Outline, Harga Mati Naskahmu!





Hallo, Apa Kabar?
Kembali lagi ke blog saya ya, terima kasih masih tetap bersedia meluangkan waktunya membaca materi singkat saya ini.
Lanjut terus membaca sampai selesai artikel ini ya.



Kali ini kita akan membahas tentang Outline, sesuatu yang sangat penting dalam sejarah membuat buku.
Saya akan membagikannya kepada mu dengan ilmu yang saya dapatkan dari dua guru saya, yakni Brili Agung dan Wildan Fuady.
Mereka berdua adalah dua guru yang berjasa dan mengenalkan apa sih itu outline? seberapa pentingkah?

Kali ini yang akan bahas adalah outline Novel alias Fiksi ya.
Tetapi, sebelum memasuki outline kita harus membuat premis terlebih dahulu.

Apa itu Premis?
Premis berasal dari kata Promise, yaitu Sebuah Janji. Janji apa yang ingin penulis berikan kepada pembaca. Jadi Premis adalah
sebuah intisari cerita / pembahasan dalam satu kalimat saja.

Contoh Premis Novel saya yang berjudul Sepotong Hati di Lereng Merapi
Premisnya : Sebuah nama, cinta berlabuh pada pria penjaga hatinya yang tersembunyi.
Nah, cukup satu kalimat tapi sudah menjelaskan inti sari dari sebuah cerita yang diangkat.

Rumusan Premis Fiksi :
Karakter utama + Tujuan + Halangan

Oke, setelah kamu membuat premis dan meyakini premis tersebut menarik. Maka lanjut ke Outline!

*Outline adalah Peta Penuntunmu
Membuat outline sama halnya dengan membekali dirimu dengan sebuah peta perjalanan dalam menulis. Gak kebayangkan jika kamu tidak memiliki peta? yang pasti akan tersesat! Sama halnya seperti saat kita hendak merampungkan naskah, harus ada yang namanya outline jika perjalananmu ingin sampai ke tempat tujuan.
Dari outline ini kamu akan tahu tentang harus memulainya dari mana untuk tulisanmu, dan kapan perjalanan tulisanmu berakhir (ending).

*Outline cara jitu agar tulisanmu nyambung
Salah satu keuntungan menggunakan outline adalah agar alur cerita yang ingin kamu sampaikan nyambung, tidak melabar kemana-kemana.

*Outline membuat tulisanmu lebih cepat
Ini juga salah satu cara agar kamu dapat menulis cepat, dengan outline tulisanmu tidak muter-muter dan tidak bertele-tele.

*Membunuh adanya Writeblcok
Dengan adanya outline, kamu tidak akan merasa adanya writeblock karena semuanya sudah ada di outline.

Ada tiga 3 struktur yang harus kamu ketahui dalam isi outline, di mana cerita utuh akan dibagi dalam 3 babak cerita. Biasanya disebut ACT 1, ACT 2 dan ACT 3.

Penjelasan singkat tentang ACT :

*ACT 1 => Awal, Intro = 25%
*ACT 2 => Inti cerita = 50%
*ACT 3 => Akhir, kesimpulan = 25%

Berikut rincian dari 3 ACT tersebut :

ACT 1
Pada bagian ini kamu akan lebih melakukan intro atau memperkenalkan, yaitu bagaimana karakter dari tokoh, konflik yang dimiliki dan juga bagian ini menjelaskan tentang bagaiamana kehidupan karakter, setting tempat dan dalin-lain.

ACT 2
Dibagian ini banyak sekali aksi yang akan terjadi dan merupakan babak yang palik gemuk. Di babak ini, karakter utama dibantu oleh karakter lainnya dalam mengatasi masalah-masalah yang sedang di hadapi. Biasanya di iringi dengan kejatuhan, kegagalan sampai kemenangan palsu.

ACT 3
Babak ini merupkan babak kesimpulan. Di babak ini, kita akan mengetahui apakah karakter utama berhasil mencapai tujuan (happy ending)
atau dia gagal mencapai tujuannya (sad ending). Idealnya dalam ending si tokoh akan mendapatkan apa yang dia butuhkan, bukan apa yang ia mau.

