Sempurnamu







Binar matamu begitu terang, mengalahkan cahaya bulan.
Disetiap bulatnya matamu ada semangat yang tak pernah terpatahkan.
Ada cinta yang terbungkus rapi penuh harapan.

Separuh hidupmu engkau korbankan untuk buah cinta.
Tak perduli betapa letihnya tubuhmu.
24 jam engkau berjaga demi kasihnya.
Merawat, mendidik, dan melihat setiap perkembangannya.

Harimu yang berwarna, meski lelahmu tak dapat didustkan.
Waktumu yang habis untuknya.
Tak pernah engkau berkeluh kesah, apa lagi berujar, "Ibu lelah!"

Cintamu yang tulus mengalahkan ketelusuan mahluk diseluruh penjuru bumi.
Kasihmu yang tak dapat terbalaskan meski tahta sebagai imbalan.
Sungguh, jasamu tak terbalaskan oleh sebesar apapun yang terdapat didunia ini.
Hanya pahala dari-Nya lah balasan yang begitu indah.

Ibu, engkau yang begitu sempurna.
Betapa bahagianya ku terlahir dari rahimmu.
Engkau besarkanku, mendidik diri ini dengan segenap cinta dan ketulusan.
Sempurnamu sungguh ibu.

Apa yang kulakukan belum cukup menggantikan jasamu.
Pengorbananmu yang begitu sempurna.
Dan bagimu, tak perlu seorang anak membalas jasamu.
Cukuplah buah hatimu menjadi anak yang berguna untuk kehidupan ini dan berjalan menuju jalan surga.

Ibu, sempurnamu tak dapat dielakan.
Cinta yang tak bisa ditepiskan.
Ketulusan yang tak mampu didustakan.
Pengorbanmu tanpa basa basi.
Sempurnamu begitu indah, ibu.


Cikarang, 29-9-2016

Tumiesn

Baca juga Mama setiamu menjadi contoh kami , Ada sosok yang sejatinya membutuhkan kita! dan Doa yang terselip dalam sebuah hadiah.





    Ketika Wanita Berbicara





    Ada yang selalu menarik dari setiap pertemuan dan pembicaraan. Hingga terkadang lupa jam hehehe.
    Itu adalah hal yang sering terjadi dikehidupan ini. Manakala, ada sesuatu yang seru untuk diperbincangkan. Dan kebiasaan itu sering terjadi manakala kumpulan mahluk indah ciptaan Tuhan berkumpul, mereka adalah wanita.

    Wanita juga memiliki haknya untuk bersuara. Berpikir, berpendidikan, mengelola hidup dan lain-lain. Bukan disebut wanita jika, berjumpa hanya saling diam-diaman, jaim-jaiman hehehe. Karena teman itu main bareng hihihi. Iya gak jeng?

    Dalam setiap pembicaraanpun ada ruangnya masing-masing, ada temanya dan semoga ada manfaatnya.
    Sore ini, 25 September 2016 Kami para wanita-wanita yang semoga calon istri soleha ini bertemu dan seru ada yang dibahas. Bukan bahas tentang kapan nikah? ciye yang ditinggal nikah? atau ciye yang jomblo? hehehehe
    Saya, Wuriami , Yulan, Nika dan Arum bertemu tanpa rencana sebelumnya. Hanya komunikasi beberapa jam sebelum bertemu menanyakan, ada dimana?

    Selalu ada yang seru dari sekedar ngomongin dimana letaknya mas jodoh! hahaha
    Kami berbicara tentang Blog!
    Seru bukan?

    Kampung Blog, sebuah komunitas yang sedang saya dan wuriami bangun belum lama ini, alhamdulilah semakin tumbuh dan banyak peminatnya. Sebuah mimpi saya untuk melahirkan penulis-penulis selanjutnya dan bloger tangguh. Dan sore ini 3 teman baru kami yang dari komunitas Public speaking dan English club di kampus, tertarik untuk belajar dunia kepenulisan melalui ngeblog.

    Bahagia bagi saya sendiri bukanlah seberapa besar tentang nominal uang.
    Tetapi, seberapa nikmatnya diri ini mau berbagi tentang apa yang diketahui.
    Bahkan, berbagi itu lebih nikmat daripada sekedar uang.
    Karena, Sharing is caring.

