Kelas Nulis Asik, SMK Teknikom





Dari mereka saya belajar...

Cikarang, 29 April 2017 adalah pertemuan pertama dengan adik-adik kelas 10 dari beberapa Jurusan di SMK Teknikom. Mereka yang saya minta, "Panggil saya Kakak saja, biar Kaya seumuran." hehe

Kesempatan ngisi kelas di SMK rasanya itu bahagia. Senang bisa ketawa bareng, sharing ilmu yang saya dapat, karena mengajar adalah proses belajar, Insya Allah cara ini akan membuat saya semakin jatuh hati untuk dunia menulis. Menularkan virus nulis di Cikarang adalah salah satu mimpi sejak lama.

Saya memberikan nama kelas Nulis Asik karena menurut saya nulis itu asik, gak kaku, gak serem, dan gak susah kok. Intinya bahagia, ceria dan serius ini menyenangkan, dan buat ketagihan.


Banyak yang saya temukan ilmunya dari belajar mengajar ini :
1. Sharing secara online dan offline pasti beda ya. Lebih greget offilen ternyata hihi

2. Belajar public speaking, yang pasti ini masih berantakan dan harus dilatih hihi. Sejak kecil saya suka sekali melihat orang sebagai pembicara.

3. Pendekatan dengan beda generasi.
Saya pernah STM seperti mereka, hanya beda usia #Eeh

4. Belajar komunikasi dengan audiens
Mereka adalah audiens, yang bukan sekedar pengendara atau penonton. Tapi teman yang kemarin saya dekatin satu-satu dengan metode kelas Nulis Asik.

5. Memperbanyak teman
Kenal mereka jadi tambah temankan hihi

6. Dan masih banyak lagi hal yang didapatkan, ternyata memang benar mengajar itu seru. Karena mengajar adalah proses belajar.

Semangat buat adik-adik kelas Nulis Asik, baru bertemu saya 30 menit sudah dikasih tugas ya hihi semoga gak kapok. Ditunggu semuanya 28 anak harus punya 1 blog dan minimal 1 artikel di blog kalian, sampai bertemu lagi dua minggu kedepan dengan tugas yang diberi.
Karena ini juga sering saya terapkan di kampung blog, minimal 1 artikel setiap minggu hihi.

Sebarkanlah ilmu walau satu kalimat.
Dari pada ribuan paragraph ilmu dibiarkan menguap begitu saja.

[photo:2]

Semangat belajar untuk berkarya.
Belajar dari menulis, menulis untuk belajar.
Biarkan pena mengukir sejarah.


Cikarang, 30 April 2017
Tumiesn




    Ibumu, Ibuku menuju besan




    Mantan tak bernama #part 1




    Kencan Kangen




    Purnama tenggelam belum waktu




    Cinta tak seminus mata ini




    Sekuat sayang sampai Surga-Nya