Belajar kompak dari Bazar, B4





Meski kebanyakan sedang menjalankan ibadah puasa. Ditemani terik matahari yang menyengat, dan harus tetap aktif sejak siang sampe hari mendekorasi stand. Yapz, tanggal 28 Mei 2017 adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh mahasiwa manajemen semester 6. Sehingga kegiatan seru ini pun mendapatkan nilai dan jika menarik perhatian juri maka akan menjadi pemenang 1, 2 dan 3. Tetapi, bazar wajib kali ini kelas kami belum beruntung hehe.




Unik iya, unik banget. Satu stand menyajikan banyak jualan hehe. Kebetulan stand kami mendapatkan nomor urut 5. Kami menjual beberapa aneka yang alhamdulilah sekitar jam 17:30 WIB sudah habis.
Diantaranya :

1. Es kuwut bali, nah ini minuman pertama kali saya coba dan asli enak banget. Mendekati jam berbuka puasa minuman ini sudah habis terjual dan bahkan pembuatnya saja gak ke bagian hehe. Penjualan yang terjadi tidak lain adalah karena kekompakan teman-teman semua.

2. Sate maranggi

Dan ini sate belum sempet di cobain udah abis hihihi. Ludes tak tersisa. Keren!

3. Soto Batok

Ini juga soto yang tempatnya terbuat dari batok kelapa. Dan lagi-lagi belum sempat nyicipin udah kehabisan duluan. Ooh ya kebetulan saya gak ambil gambarnya hihi.

4. Gorengan, ada tahu lho. Bukan tahu biasa tetapi ajaib hehe

Gorengan bukan sembarang gorengan ini pun yang dijual 1 pcs dengan harga Rp. 2000 ini pun tak kalah habis tersisa. Alhamdulillah


5. Jilbab, khiasan bunga, dan tempat tisu
Ini pun gak kalah menarik guys, sayangnya lagi-lagi tidak sempat dokumentasi dan alhamdulillah juga laku.

6. Perpus Stand
Nah, Kalo ini adalah salah satu konsep yang pasti bertujuan untuk membuka jendela dunia ya hehe. Agar semakin banyak lagi minat baca di negri ini.


Perpus Stand sendiri terdapat 32 buku yang bisa dibaca di tempat dan juga ada Novel Sepotong Hati di Lereng Merapi Karya saya mejeng dan menyapa pembeli alhamdulillah beberapa pcs bisa dibawa pulang oleh mereka.




Terima kasih buat teman-teman baru yang saya kenal satu bulan ini. Saya belajar kompak dari bazar bersama kalian. Mulai dari dekorasi stand, cari pernak-pernik, belajar promosi dan lain-lain.

Semoga kita menjadi jiwa-jiwa pengusaha ya. Aamiin
Selalu semangat kelas B4.


Cikarang, 31 Mei 2017
Tumiesn




    Menikah bukan kendala untuk tetap melanjutkan pendidikan




    Menikah adalah sebuah penyatuan tentang seorang lelaki dan wanita. Jika belum menikah masih sendiri alias jomblo! Maka saat ikrar diucap kata jomblopun meluntur, dan akhirnya berdua bersama dengan seseorang yang ditakdirkan jodoh bersanding untuk melengkapi sepotong hatinya.
    Dan menikah bukanlah akhir dari terhentinya mimpi-mimpi, justru dengan adanya menikah semuanya akan lebih indah karena membangun mimpi bersama kekasih halal.

    Kali ini saya akan menceritakan kisah inspirasi dari seorang teman yang bagi saya ini sangat menginspirasi saya dan semoga buat kalian para pembaca. Beliau bernama Ade Bahtiar Rivai yang jika di kelas B4 akrab dengan sapaan papa hits! Yapz, salah satu mahasiswa yang kebetulan satu kelas dengan saya ini memanglah seorang suami dari Haryani Fitri. Dan Istrinya tidak lain adalah tetangga kelas.

    face128face128face128

    Saya mengenal sosok kak Ade ini sudah sekitar setengah tahun lalu bertemu di komunitas yang sama. Setelah ngobrol-ngobrol dan ada hal yang ingin saya angkat lho, kisah inspirasi ini buat saya nyess, takjub!