    Allah memberikan setiap lelaki maupun wanita dengan keunikannya masing-masing.
    Dengan hadirnya manusia terlahir dibumi ini secara sempurna, maka tugas kita sebagai manusia yang lebih sempurna dibandingkan mahluk lain ialah bagaimana cara kita menikmati hidup setiap sendinya untuk berbagi. Meski itu hanya tentang pengetahuan.

    Ketika wanita berbicara, panjang kali lebar yang dikeluarkan melalui hati lewat kemulut.
    Sudah pasti sampai lupa waktu, hingga jam menunjukan ada jam kelas tiba hehe.

    Berbicara tentang dunia menulis dan blog itu sangat menyenangkan.
    Terlebih ketika berbicara dan ada beban manfaatnya. Saling berbagi apa yang diketahui, membicarakan hal yang baik-baik, saling menyemangati dan menginspirasi.
    Air putih dadakan bersama sahabat Kampung Blog.
    Semoga bermanfaat untuk hidup menjadi lebih hidup.

    Cikarang, 25 September 2016
    Tumiesn





    Sahabat Sehujan





    Ada warna disetiap kata persahabatan. Hitam putihpun tak kalah menawan, meski mendung bak langit hitam yang tertutup awan. Namun, sahabat tetaplah memiliki warnanya. Gelap bukanlah alasan untuk tetap disampingnya.

    Gelapnya setiap garis dilangit memiliki keindahan sendiri, bukan hanya sekedar pelangi saja yang berhak untuk disanjung dan dipuja. Langit gelappun membutuhkannya. Seperti halnya tentang kisah persahabatan yang tak selamanya dikatakan indah nan cantik bak pelangi ataupun terangnya langit biru. Semua ada kisah dan jalannya.

    Teman ataupun sahabat itu sama. Tidak ada mantan temen maupun mantan sahabat. Terlebih melupakan kata pertemanan karena kedatangan orang lain. Sungguh itu tidak benar.
    Setiap orang mempunyai pola hidupnya masing-masing, ada yang berpikir luas dan ada yang berpikir sempit.
    Semuanya kembali lagi kemasing-masing.
    Karena, sahabat itu sehujan.

    Sahabat sehujan menggambarkan sosok yang iklas dan bahagia manakala sahabatnya terus berkembang dan memiliki banyak ruang untuk sahabat-sahabatnya yang lain. Ia justru membuka lebar-lebar ruang didinding hatinya untuk sahabat yang lain.
    Dan sahabat sehujan adalah mereka yang memiliki kepribadian berbeda, cara pandang yang mungkin berbeda, pendapat yang bahkan berbeda. Namun, saling mengayomi dan memberikan kesejukan tersendiri manakala gersang menghampiri dengan jatuhnya setiap tetes air semangatnya.

    Hujan yang mungkin selalu tergambarkan langit abu-abu, gelap dan memberikan basah pada setiap lembar dedaunan.
    Namun, sahabat sehujan dapat mengkondisikan setiap ruangnya.
    Menuntun sahabatnya untuk hidup yang lebih baik.
    Saling berjuang mematahkan sesuatu yang membuat gusar dihidupnya.
    Saling melengkapi dari setiap kekurangan.

    Sahabat sehujan, keteduhan yang tanpa pamrih.
    Meski terkadang datangnya sempat dicibir, diolok dan bahkan tak dinginkan.
    Namun, Sahabat Sehujan adalah keindahan dan anugrah yang Tuhan berikan untuk setiap ruang dinding hati itu.
    Sahabat yang saling menuntun kejalan yang terbaik dengan setiap tetesnya yang menenangkan.

    Cikarang, 25 September 2016

    Tumiesn





    Melepaskan untuk keseriusan





    Mungkin engkau pernah sempat merasakan kepedihan, manakala hujan yang turun hanya membasahi wajahmu sebentar saja.
    Lalu, dengan cepatnya langit menghentikan hujan yang sudah lama kamu tunggu.
    Seperti dia, yang hanya datang lalu melepaskanmu. Padahal ingin rasanya engkau berada disisinya untuk selamanya.

    Kau ukir hatimu dalam bayang-bayang sempurna, yang diharapkan akan menjelma indah.
    Butiran kasih sayangpun digenggam erat-erat.
    Namun, Waktu untuk sebuah kesempatan harus memilih.
    Bukan saatnya lagi, dirimu dan dia berada dalam titik perjalanan hidup yang tak ada kejelasan.
    Sudah saatnya waktu itu datang yakni, Melepaskan untuk keseriusan.

