Kenapa Belum Nikah?




Hari ini lepas Ashar ketemu salah satu teman (mantan sekelas, eeh maksudnya sekelas pas kuliah jamannya kosentrasi, sekarangkan udah lulus dan gak sekelas hehe)

Sebuah jadwal ketemu, dan diskusi. Biasa kalau sesama anak pemasaran hal yang banyak dibahas soal bisnis, strategi penjualan. Karena aku belum jago bisnis, mayankan sharing-sharing sore dapat ilmu dan nambah wawasan haha.

Sebuah pertanyaan nyelip diantara hal pembahasan dan curhatan teman secara pribadi, sebagai pendengar ku dengarin dah.
(*note : kalau seseorang mau cerita hal pribadi berarti dia percaya sama kita. So, dijaga.)
Dia tanya, "kenapa belum nikah?"
Ku jawab simple, "belum ada yang klik."

Pembahasan pun jadi panjang.
______
Pada dasarnya pria atau wanita diusia 25 tahun ke atas pasti pengen yang namanya Nikah.
Setuju?

Tapi, nikah itu bukan hal yang main-main asal comot yang penting rubah status di KTP, bukan itu netijen.

Bahkan pembahasan ku sama si teman yang katanya lagi galau soal mau memperjuangkan seorang wanita, semakin menarik. Dan mungkin solusinya ada tuh banyak refrensinya dibuku-buku, googling mbah google atau minta solusi sama yang ahlinya, kalau minta solusi sama aku jelas belum ahli wkwkwk

Sederhananya kalau mau memperjuangkan seseorang, harus saling berjuang, searah, saling menerima kekurangan serta kelebihan masing-masing, menerima keluarga satu sama lain, dan punya tujuan yang jelas.
Kamu dan dia saling suka, klik, tumbuh rasa buat kearah lebih serius. Ya lanjutkan, sebab jodoh gak langsung cling muncul di depanmu. Dijodoh-jodohkan orang tua saja butuh proseskan?
Apa lagi nyari sendiri hehe.

Siapa pun kamu yang masih sendiri dengan usia yang makin pantas buat menuju kata Nikah, selalu semangat dalam berikhtiar. Jangan lelah berjuang menujunya, minta sama Allah. Toh, Allah kan satu-satunya pemberi apa yang pantas, layak, pas untuk kita butuhkan?

___
Salah satu kebiasaanku itu Kalo kemana-mana pasti ada buku yang dibawa, teman ketika bengong dan bosen liat HP hehe, dan kebetulan aku lagi ngelanjutin baca buku ini yang ku pegang karya temanku uda @robiafrizan1 ,Keren isi buku ini pesannya penuh makna.

Cikarang, 3-4-2019

-Tumiesn-




    Beridiri Pada 5 Jari, Telapak Tangan





    "Kalau kita beridiri pada tapak kaki itu sudah biasa, tapi bagaimana jika kita bertahan berdiri pada telapak tangan yang terdiri dari 5 jari?"
    Kalimat dari seorang alumni Pelita Bangsa, namanya Ceceng Saepuloh.

    ________




    Sebuah pembahasan seru, dari #kolaborasi #mudaberkarya. Kebetulan Kamis sore selepas Magrib ditanggal 28-2-2019. Dalam kolaborasi rencana yang semoga terlakasana diberikan kelancarana, salah satu rencana bikin buku #tumiesn tahun ini adalah kolaborasi bareng 2 Dosen yakni Bu Yunita, Pak Edy dan Juga salah satu tempaan satu angkatan yakni Yuni Puspita.
    Kalau mau lihat perjalanan tentang 2 dosen ini bisa cek ditulisan ku :

    1. Gerbang Skripsi,Nulis Asik, Hati Bahagia

    2. Terima Kasih Untuk Kamu Triangulasi Sumber (Pembaca, Penulis & Komunitas) Skripsi Solusi

    Salah satu hal yang membuat kami dekat adalah soal Skripsi sejak tahu 20170-an. Hingga sebuah buku yang Insya Allah akan digarap bersama judul bukunya terinpspirasi dari soal penelitian juga, tepatnya sharing rencana penelian Pak Edy S.

