Yang sebenarnya dekat dengan kita




Pernahkah engkau tersesat dalam sebuah perjalanan?
Apa yang ada dipikiranmu?
Menangis? Berteriak? Berjalan terus? Atau diam?
Sementara engkau ditempat itu hanya seorang diri, tak ada teman, tak ada alat. Hanya dirimu sendirian dan pakaian yang menutupi tubuhmu.
Itu saja, lalu apa yang akan kamu perbuat?

Pernahkah disuatu masa kamu marah? Kesal, kecewa dan bahkan rasa ingin mati cepat ingin segera terjadi!
Jika itu maunya. Sudah siapkah bekalmu?

Pernahkah kamu menangis karena gagal?
Gagal dalam hidupmu yang kau kira ujung dari akhir cerita. Mungkin soal keluarga, cinta, bisnis, cita-cita dan sebaginya.
Itu terlalu mementingkan diri sendiri!
Yah, semua orang pernah mengalaminya.
Namun, jika terus berlarut-larut maka kita adalah mahluk ya pelupa.
Bagaimana tidak pelupa! Jika ada Allah yang memberikan segalanya. Memberikan pertolongan dan juga kesempatan, Allah yang selalu setia menemani kita. Dimanapun kita berada. Percayalah, jika memang kau mengimani-Nya.

Salah satu sifat sombong manusia ialah pura-pura pelupa.
Bagaimana tidak!
Mendengar suara Adzan pura-pura tuli! Padahal dia tahu itu panggilan Allah.
Mengetahui jika Al-Qur'an adalah petunjuk hidup, tapi sombong untuk enggan membacanya. Jangankan membacanya, menyentuhnya pun tak pernah mau!

Terkadang kita terlalu sombong!
Kekayaan hidup begitu diburu!
Ingin punya ini, punya itu dan punya segalanya agar diakui oleh banyak orang.
Hingga kadang lupa. Yah, lupa meraih keberkahan.Terlalu lupanya, segala cara digunakan!

Terlalu banyak mementingkan dunia hingga lupa akhirat. Itu adalah hal yang sering kita lakukan.
Lupa dan lupa...
Mengagukan yang salah dan menindas yang benar!
Memuja yang dzalim dan menghukum yang teraniaya.
Akh... kini dunia yang berubah atau manusianya yang terlalu aniaya???

Pernahkah sebentar saja, kita memasrahkan diri kepada-Nya.
Menundukan kepala, manusia bukanlah apa-apa.
Membungkam mulut dari sifat suka mencela, perbanyaklah menyebut naman-Nya.
Dan mengangisi dosa-dosa.

Kita terlalu sombong!
Hingga terkadang terlalu asik dalam kelalaian.
Menari-nari dalam dosa, dan menjauhkan diri pada rasa taubat.
Akh... kita terlalu sombong, hingga sering lupa mengingatkan diri. Mengingat ada hal yang sangat dekat.

Manusia itu hanyalah butiran pasir. Debunya dunia. Bukan apa-apa, namun suka sombongnya tiada tara.
Sering beranggapan, "Taubat nanti saja. Masih muda, mati masih lama!"

Kita terlalu sombong. Sudah sombong sengaja pura-pura tuli, pura-pura buta melihat kebenaran. Bergaya bisu untuk bertasbih.
Tangannya teramat angkuh, enggan sekali menolong.
Dan kakipun, aduh... pura-pura pincang jika disuruh menuju ketempat yang baik.

Akh... kita terlalu sombong!
Lupa bermuhasabah diri.
Itu sangat tidak adil bukan?
Tidak sebanding dengan apa yang Allah berikan selama ini. Nikmat hidup yang sering kita lupakan.
Lupa dan pura-pura lupa! Hingga hati itu mengeras.

Pernahkah kita berpikir sejenak?
Tentang apa yang sebenarnya dekat dengan kita?
Bagaimana rasanya berucap rasa syukur sepanjang hari?
Nikmatnya shalat yang bukan hanya sekedar kewajiban tetapi kebutuhan.

Terkadang kita suka lupa,
Terlebih lupa akan satu hal yang sebenarnya dekat dengan kita.
Terlu lupanya hingga menjadi manusia yang teramat angkuh.
Ingatlah yang teramat dekat dengan kita adalah "KEMATIAN."

