Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan






Tinggal disebrang pulau tepatnya dipulau jawa barat tanpa orang tua adalah suatu cara untuk belajar mandiri. Tinggal dikosan sepetak dan menjadi seorang buruh pabrik disebuah perusahaan swasta bukanlah penghalang melanjutkan mimpi.

Terkadang merasa heran jika melihat seseorang yang hanya tinggal meneruskan keinginan orang tua untuk melanjutkan pendidikan saja masih malas-malasan, masih suka keluyuran dan bahkan sering mengabaikan pendidikan yang diamanakah orang tuanya. Hmmm.. rasanya hanya ingin bilang jika diluar sana banyak ribuan jiwa yang sangat ingin meneruskan pendidikannya namun terhalang oleh keterbatasan ekonomi.

Setelah lulus Sekolah menengah kejuruan tahun 2010, saya tidak lantas melanjutkan pendidikan dengan alasan memilih bekerja karena faktor kebutuhan ekonomi. Ada keinginan untuk melanjutkannya. Namun, akhirnya bertahun-tahun dan beberapa kali ganti perusahaan saya tidak melanjutkan sekolah.
Hingga suatu masa saya mendapatkan hidayah akan pentingnya sebuah pendidikan walaupun saat itu pekerjaan saya belum tetap.

Di usia yang ke 22 tahun saya baru melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi ilmu ekonomi di Bekasi. Dengan niat dan semangat tanpa batas saya berusaha untuk menjalani pilihan saya untuk meneruskan pendidikan.
Bekerja dari pagi hari hingga sore, dari hari senin sampai dengan sabtu siang saya berperan menjadi seorang buruh pabrik. Sementara sabtu siang dan minggu adalah saya berperan sebagai seorang mahasiswi.

Tak ada libur selama satu minggu bukanlah penghalang untuk tetap bahagia, karena saya harus tetap bersyukur dan berjuang serta berkomitmen menjalani prosesnya.
Menjadi seorang anak perantauan, tinggal sendiri, makan sendiri dan bayar kuliah sendiri adalah sesuatu hal yang harus saya syukuri. Merasakan bagaimana menghidupi diri sendiri dari hasil menjadi seorang buruh pabrik serta berkomitmen meneruskan pendidikan. Insya Allah saya bisa hingga toga itu kukenakan sebagai hadiah dari perjuangan.

Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan justru menjadi motivasi bagi diri sendiri dan lingkungan. Bahwa apapun pekerjaan kita dan siapapun kita, kita berhak melanjutkan pendidikan dan menjadi manusia yang terus produktif.
Sebagian besar dari teman-teman kampus saya adalah seorang buruh pabrik yang mengambil kelas karyawan. Mereka yang kebanyakan jauh dari orang tua seperti saya tidak nampak putus asa untuk menggapai keinginan.

Terkadang rasa lelah itu memang menghampiri, karena bukanlah hal yang mudah membagi tenaga dipekerjaan dan jam kuliah terlebih tugas kuliah yang cukup banyak. Belum lagi terkadang mengikuti kegiatan komunitas dikampus atau diluar kampus. Bahkan jam tidurpun hanya beberapa jam setiap hari dilakoni.

Usiapun bukanlah penghalang untuk menimba ilmu, banyak juga saya saksikan mereka yang nampak sudah berumur (diatas kepala 3) masih semangat untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang mahasiswa/i diluar jam pekerjaannya. Mengayunkan kaki, santun, semangat menggali ilmu dengan ikhlas dan berusaha untuk terus berproses menjadi yang terbaik.
Ketika gaji tiap bulannya dari hasil menjadi seorang buruh pabrik harus dibagi-bagi, untuk orang tua, untuk bayar kosan, untuk bayar kuliah, untuk biaya sehari-hari dan untuk biaya menabung. Dari sinilah seseorang belajar memanajemen keuangan dan juga waktu.