    Keputusan yang mungkin cukup sulit dan harus membuat hatimu merintih dan tertatih.
    Sebuah pilihan yang harus membuat hidupmu lebih baik.
    Melepaskan untuk keseriusan yakni, Melepaskannya bersama orang lain atau melepaskan status kesendirianmu dan dia agar menjadi satu.

    Cinta adalah penyatuan, jika tidak bersatu dalam ikatan yang disetuji oleh Tuhan.
    Lalu apakah itu cinta?
    Jawabannya ada dimasing-masing hati kalian.

    Perasaan itu butuh kepastian, keseriusan dan kejelasan.
    Tidak selamanya langkahmu dan langkahnya terombang ambing dalam lautan kegelisahan.
    Tak ada kata, "ya, lanjutkan hubungan kedepan." atau hentikan langkah itu, "biarkan ia pergi meyusuri dunianya."

    Akan ada dua hal yang menyenangkan atau menyedihkan dari Melepaskan untuk keseriusan.
    Jika melepaskan untuk hidup yang lebih jelas pasti itu akan terasa menyenangkan. Karena dua hati akhirnya diberi kejelasan yang sempurna.
    Tetapi jika Melepaskan karena tak sanggup atau tak mampu berani melangkah untuk keseriusan. Mungkin terasa sakit.
    Tapi, bukankah itu lebih baik?
    Karena dirimu telah berbuat baik, membiarkan ia menemukan cinta yang sebenarnya.
    Kau lepaskan dia dan mengizinkannya bertemu dan berlabuh pada cinta yang serius.

    Jika hatimu telah ditata dan saatnya serius, Maka melepaskanlah status untuk keseriusan itu akan lebih menyengkan. Dari pada memulai sesuatu tanpa ada kejelasan, dan akhirnya melepaskannya untuk keseriusan bersama orang lain.

    Tata hati, perbaiki diri dan tentukan pilihan.
    Bangunlah hati untuk suatu kepastian, keseriusan! bukan tanpa kejelasan.

    Cikarang, 23-9-2016

    Tumiesn







    Mengasah diri, berani berbicara. Komunitas Public speaking






    A : "Aku takut." wajahnya nampak memelas bimbang.
    B : "Taku apa?" masih belum mengerti.
    A : "Takut presentasi didepan banyak orang. Jantungku berdebar kencang, badanku panas dingin," dan bla-bla panjang kali lebar si A menjelaskannya.

    Dialog diatas adalah contoh yang setiap orang pasti pernah mengalaminya. Saya juga masih begitu hihihi.
    Yaps, berbicara didepan umum untuk berpresentasi dan sebagainya memang ada tekniknya sendiri.
    Tidak bisa berbicara tanpa isinya.
    Dan, untuk berdiri dihadapan banyak orang untuk berbicara pasti mengalami kegerogian, panas dingin, jantung rasanya mau copot. Yang pasti dek-dekan deh, seperti mau dilamar. Ehhh..

    Banyak hal yang sebenernya dapat kita pelajari untuk mengatasi itu semua.
    Contoh :
    Baca buku tentang berbicara didepan umum, dan yang paling afdol ya cari guru. Belajar pada ahlinya. Hehehe

    Nah, untuk mengatasi itu semua. Maka, sebagai seorang manusia yang membutuhkan hal itu ya satu kuncinya, "Belajar untuk mengasah diri agar berani berbicara."
    Bersyukur sekali, saya dapat bergabung dikomunitas Public speaking Pelita Bangsa.
    Dan untuk kegiatan 18 September 2016, kami membahas buku karya Dalle Carnegie yang berjudul Stand and Deliver.
    Serta kami berdiskusi untuk bab 2, yakni "Apa yang sebenernya diinginkan oleh setiap pendengar. Apa yang harus diketahui setiap pembicara."

    Banyak hal yang saya dapatkan dari diskusi tersebut.
    Diantaranya :

    1. Saat berbicara didepan, kita harus merasa pantas berada didepan.
    Jadi, harus percaya diri.

    2. Sebelum anda mengenal siapa anda sebenarnya, maka sangat sulit untuk mengenal dunia sekitar.
    Jadi, Kenali diri anda adalah point terpenting loh. Jika tidak, mengenal diri sendiri, bagaimana bisa mengenai si doi? hehehhehe

    3. Hal pokok yang paling penting dalam berbicara didepan umum adalah keseimbangan penilaian diri dan keinginan pendengar.
    Harus bisa menyeimbangkan ya, jangan hanya ingin didengar tetapi tidak dapat mengerti apa yang diinginkan oleh pendengar anda.

