Sama-sama Air, beda arti




Jodoh tak kemana




Wanita dan Masa depan





Jika dalam suatu Negara setiap wanita dididik dengan cinta, etika, agama, moral, kecerdasan yang terus diasah. Pastilah Negara itu memiliki aset penurus kaum Wanita Masa depan yang membawa ke peradaban lebih baik.

Wanita...
Kamu tahu kan siapa itu wanita?
Yang konon banyak orang bilang, mahluk jenis ini maunya di mengerti, bahkan samapai-sampai ada lagunya lho! Yakni "karena wanita ingin di mengerti"
Gak hanya wanita saja kok yang ingin di mengerti. Pria pun juga sama hehe.

Wanita pun adalah sosok yang paling menjadi pemaham yang luar biasa lho.
Perhatikan saja, bagaimana sosok ibumu yang luar biasanya memahami mu serta keluarganya.

*****

Wanita dan Masa depan.
Oke, kali ini saya ingin mengangkat soal wanita ya.
Kamu bayangkan deh, jika dalam sebuah Negara setiap wanita gak ada point-point di atas.
Sudah dapat dipastikankan Negara itu akan seperti apa, dan Bumi ini nasibnya... Ya sudahlah.

Bersyukur dalam sejarah Indonesia ada sosok Ra. Kartini yang terkenal dengan sejarahnya dalam membangun tentang wanita. Lebih jelasnya baca sejarahnya ya. Dan yang pasti di Indonesia banyak lagi kaum Wanita yang menjadi sosok inspirasi.

Ada yang bilang.

Udah, wanita mah di rumah aja. Gak usah aneh-aneh. Ngapain berpendidikan tinggi kalau ujung-ujungnya di rumah. Kasur, sumur dan dapur. Mungkin itu kalimat yang sering di dengar dari lisan orang-orang yang pesimis akan sebuah peradaban lebih baik.

Oke, itu hak semua orang dalam berpendapat.
Tapi, sebagai seorang wanita Jika mendengar itu rasanya pengen Jitak!
Wanita juga memiliki hak untuk maju dalam soal pendidikan, keterampilan dan hal-hal yang membangun. Meskipun memang pada dasarnya kodratnya akan menjadi ibu rumah tangga.
Tapi, apa gak bangga Jika punya anak, istri ataupun ibu yang menjadi sosok wanita menginspirasi tanpa melupakan kewajiban sebagai seorang wanita?

Wanita juga adalah sebuah penentu masa depan Negara dan rumah tangga.
Jika wanita baik, baiklah segala urusan.

Didiklah istri, anak wanitamu, dan juga arahkan ibumu kejalan yang lebih baik.
Dukung mereka menjadi manusia yang memiliki masa depan cerah.
Jika masa depannya baik, pastilah baik masa depan mu.

Pria adalah penuntun bagi wanitanya. Maka, dukunglah terus dia dalam hal yang baik untuk masa depan kalian.

Ibumu, ibumu, ibumu, baru ayahmu.

Jenis wanita lebih sering disebutkan?
Jadi, dukung terus wanita dan Masa depannya.

Jangan hanya sekedar berbicara dan mengajak wanitamu soal masa depan di dunia. Tetapi, tuntun juga untuk soal masa depan di akhirat bersama.

Cikarang, 16 maret 2017
Tumiesn




    Ketika Doi nikah duluan




    Data bertambah (Usia), aktual berkurang (Umur)






    Matahari masih setia membasuh wajah,
    Menerangkan mata, dan mencerahkan rasa.
    Terima kasih untuk semuanya,
    Pesan do'a mu semoga di ijabah.
    Terucap dari bumi, terdengar hingga ke Langit.

    Salam manis penuh cinta, terima kasih untuk semuanya. Salam Nyegir dan ulala kece cetar membahana Haha.

