Lembutnya Perasaan Perempuan Buku ke-5 (antologi)




Baca, ide, nulis, berbagi, love dan inilah life.
Dan aku tetap happy :-)

Alhamdulillah udah mendekati angka menuju 4 tahun berkarya untuk saya, semoga Allah selalu limpahkan rahmat-Nya, dan kasih sayang-Nya sehingga apapun yang saya kerjakan semog berkah.




Beberapa tahun belakangan emang sempat gak produktif, karena banyak alasan hehe.
Ketika waktu kerja, kuliah dan belajar nulis semunya harus berjalan seimbang, tapi tetap ada yang tak bisa di fokuskan karena memilih mana yang lebih urgent untuk di kerjakan.

Alhamdulillah satu masa selesai dengan baik,
Yakni menyelesaikan study, sebuah jurusan yang dahulu saya jatuh hatikan sambil berjalan, yakni manajemen pemasaran, sebuah jurusan sepasang dari kepenulisan, #happy.

Nah, satu buku ini Lembutnya Perasaan Perempuan terbit setelah wisuda, alhamdulillah.

Antologi alias kumpulan tulisan dari para penulis perempuan dalam project Nulis Bareng Robi di batch 6.
Masya Allah, Allah baik sekali hingga saat ini masih memberikan karunia-Nya untuk saya hingga bisa berbagi kepada sesama melalui karya tulis.

Buku ke 5 ini berupa antologi semoga dapat bermanfaat.

Cikarang, 24-11-2018
-Tumiesn-




    Nikah, Bukan Perlombaan






    Ngomongin perkara pernikahan saat ini untuk pria dan wanita di usia 21 tahun ke atas adalah hal yang konon seru untuk diperbincangkan. Sebuah face kehidupan dimana setiap orang mulai mencanangkan dengan lantang dalam diary kehidupan tentang persoalan pendamping di masa depan. Ada yang ingin pasangannya berkriteria dari A bahkan sampai Z, ada yang ingin dapat pasangan dari tetangga saja yang katanya kalau besanan gak perlu jauh-jauh harus berkendara ke kota tetangga, nyebrang ke pulau berbeda atau bahkan tak harus pesan tiket pesawat hingga ke luar negri.

    Untuk persoalan cinta dan masa depan setiap orang pastilah menginginkan point-point yang di idam-idamkan, baik itu lahir dari harapan hati si jomblowan maupun jomblowati, bahkan sebuah point kriteria calon mantu idaman bagi ayah dan bunda.

    Persoalan pendamping gampang atau mudah tergantung bagaimana sekenario Allah yang memutuskan.
    Ada yang di usia masih dini sudah ketemu pasangan, ada pula yang sudah berusia matang baru menemukan tambatan hati kiriman sang Illahi. Kamu, hanya perlu terus berjuang, berdo'a dan memantaskan diri bukan?
    Jangan mimpi pengen punya pasangan berstandar high quality, kalau diri sendiri masih banyak NG-nya (not Good) duh di kira produk barang dagangan kali ya hehe.
    Jangan ngarep pasangan yang soleh, kalau diri sendiri jauh dari kata soleha dan sebaliknya.
    Karena pada akhirnya, pasangan itu hadir sesuai cerminan diri sendiri. Bukan begitu?

    face128face128face128

    Sabtu malam minggu kemarin hingga pagi tadi sempat diskusi dengan jomblowati sebut saja Mawar, karena dia tidak ingin disebut melati, dan perbincangan kami dinamakan Diskusi Forum Jomblo.





    Pernah ngerasain gak sih kamu buat kaum Jomblo yang belum menikah ataupun kamu sebagai pelaku yang suka ngebuly orang yang belum menikah. Sering mendengar!
    "Woy buruan nikah, keburu tua."
    "Woy buruan nikah, anak gue aja sudah lima."
    "Woy buruan nikah, jangan mau kalah sama bocah yang baru gede."
    "Woy buruan nikah, keburu komunitas kaum jomblo abis."
    "Woy buruan nikah, keburu rambut ubanan."
    dan masih banyak lagi ucapan yang sebanarnya, (please gue kurang sepakat dan ini menyakiti kaum jomblo).

    Dan sebuah kalimat tercetus :

    Nikah itu bukan perlombaan. Dimana yg nikah dluan d katakan menang, dan yg blm nikah dikatakan kalah


    Pernah berpikirkah apa tujuan menikah?
    Pernikahan itu adalah sebuah perkara yang sangat serius, bukan ajang coba-coba ataupun lagi ngetrend nikah muda dengan ego yang masih besar, atau agar terlihat keren dengan status sosial. bukan itu kan?
    Menikah itu tentang kemantapan hati, kesiapan dan yang pasti ilmu pernikahan di perlukan kan?
    Jadi, jangan sembarangan bilang menikah itu gampang, karena semua orang perlu proses dan pendewasaan.

