Dua moment Ajaib Ide Menulis




Ada dua moment dimana waktu ajaib mengalirkan ide ajaib menulis.
Yakni Sedang jatuh hati dan sedang patah hati

Cikarang, 22 November 2017
Tumiesn




    Mengubah Kesulitan Menjadi Tulisan, Deni Rizki Wibawa




    "Teman-teman disini pernah nggak sih ngerasa bahwa Teman-teman merupakan orang paling susah?"
    Sebuah pertanyaan yang terlontar dari seorang Pemateri di kelas online Nulis Asik, Tebar manfaat 28-10-2017 dimana kelas sharing di isi oleh Kak Deni
    Penulis Novel pengakuan Kiki.

    Berikut materi apik yang disampaikan oleh beliau kemarin malam, silahkan dibaca dan semoga bermanfaat ya.

    Terkadang kita sebagai manusia terlalu sibuk mengatakan,
    "kok aku dapet kaya gini sih?"
    "kenapa aku terus? Kenapa?"

    Naaah saya juga pernah begitu, terutama saat mendapatkan 'kado' dari Sang Maha Kuasa, Allah SWT.
    Mengapa kado? Karena temen temen harus yakin, kesulitan dan kesusahan yang temen temen dapatkan saat ini, pasti ada maksud di balik itu semua. Sudah disiapkan oleh-Nya.

    Contoh nyata ada pada diri saya,

    Sekedar informasi, saya merupakan laki laki (masih jomblo) yang menderita gagap sejak kecil.

    Tau gagap kan kawan?

    Dibully? Tentu pernah. Saat SMP, saya pernah jadi bahan tertawaan karena gagap yang saya derita.
    Tak hanya itu, Allah mengirimkan 'kado' lagi pada saya. Apa itu?
    Saat SMA, saya divonis menderita epilepsi setelah beberapa kali kejang dan tak sadarkan diri.

    Temen temen bisa bayangkan, ketika gagap saya belum sembuh, 'kado' lainnya sudah datang lagi.
    Dan perlu temen temen tau, epilepsi selain penyakit yang menyerang saraf, penyakit ini juga bisa berdampak pada psikologis penderitanya. Mengapa? Karena penyakit ini bisa membuat orang lain ketakutan pada penderitanya. Ya, karena kambuhnya sewaktu waktu dan tak bisa ditebak.

    Alhamdulillah saya punya temen2 yang baik sekali. Sehingga mereka tetap berada di samping saya sampai sekarang. Namun, tetap saja ada beban dalam pikiran saya soal dua 'kado' ini. Epilepsi dan gagap.
    Hingga akhirnya, saya dipertemukan dengan Mas Brili Agung, mentor saya dalam menulis.
    Saat itu saya memutuskan untuk ikut kelas menulis beliau, modal utama nekat!

    Kemudian datanglah masa dimana saya harus mencari ide untuk tema buku saya.
    Anehnya, dua 'kado' itu langsung lewat dalam pikiran. Sehingga tanpa pikir panjang, saya langsung menjadikannya sebuah tema.
    Kemudian akhirnya berhasil menjadi sebuah novel berjudul Pengakuan Kiki. Alhamdulillah...

    Buku tersebut memang fiksi, namun ada beberapa kisah nyata saya pribadi yang tercantum di dalamnya.

    Setelah itu, saya sadar bahwa kesulitan kesulitan yang kita alami, bisa menjadi tulisan dan inspirasi bagi orang lain. Kemudian saya mencari pola apa sih yang membuat sebuah kesulitan bisa menjadi tulisan?

    Berikut ini adalah polanya :

    1. Terimalah dirimu apa adanya.
    Ya, yang pertama adalah kita harus mampu menerima diri kita. Siapa kita, apa kekurangan kita, apa kesulitan kita. Ya itulah kita. Terimalah dengan sabar dan ikhlas. Jika kita sudah mampu menerima diri kita apa adanya, pasti kita akan mau membagikannya pada orang lain. Bukan sekedar 'mau', namun tentunya dengan semangat dan niat berbagi yang tulus agar bermanfaat bagi orang lain.

