Memanah Ilmu Marketing Mix Terhadap Syukur = Balance






Dalam kehidupan setiap orang memerlukan yang namanya manajemen,
baik itu manajemen diri, manajemen hati, manajemen keuangan dan sebagainya.
Nah, artikel ini saya ingin berbagi sedikit tentang ilmu marketing yang saya pelajari selama ini sebagai anak manajemen hehehe, tapi saya lagi gak bahas soal manajemen kok.
yang mau di bahas adalah marketing mix yang memiliki keterikatan terhadap syukur.
Untuk lebih jelasnya, baca terus ya tulisan saya sampai habis, kalau gak nanti baper lho.

face128face128face128

Memanah Ilmu Marketing Mix terhadap syukur yang akan menghasilkan balance (keseimbangan) adalah hal yang ingin saya bahas.
Duh mungkin kamu bertanya-tanyakan?
kalau iya di lanjut ya.

Sebagai manusia kita hidup ini harus banget dan banget banyak bersyukur, tentang hal apapun itu yang sudah Allah kasih secara gratis dan bahkan perfect lho, iya kan? coba sekarang ambil cermin dan berkacalah (lihat diri sendiri).
Allah baik bangetkan?
Dalam hidup ini kita juga butuh banget yang namanya strategi agar kehidupan seimbang.
Ilmu agama sangat perlu dan perlu dipelajari, dan ilmu kehidupan di dunia sebagai perjalanan untuk bekal akhir hayat kita juga perlu menyeimbangi dengan mempelajarinya.
Marketing ataupun pemasaran adalah ilmu yang menurut saya sangat luas dan sangat diperlukan untuk dipelajari dan yang pasti di praktikkan. Kenapa harus di praktikan? karena teori tanpa akasi = NOL.

Marketing MIX adalah ilmu yang perlu diterapkan dalam bisnis, dan juga dalam kehidupan sehari-hari lho. Nah apa sih marketing mix itu?
Menurut pakar marketing dunia Kotler dan Amstrong , mengatakan bahwa Marketing mix merupakan sekumpulan variabel pemasaran yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan.
Dan marketing mix sendiri awalnya memiliki 4 unsur (4P) tetapi semakin berkembangnya ilmu pengetahun kini menjadi 7 unsur (7P), yaitu :
1. Product (produk)
2. Price (harga)
3. Promotion (promosi)
4. Place (tempat)
5. Partisipant (orang)
6. Proces (proses)
7. Physical Evidence (bukti fisik)

Terus apa hubungannya sama syukur?

Jadi gini, 7 unsur itu ibaratkan kita sebagai seseorang yang terlahir di bumi ini,
1. Produk-> Kita membutuhkan sekali yang namanya segala kebutuhan dan Allah kasih melalui rezeki dan karunia yang berlimpah.

2. Harga -> semahal-mahalnya sebuah benda / kebutuhan hidup manusia Allah tetap jamin hidup kita, melalui apa? ya balik lagi rezeki sama karunia Allah.

3. Promosi -> Kita hidup gak cuma hidup alias kaya mayat hidup yang gak mau bergerak, tapi kita perlu bergerak dengan cara apa? melakukan aksi mempromosikan apa yang kita bisa lakukan sehingga menghasilkan nilai untuk sandang, pangan, papan dan sebagainya. semua itu balik lagi ya karena rezeki dan karunia Allah.

4. Tempat -> Jangan bilang hidup ini susah, sekarang berpikirlah dan renungkan, Allah sudah kasih kamu tempat berteduhkan? Allah kasih kamu tempat untuk mencari nafkah? Allah sudah kasih kamu tempat mencari ilmu dan Allah sudah kasih kamu tempat untuk terus beribadahkan?

5. Orang -> Hidup ini kita gak pernah sendiri, Allah kasih orang-orang agar menjadikan kita manusia-manusia yang senantiasa beryukur, bukan begitu? Jadi yuk perbaiki hubungan kita dengan sesama jangan bercerai berai karena hal-hal yang nanti bisa bikin rugi hati.

6. Proses -> Hidup ini berproses gak instan, coba pikirkan lagi ke masa lampau, dulu kita dalam kandungan ibu, terus lahir berupa bayi, terus balita, terus kanak-kanak, terus remaja, terus dewasa, terus tua dan banyak bersyukurlah. Begitu pula kita dimana pun berada kita hidup ini berproses untuk mencapai apa yang diinginkan.

7. Bukti fisik -> Nah ini nih, yang harus kita renungi, Allah baik banget lho memberikan kita segalanya dengan keadaan yang nyata alias gak semu, buktinya Allah kasih kita mata, telinga, hidung dan sebagainya, nyata kan? gak cuma bayangan? hehee

jadi banyak-banyaklah bersyukur.