    4. Pembicara yang hebat adalah pembicara yang dibentuk bukan dilahirkan.
    Nah, jadi semua orang itu berhak untuk menjadi pembicara asal dirinya mau dibentuk. Diasah sebaik mungkin, belajar dengan baik dan dipraktekan itu yang penting. Jadi, jangan minder ya guys.

    5. Komunikasi yang sukses tergantung pada seberapa baik seorang pembicara menjadikan pendengar mereka sebagai bagian dari pembicaraan mereka.

    6. Ada satu kesalahan yang harus dihindari sebagai seorang public speaker yakni bersikap tidak terus terang.
    Kejujuran itu sangat penting yah.

    7. Jangan berbicara berbelit-belit, membosankan dan terdengar kabur.
    Bisa-bisa jika itu dilakukan, para audiens anda pada kabur hehehe

    8. Kontak mata itu sangat penting loh. Jadi saat berbicara dengan para pendengar anda, cara anda menatappun ada teknisnya. Ada caranya. Tataplah mereka dengan baik dan buatlah diri anda semenarik mungkin melalui sebuah tatapan.

    9. Pakaian, itu sangat penting diperhatikan. Disesuaikan dengan tema pembicaraan.

    10. Dan masih banyak lagi, untuk lebih detailnya bisa beli bukunya hehehe
    Dan untuk pembahasan bab 1 bisa klik disini. .

    Buat kamu Mahasiswa/i Kampus Pelita Bangsa yang ingin gabung bersama kami di komunitas ini.
    Bisa hubungi :
    Ka Ndank
    Yuk, belajar bersama membentuk karakter dan berani tampil untuk berbicara didepan yang memukau.

    Untuk menjadi indah layaknya kupu-kupu.
    Kau harus melewati setiap prosesnya.
    Dimulai dari telur.

    Cikarang, 19-9-2016

    Tumiesn
    Salam produktif.





    Saling peluk, saling menguatkan.




    Pelukan. Sebuah kata yang sangat dibutuhkan oleh manusia sebagaimana semestinya, manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.
    Bayangkan saja, jika manusia tidak dapat hidup berdampingan. Saat susah, sedih, emosi yang dipeluk bisa-bisa bantal guling hehehe.

    Saling peluk, saling menguatkan adalah sesuatu hal yang sangat dianjurkan untuk suami memeluk istri. Orang tua memeluk anak.
    Saudara kandung saling memeluk erat saat berjumpa.
    Guru memeluk murid (sesama mukhrim)
    Sahabat saling berpelukan (sesama mukhrim)
    Intinya, saling berpelukan sesama mukhrim ya hehe.

    Saya sendiri, membiasakan selalu memeluk ibu ketika bertemu sebagai pelepas rindu. Dan memeluknya saar tidur hehe.
    Juga memeluknya erat saat harus melangkah mengepakan sayap merantau kembali hihihi.
    Karena, setiap pelukan hangat sangat berpengaruh pada suatu hubungan loh.
    Asal jangan hubungan terlarang ya hehehe.

    Nah, saling berpelukan dengan sahabat, teman seperjuangan selepas pelatihan misalnya atau harus saling melepaskan karena harus melanjutkan perjalanan. Itu sangat membantu mengurangi beban hidup loh. Coba aja rasakan, misalnya kamu sedang ada masalah dan lain-lain, dan sahabatmu/keluargamu (sesama mukhrim) memelukmu erat. Pasti bebanmu akan berkurangkan?

    Saling peluk, saling menguatkan.
    Semoga kita semua bisa menjadi orang yang dapat menenangkan hati dan hidup orang tua, pasangan, keluarga, sahabat dan teman (sesama mukhrim) ya.

    Saling mengasihi, menyayangi dan berbagi.
    Satu pelukan sangat berarti, karena dapat menggugurkan ratusan ton kegelisahan.