    2. Ingat dan Catat!
    Setelah menerima diri sendiri, pastinya kamu masih ingat apa saja kejadian yang berkaitan dengan kekurangan atau kesulitanmu. Biasanya ada yang bilang jika yang lalu biarlah berlalu, lupakan. Namun kita harus berbeda, yang telah lalu akan jadi pengalaman berharga, maka tuliskan.
    Ya, tulis saja apa yang pernah kamu alami tentang kesulitanmu. Tulis apa adanya, dapat berupa poin-poin, atau tulisan panjang.

    3. Kembangkan dengan hati
    Nah, ini langkah yang terakhir. Time to grow! Catatan yang telah kamu tulis adalah berlian. Catatan itu adalah inti dari ceritamu. Namun agar berlian itu bisa bermanfaat bagi orang lain, kamu tentu perlu menambahkannya dengan sesuatu yang lain. Dalam hal ini, kamu perlu mengembangkan catatan itu menjadi sebuah cerita. Biarkan saja mengalir, bayangkan kamu sedang bercerita dengan orang lain. Kemudian tulis saja, tulis. Biarkan mengalir.
    Satu hal yang penting, gunakanlah hatimu. Gunakan perasaanmu saat menuliskannya. Ingat ingat lagi, kemudian ceritakan bagaimana kondisimu dan perasaanmu saat itu dalam tulisan. Kenapa sih harus pakai hati? Karena tulisan yang ditulis dengan hati, nilainya lebih dari sekedar rangkaian kata.

    Temen temen yang luar biasa, marilah kita berhenti untuk mengeluh dan mengeluh terhadap apa yang telah menjadi jatah kesulitan kita. Tetaplah bersyukur dan berpikiran positif. Allah pasti memberikan sesuatu di luar dugaan kita.
    Mulai sekarang, mari kita ubah kesulitan menjadi sesuatu yang menghasilkan. Salah satunya dengan menulis. Manfaatnya apa? Perasaan kita secara tak langsung akan lega. Sedangkan untuk orang lain, bisa jadi inspirasi dan semangat baru untuk hidupnya. Oke ya? Yuk kita bertekad untuk berubah!

    *Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat
    28 Oktober 2017

    Pemateri : Deni Rizki Wibawa
    Penulis Novel Pengakuan Kiki.




    Asah Penamu! Tugas ke-4





    Selamat buat para member kelas Nulis Asik yang masih bertahan dengan masih tetap berada dibarisan para pejuang untuk naik kelas.
    Tugas selanjutnya yang harus kamu kerjakan adalah "Menulis dengan satu tema yang sama"

    Tema kali ini yang harus kalian kerjakan adalah "Kenangan"

    Terserah kamu mau membuatnya dalam bentuk tulisan apapun (fiksi atau non fiksi)
    dengan ketentuan minimal 200 kata.


    Serukan? Yang harus kamu lakukan sekarang adalah tulislah tugas ini dengan serius asah penamu semaximal mungkin. Trik ini adalah cara untuk menaikan kualitas tulisanmu dan yang pastinya makin cihuy soal tulis menulis.

    Silahkan posting di sosial mediamu terserah mau itu Facebook, Instagram ataupun Blog (blog pribadi) jika di blog juga harus dishare di sosmed ya.
    Jangan lupa beri kata kuncinya ya yakni : Kenangan
    Tandai saya dan Kak Indri ya (Mentor Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat)

    Instagram : Tumiesn23 & Indri

    Facebook : Tumiesn & Indri

    Feedback akan langsung dijawab di postingan sosmedmu dengan catatan yang akan mendapatkan feedback adalah tulisannya yang sesuai tugas yakni minimal 200 kata.
    Setelah kamu mengerjakan tugas ke-4 ini,
    Maka segera list selesai tugas sesuai format yang akan dibagikan di group (kelas) termasuk linknya ya.

    Deadline tanggal 29-10-2017 jam 23:59 Wib.