Ketika teman-teman sibuk jalan-jalan, nonton di bioskop, shoping dan sebaginya. Saya dan sebagian yang lain harus menahannya. Memilih mana yang harus diperiotaskan. Memilih tidak ikut jalan-jalan, nonton dibioskop, shoping dan sebagainya. Untuk melakukan hal itu kami harus berpikir apakah kebutuhan yang utama seduah tercukupi, jika ada sisa uang maka sesekali kami ikut jalan, jikapun tidak kami memilih menahannya.

Kurang tidur dan kurang piknik bukanlah sebuah alasan untuk mematahkan semangat. Terus berjuang hingga apa yang dijalani semoga berjalan lancar. Berusaha menjadi manusia yang produktif. Belajar mandiri, belajar memanajemen waktu dan keuangan. Semua itu dilakukan hanya untuk masa depan yang lebih baik.

Walau buruh pabrik bukan penghalang melanjutkan pendidikan, ku percaya Allah selalu ada dan memberikan kemudahan disetiap urusan untuk meneruskan impian. Semangat untuk menjadi manusia yang lebih produktif.




Cikarang, 25 Mei 2016

Tumiesn





    Untukmu aksara cinta




    Cinta adalah anugrah, fitrah manusia.
    Ia datang pada musimnya, waktu yang tepat untuk hati dan jiwa yang bergegas siap.
    Siap menerima cinta hadir, menyempurnakan separuh agama.
    Cinta datang sebagai pelengkap untuk melalui hari-hari yang sebelumnya sepi.

    Aku tak tahu siapa dirimu, dimana kamu dan terlahir dari rahim wanita mana.
    Tetapi, aku percaya engkau adalah sosok yang terlahir dari rahim wanita luar biasa.
    Dan engkau seseorang yang tegas seperti atas didikan ayahmu.

    Aku tak tahu bagaimana wajahmu, senyummu bahkan mungkin marahmu.
    Tapi aku percaya engkau adalah salah satu ciptaan yang tak sempurna namun akan mampu menyempurnakan hidupku nanti.

    Aku tak paham bagaimana pekerjaanmu dan soal pendidikanmu.
    Tetapi, aku yakin setiap tetes keringat yang kau teteskan adalah sesuatu yang halal yang engkau tumpahkan demi keluarga kecil nanti.
    Ah... soal pendidikanmu bukanlah jaminan untuk membahagiakanku. Namun, setiap jengkal ilmu yang kau dapat dari apa yang kau pelajari aku rasa itu lebih dari cukup untuk bekal hidup kita nanti dan ku yakin kau tak akan pernah henti menuntut ilmu kebaikan karena ku tahu semua itu untuk kau ajarkan lagi nanti kepada anak-anak kita.

    Soal ilmu agama ku tahu kau masih berusaha memperbaiki sebagai bekal hidup kita.
    Ilmu itu bisa dipelajari bersama-sama, namun ahlaklah yang lebih utama dalam rumah tangga.

    Kau memang tak setampan Yusuf dan tak sempurna seperti Muhammad. Tapi aku yakin disetiap helai nafasmu kau berusaha untuk mengikuti ajarannya.


    Untukmu calon imamku entah dimana kau kini.
    Dalam aksara cinta namamu terasa tergambar namun masih samar-samar.
    Karena terangnya nama itu saat engkau ucap janji suci yang sebenarnya di hadapan Allah dan disaksikan orang tua kita dan malaikat.

    Cintamu dan cintaku yang tak sempurna,
    Namun jika kita mengawalinya semua itu karena-Nya kuyakin aksara cinta akan sempurna.
    Cinta yang tak hanya sekedar didunia namun hingga ke Syurga-Nya.

    Jemputlah cinta ini dengan sempurna,
    Hingga aksara cinta itu tercipta dengan indah.
    Jangan biarkan cinta berbuat salah, halalkanlah sesuai perintah agama.
    Untukmu yang ku ukir dalam do`a, entah siapa dirimu dan dimana engkau.
    Hadirlah, jemput agar aksara cinta itu tergambar sempurna.

    Untukmu entah siapa.....