Terus apa hubungannya dengan memanah?

Nah, memanah yang dimaksud ini adalah kita capai apa yang diinginkan dengan cara melibatkan Allah,
Selalu ingat Allah dimanapun kita berada. Salah satunya selalu bersyukur, sehingga kehidupan ini seimbang.

jadi, Siapapun kamu dan dimana pun berada, yuk kita banyakin syukur. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Cikarang, 8-10-2018

-Tumiesn-
Jangan lupa bersyukur dan salam nyengir.
#program produktif nulis bersama Komunitas Saung Literasi







    Tentang Syukur, 2017 ke 2018




    Hitam putih hidup ini.
    Terang, gelap, sepi, ramai jadi teman penawar risau.
    Telusuri dan ingat kembali tentang waktu-waktu yang telah terlampaui.
    Syukuri apa yang telah Dia berikan pada sosok tulang belulang yang terbungkus kulit, jiwa yang rapuh, bisa Kuat tak lain karena-Nya.

    Setiap waktu adalah hal berharga.
    Tertulis melekat dalam melodi terindah pada jiwa.

    2017 adalah kado manis dalam setiap peristiwanya di bungkus dengan syukur tak berujung.
    2018 adalah langkah baru yang di depan sana akan membuka setiap kejutan hidup selanjutnya.

    Bersyukur, berjuang lengkapi setiap Kaki yang akan terus melangkah semestinya.

    Bandar Lampung, 1 Januari 2018
    Tumiesn





    Yang Serius, pasti yang pasti-pasti




    Tak usah risau manakala yang kau suka memilih berlalu.
    Jangan biarkan semangat juang menemukan cintamu melepuh.
    Tidak perlu sibuk menanti yang tak pasti, jangan terpancing kedalam lubang menggantung hati beralaskan cinta.

    Yang serius pasti yang pasti-pasti.
    Pilihlah seseorang yang kelak dengannya Allah semakin dekat denganmu.
    Terimalah seseorang yang mau berjalan dan berjuang bersama.
    Ia yang senantiasa siap menuntun dan mengajakmu dalam kebaikan.

    Dengannya kau akan tahu dan mengerti kasih sayang.
    Seseorang yang ketika bersama keluarga wajahnya begitu riang.

    Cikarang, 13 Juli 2017
    Tumiesn


    #ProjectNulis
    #jodoh




    Karena Jatuh cinta banyak rasanya





    Pernahkah kamu merasakan yang namanya jatuh cinta?

    Mungkin ini sepenggal pesan yang semoga bermanfaat dari ku untukmu, tentang cinta yang bukan sekedar cinta semu. Sini mendekat, ku harap engkau membacanya penuh dengan semangat. Seperti aku yang kini sedang menuliskan pesan ini penuh rasa. Sebuah perasaan yang ku sadari nyatanya Jatuh cinta banyak rasanya, bak gumpalan awan yang menggantung di langit, mempesona, membuat jari-jemari rasanya ingin meraih dan memeluk setiap gumpalan putih itu.

    Karena cinta memang banyak rasanya, warna-warni membius mata. Nyaman, teduh membanjiri setiap ruang-ruang hati dan gemetar dada ini seakan tengah bertempur dengan sel-sel darah. Aku sadar, jatuh cinta ini telah datang dan semoga tidaklah terlambat.

    face128face128face128

    Cinta tidaklah pernah berbasa-basi, dan saat pertama hati meyakini bahwa seluruh ruang yang tertutup namun paling perasa ini menyadari akan cinta yang telah tumbuh, pastilah tak ingin sedetikpun berpisah atau berlalu. Ingin selalu bersama-sama dalam kenyamanan dan ketenangan jiwa.

    Ini cinta yang menurutku lebih indah, penuh dengan warna, terangnya tak mampu tertandingi dan inilah cinta yang sebanarnya. Jika Dia sudah mencintai hamba-Nya, pastilah jalan hidup terasa nikmat dengan lurusnya perjalanan meski onak dan duri pasti selalu ada.

    Aku sadar, setelah hati menjatuhkan rasa, pasrah kepada-Nya, pastilah hidup ini akan terasa lebih tentram dan percikan air saja rasanya membahagiakan. Nyatanya, karena jatuh cinta banyak rasanya ada asam, manis, perih dan yang pasti nikmat tetaplah menyapa. Sadarku jatuh cinta kepada Allah banyak rasanya.