    Salam On fire!
    #KelasNulisAsikTebarManfaat

    Cikarang, 27-10-2017
    Tumiesn

    Tag :Kenangan




    Sharing bareng Penulis Rezky Firmansyah 15 Oktober 2017




    *Ingin Jadi Keren dengan Menulis Konsisten? Pratekkin 3 Tips Ini!*

    *1.Menulislah dari “Sampah”*

    Lah kok menulis “sampah.” Maksudnya apa?

    Ernets Hemingway berkata,

    “The first draft of anything is garbage”

    Artinya apa? Coba deh terjemahin sendiri.

    Ini benar banget loh. Tak cukup dibaca saja, tapi maknai polanya.

    Banyak sekali orang yang berharap bahwa tulisan perdananya istimewa. Harus wow, inspiratif, dapat like banyak, viral, mengalahkan Tere Liye. Duh mimpi loe kejauhan Mblo! Hihi.

    Ayolah, mana ada yang sempurna di awal. Sekelas Tere Liye pun nggak mungkin langsung wow di awal. Ada proses menghasilkan “sampah”. Menghasilkan karya yang biasa-biasa aja. Tapi kini sudah istimewa. Itulah namanya proses.

    Per 15 Oktober 2017 (hari ini), saya sudah menulis 18 naskah. Dan kini sedang Fight untuk #24BooksOn24Years , mohon doanya ya.

    Saya menerbitkan buku perdana 26 April 2012. Berarti udah 5,5 tahun lebih. Sekarang coba deh bandingkan tulisan ini >>>

    https://www.instagram.com/p/BZlpttWFiDA/?taken-by=rezky_passionwriter

    Bandingkan dengan tulisan terkini di IG atau di blog rezkyfirmansyah.com Ada beda nggak? Silakan dinilai sendiri aja.

    *2.Mulai Sekarang Juga*

    Ada orang yang di Januari 2017 punya mimpi,

    “Duh, aku mau dong nerbitin buku sebelum 2017 berakhir.”

    Tapi si doi ini cuma mau doang. Mimpinya kejauhan. Bandingkan dengan doi yang ini.

    “Aku mungkin nggak sehebat doi. Tapi aku punya niat baik. Aku mulai nulis sekarang aja deh. Nggak masalah jelek, yang penting mulai. 1 hari 1 halaman, oke lah ya.”

    Sekarang lihat hasilnya. Tepat hari ini udah pertengahan Oktober 2017. 2,5 bulan lagi 2017 berakhir. Si doi pertama ekspresinya,

    “Kayaknya mimpiku ketinggian deh. Kayanya aku nggak bisa nerbitin buku sebelum 2017 berakhir. Nggak punya waktu.”

    Eh si doi satu lagi beda eskpresi.

    “Alhamdulillah ya. Hingga sekarang aku udah nulis 285 halaman. Konsisten 1 hari 1 halaman nih. Walau aku nggak punya bakat, tapi aku konsisten. Karena aku tahu konsisten itu keren.”

    Nah kamu, iya kamu. Kamu ekspresinya yang mana?

    *3.Buat Program yang #GueBanget*

    Beruntung banget kalau kamu sudah berada di “Kelas Menulis Asik”. Berarti udah ada program yang keren dong. Contohnya “Bermain Kata”

    Sekarang, agar makin konsisten coba deh buat program yang #GueBanget

    Saya pribadi membaginya menjadi 3 program.

    *a.Program Gratisan*

    Saya menulis #SenInspirasi setiap hari Senin , #AskRezky setiap hari Rabu, dan #SabtuBelajar untuk review buku . Cek di IG @rezky_passionwriter

    *b.Program Berbayar*

    Program yang bisa melatih konsistensi. Dan itu sudah saya mulai sejak 2015 lalu.

