baca, buat blog, cari komunitas-komunitas nulis.

    *Lakukan
    Nah, setelah niat maka cobalah lakukan. Hal yang sederhana misalnya bikin blog (mulai nulis disini), nulis tulisan sederhana di sosmed misalnya, ikut komunitas-komunitas yang berbau soal tulis menulis, dan cari guru menulis itu yang lebih jitu!

    *Konsisten
    Dan ini adalah hal penting yang harus dipegang teguh. Karena apa? Kalau nulis hanya niat, dan lakukan sekedarnya tanpa konsiten buat terus melakukan kegiatan nulis maka rasanya itu seperti masak sayur tanpa garam (tidak sempurna).
    Sesibuk apapun kita (alias alasan susah bagi waktu) itu sebenarnya Cuma alasan! Kalau kita tanamkan buat terus nulis pasti bisa kok. Misalnya saat tengah malam, cobalah buat nulis!

    Gimana sih caranya buat dapat inspirasi?
    Saya pernah menuliskan diblog http://tumiesn.wagomu.id/c450.html yang dimana sebenarnya inspirasi bersal dari kata LDR (lihat, dengar dan rasa). Kita punya mata buat lihat dan inspirasi itu sebenarnya ada dan bahkan begitu dekat lewat mata, atas penglihatan. Kita dikasih telinga buat mendengarkan dan dari pendengaranlah ribuan inspirasi sebanarnya datang, masih bilang sulit? Mungkin kita belum peka.
    Dan kita di kasih hati untuk merasakan, dimana lewat rasa yang ada di lubuk hati kita ada banyak inspirasi yang bisa di tuangkan. Masih merasa susah? Mungkin kita perlu dekati hati kita.

    Tumiesn


    *Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat




    Sharing bareng Penulis Rezky Firmansyah 15 Oktober 2017




    *Ingin Jadi Keren dengan Menulis Konsisten? Pratekkin 3 Tips Ini!*

    *1.Menulislah dari “Sampah”*

    Lah kok menulis “sampah.” Maksudnya apa?

    Ernets Hemingway berkata,

    “The first draft of anything is garbage”

    Artinya apa? Coba deh terjemahin sendiri.

    Ini benar banget loh. Tak cukup dibaca saja, tapi maknai polanya.

    Banyak sekali orang yang berharap bahwa tulisan perdananya istimewa. Harus wow, inspiratif, dapat like banyak, viral, mengalahkan Tere Liye. Duh mimpi loe kejauhan Mblo! Hihi.

    Ayolah, mana ada yang sempurna di awal. Sekelas Tere Liye pun nggak mungkin langsung wow di awal. Ada proses menghasilkan “sampah”. Menghasilkan karya yang biasa-biasa aja. Tapi kini sudah istimewa. Itulah namanya proses.

    Per 15 Oktober 2017 (hari ini), saya sudah menulis 18 naskah. Dan kini sedang Fight untuk #24BooksOn24Years , mohon doanya ya.

    Saya menerbitkan buku perdana 26 April 2012. Berarti udah 5,5 tahun lebih. Sekarang coba deh bandingkan tulisan ini >>>

    https://www.instagram.com/p/BZlpttWFiDA/?taken-by=rezky_passionwriter

    Bandingkan dengan tulisan terkini di IG atau di blog rezkyfirmansyah.com Ada beda nggak? Silakan dinilai sendiri aja.

    *2.Mulai Sekarang Juga*

    Ada orang yang di Januari 2017 punya mimpi,

    “Duh, aku mau dong nerbitin buku sebelum 2017 berakhir.”

    Tapi si doi ini cuma mau doang. Mimpinya kejauhan. Bandingkan dengan doi yang ini.

    “Aku mungkin nggak sehebat doi. Tapi aku punya niat baik. Aku mulai nulis sekarang aja deh. Nggak masalah jelek, yang penting mulai. 1 hari 1 halaman, oke lah ya.”

    Sekarang lihat hasilnya. Tepat hari ini udah pertengahan Oktober 2017. 2,5 bulan lagi 2017 berakhir. Si doi pertama ekspresinya,

    “Kayaknya mimpiku ketinggian deh. Kayanya aku nggak bisa nerbitin buku sebelum 2017 berakhir. Nggak punya waktu.”