    _____

    Oke, balik soal diskusi kemarin sore dengan Ceceng yang kami undang sebagai salah satu narasumber yang pasti inpiratif banget ya. Beliau ini bukan sembarang mahasiswa ugal-ugalan (biasa aja) tetapi, luar biasa. Banyak hal yang diceritakan saat proses #ceritaambilpesannya , ada hal yang paling menarik dan akhirnya saya tulis di blog ini.

    Pernah gak kita ngebayangin berdiri ditelapak tangan kita pada 5 jari? dimana biasanya tuh kalau berdiri di telapak kaki kan?
    Ini salah satu pandang Ceceng yang menurutku big idea and inspiration . Sebuah sudut pandang yang sayang kalau diabaikan, didengarkan mentah-mentah alias gak sampai ke seluruh ingatan (ruang otak).

    Jadi, yang dimaksud Ceceng berdiri di 5 jari pada telapak tangan ini adalah dia berpikir gimana sih dalam menghadapi polemik kehidupan ini mampu tetap berdiri alias hidup. Dengan jari-jarinya bisa mengahasilkan uang dalam kondisi ya intinya dia harus bertahan hidup.

    Jaman kuliah dulu, salah satu mantan karyawan disebuah perusahaan yang memutuskan resign tentang sebuah pilihan hidupnya, dan pasti ada alasan sendiri ya.
    Dan ketika itu dia harus tetap kuliah serta membiayai hidupnya. Alumni jurusan manajemen pemasaran ini yang awalnya saat mendaftar kuliah ingin ambil jurusan tekhnik infomatika karena terinpirasi dari teman (mentor) yang mengingatkannya untuk melanjutkan pendidikan ini, dia harus berpikir lho saat penghasilan jadi karyawan sudah off, berangkat ke kampus pakai bensi berarti mengeluarkan uang, gimana caranya di kampus gak sia-sia, mengeluarkan dan mendapatkan. Dan anak muda ini punya pikiran, melupakan malu dan gengsi, Ia jualan.

    Saat itu jualan nasi kuning, aqua botol dan snack. Baginya ambil barang di orang lain, dia harus dapat keuntungan. Katanya jika di ibaratkan 5 jari itu :
    1. Jempol dapat penghasilan dari nasi kuning
    2. Jari telunjuk dapat penghasilan dari aqua botol
    3. Jari tengah dapat pengasilan dari snack
    4. Jari manis penghasilan dari tempat lain
    5. jari kelingking pengasilan ditempat lain juga

    Dan secara continues . Dia yang kini juga memiliki ide buat bisnis, mulai dari rental PS di kampung halamannya Cianjur, serta photo copy di dekat kampus. Good idea soal bisnis dari sudut pandangnya tentang jari yang dimiliki, gimana caranya mendapatkan penghasilan dari berbagai sumber.

    ______

    Menjadi perantau dan berpetualang di kota orang, terkadang kita harus berani naik level ya meskipun prosesnya gak mudah. Salah satunya banting rasa malu, kantongin gengsi. Jalanin aja, dan nikmati prosesnya.Sebab dihidup ini gak ada hasil tanpa proses yang dilalui?

    ______

    Berdiri pada 5 jari, telapak tangan yang kita punya nyatanya perlu. Jalanin kehidupan yang bentar ini dan terlalu singkat menjadi hal yang tidak monoton. Sumber-sumber pendapatan untuk menjadi bekal perjuangan hidup itu perlu lho, kurangi kebanyakan gaya temukan cara menjadi diri yang lebih berisi.

    Cikarang, 1-3-2019

    -Tumiesn-

    Baca Juga : Walau Buruh Pabrik Bukan Penghalang Melanjutkan Pendidikan Kerja Sambil Kuliah? Siapa Takut! Ruang Saksi Bersama








    Mamak, Perempuan Setia





    *adek = adik
    *Yayuk = Sebutan kakak perempuan.

    ....

    27 tahun menjadi bagian dari kelurga ini. Sejak kecil kami hidup tanpa seorang pria di rumah. Bapak izin pulang duluan menghadap Allah sejak usia ku masih 2 tahun 2 bulan, dan Mamak tengah mengandung 9 bulan kurang 17 hari.