    Meski sudah menikah dan dikarunia seorang putri yang bernama Afika Dzulfa Bahtiar berusia lima tahun ini, Ka Ade tetap kuliah lho yang sekarang semester 6 di jurusan manajemen. Dan serunya lagi istrinya pun kuliah di jurusan yang sama, kampus yang sama, semesterpun sama, dan kelasnya hanya tetanggaan alias sampingan! Seru dan takjubkan?
    Yapz, menurut saya ini keren! Karena nyatanya dengan menikah bukanlah sebuah kendala untuk tetap melanjutkan pendidikan guys! Buktinya teman saya ini, beliau yang juga seorang buruh pabrik dan memiliki beberapa usaha diantaranya Olshop, franchise makanan siap saji, jualan peralatan rumah tangga dan ada rencana buka usaha lain! kerenkan? Benar-benar seorang suami dan bapak yang berjuang ya demi kebutuhan hidup dan juga tidak lupa mementingkan investasi dari leher ke atas yakni Ilmu.

    Saat saya tanya, "Kak apa motivasimu kuliah?"
    Beliau menjawab, "Untuk memperdalam ilmu dan keahlian."

    Yapz, karena ilmu itu perlu banget gusy, karena bibit yang baik dengan memiliki ilmu pastilah akan melahirkan anak-anak yang baik pula, cerdas.
    Sayapun tidak lupa bertanya untuk soal pembagian waktu antara bekerja, usaha, kuliah dan yang penting itu soal keluarga. Terlebih putrinya yang masih imut-imut jika senin dan selasa malam harus ditinggal ayah ibunya buat menimba ilmu hehe.

    Kak Ade menjawabnya simple, "Untuk soal pembagian waktu beliau memilih membiarkan apa yang dihadapannya mengalir saja sebagaimana semestinya."
    Jadi, intinya kakak yang satu ini tetap berusaha melalukan yang terbaik untuk perannya sebagai seorang suami, ayah, karyawan, pemilik usaha, dan juga seorang mahasiswa.

    Dari kisah ini saya menyimpulkan hal sederhana tapi luar biasa,
    Menikah bukan kendala kok untuk sepasang suami istri tetap berkarya, berjuang bersama, berprestasi, membangun mimpi-mimpi bersama agar lebih kuat, dan pendidikan yang nyatanya memanglah sangat penting.

    So.. siapapun kamu dan dimanapun berada, jangan pernah pupus harapan ataupun minder dengan sebuah kondisimu ya! Apapun pekerjaanmu maupun statusmu. Semua orang memiliki hak yang sama untuk menjadi manusia yang lebih baik. Tebarkan manfaat dimuka bumi ini dan terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

    Dengan menikah justru mencapai mimpi-mimpi akan lebih kuat.
    Semoga Kak Ade dan Istri sehat selalu, sukses terus, dapat menyalurkan ilmunya ke generasi selanjutnya, dan langgeng terus.


    Cikarang, 30-5-2017
    Tumiesn


    Tag :Menikah




    Sepotong Hati, di mana letakmu?




    Ku cari kau yang belum bernama
    Ku nanti kau entah dimana
    Lereng-lereng cinta menguap sudah
    Bisikan rasa ini,tentang Sepotong Hati

    Ribuan senja ku lewati
    Berdiri seorang diri tanpa seorang kekasih
    Sekat-sekat dingin meluas, membekukakan hati
    Telah ku temui hati yang masih berkabut pertanyaan

    Jika jarak membentang luas, kepakanlah sayapmu hampiriku
    Bila jarak mu nayatanya dekat, berjalanlah cepat raih jemari ini

    Kupu-kupu cinta telah mengudara menjumpai rasa
    Teduh fajar menyejukan mata
    Engkau Sepotong hati titipan cinta dari-Nya
    Berapa lagi harus ku hitung senja untuk menanti rasa?

    Sepotong hatiku, dimana letakmu?

    Cikarang, 29 Mei 2017

    Tumiesn
    "Puisi untuk Novel Sepotong Hati di Lereng Merapi "




    Kelas Nulis Asik, Ramadhan harus tetap produktif





    Tak ada kata yang indah selain syukur.
    Bahagia itu sederhana, temukan sesuatu yang loe banget dan yang pasti selalu di jalan Allah, hidup berkah yang utama.


    Alhamdulillah ya, tanggal 27 Mei 2017 adalah hari Pertama puasa di tahun ini.
    Ooh ya, meskipun sedang menjalani ibadah puasa gak boleh males-males ya apalagi dari pagi ampe magrib tidur. Kan gak lucu! Hihi
    Jadi, manfaatkan moment puasa ini untuk ibadah lebih khusuk lagi ya guys.

