Cinta Semanis Puding Seperti halnya Wanita!





Cinta,
Cinta adalah sebuah kata yang begitu sederhana nan indah.
Cinta sejatinya lahir dari setiap sanubari manusia.
Cinta itu Fitrah, suci dan tanpa direkayasa.
Ok, sipz untuk tulisan kali ini saya mau membahas tentang cinta!
Wow? apa itu cinta?

Cinta adalah butiran-butiran kasih sayang yang begitu sulit diuraikan. Namun, cinta itu indah. Cinta yang terlahir dari hati manusia, terfikir dalam otak yang terus berkembang pesat untuk merespon apa kata hati tersebut, serta tindakan yang di jalankan untuk memberikan apa itu cinta.

Hmmm... Cinta itu semanis puding. Mengapa saya katakan begitu?
Saya adalah seorang penggemar makanan yang dinamakan Puding. Puding yang sering saya jadikan cemilan hehehehe. Pelengkap makanan minimal 1 minggu sekali saya membuatnya untuk perut saya yang memang doyan puding sebagai peneman saat saya menulis atau saat saya sedang ada waktu luang untuk sekedar menikmati Puding, pasti saya lahap sampai habis. Hihihi bukan berati rakus ya!

Cinta? Puding? Pasti pada bertanya-tanyakan apa hubungan kedua kata itu?
Ok... akan saya beri tahu, ini menurut penalaran saya ya setiap kali saya sedang berkreasi didapur untuk membuat makanan yang dinamakan Puding.

Sebelum puding dibuat dan berbentuk sesuatu yang menarik, ia hanyalah serbuk-serbuk yang terbungkus dalam kemasan menarik, namun ketika di proses ia akan lebih menarik bukan? bahkan lezatnya itu loh waw...
Ketika puding dimasak dan dicampurkan dengan air, ia seperti sup dalam sebuh wajan. Namun, entah mengapa ketika mendidih dan didiamkan beberapa menit, puding akan mengeras.
Nah, sekarang yang saya akan bahas adalah keterikatannya seorang wanita dengan puding.
Wanita adalah mahluk yang terlihat lemah, padahal dia sangat kuat.
Saat wanita lahir pada umumnya, ia benar-benar suci tanpa dosa tak tersentuh dan indah, seperti serbukan Puding dalam kemasan yang menarik.

Ketika wanita tumbuh dewasa, ujian itu begitu berat dalam hidupnya. Apa lagi, seorang wanita sebelum ada yang menjaganya harus benar-benra menjaga dirinya seperti apa yang sering ayah dan ibu katakan. "Jagalah kehormatanmu nak! Jagalah kehormatan keluaraga!
Jangan kau hukum ayahmu kelak di Akhirat karena atas apa yang diperbuat anak perempuannya.
Karena, sebelum menikah, seorang wanita dosa-dosanya dipikul oleh sang Ayah.

Puding? Lalu apa hubungannya dengan wanita?
Wanita jika hatinya di lukai ia akan mengeras seperti puding yang telah dimasak dan diamkan beberapa menit.
Tetapi dibalik kekerasannya itu, wanita sungguh manis nan cantik bukan, seperti puding tersebut, walau ia mengeras seketika dimakan dan diatasnya dibumbui dengan saus yang bernama Vla ia akan sangat menarik dan enak rasanya.
Seperti halnya dengan wanita yang memang kodratnya cantik dan baik. Namun, wanita akan lebih cantik jika kehidupannya didampingi dengan ahlak yang baik.

Cinta memang semanis Puding. Lembut dan kaya akan rasa dan makna didalamnya. Begitupula wanita, ia cantik nan sederhana namun ada keelokan yang luar biasa untuk tetap dijaga oleh penjaga hatinya. Cinta itu memang semanis puding, namun ketika ingin mendapatkan wanita yang manis seperti puding, harus diperjuangkan dengan ahlak yang baik juga.
Jangan sesekali mengecewakan wanita baik-baik, saat ia terluka, ia memang akan mengeras hatinya. Namun, dibalik dari hatinya yang keras karena terluka, ia mudah memaafkannya. Seperti halnya dengan puding, walau ia sempat mengeras saat dibentuk, namun ia rasanya sungguh lembut nan manis.
Cinta memang semanis puding

Tumiesn

Tag :Puding