Pernah Jatuh & Cinta




Waktu adalah hal yang tak bisa kembali, sekalipun engkau akan membelinya ulang dengan darah sekalipun, tak bisa. Ia akan terus berlalu, meninggalkan mu yang mungkin bisa jadi telah mati kalah.
Itulah WAKTU.
Apakah kamu setuju dengan pendapat ku?

Seperti masa silam, dimana masa-masa muda telah terlewat, tentang kenangan suka duka dan bahkan persoalan yang akan terus mejadi kegemaran kaula muda yakni tentang Jatuh & cinta.
Kamu tahu apa itu?

Setiap kisah seseorang merupakan perjalanan, yang memiliki ke unikan, menanjak, asam, manis, pahit dan masih banyak lagi tawaran yang berbeda-beda warnanya.
Tentang jatuh dan cinta yang menjadi kisah di hari ini, kemarin atau akan datang esok.

Jatuh cinta merupakan hal yang bisa membuatmu bahagia dan juga kecewa.
Sesuatu yang bisa dibantah atau sama sekali tak akan bisa.
Rasa tak menentu yang membuat debar jantungmu tak menentu.
Tentang perasaan jatuh cinta yang terkadang harus kau perjuangakan atau justru harus di lupakan.

Jatuh dan cinta adalah komponen yang bisa hadir kapan saja.
Tapi, ketahuilah bahwa ada musim cinta yang akan membawamu dalam kebaikan (menuju pernikahan) atau musim yang hanya datang menawarkan luka tanpa kepastian.
Jadi, bila kamu ingin jatuh dan cinta, persiapkanlah dirimu, jangan biarkan hati mu terluka.

Bila ingin jatuh cinta maka berarti kau siap segera memulai lembaran baru untuk sebuah keseriusan, karena hati mu maupun hatinya bukanlah ajang coba-coba yang datang dan pergi sesukanya.

Sudah siap jatuh & cinta? Atau pernah?
Persiapkan hati mu dulu saja, agar tak salah melangkah.
Jaga hatimu temukan yang siap membawamu berlayar dalam cinta yang serius, yakni Jatuh dan cinta untuk taat bersama.

Cikarang, 15-10-2018
-Tumiesn-

#jatuhcinta #love #tumiesn #motivasi #penulis #mudaberkarya #pesan #menikah




    Metamorfosa Rindu





    Metamorfosa bukalan kata yang baku, tetapi merupakan kata abnormal dari metamorfosis.
    Dalam konteks Ilmu Biologi, metamorfosis diartikan sebagai suatu proses perkembangan biologis yang terjadi pada hewan tertentu di mana didalamnya melibatkan perubahan penampilan secara fisik dan atau juga struktur setelah proses penetasan atau kelahiran. Perubahan fisik pada proses metamorfosis ini disebabkan oleh perbedaan pertumbuhan sel dan diferensiasi sel yang radikal.
    Contohnya, lihat Hewan Kupu-kupu.

    Sementara itu saya menganalogikan Metamorfosa rindu adalah sebuah proses perubahan emosi seseorang terhadap perjalanan hidup.
    Misal begini, seorang yang sudah dewasa dia telah melewati banyaknya problematika kehidupan, disuatu titik ia pasti akan teringat dan debar jantung merasakan rindu pada masa-masa :
    1. Kecil, ditimang-timang oleh kedua orang tua, dikelilingi sodara sekandung, berlari, menari, tertawa, menangis dan masa kecil pikirannya hanya minta uang buat jajan ciki dan sebagainya.

    2. Masa sekolah, ini merupakan masa proses pertumbuhan seseorang. Orang tua yang sejak dulu mendekapnya dalam gendongan kini mulai dibiarkan sang anak lepas menari mengejar prestasi di bangku sekolah. Mulai dari sekolah Paud, SD, SMP, SMA, kuliah dan seterusnya.

    3. Berkarya, Berkarir. Ini merupakan masa dimana seseorang berproses dalam pertumbuhan diri yang mulai berani menentukan target pencapaian, kualitas diri dan sebagainya.

    4. Pernikahan, sebuah komitmen yang penuh keseriusan dan berproses lebih dewasa lagi.

    5. Masa tua dan seterusnya.

    Nah, proses-proses tersebutlah yang saya sebut metamorfosa rindu. Perubahan-perubahan seseorang yang disuatu ketika ia akan mengingat kenangan yang mengerucut pada rasa rindu.
    Ketika sekolah SMA misal, teringat kenangan saat kanak-kanak.
    Ketika tengah kuliah teringat kenangan masa SMA.
    Ketika sudah mandiri dalam karya teringat bagaimana kelembutan cinta orang tua, hingga di tuangkan lah proses rindu melalui karyanya (coba perhatikan penulis, biasanya begitu hehehe)
    Dan metamorfosa rindu lainnya.