Kematian akan datang kapan saja, dimanapun.
Saat kata itu tiba pada kita. Sehela nafaspun tak bisa mengelak, sehelai rambutpun tak bisa berkutik, pucuk-pucuk kuku pun tak bisa melindungi.
Kematian datang memaksa. Tak ada ampun untuk memberikan kesempatan, sedikit saja.

Kematian adalah kata yang paling dekat dengan kita.
Ia tak pernah segan-segan menarik paksa nafas terakhir.
Tak ada ampun, kesempatan lagi. Ia adalah hal yang teramat dekat hingga tidak dapat memberikan kesempatan ulang.

Pernahkah terlintas dalam benak kita.
Saat shalat, apakah itu adalah shalat terakhir?
Saat sedang membaca Al-qur'an apakah itu bacaan terakhir?
Saat berkendara semewah apapun, apakah akan sampai pada tempat tujuan?
Saat diam berdiri, apakah akan tumbang?
Dan saat kita melakukan apapun yang sedang dilakukan, apakah teringat akan kata yang begitu dekat dengan kita? Yakni Kematian.
Jawabannya, ada pada diri kita masing-masing.

Sebelum terlambat.
Sebelum apa yang sangat dekat dengan kita menjemput.
Marilah kita berjuang memperbaiki diri dan bergegas kembali dan berjalan di Jalan-Nya.
Ini bukan tentang siapa. Ini adalah sebagai pengingat diri.

Cikarang, 21 Juli 2016


Tumiesn






    3 Sumber inspirasi berasal dari kata LDR





    Dalam sebuah tulisan yang berupa karangan dan sebagainya, pasti didalam tulisan tersebut membutuhkan yang namanya, "Inspirasi." Dan setiap seorang penulis pasti berharap jika karya yang dituangkan berupa tulisan dan sebagainya agar dapat menginspirasi banyak orang dan Dunia.
    Nah, banyak yang beranggapan jika mencari inspirasi itu sulit.
    Ada yang berpikir inspirasi itu ada di kolam renang, mall, kantin, kamar, dan seremnya lagi di toilet hehehe.
    Sementara menurut saya inspirasi itu sendiri ada dan berada disebuah kata "LDR."

    LDR yang saya maksud itu bukanlah Long Distance Relationship (hubungan jarak jauh). Ciye-ciye yang si dia jauh-jauhan -_- tetapi semoga dekat dihati ya. ckckck.
    #eh.. saya sedang tidak membahas LDR yang ini ya, tetapi LDR yang saya maksud adalah sumbernya inspirasi.

    Inspirasi itu bukan untuk para penulis, seniman dan sebagainya.
    Dan bukan hanya mereka saja yang memiliki inspirasi.
    Tetapi, menurut saya semua orang memiliki inspirasi didalam dirinya sendiri.
    Nah, LDR itu sendiri adalah Lihat, Dengar dan Rasakan.

    Berikut penjelasannya :

    1. L = Lihat
    Allah memberikan kita kedua mata, mata yang indah yang berfungsi untuk melihat.
    Melihat keindahan alam ini, melihat apa yang harus kita lihat dan tidak melihat apa yang tidak perlu.
    Dari mata kita bisa melihat, dari penglihatan itu kita bisa mendapatkan inspirasi.
    Contoh :
    "Saat sedang berjalan disebuah pinggiran kota, kita melihat bapak-bapak tua dan renta sedang mengayuh becaknya penuh dengan kringat yang bercucuran."
    Dan atas penglihatan itu bisa menjadi inspirasi loh buat kamu-kamu yang hobi nulis, kegiatan sosial dan sebagainya. Atau jenis apapun yang kita lihat bisa saja menjadi inspirasi dibidang kita.
    Yang penting apa yang kita lihat itu postif ya.
    Ambil yang baiknya, dan tinggalkan yang buruk.

    2. D = Dengar
    Manusia adalah mahluk yang sempurna, selain Allah memberikannya akal,
    manusia juga diberikan dua telinga yang berfungsi untuk mendengar.
    Dan apa yang kita dengarkan itupun akan ada pertanggung jawabannya ya.
    Nah, menurut saya sendiri inspirasipun bersumber dari apa yang kita dengar loh.
    Misalnya, ketika saya sedang kekurangan ide. Tiba-tiba mendengar suara musik yang dapat menginspirasi, dan suara kamu #eaaa.
    Dan suara-suara yang mampir kegendang telinga kita adalah salah satu sumber inspirasi loh.
    Gak percaya? praktekin gih hehehehe.