    Cikarang, 23 Mei 2016

    Tumiesn






    Ya Allah aku rindu




    Aku berjalan dan terus berjalan menelusuri rindu
    Rindu yang jauh di ujung sana
    Namun jalan menuju rindu itu penuh liku dan ujian

    Satu masa terus berlalu
    Keresahan hati sering mencekik ruang yang sejatinya ingin bahagia
    Tenang dan damai dalam dunia fana
    Padahal Itu salah

    Dunia kian hari entah mengapa
    Kehausan akan gemerlap dunia menghantui seketika
    Merangkul hati dan mencabik-cabik nurani

    Ya Allah...
    Ampuni aku yang penuh khilaf dan berlumur dosa
    Aku malu, sungguh malu
    Maluku bukan pada apa atas pencapaian dunia
    Aku malu usiaku yang semakin menua sementara kedekatanku pada-Mu terasa jauh

    Aku malu, sering ku perbuat salah
    Khilaf dan dosa berlumuran
    Tetapi, engkau selalu ada untuk ku
    Aku malu kepada-Mu

    Ya Allah aku rindu
    Rinduku padamu disetiap tarikan nafas ku ucap nama-Mu
    Seringku lalai pada kewajibanku
    Melupakanmu dan mengejar dunia yang fana

    Ya Allah aku rindu
    Menuju jalan ridha-Mu aku ingin menuju
    Izinkanlah dan berikan kesempatanku untuk perbaiki
    Peluk aku ya Allah
    Kusadari ketenangan hidup adalah menuju jalan-Mu
    Menuju jalan rindu-Mu memang penuh ujian
    Izinkanlah aku menjadi ciptaan-Mu yang dirindukan oleh Syurga-Mu

    Ya Allah aku benar-benar rindu
    Rindu di jalan-Mu
    Inginku dirindukan Syurga-Mu
    Izinkanlah aku tetap merindukan dan menuju jalan-Mu
    Bimbinglah langkah ini menuju rindu-Mu

    Cikarang, 19 Mei 2016

    Tumiesn




    Rasa untuk bersama





    Rasa tercipta bukan sekedar kata.
    Ia memiliki tempat dan porsinya tersendiri, rasa yang begitu banyak macamnya.
    Ada rasa suka, duka, marah, benci, sayang, cinta dan nano-nano.
    Setiap manusia mempunyai rasa, begitupula rasa nyaman dari kata ternyaman.

    Rasa nyaman itu ibaratkan kita tengah berteduh disebuah payung diantara derasnya hujan,
    Walaupun hanya sekedar payung, jika ia mampu melindungi tubuh kita dari serangan hujan tetaplah rasa nyaman itu tercipta.
    Seperti halnya setiap insani yang berhak memiliki rasa.
    Apapun itu...

    Rasa untuk saling memiliki dan mencintai itu adalah fitrah manusia.
    Menyayangi seseorang yang tak terlepas dari do'a.
    Ia yang mampu memberikan rasa nyaman dari teriknya matahari dan rasa nyaman dari derasnya hujan.

    Rasa yang tak pernah pamrih.
    Rasa yang mengharapkan ridho-Nya.
    Rasa yang sederhana dan tercipta saling menerima satu sama lain.
    Rasa itu adalah rasa sebenarnya untuk bersama.


    Cikarang, 16-5-2016

    Tumiesn




    Tentang kerinduan "Ayah"






    Rindu...
    Kata rindu mungkin bisa di eja
    Namun, kerinduan akan kata itu sulit untuk di eja
    Melesat jauh hingga menusuk ulu hati
    Tentang rindu

    22 tahun sudah berlalu mata ku tak dapat melihat engkau
    Telingaku tak mendengar lembut suaramu
    Langkahmu tak nampak terlihat di setiap episode cerita
    Tanganmu tak mengelus kepalaku
    Peluk hangatmu tak ada lagi

    Hari jumat 22 tahun sudah berlalu
    Tangis, luka memecahkan selembaran hari itu
    Mengenang hingga hari ini