    Eh si doi satu lagi beda eskpresi.

    “Alhamdulillah ya. Hingga sekarang aku udah nulis 285 halaman. Konsisten 1 hari 1 halaman nih. Walau aku nggak punya bakat, tapi aku konsisten. Karena aku tahu konsisten itu keren.”

    Nah kamu, iya kamu. Kamu ekspresinya yang mana?

    *3.Buat Program yang #GueBanget*

    Beruntung banget kalau kamu sudah berada di “Kelas Menulis Asik”. Berarti udah ada program yang keren dong. Contohnya “Bermain Kata”

    Sekarang, agar makin konsisten coba deh buat program yang #GueBanget

    Saya pribadi membaginya menjadi 3 program.

    *a.Program Gratisan*

    Saya menulis #SenInspirasi setiap hari Senin , #AskRezky setiap hari Rabu, dan #SabtuBelajar untuk review buku . Cek di IG @rezky_passionwriter

    *b.Program Berbayar*

    Program yang bisa melatih konsistensi. Dan itu sudah saya mulai sejak 2015 lalu.

    Oktober 2015 lalu saya adakan program 30DWC (30 Days Writing Challenge). Seperti namanya, di 30DWC akan ditantang menulis selama 30 hari tanpa henti. Selain membangun kebiasaan dengan menulis konsisten, melalui 30DWC peserta juga mengalami proses. Coba aja deh bandingin tulisan Day 1 dengan Day 30, pasti beda. Nah alhamdulillah sekarang udah berjalan 30DWC Jilid 9 day 5. Kalau kamu mau ikut, booking seat di 30DWC Jilid 10 aja. Insya Allah buka perkiraannya 20 November. Coba aja baca sekilas di bit.ly/Info30DWCJilid9

    Selain itu saya juga bikin program Kelas Artikel (KETIK) dan Kelas Cerpen (KECE) bersama @inspiratoracd. Tantangan menulis 14 hari agar terfokus. Kenapa terfokus? Karena menulis konsisten aja udah keren, apalagi konsisten dan terfokus

    Tertarik? Hubungi Sally via wa di 085212627272 aja ya. Kelas Artikel akan mulai opening mala mini.

    *c.Program Dibayar*

    Dibayar? Iya benar, dibayar.

    Ada 2 sistem pembayaran. Pulsa untuk 2 orang per hari dan voucher berbagai program menulis di @Inspiratoracd . Syaratnya gampang? Menulis konsisten di bernas.id . Karena saat ini, @inspiratoracd sedang proyek kerjasama untuk mencapai visitor 1 juta per / bulan. So, butuh banyak amunisi baru. Namanya, Creative Writer Army. Silakan daftar ke Intan via WA ya (085326698841)

    ***

    Nah, itu tadi 3 langkah yang bisa bikin kamu menulis konsten dan jadi keren. Ditambah lagi 3 program tawaran yang #GueBanget untuk membantu kamu bisa menulis konsisten. Kalau digabungkan dalam 1 kalimat kesimpulan kelas online malam ini.

    *“Ayo Menulis Sampah dimulai dari Program yang #GueBanget”*

    Keren nggak? Kalau kurang keren, bikin aja “jembatan keledai” versi kamu. Hehe.

    Keep writing, always inspiring!
    Salam ON FIRE!

    @rezky_passionwriter

    *Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat




    Bermain Narasi Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat (Tugas ke-3)





    Selamat buat para member kelas Nulis Asik yang masih bertahan dengan masih tetap berada dibarisan para pejuang untuk naik kelas.
    Tugas selanjutnya yang harus kamu kerjakan adalah "Bermain Narasi dari 1 Gambar!"

    Lalu apa sih itu narasi?

    Menurut Wikipedia Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

    Nah, tugas kali ini adalah kalian wajib membuat narasi yang bersumber dari gambar dibawah ini :




    Terserah kalian mau membuatnya dalam bentuk tulisan apapun (fiksi atau non fiksi)
    dengan ketentuan minimal 4 paragraf.

    Berikut contoh Bermain Narasi,belajar nulis yang saya praktekan beberapa bulan lalu, silahkan pelajari.