    Oktober 2015 lalu saya adakan program 30DWC (30 Days Writing Challenge). Seperti namanya, di 30DWC akan ditantang menulis selama 30 hari tanpa henti. Selain membangun kebiasaan dengan menulis konsisten, melalui 30DWC peserta juga mengalami proses. Coba aja deh bandingin tulisan Day 1 dengan Day 30, pasti beda. Nah alhamdulillah sekarang udah berjalan 30DWC Jilid 9 day 5. Kalau kamu mau ikut, booking seat di 30DWC Jilid 10 aja. Insya Allah buka perkiraannya 20 November. Coba aja baca sekilas di bit.ly/Info30DWCJilid9

    Selain itu saya juga bikin program Kelas Artikel (KETIK) dan Kelas Cerpen (KECE) bersama @inspiratoracd. Tantangan menulis 14 hari agar terfokus. Kenapa terfokus? Karena menulis konsisten aja udah keren, apalagi konsisten dan terfokus

    Tertarik? Hubungi Sally via wa di 085212627272 aja ya. Kelas Artikel akan mulai opening mala mini.

    *c.Program Dibayar*

    Dibayar? Iya benar, dibayar.

    Ada 2 sistem pembayaran. Pulsa untuk 2 orang per hari dan voucher berbagai program menulis di @Inspiratoracd . Syaratnya gampang? Menulis konsisten di bernas.id . Karena saat ini, @inspiratoracd sedang proyek kerjasama untuk mencapai visitor 1 juta per / bulan. So, butuh banyak amunisi baru. Namanya, Creative Writer Army. Silakan daftar ke Intan via WA ya (085326698841)

    ***

    Nah, itu tadi 3 langkah yang bisa bikin kamu menulis konsten dan jadi keren. Ditambah lagi 3 program tawaran yang #GueBanget untuk membantu kamu bisa menulis konsisten. Kalau digabungkan dalam 1 kalimat kesimpulan kelas online malam ini.

    *“Ayo Menulis Sampah dimulai dari Program yang #GueBanget”*

    Keren nggak? Kalau kurang keren, bikin aja “jembatan keledai” versi kamu. Hehe.

    Keep writing, always inspiring!
    Salam ON FIRE!

    @rezky_passionwriter

    *Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat




    Bermain Narasi Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat (Tugas ke-3)





    Selamat buat para member kelas Nulis Asik yang masih bertahan dengan masih tetap berada dibarisan para pejuang untuk naik kelas.
    Tugas selanjutnya yang harus kamu kerjakan adalah "Bermain Narasi dari 1 Gambar!"

    Lalu apa sih itu narasi?

    Menurut Wikipedia Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

    Nah, tugas kali ini adalah kalian wajib membuat narasi yang bersumber dari gambar dibawah ini :




    Terserah kalian mau membuatnya dalam bentuk tulisan apapun (fiksi atau non fiksi)
    dengan ketentuan minimal 4 paragraf.

    Berikut contoh Bermain Narasi,belajar nulis yang saya praktekan beberapa bulan lalu, silahkan pelajari.

    Selain Bermain kata Metode ini juga cukup cuamik untuk mengajak imajinasi kita bekerja lho.

    Yang harus Kamu lakukan sekarang adalah buat narasi tersebut, silahkan posting di sosial mediamu terserah mau itu Facebook, Instagram ataupun Blog (blog pribadi) jika di blog juga harus dishare di sosmed ya.

    Tandai saya dan Kak Indri ya (Mentor Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat)

    Instagram : Tumiesn23 & Indri

    Facebook : Tumiesn & Indri

    Feedback akan langsung dijawab di postingan sosmedmu ya!

    Setelah kamu mengerjakan tugas tiga ini,
    Maka segera list selesai tugas sesuai format yang akan dibagikan di group (kelas).

    Deadline tanggal 23-10-2017 jam 23:59 Wib.

    Salam On fire!

    Cikarang, 21-10-2017
    Tumiesn





    Menulis, investasi akhirat




    Siapa yang tidak kenal dengan Asma Nadia?
    Penulis wanita yang menginspirasi dunia melalui tulisan. Salah satu sosok idola, karena karyanya yang bener-bener keren. Penulis yang telah melahirkan puluhan buku ini benar-benar buat semua orang terpukau. Bukan hanya soal karyanya yang sudah melalang buana, baik itu di Nusantara maupun Luar Negri. Tetapi, pesan-pesannya kemarin yang membuat saya nyess..