    Jangan hanya karena lihat anak tetangga baru gede udah pada nikah, kamu akan lari-lari kaya balapan karung saat agustusan, baper-baper gak karuan. Hingga akhirnya salah memilih pasangan. Jangan begitu, karena keputusan untuk pernikahan saat ini menentukan bagaimana masa depan mu esok hari.

    Nikah itu ibarat berlayar, bukan berarti yg berlayar lebih dahulu dapat sampai di tujuan dengan cepat dan selamat. Kita tidak tahu akan ada ombak yg menerjang, bisa jadi yg belakangan berlayar dapat terhindar dari ombak itu.

    Coba pelajari dan pahami serta renungkan, berapa banyak presentase angka perceraian di Indonesia setiap tahunnya.
    Bukankan perceraian terjadi oleh dua pasang anak manusia yang berstatus menikah karena ketidak stabilan meredam ego masing-masing?
    Menikah itu bukan untuk berpisah dalam sidang pengadilan bukan?
    Tapi tentang penyatuan hati untuk selamanya, bukan sekadar dunia.
    Cobalah berpikir untuk menikah satu kali seumur hidup, bukan sekadar pernikahan dan bersama di dunia, tapi hingga ke surga.

    Menikahlah karena kamu dan dia saling cinta bukan karena nafsu, tapi bagaimana prioritaskan tujuanmu menikah. Jangan biarkan diri salah pasangan, ingat menikah bukan ajang balapan. Tapi menikah adalah jalan untuk Ibadah.

    Menikahlah jika sudah mampu, mulai dari kesiapan diri dan kemantapan hati.
    Bila kamu sempat gagal dalam urusan cinta, jangan prustasi, coba bangkit dan temukan cinta sejati.
    Yang pergi mungkin itu sekadar ujian hati, tapi yang datang adalah hadiah terbaik.

    Luruskanlah niat menikah karena Allah, mengikuti sunah Rosullah, bukan karena apa kata mereka yang tidak tahu luar dalam mu.

    Cikarang, 4-10-2018

    Tumiesn

    #Project buku WDJ





    KENAPA ADA KECEWA?





    Dalam lembaran kisah hidup setiap orang pasti berbeda-beda.
    Tidak sama, meski sekilas serupa.
    Ada yang terlihat senang, girang, menutupi seluruh kesedihan.
    Ada pula yang memang terlihat sedih, padahal harusnya bahagia.
    Atau ya sudah bahagia-bahagia, sedih-sedih. Bebas, semua orang punya hak untuk mengekspresikannya.

    Kadang, kita suka heran. Mengapa tatkala rasa tak percaya, ketika kecewa menyapa.
    Sering kali sedih hadir, menggerogoti kata bahagia.
    Seperti pelangi, datangnya sebentar. Mencerahkan seluruh jagad raya, membuat matah memandang. Tapi cepat sekali memudar, hilang.

    Setiap perjalan hidup yang memiliki lapisan warna berbeda setiap musimnya. Bertahan dalam sayup-sayup harapan, atau berjuang menggugurkannya dalam taburan musim yang berganti.
    Bila hati kecewa, merana, berduka. Kita sering bertanya dan bahkan mengganggap mengapa Tuhan tidak adil?
    Kenapa ada kecewa?
    Dimana bahagia?
    Apakah tak tercipta.
    Kita menangis, dan meski banyak peluk dari bidadari sekitar semesta menenangkan tapi rasanya enggan menerima kenyataan.
    Kecewa?


    Bertanya dan terus bertanya, kenapa kecewa datang?
    Hati teriris-iris seperti bawang bombay.
    Mendekam diri pada kabut kesedihan, bertanya lagi dan lagi.
    Rasanya mengapa Tuhan tak adil.

    Coba sejenak tarik nafas, ajak mata memandang keatas langit dan ke bawah dimana kaki menginjak bumi.
    Lihat jam dinding, jam tangan dan terserah apapun benda yang dimiliki untuk menunjukan pergeseran waktu setiap detiknya.
    Aku, kamu, dia dan kita memiliki waktu yang sama. 24 jam, tidak lebih tetapi bisa kurang kapan pun dimana Allah ingin usai waktu hidup kita.
    Kesedihan, kecewa dan mungkin amarah, terjadi bukan tanpa sebab.
    Karena tak mungkin ada akibat jika tak diawali oleh sebab.

    Seperti itu lah, hidup dimana ada warna kecewa hadir.
    Bisa jadi, dahulu kita pernah mengecewakan orang lain.
    Membuat marah seseorang yang akhirnya semua kita dapatkan hingga nyeri pada setiap saluran nafas, debar jantung yang rasanya tak karuan.
    Kita mungkin disuruh merenung, kenapa ada kecewa saat ini menguliti hitungan menit dalam perjalanan hidup.