    Cikarang, 18 september 2016

    Tumiesn




    Untuk besar, diawali hal kecil terlebih dahulu. Kampung Blog





    Malam minggu atau sabtu malam adalah malam yang panjang bagi beberapa orang mengatakannya.
    Malam dimana yang terkadang di jadikan ajang buat kumpul bareng keluarga, jalan bareng sahabat, jalan sama doi atau mantan.. eeeh (hehe bercanda ya kalo mantan mah ntar dijitak lagi pakai perasaan)

    Untuk kedua kalinya, setelah Kampung Blog berdiri @Cikarang 28-8-2016. Alhamdulilah kami mengadakan meet up lagi pada 17 September 2016.
    Di perpus Kampus Pelita Bangsa. Karena tempat itu adalah tempat kedua ternyaman setelah Masjid di area Kampus bagi saya hehehe. Bahkan sering juga lupa jam batas perpus segera tutup karena sudah malam.

    Saya percaya, untuk menjadi besar ialah diawali hal kecil terlebih dahulu. Dirawat baik-baik, disirami, dibentuk dan dikelola dengan baik. Seperti halnya dengan komunitas yang sedang saya dan Wuriami bangun. Yakni Kampung blog, serta didukung oleh WaGoMu.

    Melahirkan penulis-penulis selanjutnya dan Bloger-bloger tangguh itu adalah salah satu mimpi saya. Meskipun saya adalah penulis pemula dan bloger yang masih imut alias masih baru banget, hehehe. Karena mimpi gak ada yang melarang, jadi itu salah satu mimpu hidup saya.



    Kebahagiaan tersendiri bagi saya, ketika melihat teman bersemangat untuk belajar. Termasuk soal belajar bagaimana caranya ngeblog & nulis.
    Benar adanya bahwa, kebahagiaan itu bukan didapatkan, akan tetapi diciptakan.
    Termasuk soal berbagi apa yang kita ketahui, membagikannya kepada siapapun yang ingin mengolahnya.

    Yeah, untuk pertemuan ke-2 air putih darat kampung Blog, selamat datang untuk bloger baru Saputrad Anwar
    Semangat terus ya, semoga menjadi bloger masa depan yang menginspirasi orang lain melewati tulisan.

    Saya yang tak sempurna. Namun, ingin rasanya menyempurnakan sisa hidup dengan hal-hal baik. Meninggalkan Sesuatu sejarah untuk anak cucu kelak. Yakni, lewat tulisan.

    Jika membaca adalah jendela dunia.
    Bahasa adalah kunci dunia.
    Sementara, menulis adalah jalan untuk menjelajahi dunia.
    Semangat menulis dan temukan kebahagiaan.
    Salam produktif.




    Dan buat kamu yang ingin bergabung dengan komunitas kami, bisa klik disini untuk informasinya tentang kami.

    Cikarang, 18 September 2016
    Tumiesn






    Maaf, sempat kusebut namamu







    Ada yang namanya kehadiran dan ada pula yang namanya kehilangan.
    Mungkin datang untuk mengajarkan, atau untuk diajarkan.
    Hanya soal waktu, berpamitan untuk saling melupakan atau memperjuangkan.
    Itu hanya soal pilihan dan atas ketetapan-Nya.

    Warna-warni rasa mungkin sempat berpadu.
    Menghiasi suasana resah, suka dan mungkin lara.
    Merangkul kalbu dan melambung tinggi hingga ke ujung sana.

    Kehadiran itu sempat tercipta sempurna,
    bagaikan hujan yang memberikan kesejukan dan menghapus luka.
    Namun, rasa kehilangan itu juga tercipta sempurna.
    Lengkap sudah, tak menyisahkan setetespun air hujan untuk ku genggam membasuh rasa pedih.

    Maaf, sempat kusebut namamu
    Berkali-kali dengan lembut kusebut namamu, "Hay rasa!"
    Dan sempat pula tak jarang kusebut namamu dalam do'a.
    Ku bilang, "Tuhan.. jangan biarkan warna itu hilang."

    Maaf, sempat kusebut namamu.
    Dan maaf kini warna itu seakan mulai pudar.
    Tak berwarna, hanya meninggalkan rasa pedih pada luka.
    Seperti, tetesan air laut yang asin menyiram luka lebam.

    Mungkin warna-warni rasa itu bukan untuk kita.
    Sesuatu yang sempat terasa indah bukan terancang untuk kita.
    Maaf, sempat ku jadi warna dihari mu.
    Langkah ini menyiksaku, sungguh!
    Kita harus saling berjalan mundur,
    meski kau bilang mundur pelan-pelan.
    Tapi, itu tetap sakit! mengapa tak mudur sekaligus?
    Akh... tak ada bedanya, sama-sama memberi luka.