    Selain Bermain kata Metode ini juga cukup cuamik untuk mengajak imajinasi kita bekerja lho.

    Yang harus Kamu lakukan sekarang adalah buat narasi tersebut, silahkan posting di sosial mediamu terserah mau itu Facebook, Instagram ataupun Blog (blog pribadi) jika di blog juga harus dishare di sosmed ya.

    Tandai saya dan Kak Indri ya (Mentor Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat)

    Instagram : Tumiesn23 & Indri

    Facebook : Tumiesn & Indri

    Feedback akan langsung dijawab di postingan sosmedmu ya!

    Setelah kamu mengerjakan tugas tiga ini,
    Maka segera list selesai tugas sesuai format yang akan dibagikan di group (kelas).

    Deadline tanggal 23-10-2017 jam 23:59 Wib.

    Salam On fire!

    Cikarang, 21-10-2017
    Tumiesn





    Membangun Percaya Diri Untuk Jadi Penulis




    Membangun Percaya diri untuk jadi Penulis.

    Menurutmu percaya diri dalam hidup ini perlu tidak sih?
    Jika perlu, baca terus materi sederhana ini ya dan semoga bermanfaat buat kita semua.

    Sesuai tema yang saya angkat malam ini yakni tentang Membangun percaya diri untuk jadi Penulis.
    Dan seberapa pentingnya? Bagi saya sebagai penulis yang masih sangat butuh asupan belajar (pemula) sangat-sangat diperlukan untuk yang namanya percaya diri!

    Saya yakin sejak kita TK maupun SD pasti sudah diajarkan tentang bagaimana menulis angka maupun hurufkan? Dahulu dibutuhkan yang namanya perjuangan untuk belajar menulis tersebut, termasuk diri kita di uji tentang kepercayaan diri atas hasil tulisan yang entah itu miring kekanan, kekikiri, samar-samar dan bisa ditengok kembali bagaimana awal mula belajar menulis.
    Dan tempo dulu pasti ada yang namanya penilain akan tulisan kita, entah itu dapat nilai bagus maupun kurang bagus, hari itu pasti sangat mendebarkan bukan? Dan itu adalah moment dimana kita diuji akan rasa percaya diri atas hasil perjuangan nulis.

    Nah, sama seperti saat sekarang dimana kamu mulai tertarik sama dunia ajaib ini (kepenulisan) maka salah satu tantangan didepanmu adalah bagaimana dirimu membangun percaya diri, tetap menulis meskipun mungkin tulisan yang dihasilkan dianggap alaylah, jelek, berantakan, buat orang mual-mual dan lain-lain. Tenang, obat terampuh untuk mengatasi itu semua ialah Bangun rasa percaya pada diri sendiri!

    Cerita sedikit ya tentang bagaimana pengalaman saya bangun kepercayaan diri di dunia menulis ini.

    *Tahun 2015 adalah rasa ketertarikan saya untuk terjun kedalam dunia yang ternyata sangat menyenangkan. Di awali dahulu ikut komunitas menulis online dan hingga di pertemukan oleh seorang Mentor yang baiknya kebangetan, selalu memberikan motivasi serta inspirasi buat say, beliau adalah Brili Agung, bersyukur dipertemukan dengan mentor yang satu ini, didikannya penuh keseriusan gak main-main! Gak percaya? Tanya ka Saly Gih gimana caranya jadi muridnya seperti saya ini hehehe.
    Dan ada satu moment dimana beliau mengajarkan diri saya untuk menumbuhkan rasa percaya diri yakni membuat Deklarasi. Bahkan saya membuat deklarasi pertama dengan rasa percaya diri, di tulis sebesar-sebesarnya dan yang pastinya harapan saya untuk jadi penulis dituangkan di dalam Deklarasi saya. Saat itu disuruh foto sama orang lain sebagai saksi, dengan mencoba PD abis (kebetulan dulu saya mahluk yang pemalu hehehe) saya mengajak teman sekelas dikelas buat foto bareng serta minta foto sama keluarga (terdiri dari mbah saya serta keluarga yang lain), saat itu saya mikir, “Gue harus ngasilin karya nih, udah foto-foto begini masa gak jadi?” Dan disitulah semangat saya tumbuh.