    Sebuah takdir dan ujian kala itu, tapi aku gak ngerti persoalan urusan dewasa. Hingga pas kecil aku penasaran, lihat teman maupun sepupu yang sebaya di rumah mereka ada seorang lelaki dewasa. Masih ingat dan membekas, waktu itu ku tanya Mamak, "Bapak itu kemana?"

    Mamak selalu jawab, "Bapak lagi ngaji di rumah Allah."

    Aku diam, dan masih membekas lagi sebuah pertanyaan muncul, "Mamak kenapa gak nikah lagi sih, biar aku punya Bapak."

    Saat itu sekitar aku kelas 3 SD (belum bisa baca lancar, dulu aku ngalamin keterlambatan baca dibandingkan 5 saudara perempuan yang lain).

    Mamak bilang, "Jangan ngomong begitu lagi ya."

    Dan saat itu aku gak pernah minta bapak baru.

    Menjalani hidup masa kecil dengan seorang Ibu, 4 Yayuk dan 1 adik perempuan bukanlah hal mudah. Kami hidup saat itu harus menumpang tanah orang hingga belasan tahun, agar tetap hidup menggarap tanah.

    Sejak kecil aku bahkan dilatih hidup keras, menjadi tukang petik buah jambu, penunggu duren dan hal-hal yang berhubungan di kebun. .
    Saat itu tetapi aku dan Yayuk ke 1 & 2 terpisah, mereka harus ke Palembang ikut Mbah Lanang (Sebutan kakek). Agar hidup kami mendingan, mereka bekerja.

    Di susul lagi Yayuk ke 3 di sekolahkan di Kebumen ikut Buyut, dan Yayuk ke 4 ke Palembang untuk sekolah hingga tamat SMA. .
    Dan aku pun demikian lulus SMP ke tanah jawa hingga sekarang, begitupun adek.

    Hingga seluruh yayuk menikah, karena kodrat perempuan ikut kemanapun sang suami pergi, yayuk ke 1 & 2 menetap di Palembang, Yayuk ke 3 & 4 menetap di Bandar Lampung, dan Aku anak ke 5 dan adek ke 6 masih merantau di Pulau Jawa.

    Meski Mamak masih satu daerah dengan yayuk ke 3 & 4 mereka semua sudah beda atap.

    Hingga suatu hari ku ajukan pertanyaan ke Mamak, "Mak, kalau aku udah berkeluarga ikut aku ya. Meski mungkin gak di Lampung. Entah nanti akan tinggal di pulau mana."

    "Tidak, Mamak mau di sini saja, kalau nengok kuburan Bapakmu, dekat."

    Aku gak bisa mengajukan tawaran lagi.

    Suatu hari aku wawancarai Mamak, soal cintanya ke bapak kenapa bisa setia?
    Gimana awal jatuh cinta? Proses, menikah dan tidak menikah lagi.

    Satu pesan yang akan ku simpan dan ku praktekan, "Mamak cukup nikah sama seorang pria sekali seumur hidup. Semoga bisa ketemu di akhirat."

    Aku beruntung punya seorang wanita yang Kuat dan gak baperan tergoda cinta lain.
    Sering aku ajak diskusi atau sekadar bercerita tentang pilihan cinta dan setia.

    Mamak selalu bilang, cinta itu sekali seumur hidup. Bersama orang yang sederhana dan seiman, sejalan.

    Kadang aku suka bilang, Mamak aku bikin tulisan buat Mamak di blog. Ku bacain meski kami via suara. Mamak menangis, aku tanya.
    "Mamak bahagia, gak menyangka kamu yang sekarang."

    Nyatanya cinta dan Setia adalah jalan untuk merengkuh bahagia. Meski pasangan sudah di panggil lebih dulu, ada ikatan dan janji untuk terus setia. Dan yang masih di tinggal di dunia bertugas mengemban kepercayaan, mendidik dan menghidupi anak-anak.

    Kadang aku suka mikir, Mamak kok bisa melaluinya, aku tahu betul gimana dulu susahnya hidup.

    Balik lagi, Allah lah satu-satunya yang memberi jalan hidup dan menetapkan rasa cinta, tulus dan setia bagi yang mau menjalaninya.

    Bagi yang sudah menikah, setialah dengan pasangan suka dan duka.