    Sadar maupun tidak, disuatu hari dan di suatu titik hidup kita akan bertemu dengan debar-debar ingatan proses kehidupan. Tentang tangis, senyum, tawa, kebahagian, kesedihan dan semua yang telah terlewati. Dan hal ini lah yang Seharusnya dijadikan sebagai media mawas diri.

    Kisah hidup adalah kumpulan pengalaman yang dibungkus oleh waktu kemudian disempurnakan dengan metamorfosa dan semua orang mengalami perubahan tersebut berbeda-beda, tak ada yang sama meski sekilas serupa.

    Setiap orang adalah nahkoda bagi pelayaran hidupnya, maka berlayarlah dalam proses hidup yang baik, berusaha menjadi insan terbaik. Jikalau metamorfosa rindu mu hadir, kita akan tersenyum karena teringat yang baik-baik.

    Cikarang, 12 Oktober 2018

    Tumiesn

    *Project produktif nulis bersama Komunitas Kelas Nulis Asik Tebar Manfaat dalam agenda #Kamis Eksis"




    Memanah Ilmu Marketing Mix Terhadap Syukur = Balance






    Dalam kehidupan setiap orang memerlukan yang namanya manajemen,
    baik itu manajemen diri, manajemen hati, manajemen keuangan dan sebagainya.
    Nah, artikel ini saya ingin berbagi sedikit tentang ilmu marketing yang saya pelajari selama ini sebagai anak manajemen hehehe, tapi saya lagi gak bahas soal manajemen kok.
    yang mau di bahas adalah marketing mix yang memiliki keterikatan terhadap syukur.
    Untuk lebih jelasnya, baca terus ya tulisan saya sampai habis, kalau gak nanti baper lho.

    face128face128face128

    Memanah Ilmu Marketing Mix terhadap syukur yang akan menghasilkan balance (keseimbangan) adalah hal yang ingin saya bahas.
    Duh mungkin kamu bertanya-tanyakan?
    kalau iya di lanjut ya.

    Sebagai manusia kita hidup ini harus banget dan banget banyak bersyukur, tentang hal apapun itu yang sudah Allah kasih secara gratis dan bahkan perfect lho, iya kan? coba sekarang ambil cermin dan berkacalah (lihat diri sendiri).
    Allah baik bangetkan?
    Dalam hidup ini kita juga butuh banget yang namanya strategi agar kehidupan seimbang.
    Ilmu agama sangat perlu dan perlu dipelajari, dan ilmu kehidupan di dunia sebagai perjalanan untuk bekal akhir hayat kita juga perlu menyeimbangi dengan mempelajarinya.
    Marketing ataupun pemasaran adalah ilmu yang menurut saya sangat luas dan sangat diperlukan untuk dipelajari dan yang pasti di praktikkan. Kenapa harus di praktikan? karena teori tanpa akasi = NOL.

    Marketing MIX adalah ilmu yang perlu diterapkan dalam bisnis, dan juga dalam kehidupan sehari-hari lho. Nah apa sih marketing mix itu?
    Menurut pakar marketing dunia Kotler dan Amstrong , mengatakan bahwa Marketing mix merupakan sekumpulan variabel pemasaran yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan.
    Dan marketing mix sendiri awalnya memiliki 4 unsur (4P) tetapi semakin berkembangnya ilmu pengetahun kini menjadi 7 unsur (7P), yaitu :
    1. Product (produk)
    2. Price (harga)
    3. Promotion (promosi)
    4. Place (tempat)
    5. Partisipant (orang)
    6. Proces (proses)
    7. Physical Evidence (bukti fisik)

    Terus apa hubungannya sama syukur?

    Jadi gini, 7 unsur itu ibaratkan kita sebagai seseorang yang terlahir di bumi ini,
    1. Produk-> Kita membutuhkan sekali yang namanya segala kebutuhan dan Allah kasih melalui rezeki dan karunia yang berlimpah.

    2. Harga -> semahal-mahalnya sebuah benda / kebutuhan hidup manusia Allah tetap jamin hidup kita, melalui apa? ya balik lagi rezeki sama karunia Allah.