    Ayah...
    Jasadmu memang tak dapat kupeluk lagi
    Wajahmu tak dapat kupandang lagi
    Namun, hatimu akan selalu ada dihatiku
    Terbungkus rapi dan tertanam subur
    Kusirami dengan do'a cinta untukmu

    Masa kecil penuh bahagia bersamamu memang telah usai
    Namun, tak akan pernah usang
    Namumu tetap terpatri dalam jejak memori ini
    Karena aku adalah darah daging cintamu

    Bersama do'a aku merindukanmu
    Memelukmu erat dalam setiap hembus cinta
    Ayah...
    tentang kerinduan ini kujaga rapih
    Sebagaimana pesanmu menjaga diri adalah caraku berbakti

    Ayah dan tentang kerinduan ini
    Bahagia disana
    Nafasmu memang tak ada lagi dibumi ini
    Namun, nafas kasih cintamu tetap ada di setiap do'a dan langkah hati

    Ayah..
    Tentang kerinduan ini semoga kita dapat berkumpul di Syurga-Nya

    Cikarang, 13-5-2016

    Tumiesn

    Namamu tetap ada dihati, 13 Mei 1994 - 13 Mei 2016 = 22 tahun Sapuan (alm)



    Tag :Ayah




    Kulanjutkan cintaku pendakian ke-2 "Gunung Batu"





    Mendaki itu seperti sedang membelah awan langit biru.
    Untuk mencapai puncak gunung ada proses perjalanan yang harus dilewati dan cukup dinikmati.



    6 April adalah tanggal dimana warna kalender Indonesia berwarna merah dan itu adalah waktu yang tepat dijadikan moment bagi setiap orang untuk berlibur. Dan setiap orang mempunyai caranya tersendiri untuk menikmati waktu luang tersebut. Waktu yang special dari hari biasanya dimana disibukan dengan pekerjaan dan sebaginya.



    Saya memutuskan untuk mencuci mata dengan cara melihat keajaiban ciptaan Tuhan lewat pemandangan alam dengan cara haiking ke gunung Batu tepatnya di Jonggol jawa barat bersama adik tercinta yakni si Ragiel.

    Meski hanya berdua kami tetaplah jalan. Kalau bahasa kekiniannya yakni "yang penting otw lah biar kaya orang-orang!" Padahal sudah jelas-jelas sejak tercipta saya sudah jadi orang .

    Perjalanan ditempuh dari Cikarang - Jonggol hampir tiga jaman. Maklum saya bawa motor hanya sekitar 40 s/d 60 km/jam itu juga belum ditambah istirahat hehehe karena mama selalu berpesan, "bawa motor jangan ngebut-ngebut ya nak!"




    Sekitar jam 12:40 wib saya dan adik saya memulai pendakian dari pos 2.
    Baru beberapa langkah mendaki si Ragiel sudah mulai mengeluh, wajar ini adalah awal mula dia mau mendaki hehehehe "dia baru ketularan virus naik gunung efek terinspirasi dari foto teman saya yang suka naik gunung."
    Karena mendaki bukanlah untuk egois-egoisan ataupun siapa duluan yang jalan dia yang menang duluan sampai puncak, tetapi mendaki adalah bentuk kekompakan bersama team. Pergi bersama dan pulang bersama. Dan ku biarkan dia sesering mungkin beristirahat mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga. Dan beberapa kali pula ku semangati dengan memamerinya bahwa "akan ada sebuah keindahan diatas sana." Seperti halnya saat pendakian pertama saya ke gunung papandayan bersama team 10 agustus 2015 kemarin.