    Adek, Yayuk setia pula ya kaya Mamak, begitupula aku nanti ☺

    Cikarang, 22-2-2019
    -Tumiesn-

    #story #family #love #Allah




    Teman Datang Dan Pergi, Sahabat?






    Setiap hari perjalanan hidup akan menemukan hal baru, perubahan-perubahan hidup bisa jadi ruang maupun teman baru.
    Entah itu teman saat memasuki dunia sekolah SD, SMP, SMA, Kuliah, Bekarja, Organisasi, Kajian dan sebagainya.

    Kita akan menemukan banyak ragam teman-teman baru.

    Tapi, sayangnya setelah lulus sekolah, kuliah ataupun sebagainya kita akan merasakan kehilangan, entah bagaimana pun caranya perlanan demi perlahan kabar teman-teman akan raib seiring berjalannya waktu. Dan entah bagaimana pun jua teman-teman baru berdatangan pada ruang lingkup yang baru.

    Sebab nyatanya teman itu sangat mudah datang dan pergi bukan?

    Ada satu yang tidak akan pergi atupun tertelan waktu karena kesepakatan atas perpindahan ruang waktu, Ia akan tetap ada entah mengapa selalu betah mengikuti kabar kita, menanyakan kesehatan, kesibukan dan segala hal yang ada pada kita.

    Ia bernama seorang sahabat yang ditemui entah saat Sekolah, Kuliah, organisasi, rekan kerja, komunitas dan sebagainya.

    Tak bosan dan justru masih kerap menjadi payung yang rela kehujanan saat kita dalam ketakutan, yang menjadi selimut saat kepercayaan diri hampir tumbang dan siap pula menjadi orang yang sangat berani mengatakan jika kita Salah. Tapi, memberikan solusi bukan sekadar kata.

    Dia yang akan selalu meminta maaf meski tak salah, yang selalu ada meski kita sibuk. Itulah sahabat, Ia tak akan pergi meski perjanjian ruang pendidikan misalnya telah usai, atau Ia telah menikah.
    Tetap saja, Ia enggan pergi selalu asik membersamai. Itulah sahabat yang hanya bisa kita temui di dunia ini hanya dengan hitungan jari jemari, sahabat-sahabat yang saling mengingatkan untuk kebaikan, mahluk Allah yang di hadirkan menjadi teman yang selalu ada dari puluhan, ratusan bahkan ribuan teman-teman yang kita temui untuk datang dan pergi.

    Jika kita sudah menemukan seorang sahabat, jaga dia dan jadikan layaknya keluarga. Bagaikan jari jemari yang jika satunya terluka, kita akan saling merasakannya, entah bagaimana pun caranya ada saja hal yang mendekatkan sahabat dengan sahabatnya.

    Terima kasih untuk yang sudah menjadikan ku sahabat.

    Cikarang, 16-2-2019

    -Tumiesn-

    #tumiesn #sahabat

    Tag :sahabat




    Penulis Susah Di Tebak




    "Kak aku mau tanya dong?

    "Kak kalau tulisannya sedih pengalaman ya?"

    "Galau-galau mulu, lagi galau ya?"

    "Lagi dekat sama siapa?"

    "Mbak, kamu itu kok bisa sih nulis kaya gitu, kalau ketemu aslinya mah, beda."

    "Kak baper, kakak lagi baper ya?"

    "Aku penasaran deh, planing ke depanmu apa? Soalnya penulis susah ditebak."

    Dan masih banyak lagi teman-teman yang tanya seputar ini, baik langsung atuapun kepo dengan tanya-tanya melalui chat personal.

    Dan bahkan ada teman penulis juga yang tiba-tiba DM (curhat), "Kenapa sih kalau aku posting galau suka dikira galau. Padahal itukah tulisan (gaya tulisannya emang galau terus)"

    Disitu aku cuma ketawa, intinya hal-hal macam itu emang sudah sering dirasakan (banyak yang tanya) dimana kadang tulisan @tumiesn23 demikian.

    Sedikit dijelaskan ya, siapa tahu membantu dan bisa paham sama penulis lain pun begitu hehe .

    Menulis adalah bentuk apresiasi seseorang melalui seni berupa tulisan. Setiap yang ditampilkanpun berbeda dong, dan satu penulis dengan yang lain beda.
    Untuk tulisan ku sendiri, gimana kalau kamu sebagai pembaca sudah bisa merasakan?