    3. Promosi -> Kita hidup gak cuma hidup alias kaya mayat hidup yang gak mau bergerak, tapi kita perlu bergerak dengan cara apa? melakukan aksi mempromosikan apa yang kita bisa lakukan sehingga menghasilkan nilai untuk sandang, pangan, papan dan sebagainya. semua itu balik lagi ya karena rezeki dan karunia Allah.

    4. Tempat -> Jangan bilang hidup ini susah, sekarang berpikirlah dan renungkan, Allah sudah kasih kamu tempat berteduhkan? Allah kasih kamu tempat untuk mencari nafkah? Allah sudah kasih kamu tempat mencari ilmu dan Allah sudah kasih kamu tempat untuk terus beribadahkan?

    5. Orang -> Hidup ini kita gak pernah sendiri, Allah kasih orang-orang agar menjadikan kita manusia-manusia yang senantiasa beryukur, bukan begitu? Jadi yuk perbaiki hubungan kita dengan sesama jangan bercerai berai karena hal-hal yang nanti bisa bikin rugi hati.

    6. Proses -> Hidup ini berproses gak instan, coba pikirkan lagi ke masa lampau, dulu kita dalam kandungan ibu, terus lahir berupa bayi, terus balita, terus kanak-kanak, terus remaja, terus dewasa, terus tua dan banyak bersyukurlah. Begitu pula kita dimana pun berada kita hidup ini berproses untuk mencapai apa yang diinginkan.

    7. Bukti fisik -> Nah ini nih, yang harus kita renungi, Allah baik banget lho memberikan kita segalanya dengan keadaan yang nyata alias gak semu, buktinya Allah kasih kita mata, telinga, hidung dan sebagainya, nyata kan? gak cuma bayangan? hehee

    jadi banyak-banyaklah bersyukur.

    Terus apa hubungannya dengan memanah?

    Nah, memanah yang dimaksud ini adalah kita capai apa yang diinginkan dengan cara melibatkan Allah,
    Selalu ingat Allah dimanapun kita berada. Salah satunya selalu bersyukur, sehingga kehidupan ini seimbang.

    jadi, Siapapun kamu dan dimana pun berada, yuk kita banyakin syukur. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

    Cikarang, 8-10-2018

    -Tumiesn-
    Jangan lupa bersyukur dan salam nyengir.
    #program produktif nulis bersama Komunitas Saung Literasi







    Nikah, Bukan Perlombaan






    Ngomongin perkara pernikahan saat ini untuk pria dan wanita di usia 21 tahun ke atas adalah hal yang konon seru untuk diperbincangkan. Sebuah face kehidupan dimana setiap orang mulai mencanangkan dengan lantang dalam diary kehidupan tentang persoalan pendamping di masa depan. Ada yang ingin pasangannya berkriteria dari A bahkan sampai Z, ada yang ingin dapat pasangan dari tetangga saja yang katanya kalau besanan gak perlu jauh-jauh harus berkendara ke kota tetangga, nyebrang ke pulau berbeda atau bahkan tak harus pesan tiket pesawat hingga ke luar negri.

    Untuk persoalan cinta dan masa depan setiap orang pastilah menginginkan point-point yang di idam-idamkan, baik itu lahir dari harapan hati si jomblowan maupun jomblowati, bahkan sebuah point kriteria calon mantu idaman bagi ayah dan bunda.

    Persoalan pendamping gampang atau mudah tergantung bagaimana sekenario Allah yang memutuskan.
    Ada yang di usia masih dini sudah ketemu pasangan, ada pula yang sudah berusia matang baru menemukan tambatan hati kiriman sang Illahi. Kamu, hanya perlu terus berjuang, berdo'a dan memantaskan diri bukan?
    Jangan mimpi pengen punya pasangan berstandar high quality, kalau diri sendiri masih banyak NG-nya (not Good) duh di kira produk barang dagangan kali ya hehe.
    Jangan ngarep pasangan yang soleh, kalau diri sendiri jauh dari kata soleha dan sebaliknya.
    Karena pada akhirnya, pasangan itu hadir sesuai cerminan diri sendiri. Bukan begitu?

    face128face128face128

    Sabtu malam minggu kemarin hingga pagi tadi sempat diskusi dengan jomblowati sebut saja Mawar, karena dia tidak ingin disebut melati, dan perbincangan kami dinamakan Diskusi Forum Jomblo.