    Serunya dalam perjalanan itu adalah Allah pertemukan dengan teman-teman baru yakni Indri dan kawan-kawan dari Bekasi juga dan akhirnya kami mendaki ber-6. Tak jarang saling sapa menyapa dengan para pendaki yang lain, karena memang para pendaki itu solidaritasnya tinggi.
    Tak salah jika pasanganmu suka mendaki itu adalah pasangan idaman. Kepada orang lain saja solidaritasnya tinggi apalagi sama kamu! Hihihi




    Dan mendaki itu adalah ketahanan fisik dan kesabaran hati. Seperti sabarnya menanti kakak jodoh #eaa



    Dari setiap jengkal perjalanan kita akan menemukan sesuatu yang belum kita pernah dapatkan dan rasakan. Semilir angin alam bebas itu sosweet banget dan subhannallah deh atas semua nikmat Allah yang luar biasa.
    Pendakian kali ini memang tak setinggi pendakian sebelumnya. Dan kali ini hanya haiking tidak ngecamp.
    Namun, karena namanya gunung batu ya jalanannya cukup curam dengan pemandangan batu besar yang harus dilewati




    Cukup nguji nyali karena harus pengan tali tambag hehehehe.
    Spiderman aja bisa lompat sana sini pakai jaringnya dari kekuatannya masa saya kalah hanya pakai tambang yang sudah disediakan.




    Dari pos 2 sampai ke puncak gunung kami membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Dan akhirnya atas izin Allah kami sampai di puncak.
    Dan semua rasa lelah selama pendakian terhapus sudah. Yang ada hanyalah rasa syukur dan kagum atas ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Benar-benar mengagumkan.




    Jika ada yang bertanya mengapa seseorang senang mendaki! Apa yang di cari?
    Pergilah mendaki sendiri ditemani langkah kaki dan mata akan menjadi saksi apa yang akan di dapatkan diatas gunung sana.




    Gunung batu 875 mdpl akhirnya dapat ditaklukan. Dan lumayan untuk olahraga diwaktu luang. Dan bagi si Ragiel yang pemula ini dia begitu girang atas perjalanannya.




    Trip yang sederhana namun berkesan dan itu lebih dari sekedar kata indah.
    Selagi muda, selagi kaki masih bisa menopang beban dan mata yang ingin sekali di cuci oleh panorama indah akan karya Tuhan tidak salahnya kita mendaki ketinggian gunung.
    Karena dari setiap perjalanan adalah pelajaran dan dari pendakian kita akan belajar banyak hal tentang perjalanan tersebut.





    Cikarang, 7 Mei 2016
    Di sepertiga malam.

    Tumiesn





    Maafkan aku duhai Naskah





    "Membiarkan naskah terdiam didalam laptop itu seperti Membiarkan mu berlalu begitu saja!" #eaaa

    Salah satu kesalahan terbesar ketika seseorang terjun kedalam dunia kepenulisan yakni membiarkan sebuah naskah terbengkalai begitu saja.
    Dengan alasan banyak hal diantaranya ide yang habis, tidak ada waktu dan yang paling parah adalah Malas!
    #agrrrhh jika saja naskah itu bisa bicara mungkin dia akan berteriak dan komplain kepada sang penulis yang sering mengabaikan dan bahkan melewatkannya begitu saja.

    Dan jika saja naskah yang tak kunjung usai itu bisa menangis, ia akan menangis sekencang-kencangkan.
    Agar jeritan luka hatinya yang terabaikan dan tak diproses akan didengar oleh mata hati sang penulis.

    Sungguh ini adalah kesalahan terbesar membiarkannya terdiam dan bahkan bisa hilang begitu saja ketika si alat mesin penginput data / laptop ikutan ngambek dan semua data hilang akibat belum di copy ketempat lain.
    Sungguh ini menyakitkan dan menyedihkan.

    Semua apa yang terjadi di hidup ini tak lain adalah atas apa yang sudah Allah tentukan.
    Melalu penggerakan hati dan pikiranlah manusia terus berjalan.
    Salah satupun benar intinya manusia haruslah instropeksi diri tentang apa yang terjadi pasti semua itu tak lepas atas perbuatannya.
    Termasuk melewatkan si naskah itu.