    Kalau belum, coba aja sesekali perhatikan setiap postinganku dengan personal branding yang diangkat sebagai Penulis Baper Positif.

    Terus ada yang bilang, "Penulis susah ditebak."
    Mungkin kamu sebagai penulis, pernah merasakan?
    Sebanarnya begini, Penulis itu gak susah ditebak kok. Bakal paham kalau sudah berteman dekat. Penulis memang punya tuntutan tersendiri untuk mencapai goalsnya dengan genrenya, yang kadang mau gak mau harus membawanya pada ruang yang berbeda dengan aslinya.

    Misal saja, tulisannya galau mulu, padahal aslinya ceria, ataupun sebaliknya.

    Lalu, inspirasi itu datang dari mana?

    Aku dulu di blog pernah menulis atas hasil apa yang di lakukan selama belajar menulis dan ini juga ku tulis (kembangkan dibuku yang sedang dibuat dari Skripsi jadi Buku) yakni tentang inspirasi itu sebenarnya simple datang dari mana saja yakni LDR (lihat, dengar & rasa) bisa tengok di blog saya cari di google dengan kata kunci itu pakai Tumiesn, nanti juga ketemu hehe.

    Jadi gak semua serta merta yang ditulis itu pengalaman pribadi si penulis, kan penulis harus peka dan bisa merasakan apa yang sedang ditulis meskipun itu bikan pengalaman pribadinya, misalkan saja pengalaman teman yang curhat dan dijadiin tulisan (hati-hati curhat sama penulis karena semakin di gali ceritamu, semakin menarik baginya hehehe)

    Kalau mengira penulis susah ditebak sah-sah saja, mungkin bingung kali ya soal gaya si penulis dari kontennya atau isi sosial medianya tulisan mulu?
    Kalau untuk aku pribadi, memang seluruh media sosial yang dimiliki ya memang untuk berkarya, kalau kenal secara pribadi pada tempatnya. Hehe..

    Jangan kangengin ataupun nunggu-nunggu postingan pribadi banget ya hehe, tapi saya terbuka kok, gak tertutup yang dikira wkwkwk

    Sejak 2018 aku memang membuat kuputusan, bahwa kenali sosial media Tumiesn ya tentang karya, bukan soal share foto selfie lagi kaya dulu tak berfaedah (karena bukan tempatnya) hehe.
    Kenapa? Ya itu pilihan.

    Sebagai penulis, ya aku begini bukan begitu hehe
    Kalau lihat tulisan lagi baper bukan berarti lagi galau abis, ya karena konten yang sedang diangkat seperti itu.
    Dan seterusnya.

    Harapanku sederhana saja, semoga tulisan yang dihasilkan memiliki pesan kebaikan ya, dan jika baper ambil yang baik-baik, yang gak baik jangan diambil.

    Terima kasih penuh sayang buat pembaca.




    Cikarang, 6-2-2019
    -Tumiesn-




    Menikah, Mencintai Karakternya Dan Segala Kekurangan




    Semakin mencari yang sempurna tak akan ditemui.
    Sebab, tak ada manusia yang sempurna.

    Akhir-akhir ini kaya ada magnet tersendiri soal bacaan macam itu dan sering banget di borong pertanyaan dan nasihat pula soal menikah.
    Kenapa ya?
    Mungkin begitulah, seninya jomblo yang masih berkeliaran dengan statusnya.

    Mengulik soal pernikahan itu gak akan ada habisnya, selalu seru buat dibahas.
    Tapi, pernah gak sih kita berpikir, soal menikah itu mencintai kekurangan pasangan?

    Mungkin saat belum menikah kita pengennya pasangan yang ideal, yang ini dan itu, yang begini dan begitu. Tapi, balik lagi, apa ada manusia yang sempurna?
    Meski mungkin ada hal yang mendekati ideal dari harapan, tapi aktualisasinya pasti ada yang minuslah.
    Karena manusia ya balik lagi, gak ada yang sempurna.

    Ada sebagian yang menikah mungkin bertemu pasangan yang cuek sekali, pasangannya dipersilakan kemana aja tanpa di dampingi, "suka-suka elu."