    Pernah ngerasain gak sih kamu buat kaum Jomblo yang belum menikah ataupun kamu sebagai pelaku yang suka ngebuly orang yang belum menikah. Sering mendengar!
    "Woy buruan nikah, keburu tua."
    "Woy buruan nikah, anak gue aja sudah lima."
    "Woy buruan nikah, jangan mau kalah sama bocah yang baru gede."
    "Woy buruan nikah, keburu komunitas kaum jomblo abis."
    "Woy buruan nikah, keburu rambut ubanan."
    dan masih banyak lagi ucapan yang sebanarnya, (please gue kurang sepakat dan ini menyakiti kaum jomblo).

    Dan sebuah kalimat tercetus :

    Nikah itu bukan perlombaan. Dimana yg nikah dluan d katakan menang, dan yg blm nikah dikatakan kalah


    Pernah berpikirkah apa tujuan menikah?
    Pernikahan itu adalah sebuah perkara yang sangat serius, bukan ajang coba-coba ataupun lagi ngetrend nikah muda dengan ego yang masih besar, atau agar terlihat keren dengan status sosial. bukan itu kan?
    Menikah itu tentang kemantapan hati, kesiapan dan yang pasti ilmu pernikahan di perlukan kan?
    Jadi, jangan sembarangan bilang menikah itu gampang, karena semua orang perlu proses dan pendewasaan.

    Jangan hanya karena lihat anak tetangga baru gede udah pada nikah, kamu akan lari-lari kaya balapan karung saat agustusan, baper-baper gak karuan. Hingga akhirnya salah memilih pasangan. Jangan begitu, karena keputusan untuk pernikahan saat ini menentukan bagaimana masa depan mu esok hari.

    Nikah itu ibarat berlayar, bukan berarti yg berlayar lebih dahulu dapat sampai di tujuan dengan cepat dan selamat. Kita tidak tahu akan ada ombak yg menerjang, bisa jadi yg belakangan berlayar dapat terhindar dari ombak itu.

    Coba pelajari dan pahami serta renungkan, berapa banyak presentase angka perceraian di Indonesia setiap tahunnya.
    Bukankan perceraian terjadi oleh dua pasang anak manusia yang berstatus menikah karena ketidak stabilan meredam ego masing-masing?
    Menikah itu bukan untuk berpisah dalam sidang pengadilan bukan?
    Tapi tentang penyatuan hati untuk selamanya, bukan sekadar dunia.
    Cobalah berpikir untuk menikah satu kali seumur hidup, bukan sekadar pernikahan dan bersama di dunia, tapi hingga ke surga.

    Menikahlah karena kamu dan dia saling cinta bukan karena nafsu, tapi bagaimana prioritaskan tujuanmu menikah. Jangan biarkan diri salah pasangan, ingat menikah bukan ajang balapan. Tapi menikah adalah jalan untuk Ibadah.

    Menikahlah jika sudah mampu, mulai dari kesiapan diri dan kemantapan hati.
    Bila kamu sempat gagal dalam urusan cinta, jangan prustasi, coba bangkit dan temukan cinta sejati.
    Yang pergi mungkin itu sekadar ujian hati, tapi yang datang adalah hadiah terbaik.

    Luruskanlah niat menikah karena Allah, mengikuti sunah Rosullah, bukan karena apa kata mereka yang tidak tahu luar dalam mu.

    Cikarang, 4-10-2018

    Tumiesn

    #Project buku WDJ





    Balik Lagi, Bukan Sama Mantan





    Kenapa? kenapa?
    Ada apa dengan mantan?
    Siapa itu mantan?
    Dan terbuat dari apakah mantan?
    Akhir-akhir ini dimana-mana lagi seru bahas Mantan!
    Sebuah kata yang persis banget bersebelahan dengan pembahasan Masa depan.

    face128face128face128

    Bahas mantan itu tidak ada kelar-kelarnya, yang ada hanya kenangan masa lampau (#eeh mantan apa dulu ya hihihi).
    Duh baper deh kalu bahas semacam ini, mantan yang gak jadi, mantan yang terlupakan, mantan yang terzolimi atau mantan yang tersambar petir?
    duh.. sudah-sudah, disini bukan mau bahas soal mantan yang itu, bukan ya. Ingat ini bukan mau bahas permantanan masa lampau yang ceritanya tidak kelar-kelar. Tapi, saya mau bahas :
    Ma : Malas
    N : ngasih
    Tan : tanggung jawab