    3. R = Rasa
    Rasa, setiap orang memiliki apa yang dinamakan itu Rasa.
    Bayangin deh kalo orang gak punya rasa, hidup ini pasti hampa.
    Gimana gak hampa, jika gak tahu apa itu rasa asem, pahit, pedas dan manis. "Manis iya manis, saat melihat camer sama caman akur. #eeehhh
    Dan rasa yang saya maksud disini adalah rasa yang berasal dari hati.
    Setiap apa yang kita rasakan itu bisa jadi sumber inspirasi loh,
    misalnya: rasa seneng, bahagia, patah hati, galau dan sebaginya.
    Rasa-rasa itu pun bisa jadi sumber inpirasi tersendiri.

    Jadi, sumber inspirasi itu berasal dari kata LDR.
    Tentang apa yang kita lihat, kita dengar dan yang kita rasakan.
    Inspirasi itu bisa ada pada orang lain dan pada diri sendiri.
    Dan yang pasti untuk mendapatkan sumber inspirasi itu mudah.
    Maka, kenali diri kita sendiri.

    Oke guys, buat kamu-kamu yang lagi galau dalam bidangmu.
    Kehabisan inspirasi dan sebaginya.
    Silahkan mencoba dari 3 sumber ini ya.
    Ambil baiknya, buang buruknya.
    Salam pena.

    Cikarang, 19-7-2016

    Tumiesn





    Menikah tidak harus diawali dengan Pacaran







    Ini tentang kisah sahabatku,
    tentang hijrahnya dan tentang cintanya dari-Nya.
    Kita tidak pernah tahu tentang kejutan-kejutan dikehidupan ini,
    tentang takdir dari-Nya, termasuk soal jodoh.

    Ia adalah sosok wanita sederhana, ayu dan Insya Allah soleha.
    Seorang sahabat yang banyak mengajarkan saya tentang pentingnya mencintai-Nya.
    Tentang keluwesan seorang wanita tak harus bersolek, melainkan tentang ketaatan kita kepada pemberi hidup.
    Terimakasih untuk mu sahabatku, sejarahmu semoga mengisnpirasi.

    Menikah itu tidak harus diawali dengan pacaran.
    Mungkin kalimat itu sulit diterima oleh sebagian orang,
    karena sering kali muncul pertanyaan, "Bagaimana akan menikah dengan seseorang jika belum mengenal dia bla.. bla.. (dengan maksud kelamaan dalam pacaran).
    Semua itu pilihan, karena setiap orang memiliki prinsip hidupnya masing-masing.

    Sahabatku yang kali ini kutulis kisah inspirasinya,
    Tentang kisah cintanya benar-benar menginspirasi saya.
    Dia adalah salah satu teman dari banyaknya teman, yang berhasil membuat saya menangis saat pertama kali mendengar pernikahannya.

    Tangisanku pecah saat mendengar kabar itu,
    bukan tangisan karena dia telah pensiun dari kejombloannya,
    dan meninggalkan saya yang masih betah menjomblo. hehehe
    Melainkan tangisan terharu atas kebahagiaannya.
    Subhannallah dia telah menemukan jodohnya dengan prinsip yang sudah ditanam dengan tidak pacaran.

    Dan alhamdulilah, sahabatku yang satu ini telah bertemu dengan seseorang yang cintanya juga terpaut karena-Nya.
    Seseorang yang wajahnya teduh, baik agama dan kehidupannya pula.
    Semoga, engkau sahabatku dengan pasanganmu akan selalu berjodoh hingga ke Jannah-Nya.

    Melalui proses Ta'aruf hanya beberapa bulan,
    Pertemuan ke-4 kali adalah acara pernikahannya.
    Dan itu membuat saya merinding,
    Ini kisah cinta yang inspirasi bukan? dari pada kisah cinta yang bertahun-tahun bergandengan tapi tak ada kejelasan, Karena itu makjeleb ngenes dan Allah tidak suka.