    Dari pagi sampe siang harus mantengin monitor di tempat kerja dan sore adalah jadwal buat ngisi kelas Nulis Asik di SMK Teknikom Cikarang.
    Seperti biasa mau menyapa adik-adik ku yang syantik-syantik dan guanteng-guanteng.

    Sabtu kemarin dibuat tercengang saat tiba di Sekolah liat mading.


    Mading yang udah lama tidak berfungsi itu, kini oleh anak-anak Kelas Nulis Asik di buat sebaik mungkin, Kreatif, dan Isinya wow, terharu.
    Mereka adalah adik-adik yang antusiasnya tinggi meskipun awalnya saat Pertama masuk di eskul yang saya bimbing itu karena terpaksa. Tetapi setalah 2 kali pertemuan dan ketiga kalinya saya tanya lagi mereka bilang udah suka. Dan kedatangan mereka pun adalah keseriusan buat belajar.



    Pertemuan dari jam setengah empat sore sampai jam lima sore kemarin saya isi dengan bermain diksi dari satu kata. Satu kata yang di kembangkan menjadi kalimat dan minimal dua baris. Dan saya bilang terserah mau jadi puisi, pantun dan lain-lain. Unik-unik sih hasil permainan satu kata yang saya kasih waktu 10 menit .
    Dari hasilnya pun menurut saya awal yang bagus untuk sebuah permulaan.
    Dan satu kata yang saya berikan dan wajib mereka kembangkan pun beda-beda dan lucu, diantaranya : Alam, Melati, Tembok, Merpati, Daun, Bersama, Jerapah, Harimau, Gajah, Belalang, Dinosaurus. Dan ternyata permainan itu pun buat mereka ketagihan.
    Ini pun adalah salah satu cara saya dalam mengasah, pembendaharaan kata. karena menulis itu Asik.

    Meski bulan Ramadhan harus tetap produktif ya. Dan ini pun saya terapkan pada diri sendiri dalam belajar menulis. Yapz, buat saya yang pemula ini setiap hari harus belajar meski dimulai dari kata perkata hehe.

    Kelas Nulis Asik, sebuah komunitas di dalam sekolah SMK Teknikom yang semoga dengan ini adalah salah satu wadah saya dalam menebarkan virus menulis. Dan nama ini pun saya angkat karena dari apa yang dirasakan hati ini, karena memang menulis itu asik!

    Semangat ya adik-adik kelas Nulis Asik dan semoga cara ini sebagai pengembangan diri untuk menjadi lebih Kreatif, cerdas dan ulala kece. Semangat belajar hal yang membangun ya. Fokus akan pembelajaran formal maupun non formal. Salam sayang dari pembimbing yang masih belajar ini dan lebih suka di panggil Kaka hehehe.

    Ramadhan harus tetap produktif, kamu juga bisa! Yuk sama-sama jadi generasi Bangsa yang terus ingin tumbuh dan temukan passion mu ya.


    Cikarang, 28 Mei 2017

    Tumiesn





    Tak akan pernah menua






    Kau kayuh setiap jejak cerita masa
    Ditemani terik luka, tawa dan juga bahagia
    Duhai nama yang tak akan menua
    Jadilah penyihir sejati mencerdaskan anak bangsa

    Seluruh ruang hati kau buka lebar-lebar
    Daun-daun egois dibuang jauh-jauh
    Dinding-dinding ikhlas dihati menyeruak menjadi satu
    Melambai, memeluk dan menebarkan virus yang tak akan dimakan senja

    Wahai mata, kaki, wajah dan hatimu yang selalu ceria
    Sungguh cintamu pada pendidikan demi anak bangsa begitu mulia
    Ketulusan jemari semangatmu tak pernah tumbang dimakan lelah
    Wajah fajarmu tetaplah berkibar demi masa yang lebih indah

    Ku sorot setiap lingkaran ceriamu dalam berbagi
    Terbingkailah dalam kenangan yang tak akan usang
    Wahai guru berhati mulia nan bersahaja
    Kau tak akan pernah menua dimakan usia

    Cikarang, 9-5-2017
    Tumiesn

    "Puisi untuk seluruh guru yang sangat berarti dan memiliki peran penting dalam kehidupan setiap anak bangsa"






    Geng Maminuni





    Memutuskan pindah kelas di kampus karena beberapa alasan memang gak mudah. Terlebih udah lima semester bareng-bareng sahabat di kelas sabtu dan minggu. Dan di awal semester enam akhirnya memutuskan untuk pindah kelas senin malam dan selasa malam, (anak kelas malam bukan anak malam ya! hehehe).