    Pasti kamu yang membaca ini mulai menebak-nebak atau pusing? hayo ngaku!
    Ya sudah kalau pensaran, lanjut saja ya.

    face128face128face128

    Jadi, yang dimaksud adalah Malas ngasih tanggung jawab itu, seseorang yang uring-uring menghadapi problamatika kehidupan ini. sesuatu perencanaan hidup yang di lupakan, berceceran, tak ada arah, PHP (Pemberi harapan palsu) sama diri sendiri, diam ditempat dan intinya, "Ya udah deh Malas-malas aja"
    Kita sebagai individu yang harus berprinsip sering banget malas ngasih (memberikan) tanggung jawab sama diri sendiri.
    Setengah-setengah yang dikerjain, sadar-sadar perjalanan hidup sudah hampir kadarluasa (tua) benar?

    Sebagi seorang manusia yang harus terus bertumbuh dan belajar, kita perlu banget merenung, menyelami dan memahami setiap makna hidup perjalan yang sudah dilewati.
    Melihat lagi list impian hidup kita, dan melihat diri sendiri sudah sejauh manakan dan sedalam apa kita memberikan tanggung jawab pada diri sendiri.

    Ya, kita perlu sekali Balik lagi, bukan sama Mantan (Malas Naro Tanggung Jawab). Tapi Balik lagi menyelami diri sendiri bersama tanggung jawab.
    Karena, bila kita bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan apa yang telah di kerjakn, semoga saja kita bisa bertanggung jawab dengan sekeliling kita.
    semesta mendukung.


    Yuk balikan, bukan sama mantan!

    Cikarang, 12-9-2018

    Tumiesn
    Tertulis sebagi Pengingat diri sendiri dan semoga bermanfaat buat kamu (Pembaca)






    KENAPA ADA KECEWA?





    Dalam lembaran kisah hidup setiap orang pasti berbeda-beda.
    Tidak sama, meski sekilas serupa.
    Ada yang terlihat senang, girang, menutupi seluruh kesedihan.
    Ada pula yang memang terlihat sedih, padahal harusnya bahagia.
    Atau ya sudah bahagia-bahagia, sedih-sedih. Bebas, semua orang punya hak untuk mengekspresikannya.

    Kadang, kita suka heran. Mengapa tatkala rasa tak percaya, ketika kecewa menyapa.
    Sering kali sedih hadir, menggerogoti kata bahagia.
    Seperti pelangi, datangnya sebentar. Mencerahkan seluruh jagad raya, membuat matah memandang. Tapi cepat sekali memudar, hilang.

    Setiap perjalan hidup yang memiliki lapisan warna berbeda setiap musimnya. Bertahan dalam sayup-sayup harapan, atau berjuang menggugurkannya dalam taburan musim yang berganti.
    Bila hati kecewa, merana, berduka. Kita sering bertanya dan bahkan mengganggap mengapa Tuhan tidak adil?
    Kenapa ada kecewa?
    Dimana bahagia?
    Apakah tak tercipta.
    Kita menangis, dan meski banyak peluk dari bidadari sekitar semesta menenangkan tapi rasanya enggan menerima kenyataan.
    Kecewa?


    Bertanya dan terus bertanya, kenapa kecewa datang?
    Hati teriris-iris seperti bawang bombay.
    Mendekam diri pada kabut kesedihan, bertanya lagi dan lagi.
    Rasanya mengapa Tuhan tak adil.

    Coba sejenak tarik nafas, ajak mata memandang keatas langit dan ke bawah dimana kaki menginjak bumi.
    Lihat jam dinding, jam tangan dan terserah apapun benda yang dimiliki untuk menunjukan pergeseran waktu setiap detiknya.
    Aku, kamu, dia dan kita memiliki waktu yang sama. 24 jam, tidak lebih tetapi bisa kurang kapan pun dimana Allah ingin usai waktu hidup kita.
    Kesedihan, kecewa dan mungkin amarah, terjadi bukan tanpa sebab.
    Karena tak mungkin ada akibat jika tak diawali oleh sebab.

    Seperti itu lah, hidup dimana ada warna kecewa hadir.
    Bisa jadi, dahulu kita pernah mengecewakan orang lain.
    Membuat marah seseorang yang akhirnya semua kita dapatkan hingga nyeri pada setiap saluran nafas, debar jantung yang rasanya tak karuan.
    Kita mungkin disuruh merenung, kenapa ada kecewa saat ini menguliti hitungan menit dalam perjalanan hidup.