    Ada pula pasangan yang maunya ikut terus kemanapun pasangannya pergi dengan alasan atau tanpa alasan.

    Semua itu balik lagi, maka sebelum menikah mantapin hati dulu dong dan yakini, sudah siap mencintai karakter pasangan?

    Menikah itu tentang lembaran baru, di dalamnya ialah tentang saling belajar, bukan saling merasa menang.
    Saling meneduhkan dan yang pasti buat rumah tangga yang tentram, meski pasti ada ombak yang siap saja menguji, maka kuatkan pondasi iman.

    Menikah bukan tentang mencintainya saja tapi jua kekurangannya.

    Sakinah, mawadah, warohmah bagi yang telah menikah dan disegerakan yang mau Menjemputnya. .

    Sepakat?

    Cc : ketua kelas #knatm .
    Tulisan ini tertulis tugas dari komunitas #KNATM
    Tema : Lembaran Baru


    Cikarang, 4-2-2019
    #tumiesn #kutipantumiesn #mudaberkarya #menikah #sakinah #surga #perempuan #jodoh




    Ilmu Efisien, PAS Nikah





    Nasehat dari seorang sahabat, tentang pentingnya ilmu sebuah pernikahan.
    Sahabatku yang memang cara pandangnya simple, tapi elegan.
    Sebuah cara pandang yang bukan dari materi, fisik, duniawi. Karena bagaimana pun ujung-ujungnya terkesan mengejar dunia, serakah.

    Ini tentang ilmu "Efisien" yang digunakannya adalah bagaiman caranya adil dalam segala hal, tanpa melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangi, intinya PAS.

    Sebuah contoh tentang pernikahannya di tahun kemarin, yang menurutku sangat menginspirasi, hingga kenapa akhirnya ku bagi? karena semoga ini menjadi bekal buat teman-teman yang mau menikah (khususnya perempuan yang pasti menikah sebagai jalan ibadah menuju Surga).

    Ia memilih menikah dengan cara sederhana, tidak perlu berpesta-pesta ria, bergelamor (hura-hura) meski bisa saja Ia meminta itu kepada calon suami (saat sebelum akad nikah), meskipun menikah hanya sekali seumur hidup (insya Allah).
    Sahabat ku yang seorang perempuan cerdas dalam pengaturan apa pun termasuk mengalokasikan biaya nikah. Dengan kecerdasan yang tak di bumbui nafsu dunia untuk bermegah-megahan nikah (tidak memberatkan pihak pria), biaya nikah diataurnya sedemikan rupa (tidak di habiskan untuk acara resepsi pernikahan, tetapi sebagian dibelikan perabotan rumah tangga) bukan soal dia ingin beli perabotan, tapi ada alasan sederhana tapi mengandung makna.

    Ia memikirkan tentang tujuan menikah itu sendiri. Menikah itu kan dua orang jadi satu, Ia berpikir pemberian suami sebaiknya digunakan untuk manfaat berdua, untuk kebahagiaan. Kebahagiaan kan hal non fisik, biarpun bentuknya mesin cuci, kulkas, tv, springbed dsb. Ia gak lihat dari situnya, yang dipikirkan, dengan punya mesin cuci, gak capek sama nyuci doang, tapi bisa layanin suami lebih maksimal, dengan beli kulkas bisa simpan makanan dan masakin suami yang enak-enak juga bisa berhemat dimasa depan, dengan punya tv bisa punya hiburan di rumah. springbed bisa tidur enak berdua.

    Selain itu juga Ia tidak mau jika sampai uang yang menjadi lelahnya calon suami dan diserahkannya sebagai uang seserahan pernikahan itu cuma dinikmati sama dirinya saja. Dengan menjadikannya sesuatu yang fungsional, Ia bisa adil sama pasangannya, sebab niat sebuah pernikahan bagi seorang perempuan ingin menjadi istri shalehah, maka niatkan yang betul, laksanakan seharian sebagai ibadah, modalnya ya dari uang tadi misalnya.

    Ini juga sebagai cerminan untuk diri kita, kalau kita layak jadi istri yang akan membahagiakan dia, yang bisa menjaga hartanya, hatinya, jiwanya, bisa atur nafkah untuk jadi sesuatu yang berkah. Dan dia Sahabatku yang gak pernah bahas hal fisik, tetapi bilang hal "abstrak" , "iman", "kebahagiaan", "berkah".

