Temenan Saja Dulu, Siapa Tahu Jodoh.





Bicara soal jodoh gak pernah ada habisnya. Terlebih ketika usia sudah menginjak 20 tahun keatas.
Setuju?
Jika kamu setuju, silahkan lanjutkan lagi membaca tulisan ini sampai habis ya.

Dear kamu, para pemilik nama yang sering ditanya kapan nikah? apakah jodoh sudah dekat seperti uang bonus maupun THR cair pada waktunya? Sudah gak usah baper, galau apalagi ngenes yang sering disebut, "Hey Jones (Jomblo ngenes)". Saat usiamu mendekati angka yang sensitif, dek-dekan dan pikiran melayang kaya layangan dimana ditarik ulur hatimu hehehe, ayo bangkit dan lakukan hal yang terbaik saja dari pada duniamu yang harusnya luas menjadi sempit bagaikan baskom kecil yang hanya mampu menampung air beberapa liter.

face128face128face128

Jodoh itu benar-benar misteri, sesuatu yang tersembunyi dan dapat terungkap siapakah nama yang fotonya akan bersanding dibuku nikah dengan fotomu dan itu benar-benar jelas terlihat manakala "Hai Mblo... waktu jomblo sudah habis!" Alias kamu dan dia sudah resmi berstatus kekasih yang pasti dipersatukannya bukan sekedar,
"Gue suka Loe, mau gak jadi pasangan gue sampai mati!"
"Mau gak jadi pacar aku?"
"Jalanin aja dulu, nikah mah nanti-nanti saja. Yang pasti kita jadian."

Dan blablabla..... sampai berharap rumput yang berwarnakan kuning menjadi hijau kembali.

Untuk cara penemuan maupun penjemputan jodoh pasti berbeda-beda ya.
Ada yang sudah bertahun-tahun jalanin saja bisa aja ya sudah akhirnya dipersatukan.
Ada pula yang gak jalanin apa-apa, alias baru bertemu tiba-tiba ngajak seriusan.
Ada juga yang proses bertemunya adalah ketika bokap nyokap alias emak bapaknya yang menjodohkan anak-anak mereka, dan masih banyak lagi ya, dan semua itu pun pasti ada warna dan kejutannya.

Tetapi untuk kali ini saya akan membahas salah satu contoh berlabuhnya jodoh. Dan jika kamu penasaran beserta gemas membacanya, lanjut terus ya... tetapi diharap semoga tetap masih bernafas hehehe.

face16face16face16

Kebayang tidak jika jodohmu adalah teman baikmu?
Orang yang sudah kamu kenal lama maupun baru beberapa purnama?
Kalian adalah teman yang baik, tak ada angin maupun hujan nyatanya tiba-tiba kalian sudah berada dipelaminan.Upzzz.. awas baper mblo! hehehe

Jodoh yang memang rahasia bisa saja membuka jendela pertemanan menjadi sebuah buku cerita baru yang akan tertulis menjadi sejarah tersendiri. Kamu dan dia yang sekedar menjalin pertemanan nyatanya jodoh. Dia yang kamu kenal baik nyatanya yang terbaik.
Nah, jadi saat kamu berteman baik dengan seseorang maka bangunlah sesuatu yang saling membangun, menumbuhkan semangat bukan galau-galauan yang tak jelas. Kamu dan dia satu sama lain saling mengenal baik tentang diri sendiri maupun keluarga masing-masing dan ini sangat cocok buat kamu yang gak perlu muter-muter kepoin si doi lewat sosial media ya hehehe.

Jadi, temenan saja dulu, siapa tahu jodoh dan bertemanlah dengan baik. Saling mengingatkan hal yang baik-baik, mendukung satu sama lain.
Jodoh itu sesuatu yang tersembunyi dan perlu dicari. Jadi, siapapun kamu yang membaca tulisan ini dan sedang menanti si doi, tetaplah semangat pantaskan diri. Coba lirik kanan maupun kiri, siapa tahu salah satu teman baikmu adalah jodoh yang masih tersembunyi face01

Cikarang, 22 Juli 2017

Tumiesn

"Selanjutnya Insya Allah dibuku Tumiesn yang akan datang, mohon do'anya teman-teman face02face02"






    Yang Serius, pasti yang pasti-pasti




    Tak usah risau manakala yang kau suka memilih berlalu.
    Jangan biarkan semangat juang menemukan cintamu melepuh.
    Tidak perlu sibuk menanti yang tak pasti, jangan terpancing kedalam lubang menggantung hati beralaskan cinta.

    Yang serius pasti yang pasti-pasti.
    Pilihlah seseorang yang kelak dengannya Allah semakin dekat denganmu.
    Terimalah seseorang yang mau berjalan dan berjuang bersama.
    Ia yang senantiasa siap menuntun dan mengajakmu dalam kebaikan.

    Dengannya kau akan tahu dan mengerti kasih sayang.
    Seseorang yang ketika bersama keluarga wajahnya begitu riang.

    Cikarang, 13 Juli 2017
    Tumiesn


    #ProjectNulis
    #jodoh




    Karena Jatuh cinta banyak rasanya





    Pernahkah kamu merasakan yang namanya jatuh cinta?