    Dua minggu setelah masuk kelas baru alhamdulillah sudah memiliki tiga sahabat.
    Namanya Isnu dari Cilamaya Karawang dan kebetulan kalau Isnu ini memang kami sudah bersahabat lama kebetulan berada dalam ruang lingkup komunitas yang sama hehehe.
    Itu loh Isnu pemilik blog 'Muslimah Daily Journal' yang tulisan-tulisannya inspiratif banget, kebetulan sahabat saya yang satu ini adalah salah satu pengurus Kampung Blog, komunitas yang saya dirikan di Cikarang ini.

    Bersyukur juga meski anak baru (wajah lama) disambut hangat oleh teman-teman yang pasti keren-keren dikelas B mereka para pejuang mimpi yang dimana 99% adalah seorang karyawan. Kerja dari pagi sampai sore dan 06:30 WIB s/d 21:30 WIB harus mencari segunung ilmu atau segudang ilmu ya? hehe yang pasti insya Allah niat kami bekerja dan melanjutkan pendidikan itu salah satunya agar jadi manusia yang lebih baik dan menjadi anak bangsa yang berguna. aamiin.

    Ooh ya, bersyukur juga nih dua minggu masuk kelas baru langsung punya geng. Namanya "MAMINUNI" yang terdiri dari 4 wanita syantik (termasuk saya gak ya syantiknya?hehehe) mereka itu inspiratif banget deh! Kritis kalau soal belajar dan solidaritasnya tinggi, makasih MAMINUNI.

    Maminuni

    A post shared by Tumiesn (@tumiesn23) on





    Nah, Maminuni ini sebenarnya singkat dari nama kami.

    1. MA -> Risma seorang gadis syantik yang jika dikelas agar bisa lihat dengan jelas harus pakai alat bantu, seperti saya ahaha.
    Nah, si Ma ini asli betawi cuma sudah lama banget ratusan purnama dia sudah menjadi warga Bekasi hohoho.

    2. MI -> Tumi , tahu sayakan siapa? kalo menurut akta lahir sih dulu saya lahir duluan dari mereka hehe.

    3. NU -> Isnu, gadis syantik dari Cilamaya yang super aktif di berbagai organisasi hehe. Seperti sudah dijelaskan di atas Isnu adalah seorang blogger.
    Nah, meksipun asal Cilamaya Karawang dia tetap kost loh di Cikarang demi mencari sesuap nasi dan segudang ilmu hehe.

    4. NI -> Erni, gadis syantik dari Bima Nusa Tenggara Barat. Asikkk saya nambah sahabat dari kota yang jauh lagi tapi dekat di hati haha. Dan kebetulan kini dia tinggal di Cikarang yang seperti yang lainnya untuk mencari sesuap nasi, segudang ilmu dan sejuta pengalaman haha.

    Makasih buat Maminuni yang hadir mewarnai hari-hari seperti blog saya ini. Sudah menerima saya masuk ke kotak persahabatan kalian yang inspiratif banget. Solidaritas tinggi. Dan sering saling menasihatin ketika rasa lelah tiba karena semakin hari tugas semakin menumpuk.

    I love you sahabat-sahabatku.

    Geng Maminuni 4 wanita yang selalu tertib kok jika berkendara dengan roda dua.. Ciusssss!

    Cikarang, 24-5-2017
    Tumiesn



    Tag :Maminuni




    Menulis cara penulis menjelajahi dunia!





    Jika buku adalah jendela dunia.
    Bahasa adalah kunci dunia.
    Maka, menulis adalah jalan untuk menjelajahi dunia!

    Pernah membaca sebuah karya yang membuatmu terpana? Menganga lebar? Terbawa ke alam gaya bahasa yang disampaikan oleh penulis lewat buku itu? Menangis, tertawa, atau bahkan tertampar?
    Jika pernah, selamat kamu masuk ke alam penulis yang telah menuangkan ide berliannya penuh rasa.