    Mungkin Allah kangen sama kita. Sudah lama meski sudah diberi kode berupa bangun terbangun ditengah malam, enggan beranjak dari tempat tidur.
    Allah kangen, dengar cerita kita. Air mata, bahkan suara rengengkan hamba-Nya.
    Allah kangen, kenapa kita jauh?
    Allah kangen kenapa kita lebih sering berharap sama mahluknya bukan dengan-Nya.

    Kenapa ada kecewa?
    Mungkin Allah pengen kita jujur disaat malam bahwa kita hanya manusia bisa rapuh kapan pun.
    Dan mungkin Allah ngasih kode agar kita berpikir tentang kesalahan-kesalahan yang berlalu.
    Lalu, Allah pengen kita menjadi manusia yang banyak minta maaf dan saling memaafkan.

    Kenapa ada kecewa?
    Karena Allah pasti akan kasih bahagia.
    Kapan?
    Tinggal nunggu hadiah terbaik dari Allah saja.
    Karena hidup, gimana baiknya Allah saja.
    Manusia, Cuma berjuang dalam ketulusan.
    Dan balik lagi, Allah satu-satunya pembolak balik hati.

    Cikarang, 24-8-2018

    Tumiesn





    1 Skripsi, 1 Buku




    Aku hanya ingin menulismu..
    Biar ku kenang dalam baluran aksara.



    Beberapa bulan lalu, saya bikin list impian.
    Yakni saat memasuki semester akhir :

    1 Skripsi
    1 Buku

    Alhamdulillah satu Buku saya pun di saat musim skripsi lahir.
    Sebenarnya ini kandungan anak (naskah) yang kesekian, tapi lahirnya duluan (Anak ke 4)

    PO dibuka ya teman-teman

    WhatsApp : 0857-1495-0614 (Tumi)




    Bukan sekedar jatuh tapi bangun, Bangun cinta




    Ada cinta yang menguatkanmu dan mungkin ada pula yang melumpuhkan, baik sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan yang bisa jadi siap mematikanmu.

    Jika jatuh cinta hadir merangkul kalbumu, mendebarkan seluruh ruang hati yang tak nampak namun dapat dirasakan, jatuh cintalah sekedarnya.
    Lepaskan cinta semestinya pada nama dan waktu yang tepat.

    Bersyukurlah manakala cinta yang hadir adalah peneduh hati, perasa yang siap memberi warna terbaik.
    Ia yang hadir mengantarkan kewarasan yang mungkin dulu sempat jauh dari kata itu, karena cinta yang salah.

    Bukan sekedar jatuh tapi bangun,
    Bangun cinta

    Cikarang, 4 September 2017
    Tumiesn




    Waktu, Namamu




    Aku suka berteduh bahkan hatiku rasanya ingin selalu bermukim disana.
    Bukan sekedar musim, tetapi setiap jengkal keelokan waktu yang bisa berubah kapan saja.
    Kau tahu tentang sejuknya hembusan angin saat tiba waktu Ashar?
    Terlebih sejuk manakala wajah terbasuh dengan air wudhu, kewajiban didirikan dan menikmati setiap sujud?
    Lalu, kau keluar dari Surau itu, sekali lagi rasakan hembusan semilir angin bersahabat menentramkan perasaan.
    Aku selalu berharap setiap tempat-tempat suci yang kudatangi saat ini masih sendiri, kelak akan ada kamu yang menemani.
    Namamu yang terpilihkan untukku.

    Disetiap keelokan waktu, gemetar hati di waktu-waktu utama, selalu ku panggil namamu lirih.
    Sosokmu yang belum mampu ku terka-terka nama indahmu.
    Di antara keriangan hari kelak, ku ingin kau yang mengajak putra-putri kecilku gemar menuju Surau.
    Wajah teduhmu yang akan jadi panutan akan pentingnya waktu.

    Biarku tunggu namamu dalam pemantasan diri.

    Cikarang, 11 Agustus 2017

    Tumiesn




    Temenan Saja Dulu, Siapa Tahu Jodoh.





    Bicara soal jodoh gak pernah ada habisnya. Terlebih ketika usia sudah menginjak 20 tahun keatas.
    Setuju?
    Jika kamu setuju, silahkan lanjutkan lagi membaca tulisan ini sampai habis ya.

