Saling mengisi, kelas onlinenya KB ke-2





Belajar, berbagi, komitmen, jatuh hati, dan terus menulis!





    Ku bagi cinta semampunya, Kampung Blog





    Cinta ku bukanlah cinta biasa, jika kamu yang memiliki......







    Pembaca gagap yang doyan jajan buku






    Beberapa hari ini kondisi badan memang kurang fit. Bukan kekurangan air, mungkin kurang bersyukur #nyesss

    Dan sejak Dini hari, bangun Malam. Saya tidak bisa tidur lagi. Dan memilih menghabiskan 1 novel yang sudah 1 bulan lebih belum selesai dibaca. #plakk tamparan keras buat saya pribadi betapa gagap membaca.


    Selesai membaca tiba-tiba hati saya resah sendiri, manakala melihat tumpukan buku diatas lemari dan 1 kardus buku yang belum sempat disetuh. Neyess saya pengen nangis.
    Kalau ditanya? Buku itu dari mana? Kapan belinya? Dan saya hanya tertunduk pilu. "buku itu saya beli kalau gak di gramed ya ke penulisnya langsung. Alhamdulillah memiliki banyak teman yang juga sudah melahirkan Karya. Bahkan lebih waw. Karena saya barulah pemula dan belum apa-apa."


    Sedih rasanya, membiarkan buku-buku yang setiap bulannya saya beli dibiarkan tanpa dibaca. PHP mungkin itu yang saya lakukan kepada mereka. Dan bagaimana jadinya jika penulisnya tahu?
    Akh... GAGAP!
    Yah, itu yang saya rasakan.


    "Aku sibuk, banyak kerjaan, banyak tugas dan tenang gak mikirin mantan kok! (upzzz Kaya punya mantan aja hehe) " itu adalah serangkaian alasan pembela diri. Yapz, sedih Kalo di certain mah hihi.

    Sebuah tamparan juga datang lagi, manakala banyaknya para pembaca novel Sepotong Hati di Lereng Merapi novel Pertama saya sudah kelar dibaca. Dengan antusias mereka kirim pesan tentang isi novel tersebut. Dan bahkan ada yang komen, "kak kenapa Aquila gak ama Ashar saja?" "Kak, Asharnya buat aku ya!" "aku baper baca novel mu, ka." dan masih banyak lagi pesan masuk secara pribadi hihi.

    Terharu? Terenyuh? Dan Tertampar? Itu pasti.
    Dan itu pun menjadi sebuah semangat buat saya sendiri untuk melatih dari gagapnya membaca.

    *****
    "Bu, ada paketan datang!"sering banget security di kantor telephone dan kasih info Jika paketan buku yang setiap bulan saya order ke penulisnya langsung datang. Bukan hanya Satu, dua buku. Bahkan kadang mencapai angka 5 Buah buku.
    Kalau dihitung - hitung, berapa uang untuk jajan Buku saya sendiri?
    Merugi banget kan? Kalau saya tidak sesegera mungkin melahap buku - buku tersebut? Sebelum jatah jajan Buku bulan selanjutnya tiba hihi.


    Salah satu mimpi saya adalah punya perpustakaan mini didalam rumah. Yang kebanyakan adalah Karya anak Bangsa dan juga terdiri dari Karya - Karya saya. Aamiin.
    Tapi, saya berpikir. Jika mimpi saya seperti itu! Namun membaca saja Gagap alias males! Apakah itu Adil?
    Saya pun mempunyai dua posisi sebagai seorang pembaca dan penulis.
    Dan harus di ketahui bahwa untuk menghasilkan sebuah buku dibutuhkan waktu yang panjang.
    Mulai dari menyusun plot, riset, menulisnya setiap hari, kejar-kejaran dengan deadline. Dan belum lagi, mengalami kualifikasi bahkan penolakan dari penerbit! Hihihi. Sungguh, menjadi seorang penulis bukan hanya sekedar menulis. Tetapi, punya mental baja tentang penolakan, ledekan dari teman yang menilai dan sebagainya. Namun, semua itu mampu dikikis Jika ada niat yang kuat.

