Kau Selalu Ada, Dekat Lebih Dari Kekasih




Bila senja katanya indah, tapi bagiku kau lebih indah.
Jika suara biola itu merdu, namum bagiku kau lebih merdu dan menenangkan.

Untukmu, dengarkanlah aku tak akan kemana-mana, seperti cinta dan perjuanganmu yang enggan jauh.

Kau selalu ada, dekat lebih dari kekasih.
Hatimu selalu lapang, senyummu mendamaikan, betapa beruntungku.


Kau ada, kasihmu utuh, meski anakmu yang semakin dewasa mungkin akan sibuk dengan urusan hati.
Anakmu yang pria akan sibuk memperhatikan wanita lain dan anak wanitamu akan sibuk dimanjakan oleh keperdulian kekasih yang dipilihkannya.

Kau tak marah, apa lagi mengurangi kasih sayangmu.
Sungguh, cintamu tak berkurang meski satu detik saja.

Kau ada, dan selalu hadir untuk anak-anakmu.
Kau ciptakan damai di rumah tanpa perlu ada suara-suara nyaring dari musik manapun.
Bagimu, damai cinta adalah manakala anak, Ibu dan ayah saling bercengkrama di ruang bersama.

Saat kanak-kanak mereka yang menjadi pelatih cinta.
Saat anak-anaknya dewasa Sudah saatnya mereka lebih diperhatikan.


Cinta Ibu dan Ayah tak akan menua, meski kriput dan rambut memutih kini dijajaki.

Engkau selalu ada, menerima tamu yang hadir sebagai keluarga.
Tak pernah cemburu justru bahagia selalu.

Teruntuk Ibu dan Ayah yang anaknya semakin tumbuh Dewasa.

Cikarang, 22 Desember 2017
Tumiesn