    *Menulis lewat Blog pun saya lakoni salah satunya untuk mengasah kemampuan menulis saya. Saat itu saya berpikir bagaimana caranya agar orang lain mau membaca tulisan saya? Sementara diri ini belum jadi apa-apa! Yapz, pemikiran itu yang membuat saya mencari cara initinya orang tahu kalau Gue Nulis!
    Dengan memanfaatkan sosial media, link tulisan saya diblog mulai saya bagikan, rajin bener tiap hari gak perduli orang bosen atau seneng hehehe. Parahnya terlalu percaya diri saya tidak hanya membagikan link tulisan blog saya di Facebook ataupun Instagram, tetapi BBM, Watshapp, Nginboxin temen FB yang lagi online cuma bilang, “Izin share tulisan aku ya.” Dan parahnya sayapun mensharenya lewat sms di kontak telepon saya

    *Ketemu teman lama maupun baru disela-sela ngobrol saya pun kerap menjuruskan soal menulis, dan mulai aksi promo “Gue nulis nih di blog, mau baca gak?”
    Tanggapan mereka bermacam-macam, ada yang senang, ketawa bahkan geleng-geleng. Buat saya gak masalah! Yang penting Percaya diri dah!

    *Rajin nulis diblog dan saya share disosmed terus saya lakukan hingga saat ini, percaya diri saja intinya sama apa yang kita tulis. Gak usah malu meski tulisan masih acak kadut, terus saja nulis meski jarimu hampir bernanah.

    *Sering-seringlah minta kritik dan saran atas tulisanmu kepada orang lain. Terimalah apapun tanggapan mereka, mau asem, pedes, pahit maupun manis. Bersyukurlah atas kritikan mereka, yang penting ambil baiknya dan tetaplah percaya bahwa tulisan berantakan saat ini adalah salah satu proses menuju cakepnya tulisan dimasa mendatang.

    *Naskah di tolak jangan kendor!
    Novel pertama sayapun pernah mengalami yang namanya penolakan di penerbit mayor,
    Saat itu saya do’a dan minta sama Allah, meski naskah tersebut di tolak sama Mayor, jika karya saya baik maka minta dimudahkan bisa terbit dengan jalan lain.
    Alhamdulillah Allah mudahkan dengan cara Indie, dan tantangan selanjutnya buat saya adalah bagaimana cara memasarkannya!
    (Mau pesan Novel saya di bit.ly/PesanNovelSHDLM )

    *Tantangan selanjutnya setelah menghasilkan karya (buku) sementara kita belumlah terkenal alias banyak orang yang gak tahu siapa kita jangan down, tetap saja harus pasarkan hasil karya kita, jangan minder harus percaya diri dong! Bagaimana orang mau percaya untuk membaca buku kita jika kita tidak mau percaya diri?
    Beruntung juga saya yang sangat awam tentang soal jual menjual dipertemukan sama teman yang menurut saya jago jualan buku secara online, beliau namanya Fatahillah tema satu alumni di MMO #3. Kalau mau kenalan sama beliau di bit.ly/WhatsappFatahilla siapa tahu nanti dimasukan di group jago jualan buku hehehe.

    *Membangun percaya diri itu seperti kita sedang berjuang meruntuhkan tembok besar yang menghalangi rasa percaya diri kita. Percaya deh, rasa percaya diri itu harus dibangun dan ini sangat penting baget buat kita sebagai seorang penulis. Karena intinya kalau kita percaya diri, pasti orang akan percaya bahwa kamu adalah seorang Penulis.

    *Ada 3 rahasia untuk menjadi penulis yakni Niat, Lakukan dan Konsisten!
    Ini yang saya dan Kak Indri terapkan di kelas nulis online kami yakni Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat bit.ly/DataMemberKelasNulisATM

    Jika membaca adalah jendela dunia, bahasa ialah kunci dunia, maka menulis adalah perjalanan untuk menjelajahi dunia.
    Bangun percaya diri sejak sekarang, biarkan dunia mengenalmu!

    Salam,
    Biarkan Pena Mengukir Sejarah

    Cikarang, 20 Oktober 2017
    Tumiesn

    *KMO Inspirator Academy