    Sebuah cara pandang yang sederhana bukan tentang kepuasan dunia.
    Terima kasih untuk nasehat sebuah pernikahan sahabat terbaik ku.

    Semoga yang sudah menikah, langgeng selalu dengan terus belajar menjadi pasangan terbaik.
    Dan yang mau menikah mulai mempersiapkan diri, karena menikah ada ilmunya.

    Cikarang, 11-1-2019

    -Tumiesn-
    Sebuah pesan pernikahan dari seorang sahabat




    Komunikasikan Cinta




    Pernah gak sih kita merasa saat dewasa rasanya waktu terlalu padat?
    Padat dengan berbagai jadwal yang sudah diatur sedemikian rupa.
    Baik itu jadwal kerja, belajar, betemu teman lama maupun teman baru dan jadwal-jadawal lain-lain yang sudah disusun.
    Tapi, apakah dibalik jadwal-jadwal itu, kita selalu menjadwalkan waktu dekat dengan orang tua?
    Jadwal komunikasikan cinta bersama mereka.

    Saat kita semakin dewasa, orang tua sebenarnya sangat ingin dekat dengan anaknya. Setidaknya memiliki waktu sekadar bercerita, saling mendengarkan atau membicarakan hal yang perlu dibicarkan.
    Sejak dahulu saya pun sudah biasa menerapakan untuk membiasakan ketika menelponnya, “Ma ada cerita?” hal sederhana tapi ini bisa jadi membangun motivasi cinta dihati anak dan orang tua. Dan saya termasuk orang yang suka mendengarkan ibu saya bercerita, dan sering sekali memintanya untuk menceritakan lagi tentang masa kecil saya, bercerita tentang awal kali beliau bertemu serta jatuh cinta kepada bapak (cinta pertama dan terakhirnya), tentang kehidupan kami dahulu dan mendengarkannya bercerita hal lainnya.
    Banyak hal dari anak dan ibunya, saya pun terkadang bercerita tentang hal yang perlu di ceritakan.

    Tetapi, meskipun begitu sebagai anak kita harus bisa menyaring mana yang harus di ceritakan, di bicarakan kepada mereka. Jangan bercerita yang akan membebankan orang tua.

    Ketika bercerita, membicarakan ataupun mendengarkan jika dirasa arah pembicaraan melebar misalnya, saking terlalu asik tiba-tiba berbicara yang gak berfaedah (membicarakan orang lain) yang tak sepantasnya, seorang anak harus bisa mengalihkan pembicaraan dan mencari jalan cerita yang lain, kenapa begitu?
    Karena kita gak mau dong nambah-nambah dosa? Hehehe. Jadi, harus pandai-pandai menyaring.

    Membangun komunikasi cinta kepada orang tua itu sangat perlu, baik secara langsung maupun via suara, kenapa begitu? Karena mereka adalah orang pertama yang mengajarkan kita arti cinta dan komunikasi.
    So.. Dekati dan sayangi selalu orang tua

    "Aku sayang Mama." setiap sebelum salam saat mengakhiri telepon, hal yang menjadi kebiasan dalam mengkomunikasikan cinta bagi Saya kepada orang tua.

    Cikarang, 6-12-2018

    #tumiesn #Story #pesankebaikan




    Sepucuk Surat Cinta di November






    Untuk yang tercinta...

    November dibatas-batas waktu, aku tersenyum melihat bagaimana wajah haru mu.
    Kau memeluk ku, erat.
    Hari itu ku tanya, "kenapa engkau menangis?"
    Katanya, "dirimu amat bahagia, tak menyangka."

    Surat ini ku tulis untuk mu, biasanya sesuatu yang tertuju hanya untuk mu akan ku sampaikan, ku bacakan dan dibisikan pada telingamu bersama angin bahagia.
    Rasanya baru kemarin kau timang-timang aku, kau gendong aku, engkau saksikan pula bagaimana seorang anak kecil harus ikut terjun payung menggendong dagangan ke pasar untuk menyambung hidup.