Nah, selanjutnya kita masuk ke point-point dari setiap bagian ACT :

ACT 1
Bagian ini di bagi menjadi 4
Yaitu : Dunia yang tidak sempurna -> Point of Attack -> Penolakan -> Persiapan Perjalanan

ACT 2
Pada bagian ini akan lebih panjang dari ACT 1. Mayoritas cerita diambil dari usaha-usaha karakter utama dalam mencapai tujuannya.
Di bagian ini kita akan merasakan konflik yang terjadi pada cerita. Permainan bermula dan semuanya akan berjalan untuk mencapai tujuan si karakter utama.
Rinciannya yaitu :
Usaha awal -> Slide Plot -> Kemenangan Palsu -> Midpoint-> Kejatuhan -> Ancaman Diam-diam -> Masa yang kelam

ACT 3
Bagian ini dibagi menjadi 4 dan ini merupakan bagian akhir dari cerita yang dibagun. Bagian ini merupakan kesimpulan atau solusi dari tujuan hidup karakter utama. Disini pula akan terjadi semua pencapaiannya.

Rinciannya :
Kebangkitan -> Pertarungan akhir -> Twist / Final Push -> Dunia yang sempurna


Dari 3 Rincian setiap ACT, penjelasannya bisa kamu tanyakan di kelas diskusi.

Nah, jadi Outline adalah harga mati naskahmu dan sangat penting sekali ya.
Sekian materi singkat saya, untuk selanjutnya bisa langsung tanyakan di kelas diskusi.

Cikarang, 10 Desember 2017
Tumiesn




    Pentingkah Blog Bagi Penulis?





    Blog adalah sebuah media asik yang perlu dimiliki oleh seorang Penulis.

    Kenapa?

    Karena dengan adanya blog kamu seperti memiliki sebuah mainan yang mengajakmu untuk bermain dengannya.

    Banyak manfaatnya jika kita memiliki blog :

    1. Jika Buku adalah kartu namanya seorang Penulis
    Maka, blog adalah alamat rumah si Penulis.

    Blog ini penting banget, kamu cukup share link blog kepada pembaca, dan biarkan dunia tahu jika kamu adalah si pejuang aksara.

    2. Blog = identitas

    Tahun 2015 saya saat itu sharing Sama CEO WaGoMu, Edis Jun. Beliau bilang jika alamat blog sangat perlu, saat kita berkanalan dengan org besar, atau menyelipkan alamat blog di CV saat melamar pekerjaan misalnya, ini akan jadi Point tambahan untuk kita.
    Terlebih aktif nulis diblog
    Jadi, blog adalah identitas

    3. Blog, perekam sejarah

    Kenapa bisa dikataka n perekam?

    Karena saat kamu Buka kategory misalnya Puisi, Cerpen, dll disana terletak seperti tempat dimana sejarah-sejarah yg pernah kamu tuangkan dalam bentuk tulisan.
    Rekaman sejarah tahun2 lalu akan buat degub jantung gak karuan deh bacanya

    4. Blog, media penghubung dunia

    Sederhananya kalau kamu pengen dikenal dunia, maka biarkan dunia menemukanmu. Dan blog salah satu caranya.

    5. Blog, teman produktif

    Media ini bisa menjadi alat belajarmu , kapanpun dimanapun kamu bisa menuangkan ide didalam blog.

    6. Temukan gaya kepenulisanmu

    Untuk menemukan gayamu, maka asah terus tulisanmu.
    Caranya teruslah menulis

    *****

    Cara mengisi blog ada 3 yang harus diperhatikan :

    Judul, gambar dan isi


    Judul => buatlah judul yang menarik hingga orang kepo buat baca

    Gambar => harus disesuaikan dengan judul
    Jangan buat kecewa pembaca hanya karena salah pada gambar

    Isi => untuk mengembangkan isi, maka temukanlah tema terlebih dahulu.


    Tumiesn

    *Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat
    8 Oktober 2017




    3 Rahasia Jadi Penulis, Tumiesn 7 Oktober 2017)




    Sebenarnya nulis itu mudah, dan yang pasti gak susah.
    Dikatakan susah ya karena dari awal bilang susah.
    Masih ingetkan bagaimana perjuangan kita dulu saat TK maupun SD buat belajar nulis huruf, angka maupun membaca? Sama halnya saat kita mau belajar nulis untuk sebuah karya.

    Rahasia untuk menjadi penulis itu ada 3 :
    1.Niat
    2.Lakukan
    3.Konsisten

    *Niat, kalau kita niat pengen jadi penulis (melahirkan karya minimal 1 buku aja deh seumur hidup) itu dimulainya dari niat hati paling dalam. Seperti mulai suka baca, buat blog, cari komunitas-komunitas nulis.