    Detos (Depok Town Square), 17 Mei 2017 adalah hari pertama pertemuan saya dengan beliau dalam acara BEAUTY (Be A Truly Youth) dengan tema WINNER (wanita Eksis Generasi Rabbani) yang diselengkarakan oleh KPMD (Kesatuan Pelajar Muslim Depok) yang menghadirkan beberapa pembicara wanita, salah satunya bunda Asma Nadia.

    Sudah lama saya mengenalnya, tersenyum dan kadang juga baper saat membaca novel karyanya maupun menonton film yang diangkat dari Novelnya.



    Doa terucap dari bumi, terdengar hingga ke langit dan di saksikan oleh para malaikat, dan di kabulkan oleh Sang Pemberi Segalanya. Sekali lagi ini bukan soal kebetulan, tetapi sebuah kesempatan dan hadiah atas do'a-do'a yang terucap. Yapz, Ramadan ialah salah satu bulan yang indah maka banyak-banyaklah berd'oa. Dan pertemuan kemarin siang adalah salah satu bingkisan manis yang Alllah berikan untuk saya, alhamdulillah.

    "Do'akan semoga melalui tulisan menjadi pahala bagi Bunda di Akhirat."
    Kalimat demi kalimat saya amati dan rasanya itu menyaksikan langsung Asma Nadia berbicara itu bak mendapatkan hujan seusai gersang. Hati saya bergetar, haru, terinspirasi tentang sharingnya kemarin. Meski hanya sempat bertemu beberapa menit mendengar dan berbicara langsung dengan beliau adalah hal yang sangat di syukuri. Energi semangat menulis saya seakan berlipat-lipat tumbuh.



    1 hal yang saya dapatkan dari pertemuan kemarin dan menarik itu diangkat diartikel kali ini, yakni tentang Menulis itu adalah investasi pahala di akhirat nanti. Semua orang akan mengalami satu hal yang tidak akan pernah di hindari meski satu detikpun yakni tentang kematian. Dan menulis adalah jalan terbaik dalam menyampaikan hal yang baik.

    Menulis, investasi akhirat dimana jika kita menulis dan tanpa di sadari mampu membuat orang tergerak hatinya untuk hijrah misalnya, bukankah itu akan menjadi pahala tersendiri? Karena sesuatu yang baik kita suguhkan pastilah akan dihadiahkan kebaikan pula. Begitu pun seorang penulis yang lewat penanya menjadi tabungan yang bukan berupa hadiah dunia semata saja, namun karena pesan-pesan yang disampaikan pun Insya Allah akan menjadi investasi di hari akhir nanti.

    Wanita yang dengan lembut, hangat, ceria, supel dan pasti menginspirasi saya pun semakin menggerakan hati ini manakala beliau berujar bahwa, "Menulis untuk wanita Indonesia" Yapz, beliau menulis dengan hati dan meramu tulisanny bukan sekedar tulisan namun juga pesan-pesan yang pasti selalu diselipkan didalam karyanya.

    Semoga Kita semua wahai generasi Indonesia makin semangat dalam memberikan hal yang terbaik. Menulis akan mengajarkanmu tentang banyak hal, menemukankan hal-hal yang luar biasa. Semoga dengan menulis akan menjadi pahala di Yaumul Hisab nanti.
    Menulis adalah perjuangan, menulislah maka kau akan mengerti.

    Depok, 18 Juni 2017
    Tumiesn




    Menulis itu, Mudah kok Cin...






    "Kak, aku pengen nulis."
    "Caranya gimana ya biar tulisannya nyambung?"
    "Ka. Kenapa nulis itu lebih berat dari mengenang mantan?"
    Dan masih lagi banyaknya alasan akan galaunya pengen nulis cuma bingung cara memulainya dari mana.
    Yapz, saya dulu juga pernah merasakan begitu. Manakala menulis itu hal yang paling menyulitkan, lebih sulit dari zona nyaman akan kenangan. Hehehe
    Upz.. Tetapi semua itu saya balik dan nyatanya menulis itu mudah!