    Seseorang akan dikatakan 'Dia penulis!' dengan syarat harus terus berlatih menulis dan melahirkan karya. Tidak beda jauh dengan sebutan 'Dia penyanyi' otomatis orang tersebut harus menyanyi, gak perduli soal pandai atau tidaknya! Yang penting adalah bagaimana dia berproses untuk terus belajar menyanyi. Penulis pun begitu. Gak cukup sekali dua kali menulis atau melahirkan karya, tetapi berkali-kali! Sampai dunia tahu, "Dia penulis lho!"

    Salah satu hal ajaib yang dimiliki oleh seorang penulis adalah Ia bisa menjelajahi dunia meski baru lewat tulisan. Dengan ide dan caranya menuangkannya, seorang penulis seakan-akan telah menjelajahi dunia serta mengajak pembaca masuk ke alamnya. Ya, menulis itu ajaib. Dan masuk ke dalam dunia ajaib ini seperti menemukan air dipadang pasir yang gersang dan tandus! Sepakat!

    Terkadang imajinasi penulis itu bisa menjadi gila tak terkendali. Gila yang saya maksud adalah kaya akan ide berlian yang siap digoreskan di lembaran calon karyanya. Hanya menyebut satu kota, penulis bisa saja menjabarkannya sedetail-detailnya, meskipun mungkin saja penulis itu belum pernah mengunjungi kota, negara atau bahkan belahan dunia lain! Karena apa? Karena Allah yang Maha segala-Nya telah menitipkan hal ajaib itu keotak penulis yang diikuti oleh hati. Sehingga menghasilkan sesuatu yang penuh dengan rasa.

    Menulis adalah cara penulis menjelajahi dunia.
    Ini adalah hal aneh yang terkadang saya sendiri merasakannya.
    Jika penasaran dengan sebuah kota, maka dengan tinta dijabarkanlah kota itu. Seakan-akan saya bisa berjalan kemanapun mau, hehehe.
    Menjelajahi dunia dengan imajinasi dan dituangkan oleh goresan pena, serta berdo'a :
    Kelak saya bisa kekota itu, ke Negara itu dan lain-lain. Asal jangan bercita-cita ke Neraka ya! hehehe.

    Menulis itu benar-benar Asik, Ajaib dan Aneh (3A)
    Dengan menulis kita bisa dikenal dan mengenal. Masuk komunitas kepenulisan saling bertukar wujud karya meski belum bertemu rupa sesama penggores pena.

    Jatuh cinta dengan dunia menulis itu luar biasa, berkarya tanpa sekat.
    Berimajinasi tanpa batas, dan semoga dengan cara menulis menjadi ladang pahala hingga akhirat. Aamiin.

    Salam On Fire untuk para guru menulis dan rekan-rekan sesama penggores pena.
    Menulis cara penulis menjelajahi dunia!

    Cikarang, 12-5-2017
    Tumiesn







    Kerja sambil kuliah? Siapa takut!






    Bekerja untuk menyambung kehidupan ketika masa remaja telah lewat adalah sebuah keharusan bagi seseorang untuk melatih masuk kegerbang kehidupan dewasa. Karena dengan bekerja ia akan terlatih dengan setiap kondisi yang terdapat diruang lingkup kerja. Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan biaya hidup! Bukan begitu?

    Saat lulus sekolah menengah kejuruan atau sekolah menengah atas, setiap anak akan dihadapkan dengan beberapa pilihan, diantaranya :
    1. Melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi
    2. Bekerja
    3. Memilih menjadi pengangguran
    4. Menikah

    Dari empat point pilihan tersebut, dibenak setiap orang yang telah memasuki gerbang baru akan berpikir :
    Gue mau kemana?
    Melanjutkan sekolah pasti butuh biaya?
    Bekerja pasti dapat uang, tetapi persainganpun gak bisa didustakan!
    Jadi penganguran, pasti nambah beban orang tua.
    Menikah? wah apa iya? sudah siap mental dan sebagainya?


    Nah, jadi semua itu pilihan masing-masing ya guys.
    Untuk artikel ini, saya akan mengambil point yang tengah-tengah.
    Mau tahu?
    Lanjut terus ya...

