Cinta ada Untuk sepotong Hati





Cinta itu tak pernah mengenal siapa kamu,
Bagaimana kamu,
dari mana kamu,
seperti apa kamu
dan
harus menjadi apa kamu!

Karena cinta datang pada sepotong hati tanpa di rencana dan di duga.
Cinta itu tumbuh laksana biji-biji bunga matahari yg di tanam dan dipupuk di palung hati.
Ketika bunga matahari itu mekar,
ia begitu mempesona laksana berikan kesejukan tiada batas.

Seperti itu lah cinta.
Sesuatu yg sederhana,
sesuatu yg nyaman dan ia datang pada musimnya.

Karena sepotong hati tak akan pernah tau dari mana dan harus bagaimana menanti tentang cinta.
Karena cinta itu fitrah manusia, ia datang atas karunia dari sang Illahi untuk sepotong hati.
Jika cinta itu telah bersemi di relung hati bersama hembusan nafas,
bukan kah cinta itu patut di perjuangkan???

Cinta sejatinya pasti ada untuk sepotong hati yg akan menjadi sepasang hati untuk melangkah bersama dalam hembusan nafas cinta.

Tumiesn






    Mama setiamu menjadi contoh bagi kami




    Seringkali ia berbisik, “Nak, jaga kesehatan, jangan lupa shalat dan makan.” meski itu hanya via suara, karena jarak membentang luas kami harus berjauhan.
    Ia bukanlah bidadari bersayap yang sering diceritakan dalam dongeng-dongeng dan sering kali kudengar pula mengenai malaikat yang bersayap.
    Bagiku, ia adalah bidadari berwajah ayu, tanpa sayap ia pun adalah malaikat bagi keluarga.

    Tangannya yang dulu lembut, kini menjadi kasar, karena tugasnya sebagai ibu rumah tangga yang harus menangani semuanya dengan kedua telapak tangannya. Wajahnya yang dulu kencang kini nampak menua. Namun, semua itu tak mampu mengalahkan betapa lembut dan hangat pelukannya.

    Masih ku Ingat sekali dahulu bagaimana ia menjadi seorang ibu dan menjadi ayah juga. Masih melekat dimemori mengenai perjuangannya, dengan tangan, kaki dan hatinya ia membesarkan putri-putrinya yang masih begitu kecil nan mungil.

    Sering kali aku bertanya, “mengapa mama tidak menikah lagi? aku ingin punya bapak seperti teman-teman seusiaku, yang sering kali aku lihat begitu nyaman dalam dekapan seorang ayah! mengapa aku tidak?”

    Dengan lembut ia menjelaskan berkali-kali pula, “Bapakmu sedang mengaji nak, jangan ulangi lagi pertanyaan itu yah!” karena usiaku yang masih begitu belia aku tak paham mengenai mata yang berkaca-kaca dan wajahnya yang berseri menjadi menciut kemerahan menahan sesuatu yang mengganjal diantara kedua matanya.

    Pertanyaan itu membuatku bosan, hingga akhirnya lambat laun aku memahami arti semua ini, bahwasannya mama adalah wanita yang setia. Karena di hatinya hanya ada sebuah nama yakni nama bapak.

    Sering kali aku tersenyum sendiri saat mendengar kata setia, setia kepada satu orang imam yang membimbing ke jalan yang benar. Sesering kali itu pula aku berbisik lirih, “Aku ingin seperti mama setia hingga ajal yang memisahkan raga, namun hati masih sama melekat dalam jiwa.”

    Oh.. mama, betapa bahagianya aku. Meskipun aku sempat merengek menangis dan bertanya-tanya mengapa aku berbeda. Namun, kini aku sangat bangga atas sikap, komitmen serta prinsip yang engkau usung tegak dalam kokohnya tiang di hatimu.
    Kaulah wanita yang pertama kujumpai atas nama kesetiaan. Aku ingin sepertimu mama.

    Engkau memberikan banyak inspriasi dalam hidup. Kau sering kali menyembunyikan sedihmu dan kau berpura-pura tertawa bahagia, sementara hatimu terkadang terluka menghadapi gejolak dan goncangan hidup. Karena kau tak ingin membuat putri-putrimu menahan pedih yang engkau rasa. Penuh dengan cinta dan kelembutan namun dengan ketegasan engkau membesarkan kami. Aku memposting tulisan ini tepat di hari jadi mamaku yang 58 tahun, agar suatu saat aku tua nanti dan aku membuka tulisan ini, aku teringat akan sosok inspirasi hidupku yakni engkau mama.

    Sehat, selalu dan panjang umur, maafkan aku yang belum berhasil menjadi sosok yang engkau harapkan. Namun, engkau selalu mengatakan semoga aku menemukan kebahagiaan dan dapat menggapai cita-cita yang telah aku ukir dipalung hati dan telah ku gantungkan di langit yang paling tinggi.

    あいしてるよう。
    お誕生日おめでっとはは。We love you, mama dan bapak.




    Tag :mama