    ****

    Selamat ulang tahun kakak, tambah syantik, tambah blablabalabla
    Dari semalam sampai saat ini, handphone saya dapat serangan. Bukan serangan galau ya, tetapi serangan pesan. Baik dari orang tua, keluaraga, sahabat, teman, dan semuanya deh. Alhamdulliah terima kasih untuk semuanya. Baik yang meng ucapkan secara lisan, teks, video dan lain-lain hehe. Bersyukur mengenal kalian semua.

    Tetapi, sejak semalam saya yang memang minim tidur alias ada project yang harus dikelarkan, hanya dapat menarik nafas panjang, dan memilih menyudutkan diri depan monitor, (eeeh.. itu mah emang kerjaan saya hihihi).

    Bukan itu, bukan.
    Sebuah rasa jlebbbb, nyes dan mikir keras.

    Allah baik banget sama saya, sampai sekarang memberikan kesempatan hidup didunia ini.
    Dia memberikan segala yang menurutnya baik dan saya butuhkan selama ini.
    Cinta-Nya tak pernah putus, meski saya banyak khilaf dan dosanya.
    Selalu memberikan kesempatan untuk saya kembali ke jalan-Nya.

    Saya hanya dapat meringis, ketika menyadari tentang apa yang sudah saya lakukan untuk sebuah keta'atan?'
    Akh.. lagi-lagi, saya masih banyak salahnya.

    1/4 abad sudah tepatnya saya terlahir didunia ini.
    Melihat indahnya dunia yang terkadang ada Teka Teki didalamnya.
    Hitam putih kisah telah dijalani. Semoga yang saya tempuh sekarang hingga ke depan adalah jalan terbaik dan penuh rahmat-Nya.

    Secara data usia manusia setiap waktunya terus bertambah. Tetapi, actualnya umur manusia berkurang.
    Misal, jika si A di kasih jatah hidup 75 tahun. Dan sekarang sudah 25 tahun. Berarti berapa lagi sisanya? Bisa menghitungkan? Ini hanya contoh ya. Karena kita tidak pernah tahu hingga sampai berapa umur kita di dunia ini.

    Sebuah tamparan keras bagi saya ketika melihat angka usia tentang diri ini yang belum baik. Berpikir, bekal apa yang sudah saya siapkan untuk menuju actual Umur yang terisisa?

    Sedih, iya hari ini saya merasa sedih.
    Bukan karena belum ada yang spesial alias mas jodoh disamping saya hahaha. Tetapi, sedih apakah setiap waktunya saya bisa menjadi manusia yang ta'at kepada-Nya?

    Hidup ini memang cepat banget. Sampai terkadang Saking asiknya bercengkrama dengan dunia hingga lupa Akhirat.

    Sesuai data dimana usia bertambah ini menjadikan motivasi saya untuk terus belajar menjadi lebih baik. Menggapai mimpi dengan terus berharap Dia meridhai. Karena, tanpa-Nya saya tidak bisa apa-apa.
    Dan dengan actual sisa umur, semoga saya bisa menghabiskan dengan hal yang baik dan bermanfaat.


    Satu kata penuh cinta, semoga tulisan ini bermanfaat.
    Biar usia bertambah, Umur berkurang. Tetaplah bersemangat dalam Menggapai hal.
    Jangan hanya berburu dunia. Yuk, perbaiki diri dalam pemantasan mempersiapkan bekal menuju akhirat.


    Cikarang, 14 maret 2017
    Tumiesn




    Terlahir dari desa kecil, bermimpi besar





    Dari sebuah desa kecil 25 tahun sudah raga ini terlahir. Melihat dunia untuk pertama kali, Maret 1992 tepatnya.
    Sempat menjadi cerita sendiri dan kasih sayang lembut dari seorang lelaki yang menjadi imam bagi keluarga. Dia yang dipanggil bapak. Namun, hanya mampu merasakan pelukannya 2 tahun 2 bulan saja.





    Tuhan, aku cinta dia




    Perahumu, jangan karam!