    Saat sejak sekolah taman kanak-kanak atau sekolah dasar, selain diajari membaca dan menghitung kita pasti di ajarkan menuliskan? Nah, saat kecil saya termasuk orang yang terlambat dalam soal membaca dan menulis. Bahkan ketika novel solo saya jadi diusia ke dua puluh empat tahun, Mama saya dan juga saudara kandung heran, terharu dan mungkin mereka menang bagaimana keterlambatan saya saat kecil hehe.

    Memasuki gerbang dewasa menulis menyadarkan saya tentang banyak hal. Point utamanya ialah mengenai Kekuatan Inspirasi melalui berbagi dengan sebuah tulisan. Kamu bisa membayangkan bagaimana jadinya rasa terharu dan syukur berlipat-lipat itu datang manakala tulisanmu di baca oleh banyak orang. Dan please... Tulislah sesuatu yang meninggalkan jejak kebaikan, karena setiap apapun yang kamu tulis akan dipertanggung jawabkan. Maka sampaikanlah pesan yang bermanfaat ya.

    Ooh ya untuk artikel kali ini saya akan membagi tips mengenai menulis, dimana sebenarnya Menulis itu mudah kok.
    Baca terus sampai selesai ya artikel ini, semoga bisa membuka pintu hatimu tentang belenggu rasa takutmu akan menulis yang mungkin saja menggunung di otakmu.

    1. Tujuan menulis

    Sebelum memulai menulis, buatlah tujuan terlebih dahulu. Tentang apa yang sebenarnya kamu inginkan dari kegiatan asik ini.
    Jika tujuan menulismu sudah kuat, Insya Allah komitmen untuk terus menulis akan terus berkibar didinding hatimu.

    2. Hati baja

    Menulispun harus memiliki hati baja. Siap menerima kritikan dari pembaca, baik kritikan manis, asin, asam bahkan pedas sekalipun. Bersyukurlah jika ada orang yang mau mengkritik karyamu, berarti langkah awal sudah dimulai. Karena semua itu adalah cara untuk membangun.

    3. 3M

    Jurus jitu untuk ahli menulis adalah 3M (menulis, menulis dan menulis) ini adalah pesan pertama yang disampaikan oleh teman saat pertama kali terjun ke dunia ajaib ini (dunia menulis)

    4. 24 Jam waktu yang sama

    Kita hidup di dunia ini punya waktu yang sama, yakni sama-sama dua puluh empat jam. Tidak lebih tetapi bisa berkurang (saat nafas terakhir tiba waktunya). Kamu pernahkan membaca buku? Artikel bahkan status di beranda sosial mediamu? Banyak tulisan-tulisan yang kamu lahap? Nah, pelaku atau si penulis itu apakah punya waktu lebih dari 24 jam sehingga bisa menulis? Sementara kamu tidak?
    Mereka juga sama sepertimu, memiliki waktu yang sama hanya saja para penulis pemula atau handal sekalipun bisa menghargai waktu dan meluangkan belasan menit, puluhan menit atau ratusan menit untuk bersemedi alias istilah kerennya Me Time. Yapz, waktu yang sama tapi hasilnya berbeda.

    5. Peta karya

    Buatlah peta karyamu, Maksudnya adalah buatlah rencanamu tentang karya apa yang akan dibuat, deadlinenya, alurnya, strategi dan cara menarik yang membuatmu akan semakin bersemangat dalam menulis.