    Saat sedih maupun gembira Allah selalu hadir, Dia tak pernah pergi.
    Saat sendiri, sebenarnya tidaklah sepi. Karena Allah selalu membersamai.
    Ketika hilang arah, cemas, takut menggigil sekalipun, Dia menenangkan dengan banyak pertolongan.
    Manakala khilaf menyergap, mata rabun akan jalan benar, sekali lagi Allah menunjukan yang sebenarnya bahkan Dia tak pernah pelit untuk memberikan kesempatan agar hamba-Nya kembali kejalan benar.

    Sadari diri bahwa setiap nafas ini hadir tidaklah terlepas dari cinta-Nya.
    Terkadang malu pada jiwa ini yang banyak maunya, dan tak kalah lagi banyak dosanya.

    Ya Allah,,, bahwanya sadarku jatuh cinta banyak rasanya.
    Engkau berikan rasa yang tak dapat terhitung lagi jumlahnya, nikmat cinta dari-Mu begitu berlimpah.

    Sadarku, karena jatuh cinta banyak rasanya. Semoga aku dan kamu yang membaca tidak tertinggal apa lagi terlena akan waktu yang sangat sebentar ini. Percayalah dalam keyakinan bahwa Dia selalu memberikan yang terbaik. Dan tugas kita sebagai hamba-Nya adalah menjadi yang terbaik dalam menapaki persinggahan sebentar ini.
    Semoga aku, kamu adalah hamba-hamba-Nya yang dirindukan oleh Surga-Nya.
    Bertemu dengan-Nya dan juga kekasih-Nya.

    Cinta dari-Nya banyak rasanya, mari berjuang menjadi warna yang terbaik untuk persinggahan ini.
    Semoga kita tidak terlambat akan kesadaran diri bahwa untuk apa kita tercipta.


    Cikarang, 12 Juli 2017
    Tumiesn





    Ramadan, semoga masih bertemu lagi




    Kehilangan bak senja yang membungkam terang.
    Menyembunyikan riang, menampakan kelam.
    Diutuslah linangan permata dari lensa, menganak kecemasan.

    Tahukah engkau?

    Rasa kehilangan pastilah akan tercipta, menyapa pelan-pelan dan membuka mata jalan sebenarnya.

    Hilang bukan akhir dari perjalanan. Tapi, hadir sebagai penyempurna akan sebuah kehadiran.

    Jangan sedih manakala kehilangan hati manusia. Tetapi, lihatlah diri apakah iman dihati sendiri masih menemani?

    Ramadan semoga masih bertemu lagi. Dan tak bosan mengingatkan diri yang masih gemerlap akan keruhnya hati.

    Lemah Abang, 13 Juni 2017

    Tumiesn




    Nanti jangan dinanti-nanti





    Pada waktunya kamu akan merasa risih sendiri manakala mengenakan jeans, dan akhirnya kau pilih tinggalkan dia.

    Pada akhirnya kau akan merasa malu manakala kerudung yang dikenakan tidak menutupi dada.

    Pakaian longgar yang kini kau kenakan adalah senyaman pakaian yang pernah kau kenal.

    Saat kau hendak keluar rumah, selain sepatu yang dicari ialah kaos kakimu. Dan kau akan merasa patah hati manakala tidak mengenakannya.

    Dulu pakian ketat yang dibanggakan kini terasalah asing, dan sedih manakala kerabatmu masih mengenakannya.

    Kau akan mengerti itu semua, dan memilih mengenakan yang tertutup sebagai pelindung diri dan takut akan Allah.


    Teruntuk saudariku sesama muslim, Nanti kamu akan mengerti bahwa betapa nyamannya pakaian yang dulu mungkin asing bagimu, pakaian longgar yang dianggap dulu tidaklah modis!
    Nanti kau akan mengerti, betapa sedih manakala melihat bingkai kenangan dulu yang bertaburan dengan gemerlap meski sekedar yang kau kenakan (tidak menutup aurat).

    Nanti kau akan mengerti, betapa menyesal dan tak akan ada kesempatan lagi tatkala nafas sudah di kerongkongan.
    Nanti jangan dinanti-nanti (menunda) keburu mati.

    Yuk mari belajar mengenakan pakian yang menutup aurat. Setiap orang memiliki masa lalu, tetapi keluar dari masa lalu untuk perubahan yang lebih baik itu lebih indah bukan?

    Aurat jangan diumbar-umbar, sebelum menikah ayahmu yang menanggung.
    Aurat di jaga sebaik-baiknya, setelah menikah suamimu yang menanggung.

    Nanti jangan dinanti-nanti, nanti keburu mati.

    Salam Sayang untuk muslimah.

    Cikarang, 12-6-2017
    Tumiesn