    Mungkin ini sepenggal pesan yang semoga bermanfaat dari ku untukmu, tentang cinta yang bukan sekedar cinta semu. Sini mendekat, ku harap engkau membacanya penuh dengan semangat. Seperti aku yang kini sedang menuliskan pesan ini penuh rasa. Sebuah perasaan yang ku sadari nyatanya Jatuh cinta banyak rasanya, bak gumpalan awan yang menggantung di langit, mempesona, membuat jari-jemari rasanya ingin meraih dan memeluk setiap gumpalan putih itu.

    Karena cinta memang banyak rasanya, warna-warni membius mata. Nyaman, teduh membanjiri setiap ruang-ruang hati dan gemetar dada ini seakan tengah bertempur dengan sel-sel darah. Aku sadar, jatuh cinta ini telah datang dan semoga tidaklah terlambat.

    face128face128face128

    Cinta tidaklah pernah berbasa-basi, dan saat pertama hati meyakini bahwa seluruh ruang yang tertutup namun paling perasa ini menyadari akan cinta yang telah tumbuh, pastilah tak ingin sedetikpun berpisah atau berlalu. Ingin selalu bersama-sama dalam kenyamanan dan ketenangan jiwa.

    Ini cinta yang menurutku lebih indah, penuh dengan warna, terangnya tak mampu tertandingi dan inilah cinta yang sebanarnya. Jika Dia sudah mencintai hamba-Nya, pastilah jalan hidup terasa nikmat dengan lurusnya perjalanan meski onak dan duri pasti selalu ada.

    Aku sadar, setelah hati menjatuhkan rasa, pasrah kepada-Nya, pastilah hidup ini akan terasa lebih tentram dan percikan air saja rasanya membahagiakan. Nyatanya, karena jatuh cinta banyak rasanya ada asam, manis, perih dan yang pasti nikmat tetaplah menyapa. Sadarku jatuh cinta kepada Allah banyak rasanya.

    Saat sedih maupun gembira Allah selalu hadir, Dia tak pernah pergi.
    Saat sendiri, sebenarnya tidaklah sepi. Karena Allah selalu membersamai.
    Ketika hilang arah, cemas, takut menggigil sekalipun, Dia menenangkan dengan banyak pertolongan.
    Manakala khilaf menyergap, mata rabun akan jalan benar, sekali lagi Allah menunjukan yang sebenarnya bahkan Dia tak pernah pelit untuk memberikan kesempatan agar hamba-Nya kembali kejalan benar.

    Sadari diri bahwa setiap nafas ini hadir tidaklah terlepas dari cinta-Nya.
    Terkadang malu pada jiwa ini yang banyak maunya, dan tak kalah lagi banyak dosanya.

    Ya Allah,,, bahwanya sadarku jatuh cinta banyak rasanya.
    Engkau berikan rasa yang tak dapat terhitung lagi jumlahnya, nikmat cinta dari-Mu begitu berlimpah.

    Sadarku, karena jatuh cinta banyak rasanya. Semoga aku dan kamu yang membaca tidak tertinggal apa lagi terlena akan waktu yang sangat sebentar ini. Percayalah dalam keyakinan bahwa Dia selalu memberikan yang terbaik. Dan tugas kita sebagai hamba-Nya adalah menjadi yang terbaik dalam menapaki persinggahan sebentar ini.
    Semoga aku, kamu adalah hamba-hamba-Nya yang dirindukan oleh Surga-Nya.
    Bertemu dengan-Nya dan juga kekasih-Nya.

    Cinta dari-Nya banyak rasanya, mari berjuang menjadi warna yang terbaik untuk persinggahan ini.
    Semoga kita tidak terlambat akan kesadaran diri bahwa untuk apa kita tercipta.


    Cikarang, 12 Juli 2017
    Tumiesn





    DAUN PINTU HATI




    Gerombolan penghias langit yang saling girang semakin terekam
    Beradu memamerkan keceriaan dengan terang benderangnya yang tak terelakan
    Jadi saksi menawan untuk setiap jiwa yang mestinya tak perlu gemar sedih dalam kesendirian
    Awan, ia menyentuh hati lewat mata untuk menyadarkan sempitnya kesepian

    Dipijaki bumi dengan gemas menanti hati
    Mata terbuka lebar-lebar mengenyam yang dipandang
    Tersenyum melihat awan yang memeluk dari kejauhan
    Deburan ombak santai penuh kelembutan menenangkan rasa yang tengah dalam kesendirian
    Hati bernyanyi ditemani burung-burung yang saling menyapa di awang pantai

    Tak perlu sedih manakala jiwa harus berjuang untuk sepotong hati dalam kesendirian
    Pantaskanlah diri maka kelak akan dipantaskan
    Rekamlah hari dengan jendela kebahagian
    Bukalah daun pintu hati untuk yang terbaik

    Daun pintu hati akan ditemukan oleh gambaran diri Tak perlu risau apa yang tengah bergulat di sanubari
    Perhatikan awan yang menggantung di atas pantai
    Gumpalan putih itu saling bercengkrama tak pernah merasa kesepian
    Lalu, perhatikan kembali hati masing-masing

    Tak perlu sedih jika sepi menyeret hari-hari
    Pedihlah jika jiwa beserta hati habis oleh waktu tak berarti
    Jadikan yang terbaik daun pintu hati dan mata

    Bandar Lampung, 1 Juli 2017
    Tumiesn