    Masa kecil yang tak akan diluputkan, tentang berlatih berjuang kerasanya hidup, hujan yang tak diperdulikan ketika jatuh membaluri seluruh tubuh kecil itu tatkala menyebrangi sungai, mendaki dari perbuktikan satu ke perbukitan yang lain, juga tentang panas yang tak pernah dirisaukan, meski keringat bercucuran.
    Momentum kehidupan masa kecil untuk meraih impian, membantu mu dikebun tercinta yang mengandalkan musiman buah-buahan, mengayunkan kaki menggendong daganganmu ke para pemborong jualan mu, juga kaki ku yang tak pernah berkhianat untuk belari mengejar impian melalui pendidikan dimasa Sekolah dasar juga sekolah menengah pertama.

    Hari itu tatkala ku kenakan toga, aku yang katanya telah disahkan oleh perguruan tinggi, sebagai salah satu anak manusia yang mengemban amanah baru bukan sekadar tambahan huruf dibelakang nama. Engkau peluk aku, tak menyangka bagaimana anakmu ini bisa mengenakan kain itu yang tak pernah engkau bayangkan, sosok anak ingusan belasan tahun lalu yang hampir kandas berhenti sekolah Karena merasa malu atas cemohan bocah-bocah sebaya.

    Aku tersenyum, menangkap matamu.
    Dan kini ku paham, cintamu tak pernah hilang, do'a mu selalu terpanjat menembus langit, dan diturunkan hujan-hujan keberkahan.
    Terima kasih teruntuk engkau Mama,
    Kesetiaan dan cinta mu adalah pembuktian, kepada suami dan anak-anak mu, bahwa menikah sekali dan mendidik anak-anak semampu mu dengan do'a-do'a yang tak pernah di lupakan.

    Sepucuk Surat cinta di November, aku kini tahu rasanya jatuh cinta terhadap caramu mencintai keluarga, Mama.

    Cikarang, 30-11-2018

    -Tumiesn-
    #tumiesn #NulisAsikTebarManfaat
    #menulitpotensimanusia #lampung




    Pernah Jatuh & Cinta




    Waktu adalah hal yang tak bisa kembali, sekalipun engkau akan membelinya ulang dengan darah sekalipun, tak bisa. Ia akan terus berlalu, meninggalkan mu yang mungkin bisa jadi telah mati kalah.
    Itulah WAKTU.
    Apakah kamu setuju dengan pendapat ku?

    Seperti masa silam, dimana masa-masa muda telah terlewat, tentang kenangan suka duka dan bahkan persoalan yang akan terus mejadi kegemaran kaula muda yakni tentang Jatuh & cinta.
    Kamu tahu apa itu?

    Setiap kisah seseorang merupakan perjalanan, yang memiliki ke unikan, menanjak, asam, manis, pahit dan masih banyak lagi tawaran yang berbeda-beda warnanya.
    Tentang jatuh dan cinta yang menjadi kisah di hari ini, kemarin atau akan datang esok.

    Jatuh cinta merupakan hal yang bisa membuatmu bahagia dan juga kecewa.
    Sesuatu yang bisa dibantah atau sama sekali tak akan bisa.
    Rasa tak menentu yang membuat debar jantungmu tak menentu.
    Tentang perasaan jatuh cinta yang terkadang harus kau perjuangakan atau justru harus di lupakan.

    Jatuh dan cinta adalah komponen yang bisa hadir kapan saja.
    Tapi, ketahuilah bahwa ada musim cinta yang akan membawamu dalam kebaikan (menuju pernikahan) atau musim yang hanya datang menawarkan luka tanpa kepastian.
    Jadi, bila kamu ingin jatuh dan cinta, persiapkanlah dirimu, jangan biarkan hati mu terluka.

    Bila ingin jatuh cinta maka berarti kau siap segera memulai lembaran baru untuk sebuah keseriusan, karena hati mu maupun hatinya bukanlah ajang coba-coba yang datang dan pergi sesukanya.

    Sudah siap jatuh & cinta? Atau pernah?
    Persiapkan hati mu dulu saja, agar tak salah melangkah.
    Jaga hatimu temukan yang siap membawamu berlayar dalam cinta yang serius, yakni Jatuh dan cinta untuk taat bersama.

    Cikarang, 15-10-2018
    -Tumiesn-

    #jatuhcinta #love #tumiesn #motivasi #penulis #mudaberkarya #pesan #menikah