    Ketika naskah menghilang tanpa jejak mungkin adalah kesalahan si penulis yang sering mengabaikannya, padahal ia butuh perhatian! "Maafkan aku naskah!" ^-^
    Keadaan ini akan menyadarkan sipenulis bahwa untuk menjadi seorang propesional haruslah konsiten.
    Terutama memiliki komitmen pada dirinya sendiri walau apapun yang terjadi.
    Tidak menyia-nyiakan waktu hingga bisa saja membuat si naskah berlalu begitu saja.

    Maafkan aku duhai naskah!
    Berikanlah kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya.
    Meskipun dirimu sudah tak kutemui lagi, setidaknya akan ingatan tentangmu masih tergambar jelas sehingga dapat ku jabarkan ulang.


    Cikarang, 5-5-2016

    Tumiesn






    Kilau mentari di SMK Dewantara Bekasi





    "Kebahagiaan seorang guru apabila melihat keberhasilan dan kesuksesan anak didiknya!" sebuah kalimat seorang guru SMK Dewantara yakni bapak Yakub saat saya temui 29 April 2016.
    Sebuah kalimat yang nyes pas kena hati!

    Menjadi salah seorang alumni siswi SMK Dewantara 6 tahun silam selalu membuat saya rindu akan banyak kenangan.
    Kenangan yang tak mudah untuk dipatahkan ataupun dihapus.
    Karena masa-masa itu adalah masa yang amat berharga dalam setiap penggal ceritanya.

    Tahun 2007 adalah awal perjalanan saya merantau dari Bandar Lampung ke Bekasi.
    Disinilah perjalanan saya dimulai, jauh dari orang tua dan tinggal bersama saudara dan bertemu dengan dunia baru dan orang-orang baru.

    Pendiam, pemalu, jutek, cuwek, tidak ada prestasi, pintarpun tidak hanya menjadi siswi rata-rata.
    Itu adalah sepenggal ingatan saya saat itu.
    Meskipun saya dulu adalah si pendiam tetapi itu sangat berkesan, karena saya menemukan kilau mentari di SMK Dewantara.
    Kilauan yang amat memikat, kilauan yang akan terus terkenang yakni tentang lingkungan sekolah yang amat positif. Teman-teman sekolah, guru-guru dan langitpun seraya selalu mendukung setiap langkah gadis pendiam tempo dulu.



    SMK Dewantara adalah sebuah sekolah kejuruan yang amat selalu ku rindukan.
    Dimana sekolah ini yang telah berdiri sejak tahun 2001 sangat menyimpan kenangan dan perubahan-perubahan yang terus berkembang dari tahun ketahun.
    Sekolah yang berwarnakan hijau teduh ini memang selalu menyejukkan mata bila dipandang.
    Guru-guru yang ramah, sabar dan penyayang.
    Mereka adalah guru-guru yang telah berjasa disetiap hidup siswa/i nya,
    mereka yang tak segan-segan memberikan ilmu yang mereka miliki dan waktu.
    Guru bukanlah orang tua yang melahirkan saya, kamu dan semua pelajar di dunia ini, tetapi mereka adalah orang tua tanpa tanda jasa yang rela merangkul murid-muridnya agar tertular ilmu yang di genggamnya.



    SMK Dewantara memang selalu memberikan kilau mentarinya dalam pendidikan.
    Dan banyak alumni SMK Dewantara yang sudah berhasil dibidangnya, ada yang menjadi guru, polisi, pegawai negri, pegawai swasta, meneruskan pendidikannya, pergi ke Jepang dan lain sebagianya.
    Siapapun mereka dan dimanapun mereka, bagi guru-guru Dewantara mereka sangat bangga jika mendengar anak didiknya telah menjadi orang yang berhasil.



    SMK Dewantara saat inipun telah membantu program pemerintah salah satunya yaitu Go Green! hijaukan bumi dengan tidak menghabiskan kertas dengan cara tes calon siswa/i baru dengan sistem komputerisasi.
    Jurusan disekolah ini diantaranya : TKJ, AP, Outomotif dsb.
    Setiap tahunnya SMK Dewantara selalu mengalami peningkatan siswa/i baru yang dimana dipengaruhi oleh kualitas SMK Dewantara yang semakin bagus.