    Dear kamu, para pemilik nama yang sering ditanya kapan nikah? apakah jodoh sudah dekat seperti uang bonus maupun THR cair pada waktunya? Sudah gak usah baper, galau apalagi ngenes yang sering disebut, "Hey Jones (Jomblo ngenes)". Saat usiamu mendekati angka yang sensitif, dek-dekan dan pikiran melayang kaya layangan dimana ditarik ulur hatimu hehehe, ayo bangkit dan lakukan hal yang terbaik saja dari pada duniamu yang harusnya luas menjadi sempit bagaikan baskom kecil yang hanya mampu menampung air beberapa liter.

    face128face128face128

    Jodoh itu benar-benar misteri, sesuatu yang tersembunyi dan dapat terungkap siapakah nama yang fotonya akan bersanding dibuku nikah dengan fotomu dan itu benar-benar jelas terlihat manakala "Hai Mblo... waktu jomblo sudah habis!" Alias kamu dan dia sudah resmi berstatus kekasih yang pasti dipersatukannya bukan sekedar,
    "Gue suka Loe, mau gak jadi pasangan gue sampai mati!"
    "Mau gak jadi pacar aku?"
    "Jalanin aja dulu, nikah mah nanti-nanti saja. Yang pasti kita jadian."

    Dan blablabla..... sampai berharap rumput yang berwarnakan kuning menjadi hijau kembali.

    Untuk cara penemuan maupun penjemputan jodoh pasti berbeda-beda ya.
    Ada yang sudah bertahun-tahun jalanin saja bisa aja ya sudah akhirnya dipersatukan.
    Ada pula yang gak jalanin apa-apa, alias baru bertemu tiba-tiba ngajak seriusan.
    Ada juga yang proses bertemunya adalah ketika bokap nyokap alias emak bapaknya yang menjodohkan anak-anak mereka, dan masih banyak lagi ya, dan semua itu pun pasti ada warna dan kejutannya.

    Tetapi untuk kali ini saya akan membahas salah satu contoh berlabuhnya jodoh. Dan jika kamu penasaran beserta gemas membacanya, lanjut terus ya... tetapi diharap semoga tetap masih bernafas hehehe.

    face16face16face16

    Kebayang tidak jika jodohmu adalah teman baikmu?
    Orang yang sudah kamu kenal lama maupun baru beberapa purnama?
    Kalian adalah teman yang baik, tak ada angin maupun hujan nyatanya tiba-tiba kalian sudah berada dipelaminan.Upzzz.. awas baper mblo! hehehe

    Jodoh yang memang rahasia bisa saja membuka jendela pertemanan menjadi sebuah buku cerita baru yang akan tertulis menjadi sejarah tersendiri. Kamu dan dia yang sekedar menjalin pertemanan nyatanya jodoh. Dia yang kamu kenal baik nyatanya yang terbaik.
    Nah, jadi saat kamu berteman baik dengan seseorang maka bangunlah sesuatu yang saling membangun, menumbuhkan semangat bukan galau-galauan yang tak jelas. Kamu dan dia satu sama lain saling mengenal baik tentang diri sendiri maupun keluarga masing-masing dan ini sangat cocok buat kamu yang gak perlu muter-muter kepoin si doi lewat sosial media ya hehehe.

    Jadi, temenan saja dulu, siapa tahu jodoh dan bertemanlah dengan baik. Saling mengingatkan hal yang baik-baik, mendukung satu sama lain.
    Jodoh itu sesuatu yang tersembunyi dan perlu dicari. Jadi, siapapun kamu yang membaca tulisan ini dan sedang menanti si doi, tetaplah semangat pantaskan diri. Coba lirik kanan maupun kiri, siapa tahu salah satu teman baikmu adalah jodoh yang masih tersembunyi face01

    Cikarang, 22 Juli 2017

    Tumiesn

    "Selanjutnya Insya Allah dibuku Tumiesn yang akan datang, mohon do'anya teman-teman face02face02"






    Yang Serius, pasti yang pasti-pasti




    Tak usah risau manakala yang kau suka memilih berlalu.
    Jangan biarkan semangat juang menemukan cintamu melepuh.
    Tidak perlu sibuk menanti yang tak pasti, jangan terpancing kedalam lubang menggantung hati beralaskan cinta.

    Yang serius pasti yang pasti-pasti.
    Pilihlah seseorang yang kelak dengannya Allah semakin dekat denganmu.
    Terimalah seseorang yang mau berjalan dan berjuang bersama.
    Ia yang senantiasa siap menuntun dan mengajakmu dalam kebaikan.

    Dengannya kau akan tahu dan mengerti kasih sayang.
    Seseorang yang ketika bersama keluarga wajahnya begitu riang.

    Cikarang, 13 Juli 2017
    Tumiesn


    #ProjectNulis
    #jodoh




    Cinta tak seminus mata ini




    Menulis, persiapan untukku membangun rumah tangga bersamamu






    Untukmu yang kelak akan ku dampingi sebagai raja di istana kita.