    Cikarang, 15 September 2016

    Tumiesn




    Kulukis namamu, jodoh.






    Engkau seperti sinar matahari yang tetutup tirai dibailik jendela.
    Masih samar-samar, belum terlihat jelas.
    Namamu jodoh, seseorang yang Insya Allah akan jadi pelengkap sempurnanya hidup.

    Aku pernah merasakan kesedihan akan kehilangan tentang seseorang yang sebelumnya ku kira dia adalah jodoh.
    Perasaan pedih yang sempat membuatku kira apa tak ada jodoh untuk ku setelah nama itu bukanlah hak ku?
    Namun, kini aku tersadar. Jika dia bukanlah jodohku, berarti kuyakin pasti kamu.
    Kamu yang sedang berjuang disana untuk menjemputku, atas nama "akulah jodoh."

    Tak berani ku eja-eja siapa namamu.
    Kubayangkan bagaimana wajahmu.
    Ku rasakan kehadiranmu. Apa lagi, kuterka-terka sosok mu.
    Akh... itu belum waktunya.

    Aku meyakini, jika disini kuberusaha baik. Pasti disana kau pun sedang berjuang memantaskan diri.
    Jika disini kusedang kepakan sayap semangat hidupku.
    Kau disanapun beribu kali mengepak-ngepakan sayap semangat hidup untuk cinta.

    Sederhananya, kini ku ingin lukiskan namamu dalam do'a.
    Namamu yang belum sempurna ku eja.
    Namun, hanya dapat ku pastikan jika engkau wahai jodoh akan datang pada waktu yang tepat.

    Bersemangatlah disana, memantaskan diri untuk dipantaskan.
    Biar kulukiskan namamu, jodoh. Dalam setiap do'a.

    Cikarang, 11 September 2016

    Tumiesn





    GELAP!






    Pernahkan kita berpikir sejenak?
    Manakala gelap tercipta, tak ada cahaya.
    Yah, gelap gulita.

    Malam yang semakin larut, kepakan-kepakan suara kelelawar terbang terdengar diluar ruangan.
    Nyaring suara-suara binatang hutan mencekam disuatu malam.
    Tak ada cahaya sedikitpun untuk kita.
    Listrik mati seketika, kompak.
    Tak ada api sedkitpun untuk menyalakan lilin.
    Tenaga pembantu untuk sekedar pemberi cahayapun tak ada.
    Lalu apa yang akan kita rasakan?
    Takut?
    Gemetaran?
    Atau pasrah?

    Gelap datang! apa yang akan kita khawatirkan?
    Tentang diri kita sendiri?
    Harta?
    Keluarga?
    Atau apa yang kita miliki?
    Sementara gelap terus berujar, "aku lah penguasa waktu sekarang!"

    Pernahkah terpikirkan dibenak kita?
    Saat gelapnya malam tak ada cahaya untuk membasuh wajah, apakah kita pernah berpikir sebentar saja!
    JIka kelak gelap tempat peristirahatan kita akan menyapa.

    Disana!
    Akan ada sebuah tempat damai atau resah.
    Tempat yang akan bertabur gelap atau cahaya?
    Semua tergantung apa yang dilakukan semasa hidup.

    Hidup yang jadi cerita perjalanan dan pembelajaran.
    Allah yang memberikan mata sempurna untuk kita melihat.
    Kaki yang untuk melangkah.
    Telinga berfungsi untuk mendengar.
    Hati untuk merasakan segalanya. Dan segala pemberian pada tubuh dan jiwa ini.
    Namun? terkadang kita suka lalai menjaganya dan mengajaknya pada kebaikan.

    Akan tiba masanya, pada waktu yang telah dipersembahkan dari-Nya.
    hari itu, akan tiba suatu tempat dimana semua akan merasakannya.
    Yakni, Gelap!
    Tempat yang tak diberi cahaya sedikitpun, tertanam dibawah tanah yang disebut kubur.
    Semua orang akan merasakannya, tempat untuk peristirahatan terakhir yakni setelah kematian untuk kehidupan selanjutnya.

    Semoga akan ada cahaya untuk ruang itu.
    Ruang tempat sendiri menyepi tak ada satu pun penolong, kecuali amal ibadah.


    Cikarang, 10-9-2016

    Tumiesn
    "Pengingat Diri"