    Setiap orang punya kisah hidupnya masing-masing,
    Tidak sama, dan prinsip yang berbeda-beda.
    Dan dalam proses Ta'aruf pun jika belum jodoh bisa mengalami yang namanya pembatalan.
    Begitupula sahabatku tersebut pernah mengalaminya, namun kini mendapatkan yang lebih baik.

    Mungkin akan terasa pedih ketika proses itu dibatalkan,
    terlebih ketika tanggal sudah ditentukan.
    Ketika kedua orang tua belah pihak telah sama-sama setuju,
    tetapi, Ketika Allah belum menyatukan, apa kita harus marah?
    jawabannya, "Tidak!"
    karena Allah punya kejutan-kejutan indah untuk kita.

    Saat kegagalan itu tercipta,
    remuk hati itu akan terasa dan hati-hati jangan sampai setan menguasai hati.
    Boleh saja menangis beberapa waktu atas rasa kesedihan itu.
    Tetapi. jangan berlama-lama tenggelam dalam kepedihan.
    Ingatlah akan janji Allah dan berserahlah diri hanya kepada-Nya.
    karena sebaik-baiknya menggantungkan harapan itu hanya kepada-Nya bukan kepada ciptaan-Nya.

    Semoga kisah ini bukan hanya mengisnpirasi saya,
    tetapi juga mengsipirasi yang membaca tulisan ini.
    Untuk menjadi tidak baik itu sangat mudah,
    sementara untuk menjadi lebih baik itu sulit, penuh ujian, tantangan dan insya Allah hasilnya akan indah.
    Hidup itu berprinspi, semoga apa yang kita ambil itu yang terbaik dan selalu di Ridhai oleh-Nya.
    Cinta tak akan kemana-mana,
    Cinta tak selalu jodoh, tetapi jodoh akan selalu bersama cinta.
    Semangat memantaskan diri untuk dipantaskan.


    Cikarang, 18-7-2016

    Tumiesn





    Alam Wawai Lampung, pesona warna hijaunya yang buat baper


    "Hijau!"
    Hijau adalah warna kedamaian, kesejukan dan ketenangan.
    Ketenangan seperti saat melihat kamu. #eaaa




    Bandar Lampung, sebuah kota yang terletak dipulau Sumatera-Indonesia ini yang berciri khas akan Sigernya (Mahkota) yang kaya akan objek wisata pantainya juga memiliki objek yang tak kalah eksotis dan aduhai,
    yang hijau-hijau, alami, dan sedap dipandang. Yakni perbukitannya.




    Kota yang manis dengan ciri khasnya Siger (Mahkota) ini memang selalu dirindu dan sebagai kebanggaan.
    Dan jangan heran, jika kamu pergi Kelampung disetiap toko atau bangunan dipinggir Jalan Raya, kamu akan melihat Siger sebagai simbol bahwa kamu ada di kota Bandar Lampung.




    Untuk perjalanan 8 Juli 2016 saat pulang ke Lampung, saya menyempatkan diri pergi kebeberapa tempat objek wisata. Salah satunya yakni objek wisata Alam Wawai Lampung, pesona warna hijaunya itu loh yang selalu buat baper. Terlebih saya yang seorang penyuka hijau, mungkin karena saya terlahir dipedesaan yang asri dikelilingi pepohonan kali ya hehehehe.




    Taman wisata Alam Wawai berasa di Jln. Raden Imba Kusuma Ratu, Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, BANDAR LAMPUNG.

    Nah.. untuk Posisi lokasinya, tepatnya di Tugu Duren (dekat Lembah Hijau) Jika kita masuk dr jalan tamin, mau menuju lembah hijau kita bertemu bunderan tugu duren arah ke kira jalan ada tanjakan, nah masuk aja ke jalan itu, sampek lewatin Makam yang ada di kanan jalan,terus sampek ketemu tikungan liat kiri ada jalan masuk deket rumah warga liat aja ada petunjuk masuk alam wawai.
    Dan dikarenakan jalananya cukup tinggi, maka harus hati-hati ya gaes... hehehe.
    "Namanya juga kearah perbukitan." hihihi

    Jika kamu pergi ke Alam Wawai, maka mata mu akan dimanjakan oleh pemandangan yang wow.
    diantaranya :
    1. Daun-daun warna hijau hehehe
    2. Pemandangan laut Teluk Lampung
    3. Pemandangan perkotaan B. Lampung dari puncak
    4. Penasaran? datang saja hehehehe.
    5. Tiket hanya Rp.20.000,-/orang *Tiket sudah termasuk free minum."