    Terimakasih u/ ruang yang tak terbatas
    Ruang tanpa sekat perbedaan
    Ruang yang selalu dirindu oleh hati para murid-muridmu
    Terimakasih guru telah menyediakan waktu, hati dan tempat untuk kami
    Darimu engkau ciptakan anak bangsa yang cerdas
    Keberhasilan muridmu adalah kebahagiaanmu
    Dan kegagalan muridmu adalah pilu hatimu










    Terimakasih untuk Kilau mentari di SMK Dewantara Bekasi sebagai saksi perjalanan pijakan kaki ini.

    Cikarang, 4 Mei 2016

    Tumiesn







    Jejaknya yang terhapus






    Mungkin saat ini memang dia telah pergi
    Ditemani semilir angin yang berhasil membawanya berlalu
    Berlalunya begitu cepat hingga meninggalkan butiran air mata yang asin di tepi pipi

    Dia..
    Jejaknya yang terhapus oleh ombak
    Jejaknya yang menghilang begitu saja dan meninggalkan sesak didada
    Dia yang telah berhasil merebut hati yang akan kaya rasa

    Jejaknya yang terhapus seperti ranting-ranting yang siap untuk dilebur
    Jejaknya yang terhapus bagaikan kelopak mawar yang mulai layu
    Ia datang dengan jejak menarik namun pergi seakan tanpa jejak

    Saat kehilangan itu tercipta
    Ketika air mata itu mengalir deras
    Mungkin itu yang dinamakan rasa luka, pedih, kecewa bahkan marah

    Teriak bukanlah obat
    Membenci bukanlah jalan damai
    Namun diam juga bukan solusi
    Lalu hati ini harus bagaimana Tuhan?
    Sementara kepergiannya bagaikan pecahan kaca yang merobek-robek jantung hati

    Untuk menghapus semuanya dan mengikhlaskan jejaknya bukanlah hal mudah
    Butuh beberapa musim hujan untuk menghapus jejaknya

    Jejaknya yang terhapus
    Terimakasih telah banyak ajarkan hal tentang pijakan kaki dibumi ini
    Tentang pedih dan manis dunia ini
    Jejakmu memang telah terhapus oleh rentina mata namun tak semuda terhapus oleh mata hati


    Cikarang, 3-5-2016

    Tumiesn





    Lingkaran dalam do'a




    Mungkin rindu berhasil menertawakanku
    Atau bahkan rindu berhasil mengejekku?
    Rindu mungkin akan berkata kepada hati, "kau bodoh!"
    Saat mana mata hati yang hanya merasa sementara lidah kelu tak mampu berucap tentang kerinduan ini.

    Rindu memang terasa sulit terucap
    Tidak dapat terjabarkan secara jelas seperti jelasnya kenyataan atas perasaan
    Namun hati memilih membisu
    Bukan naif hanya ingin menjaga itu saja.

    Rindu justru terasa lebih dekat manakala berada dalam lingkaran do'a
    Terasa lebih manis ketika namanya disebut dalam setiap do'a
    Lebih indah ketika semua isi hati terjabarkan dalam setiap untaian do'a kepada sang Maha Cinta.
    Terasa teduh ketika mencintainya dalam penjagaan bukan saling menyakiti dalam pendustaan.

    Cinta dalam lingkaran do'a engkau ada
    Meski jarak dan sekat terasa menyiksa
    Meski langkah kita harus bersebrangan
    Meski mata kita memilih menunduk pandangan
    Cinta kau ada dalam lingkaran do'a semoga Berseminya namamu dalam kalbupun dalam lingkran do'a

    Rindu lingkaran do'a akan selalu memelukmu
    Menemanimu dalam setiap langkah
    Menjadi saksi setiap hembusan nafas
    Dan membelaimu lembut disetiap sujudmu

    Cikarang, 1 mei 2016

    Tumiesn