    *Lakukan
    Nah, setelah niat maka cobalah lakukan. Hal yang sederhana misalnya bikin blog (mulai nulis disini), nulis tulisan sederhana di sosmed misalnya, ikut komunitas-komunitas yang berbau soal tulis menulis, dan cari guru menulis itu yang lebih jitu!

    *Konsisten
    Dan ini adalah hal penting yang harus dipegang teguh. Karena apa? Kalau nulis hanya niat, dan lakukan sekedarnya tanpa konsiten buat terus melakukan kegiatan nulis maka rasanya itu seperti masak sayur tanpa garam (tidak sempurna).
    Sesibuk apapun kita (alias alasan susah bagi waktu) itu sebenarnya Cuma alasan! Kalau kita tanamkan buat terus nulis pasti bisa kok. Misalnya saat tengah malam, cobalah buat nulis!

    Gimana sih caranya buat dapat inspirasi?
    Saya pernah menuliskan diblog http://tumiesn.wagomu.id/c450.html yang dimana sebenarnya inspirasi bersal dari kata LDR (lihat, dengar dan rasa). Kita punya mata buat lihat dan inspirasi itu sebenarnya ada dan bahkan begitu dekat lewat mata, atas penglihatan. Kita dikasih telinga buat mendengarkan dan dari pendengaranlah ribuan inspirasi sebanarnya datang, masih bilang sulit? Mungkin kita belum peka.
    Dan kita di kasih hati untuk merasakan, dimana lewat rasa yang ada di lubuk hati kita ada banyak inspirasi yang bisa di tuangkan. Masih merasa susah? Mungkin kita perlu dekati hati kita.

    Tumiesn


    *Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat




    Membangun Percaya Diri Untuk Jadi Penulis




    Membangun Percaya diri untuk jadi Penulis.

    Menurutmu percaya diri dalam hidup ini perlu tidak sih?
    Jika perlu, baca terus materi sederhana ini ya dan semoga bermanfaat buat kita semua.

    Sesuai tema yang saya angkat malam ini yakni tentang Membangun percaya diri untuk jadi Penulis.
    Dan seberapa pentingnya? Bagi saya sebagai penulis yang masih sangat butuh asupan belajar (pemula) sangat-sangat diperlukan untuk yang namanya percaya diri!

    Saya yakin sejak kita TK maupun SD pasti sudah diajarkan tentang bagaimana menulis angka maupun hurufkan? Dahulu dibutuhkan yang namanya perjuangan untuk belajar menulis tersebut, termasuk diri kita di uji tentang kepercayaan diri atas hasil tulisan yang entah itu miring kekanan, kekikiri, samar-samar dan bisa ditengok kembali bagaimana awal mula belajar menulis.
    Dan tempo dulu pasti ada yang namanya penilain akan tulisan kita, entah itu dapat nilai bagus maupun kurang bagus, hari itu pasti sangat mendebarkan bukan? Dan itu adalah moment dimana kita diuji akan rasa percaya diri atas hasil perjuangan nulis.

    Nah, sama seperti saat sekarang dimana kamu mulai tertarik sama dunia ajaib ini (kepenulisan) maka salah satu tantangan didepanmu adalah bagaimana dirimu membangun percaya diri, tetap menulis meskipun mungkin tulisan yang dihasilkan dianggap alaylah, jelek, berantakan, buat orang mual-mual dan lain-lain. Tenang, obat terampuh untuk mengatasi itu semua ialah Bangun rasa percaya pada diri sendiri!

    Cerita sedikit ya tentang bagaimana pengalaman saya bangun kepercayaan diri di dunia menulis ini.

    *Tahun 2015 adalah rasa ketertarikan saya untuk terjun kedalam dunia yang ternyata sangat menyenangkan. Di awali dahulu ikut komunitas menulis online dan hingga di pertemukan oleh seorang Mentor yang baiknya kebangetan, selalu memberikan motivasi serta inspirasi buat say, beliau adalah Brili Agung, bersyukur dipertemukan dengan mentor yang satu ini, didikannya penuh keseriusan gak main-main! Gak percaya? Tanya ka Saly Gih gimana caranya jadi muridnya seperti saya ini hehehe.
    Dan ada satu moment dimana beliau mengajarkan diri saya untuk menumbuhkan rasa percaya diri yakni membuat Deklarasi. Bahkan saya membuat deklarasi pertama dengan rasa percaya diri, di tulis sebesar-sebesarnya dan yang pastinya harapan saya untuk jadi penulis dituangkan di dalam Deklarasi saya. Saat itu disuruh foto sama orang lain sebagai saksi, dengan mencoba PD abis (kebetulan dulu saya mahluk yang pemalu hehehe) saya mengajak teman sekelas dikelas buat foto bareng serta minta foto sama keluarga (terdiri dari mbah saya serta keluarga yang lain), saat itu saya mikir, “Gue harus ngasilin karya nih, udah foto-foto begini masa gak jadi?” Dan disitulah semangat saya tumbuh.