    Setelah dinyatakan lulus sekolah menengah kejuruan. Keinginan terbesar saya saat itu adalah pengen kuliah! Tetapi karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, saya pun memilih bekerja dulu.
    Pindah kerja sana-sini dan bermacam-macam cerita anak perantauan yang jauh dari orang tua.
    Lagi-lagi persoalan ekonomi, tetapi saya tetap menggantungkan impian untuk melanjutkan pendidikan!
    Dan akhirnya Ketika teman-teman seangkatan masa SMK sudah menyandang gelar sarjana, saya justru baru masuk ketahap pertama (Mendaftar kuliah). Buat saya, no problem!
    Mungkin kamu juga begitu?

    face128face128face128

    Kerja sambil kuliah
    ? Siapa takut!
    Justru dua hal ini akan menjadi tantang tersendiri.
    Dari pagi sampai sore bekerja, malamnya kuliah.
    Atau ambil kelas karyawan dihari libur (akhir pekan)!
    Hal ini justru akan membijakan dirimu sendiri.
    Karena apa?
    Jika kerja sambil kuliah, kamu akan mengerti bagaimana sebuah perjuangan.

    Tahun 2016 lalu, saya pernah menulis artikel Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan dengan alasan sebagai motivasi buat diri sendiri dan semoga juga bisa memotivasi bagi yang membaca. Karena, bekerja sambil kuliah itu adalah sebuah perjuangan yang benar-benar WOW!
    Tetapi, jangan takut! Tunjukin kalau kamu bisa. Meski mungkin waktumu tersita banyak diruang lingkup pekerjaan untuk menyambung hidup dan sisa waktumu harus disediakan untuk sebuah pendidikan.

    Jangan pernah takut untuk melakukan hal yang baik dan mencerahkan masa depanmu.
    Teruslah kejar mimpi meski kayuhan langkahmu terasa berat.
    Jika lelah sedang menyergap, kembalikan lagi ingatanmu tentang mimpi apa yang pernah di ucap!
    Jangan takut akan waktumu yang hilang karena terbagi-bagi antara pekerjaan dan pendidikan. Tetapi, takutlah jika waktu dua puluh empat jammu hilang begitu saja tanpa ada manfaatnya.
    Meski bersusah payah menjadi seorang pekerja dan mahasiswa/i, itu adalah salah satu cara untuk membangun bangsa lewat sebuah pendidikan lho, dengan caramu!
    Jadi, Jangan pernah takut!

    face128face128face128

    Meski kamu seorang pekerja dan seorang mahasiswa/i yang katanya waktunya udah full antara bekerja dan belajar. Kamu juga masih bisa untuk terus mengembangkan diri lho! Misalnya ikut organisasi di kampus atau di luar kampus. Karena semakin aktif dirimu, akan banyak hal ajaib dikehidupanmu.
    Salah satu hal paling menakjubkan dihidup ini adalah dipertemukan dengan orang-orang yang se-Visi, se-Misi dan se-Value.




    Manfaatkan waktu mudamu untuk hal yang bermanfaat dan menakjubkan ya!
    Semangat berkarir dan berprestasi!
    Jadilah generasi yang terdidik dengan cinta, kejujuran, etika, agama, moral, kecerdasan yang terus diasah.
    Maka berkilaulah sebuah Negara!

    Cikarang, 11 Mei 2017

    Tumiesn
    Salam untuk generasi muda.





    Mantan tak bernama #part 3




    Pamit mundur






    Fajar kembali datang mengundang pagi.
    Membuka jendela mata yang masih enggan menatap keadaan.
    Pagi ini ku temui sebuah kotak kenangan.

    Aku pergi untuk mundur.
    Seperti halnya pikirmu, mungkin.
    Tak mampu lagi ku telusuri jalan pikiran yang tak sama.
    Karena jalanmu masih enggan menampakan untuk maju berjuang.

    Ku lepaskan rasa diantara keseriusan.
    Ku Ikhlaskan kenangan yang pernah menuan dihati.
    Aku, pamit mundur!

    Tak akan lupakanmu sebagai insan yang pernah menjadi peneman rasa.
    Tak akan hapus namamu, hanya saja ku ikhlaskan namamu bersanding dengan nama yang lain.
    Aku pamit mundur.

    Hari-hari lalu adalah sebagai penguji.
    Layar yang menampakan sebuah pilihan menuju kedewasaan, maju atau mundur?
    Saat rasa tak saling berjuang, tak ada tanggapan, lalu untuk apa saling menunggu?
    Baiknya, mari kita saling pamit mundur.

    Mundur bukan berarti kalah!
    Ini adalah cara terbaik, agar aku ataupun kamu temukan yang sebenarnya.
    Pada akhirnya, yang serius adalah yang tak pernah enggan untuk berjuang.

    Cikarang, 3 Mei 2017
    Tumiesn