    Oh, iya sebagai masyarakat yang perduli akan lingkungan maka budayakan selalu membuang sampah pada tempatnya ya.























    Sudah liatkan beberapa gambarnya gaes??
    Untuk lebih jelasnya datang saja Ke Lampung.
    Jika kamu seorang penjelajah (hobi jalan-jalan) tempat ini cocok buat kamu yang suka ketenangan.
    Kalau kamu belum tenang di desa ku juga tak kalah tenang dan hijau.
    Jangan lupa bawa ayah ibu mu ya... #eaaa -_-


    Cikarang, 15-7-2016

    Tumiesn
    coretan pena perjalanan liburan di bulan Juli ini.





    Ketika masih harus sendiri





    Sendiri bukanlah sesuatu yang menakutkan tetapi haruslah dinikmati sebelum tiba masanya tak sendiri lagi.
    Banyak orang berkata, "masih muda banyakin pengalaman mengenal hati." akh... buatku itu kalimat yang dangkal.

    Setiap orang memiliki warna hidupnya masing-masing.
    Ada yang berwarna merah muda penuh dengan cinta.
    Warna hijau penuh ketenangan.
    Warna hitam penuh misteri dan sebagainya.

    Ketika masih harus sendiri!
    Mungkin itu adalah kata yang tepat ketika diri sedang menata hati, mempersiapkan diri dan menyibukan diri sendiri untuk mengenal dunia yang lebih luas. Menunggu si cinta datang menjemput dan dia yang akan pantas duduk disamping diri ini.

    Ketika masih harus sendir...
    Kalimat itu adalah hal yang lebih pantas buat diri yang saat ini lebih mantap menata hati.
    Menikmati kesibukan, bermain dengan para sahabat, mempelajari ilmu dan kecintaan kepada-Nya.
    Dan saat menikmati kesindiran bukan berarti tak perduli!

    Setiap orang berhak untuk berpikir dan beranggapan tentang banyak hal, tentang apa yang dilihat, tentang apa yang dirasa. Namun, setiap orang memiliki pemikiran ada yang luas dan ada yang terbatas hanya sekedarnya berkata apa yang dilihat bukan apa yang dirasa.

    "Kapan nikah?"
    "Mana gandengan?"
    "Mana pacar?"
    "Jomblo mulu! punya pacar dong kaya gue!"
    dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang berusaha menguatkan hati.
    Mungkin kalimat-kalimat itu adalah sebuah ujian bagi sijomblo penata hati. #eaaa

    sendiri untuk berjuang memantaskan diri untuk dipantaskan itu memang lebih sulit.
    Perlu perjuangan dan banyak godaannya.
    Pokoknya bermacam-macam ujiannya deh.
    Kritik dan krikil banyak menari-nari mampir kegendang telinga, dan itu sudah biasa buat si hati yang masih asik sendiri,

    Terlebih ketika orang tua sudah sibuk bertanya-tanya tentang si hati.
    Dan kadang pula sibuk memperkanalkan si itu, si ono dan entah mungkin si dia.
    Bahkan udah ada yang siap nentuin tanggal, hehehe.
    Mungkin si hati memang harus lebih siap menata hati, memantapkan niat terutama memantaskan diri.
    Karena pada akhirnya si hati hanya akan duduk bersama hati yang namanya sudah tertulis oleh-Nya.

    Ketika masih harus sendiri..
    Percayalah, si hati hanya sedang berjuang memantaskan diri.
    Bukan hanya mencari yang sempurna.
    Karena sebenarnya tak ada hati yang sempurna,
    melainkan belajar saling menyempurnakan setelah akad digelar.

    Wahai hati yang tangguh dan tenang,
    bersabarlah, bahwa pada akhirnya sepotong hati itu pasti akan datang.
    Duduk disamping bangku yang kosong,
    Menggenggam ruang-ruang jemari ini.
    Dan melangkah bersama bukan sekedar membelah dunia namun melangkah menuju Jannah-Nya.

    Wahai hati persiapkanlah diri saat ketika hati masih harus sendiri.


    Cikarang, 13-7-2016

    Tumiesn.