    *Menulis lewat Blog pun saya lakoni salah satunya untuk mengasah kemampuan menulis saya. Saat itu saya berpikir bagaimana caranya agar orang lain mau membaca tulisan saya? Sementara diri ini belum jadi apa-apa! Yapz, pemikiran itu yang membuat saya mencari cara initinya orang tahu kalau Gue Nulis!
    Dengan memanfaatkan sosial media, link tulisan saya diblog mulai saya bagikan, rajin bener tiap hari gak perduli orang bosen atau seneng hehehe. Parahnya terlalu percaya diri saya tidak hanya membagikan link tulisan blog saya di Facebook ataupun Instagram, tetapi BBM, Watshapp, Nginboxin temen FB yang lagi online cuma bilang, “Izin share tulisan aku ya.” Dan parahnya sayapun mensharenya lewat sms di kontak telepon saya

    *Ketemu teman lama maupun baru disela-sela ngobrol saya pun kerap menjuruskan soal menulis, dan mulai aksi promo “Gue nulis nih di blog, mau baca gak?”
    Tanggapan mereka bermacam-macam, ada yang senang, ketawa bahkan geleng-geleng. Buat saya gak masalah! Yang penting Percaya diri dah!

    *Rajin nulis diblog dan saya share disosmed terus saya lakukan hingga saat ini, percaya diri saja intinya sama apa yang kita tulis. Gak usah malu meski tulisan masih acak kadut, terus saja nulis meski jarimu hampir bernanah.

    *Sering-seringlah minta kritik dan saran atas tulisanmu kepada orang lain. Terimalah apapun tanggapan mereka, mau asem, pedes, pahit maupun manis. Bersyukurlah atas kritikan mereka, yang penting ambil baiknya dan tetaplah percaya bahwa tulisan berantakan saat ini adalah salah satu proses menuju cakepnya tulisan dimasa mendatang.

    *Naskah di tolak jangan kendor!
    Novel pertama sayapun pernah mengalami yang namanya penolakan di penerbit mayor,
    Saat itu saya do’a dan minta sama Allah, meski naskah tersebut di tolak sama Mayor, jika karya saya baik maka minta dimudahkan bisa terbit dengan jalan lain.
    Alhamdulillah Allah mudahkan dengan cara Indie, dan tantangan selanjutnya buat saya adalah bagaimana cara memasarkannya!
    (Mau pesan Novel saya di bit.ly/PesanNovelSHDLM )

    *Tantangan selanjutnya setelah menghasilkan karya (buku) sementara kita belumlah terkenal alias banyak orang yang gak tahu siapa kita jangan down, tetap saja harus pasarkan hasil karya kita, jangan minder harus percaya diri dong! Bagaimana orang mau percaya untuk membaca buku kita jika kita tidak mau percaya diri?
    Beruntung juga saya yang sangat awam tentang soal jual menjual dipertemukan sama teman yang menurut saya jago jualan buku secara online, beliau namanya Fatahillah tema satu alumni di MMO #3. Kalau mau kenalan sama beliau di bit.ly/WhatsappFatahilla siapa tahu nanti dimasukan di group jago jualan buku hehehe.

    *Membangun percaya diri itu seperti kita sedang berjuang meruntuhkan tembok besar yang menghalangi rasa percaya diri kita. Percaya deh, rasa percaya diri itu harus dibangun dan ini sangat penting baget buat kita sebagai seorang penulis. Karena intinya kalau kita percaya diri, pasti orang akan percaya bahwa kamu adalah seorang Penulis.

    *Ada 3 rahasia untuk menjadi penulis yakni Niat, Lakukan dan Konsisten!
    Ini yang saya dan Kak Indri terapkan di kelas nulis online kami yakni Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat bit.ly/DataMemberKelasNulisATM

    Jika membaca adalah jendela dunia, bahasa ialah kunci dunia, maka menulis adalah perjalanan untuk menjelajahi dunia.
    Bangun percaya diri sejak sekarang, biarkan dunia mengenalmu!

    Salam,
    Biarkan Pena Mengukir Sejarah

    Cikarang, 20 Oktober 2017
    Tumiesn

    *KMO Inspirator Academy