Nol (0) Lebih Baik Dari Minus (-)




Hari itu seorang sahabat memeluk ku,
Berbalik tanya, "Apa kamu yakin dan siap? Kembali ke minus?"
Aku berpikir sejenak, menatap bulat mata serius itu.
Dia melanjutkan, "Aku tahu kamu sulit bangun, tapi jika begini kamu menyakiti diri sendiri. Anggap saja dirimu berada di titik Nol (0), kamu hanya punya dua pilihan, pertama jika balik arah lagi berarti kembali ke minus, dan proses menunggu mu lebih sakit lagi.
Dan bila kamu maju, memulai hari baru, melupakan segalanya dan benar-benar dari nol, berarti kamu mengizinkan dirimu lebih bahagia."

Aku terdiam, masih berpikir.
Dan berusaha menstabilkan hati yang dimana hari itu cukup kacau.
Ia melanjutkan, serius tapi tenang.
"Sederhananya begini, contoh :
Kamu gak punya uang (nol) , ingin beli kulkas.
Pilihannya cuma ada dua, milih nahan dulu (sambil nabung) atau milih mengutang (meski dapat beli sekarang tapi akan jadi beban hutang pada kas mu?"

Aku tertunduk, berpikir seribu kali lagi.
Bahwa pada akhirnya pilihan hidup memang cuma ada dua, tentang persoalan apapun itu, memilih Bahagia atau kata lawannya Sedih?
Memilih Tersenyum atau lawan katanya Menangis?
Memilih Berlari atau lawan katanya justru Berdiam?
Memilah Produktif atau justru Pasif?
Memilih Maju atau malah Mundur?
Dan hidup ini memang harus memilih.

Hari itu aku menyadari, bisa tersenyum dan tenang lebih lapang.
Bahwa segala urusan kembalikan lagi kepada-Nya, dan lebih baik memilih yang bisa melangkah lebih maju, dan aku Memilih Nol, bukan mengulang ke arah minus.
Memulai semuanya dari awal.
Berdamai dengan diri sendiri.

Hari esok memang tak sama dengan hari kemarin, tapi tetaplah bersyukur pernah melewati hari kemarin yang berwarna-warni penuh cerita.
Hari ini dan esok adalah perjalan baru yang siap ditempuh, tentang syukur, ikhlas dan semangat baru.

Cikarang, 23 September 2018

-Tumiesn-

#perjalanan #story #mini #love #blog #tumiesn




    Pulang Sebenarnya




    Sebuah pesan masuk, siang selepas matahari menyengat pergelangan tangan mengendarai roda dua.
    Aku kacau, ku baca lagi dan lagi,
    Apakah pesan dari sahabatku bergurau?
    Nyatanya tidak setelah ku masuk duduk sempurna di ruang tamu rumah.

    30 menit sebelumnya 'Ni' sababatku berpesan di group genk kami, meminta do'a bahwa mamanya sedang kritis di salah satu RS. Jakarta Utara.
    Namun, selepas itu pesan lain berdatang duka, 'Nu' yang mengabarkannya
    Innalillahi wa Innalillahi rojiun.
    Segalanya kembali lagi, yah pada akhirnya semuanya akan pulang pada tempat dan waktu yang sudah disiapkan.
    Mamanya 'Ni' pulang,
    Dan kami, 'Ma', 'Mi' dan 'Nu' dari Cikarang segera meluncur dengan roda dua masing-masing selepas Ashar menuju Rumah sakit.

    Hari ini sebuah pesan sampai kehati tatkala air mata jatuh, basah penuh kehilangan yang merobek hati, ku tahu kamu rapuh sahabatku, meski dengan sikapmu yang selalu ditunjukan kuat beserta gigi putihmu yang selalu nampak tersenyum dikala kami menghibur.
    Kau tetaplah anak dari rahim wanita yang pasti merasa kehilangan, tabahkan hati mu.
    Pesan kehilangan hari ini mengingatkan kita, bahwa segalanya apa yang kita punya tak kurang dan tak lebih akan kembali dan pulang sebenarnya, yakni kepada sang pencipta.

    Sahabat 'Ni', kami sayang padamu.
    Percayalah bahwa Allah lebih sayang pada wanita yang memiliki rahim melahirkan kamu 20 tahunan silam.
    Kamu kuat, hadapai badai yang sedang mengujimu.
    Meski ku tahu jendela matamu tak pernah berdusta, dan gemuruh pedih terasa hebat tatkala ku peluk engkau dalam tangis kehilangan.

    Soleha ku, kami menyanyangi mu.
    Berdirilah tegak melawan rasa takut seperti malam kemarin kau berhasil menuntaskan sidang skripsimu.
    Meski belum sempat kau bilang bahagia telah lulus di pendidikan selama 4 tahun ini pada mama mu, ku yakin beliau haru dan bangga padamu.
    Tabahkanlah hati mu, sahabat kami.

    Semua akan Pulang Sebenarnya menuju perjalanan, menuju Allah.
    Semoga khusnul khotimah.

    Cikarang, 22 September 2018

    -Tumiesn-
    #KKM #maminuni #story #mini #love #blog #tumiesn