    6. Cari guru

    Nah, ini adalah point penting. Tidak ada anak yang bisa makan dengan rapi dengan sendirinya tanpa diajarkan atau dituntun oleh orang tua (pengasuh) bagaimana cara makan yang rapi dan baik. Dan bukan waktu sedemikian cepat anak dapat ahli soal kerapian cara makan. Seperti itu jugalah seorang penulis yang akan dikatakan penulis, mereka memulianya dari tergopoh-gopoh, mblegedes, ancur-ancuran dan buat orang mual saat pertama kali membaca. Namun, karena ada sosok yang namanya guru (mentor, pelatih) maka penulis yang awalnya seorang pemula itu akan dituntun, diajarkan, dimotivasi bagaimana cara menulis yang baik dan benar.
    Cara mendapatkan guru ya dengan mencari ya, bisa ikuti kelas-kelas menulis online atau offline. Saat pertama kali membuat novel ditahun 2015 yang terbit ditahun 2016 yakni Novel Sepotong Hati di Lereng Merapi, saya pun ikut pelatihan menulis online ke guru pertama saya yakni Brili Agung. Sesuatu yang luar biasa bagi diri ini ketika bisa belajar dengan ahlinya dan mendaptkan pengalaman, pembelajaran dan teman-teman yang luar biasa pastinya. Bahkan sampai saat ini sayapun masih mengikuti beberapa kelas menulis lho. Dan yang terbaru saat ini saya belajar menulis secara private.

    7. Cemplungkan diri kedalam komunitas

    Komunitas bagi saya adalah sebuah wadah yang bisa mengembangkan seseorang. Dan untuk soal dunia menulis, kitapun butuh yang namanya komunitas. Masuk ke area ini sangat penting dan perlu. Sayapun termasuk orang yang hobi masuk kedalam komunitas, yang penting positif dan dapat saling tumbuh menumbuhkan.
    Pertama kali belajar menulis komunitas pertama saya secara online adalah saya masuk kedalam komunitas penulis yang bernama PKW (Pengusaha Kampus Writerpreneur) langkah pertama sampai saat ini yang mempertemukan diri ini dengan penulis-penulis keren.

    8. Mudahnya inspirasi

    Dengan banyak menulis kita akan semakin terlatih, dengan banyaknya interaksi inspirasi akan menyentuh kita. Bahkan tahun 2016 sayapun membuat artikel mengenai sumber inspirasi yang sebenarnya datangnya dari kata LDR yaitu Lihat, Dengar dan Rasakan. Kita punya mata, pendengaran dan hati jadi inspirasi gak jauh-jauh dari itu guys. Jadi, gak ada alasan gak ada inspirasi ya.

    9. Peluang teknologi

    Kamu bisa memanfaatkan teknologi masa kini untuk belajar mengasah otak kananmu. Tulislah apa saja yang mau ditulis, gunakan media yang menurutmu nyaman.
    Aktifkan dan manfaatkanlah teknologi masa kini, karena anak muda haruslah melek dan mengakui bahwa memang sekarang era modern yang dimana teknologi makin marak.

    10. Ikhlas

    Tulislah sesuatu itu dengan ikhlas, insya Allah hasilnya akan luar biasa.


    Yuk semangat belajar menulis, sayapun insya Allah akan terus belajar menulis. Mengubah pekat menjadi berwarna. Melupakan sepi menjadi ramai. Menyalurkan tawa meski sekedar lewat tulisan. Mengembangkan senyum lewat imajinasi.
    Menulis itu, mudah kok cin..

    Cikarang, 8 Juni 2017
    Tumiesn




    Bukan soal jalanin saja! tetapi ini soal masa depan






    "Yuk jalan!"
    "Kemana?"
    "Kemasa depan."
    #Eaaa... segera mungkin ajak doi menghadap orang tua.







    Tanda tangan dan Do'a, mengukir Sejarah







    Jika lidah kelu untuk berucap, sementara gerak ide pada ruang kepala terus membuas. Menjelma menjadi sesuatu yang awalnya hanya angan menjadi nyata!


    Salah satu mimpi saya sejak dahulu adalah ingin jadi penulis. Meskipun belum ada bayangan hehehe.
    Belum memiliki teman yang sevisi dan semisi.
    Mau nyari-nyari, tapi bingung mau cari dimana hehehehe