    Kembali lagi soal pembaca gagap yang doyan jajan buku.
    "kenapa selalu beli buku? Baca aja gagap. Seminggu Habis Satu buku itu keajaiban! Buang - buang duit! Minta aja kan banyak temen penulis! Beli yang bajakan aja, kan murah " sisi hati yang bisa jahat mungkin berisik seperti itu.
    Namun, sisi hati yang lain bergeming :
    1. karena dengan membeli buku akan ada kesempatan buat saya mengenal sesuatu dunia lebih luas.
    2.Manusia bisa berubah, dengan didukung oleh banyaknya orang-orang yang doyan baca adalah sebuah motivasi tersendiri untuk menghabiskan buku-buku yang telah di beli.

    3. Duit bisa di cari, kesempatan untuk mendapatkan buku pada masanya adalah sebuah rejeki tersendiri. Terlebih dapat tanda tangan langsung dari penulisnya hihi. "kesukaan saya banget ini"

    4. Minta? Dikira nulis dan biaya produksi gak makan waktu dan biaya? Penulis itu berkarya bukan minta - minta. Apresiasilah Karya orang lain dengan cara membeli dan membacanya.
    Jika belum mampu ya setidaknya jangan lontarkan kata "Minta" karena itu bisa membunuh perlahan. Kalau rejeki dan penulisnya bakal ngasih kok dengan cara dari-Nya

    5. Beli bajakan? Apa gak mikir betapa penuh perjuangannya si penulis dalam menghasilkan karyanya? Waktu itupun saya sempat tergoda beli bajakan karena imingan harga MURAH! Yah, Namun keinginan itu segera ditangkis dan sebuah mata menyadarkan saya bahwa hal itu tidak baik! Bagaimana perasaan si penulis Jika karyanya yang susah payah di tulis dalam prosesnya dengan Mudah diedarkan dalam bentuk bajakan dan murah meriah Kaya kacang goreng. Pasti sakit!
    Semoga kita sebagai pembaca terhindar dari hal pemikiran tentang "yang penting murah." dan sebagai penulis terhindar dari jailnya tangan yang seenaknya membajak Karya orang lain.


    *****
    Pembaca gagap yang doyan jajan buku.
    Sampai menjelang subuh ini sejak Dini hari saya gak bisa tidur hihi.
    Lagi berpikir bagaimana melahap buku - buku yang minta diperhatikan bukan di PHPin huhu.

    Dan buku-buku yang sudah dibaca pun, semoga bisa dibaca ulang sebagai penyegar otak.
    Bahwasannya, gak hanya perut yang dikenyangin. Otak pun harus!


    Semoga tulisan ini bermanfaat buat semuanya, khusunya saya yang masih gagap hehehe.
    1 minggu minimal 1 buku paling parah gagap membaca adalah sebuah cambuk baru. Namun, motivasi agar otak selalu diisi dengan hal-hal yang positif.

    Cikarang, 20 January 2017
    Tumiesn





    Tak usah saling menunggu






    Kau bak sinar yang memilih menenggelamkan diri secara perlahan, hingga membuat mata mencarimu.
    Meskipun mata itu mengatakan, "kepergianmu menakjubkan."
    Sinar matahari itu, layaknya kau.





    Pesonamu, kota sejuta bunga




    Awanmu biru, cerah bak permadani taman surga.
    Semilir anginmu membasahi perasaan yang sulit dijelaskan kata-kata.
    Tentangmu, jejak kaki yang menyentuh bumimu penuh terima kasih.






    Onlinenya KB pertama





    8 Januari 2017 adalah untuk pertama kalinya Komunitas Kampung Blog mengadakan yang namanya kelas online.





    Novel Sepotong Hati di Lereng Merapi. Sudah punya?





    "Sebuah nama, Cinta berlabuh pada pria penjaga hatinya yang tersembunyi."

    Miliki segera si biru beserta tanda tangan penulis face01








    Nulis asik untuk produktif


    Assalamualaikum Sahabat Kampung Blog (KB) yang semoga semakin hari semakin produktif.
    Selamat mengikuti kelas Online KB yang dilakukan setiap minggu jam 19:30 WIB.
    Nah guys, dikarenakan pada kesempatan ini saya yang mengisi kelasnya, maka materi yang akan disampaikan yakni "Nulis asik untuk produktif"













    Aktif nulis? dibutuhkan mual-mual terlebih dahulu!






    "Gue punya ide nih, ceritanya bigini-begini." panjang kali lebar kali tinggipun dijelaskan hingga berjam-jam.
    "Tapi gue malas nulis! Loe mau gak nulisin? wajah memelas.