    Mungkin Allah kangen sama kita. Sudah lama meski sudah diberi kode berupa bangun terbangun ditengah malam, enggan beranjak dari tempat tidur.
    Allah kangen, dengar cerita kita. Air mata, bahkan suara rengengkan hamba-Nya.
    Allah kangen, kenapa kita jauh?
    Allah kangen kenapa kita lebih sering berharap sama mahluknya bukan dengan-Nya.

    Kenapa ada kecewa?
    Mungkin Allah pengen kita jujur disaat malam bahwa kita hanya manusia bisa rapuh kapan pun.
    Dan mungkin Allah ngasih kode agar kita berpikir tentang kesalahan-kesalahan yang berlalu.
    Lalu, Allah pengen kita menjadi manusia yang banyak minta maaf dan saling memaafkan.

    Kenapa ada kecewa?
    Karena Allah pasti akan kasih bahagia.
    Kapan?
    Tinggal nunggu hadiah terbaik dari Allah saja.
    Karena hidup, gimana baiknya Allah saja.
    Manusia, Cuma berjuang dalam ketulusan.
    Dan balik lagi, Allah satu-satunya pembolak balik hati.

    Cikarang, 24-8-2018

    Tumiesn





    April Quote Day-5, Wanita-Wanita Penebar Inspirasi





    April Quote
    Day-5
    5-4-205

    Hiduplah dalam kebersamaan yang harmonis,
    dan aku belajar tentang bagaimana manisnya sapa lembut dari para sosok kaya hati.
    Mengenal dan menangkap ilmu dari wanita-wanita penebar inspirasi


    -Tumiesn-





    Bincang Manis Bareng Bu Dosen Yunita, Wanita




    Bicara soal wanita itu gak ada habisnya.
    Selalu ada hal yang menarik yang ingin dibahas, mulai dari soal fashion, makeup, makanan, dan masih banyak lagi. Tapi ngomong-ngomong saya sendiri sebagai seorang wanita ini paling antusias jika berada dikumpulkan wanita bahas soal yang bukan itu-itu melulu.

    Nah, malam minggu yang dimana banyak orang sibuk jalan sama doi-doinya, lain halnya saya dan Yuni dua single yang mudah-mudahan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa ini gak sebel liat kami berdua sering banget kesana kemari, entah itu sekedar nyapa tembok hehehe, bercanda ya.

    Yang pasti kalau ke kampus tercinta kami ada tujuannyalah. Seperti sabtu sore jam 17.30 wib Yuni sahabat saya ini masih betah dan setia menunggu saya dengan sabar yang dimana memang jadwal baru pulang kerja ampe sore hehe.



    Tujuan ke kampus saya sendiri sore tadi ada 4.
    1. Ketemu Yuni, teman diskusi soal nulis, skripsi, kuliah dan kadang curhat soal "Gimana yak biar aku sukses, bisa keluar negri, cara hilangin jerwat, pakai toner ini itu dan masih banyak lagi!"

    2. Ketemu bu Yunita yang memang ada yang mau dibahas soal lomba Esay di tahun ini.

    3. Ketemu Bu Diyan dosen yang pengen saya ajak photo bareng hehe

    4. Ketemu kak Eky salah satu mahasiswa Pelita Bangsa yang mau bantu sablon clemek warung Ibun

    Nah, alhamdulillah semuanya bisa ketemu kecuali bu Diyan yang memang pas saya chat via Whatsapp beliau udah di jalan menuju pulang ke rumahnya.

    ***
    Naek turun tangga dari lantai satu ke dua, dua turun ke satu, dari ruang satu keruang yang lain saya dan Yuni lakukan, demi mengejar bu Yunita. Aduh, akhir-akhir ini kami berdua punya hobi baru yakni mengejar Dosen hehehe.

    Karena Bu Yunita ponselnya tidak bisa dihubungi ya akhirnya setelah shalat magrib kami cari cara nyari beliau di ruangan yang sering di jamah, caranya tanya-tanya. Seringnya tanyanya ke Pak Dosen Edy, pangerannya Bu Yunita alias suaminya.

    Setelah ketemu Bu Yunita, saya dan Yuni di ajak keruangnya. Dan di awal kami bahas mengenai esay yang memang akan menjadi bahasan pokok malam ini. Dimana lomba tingkat nasional antar pelajar, Mahasiswa ini jatuh deadlinenya di akhir Maret tahun ini. Soal menang atau kalah mah belakangan, yang penting coba saja dulu. Cari data, info dan terlebih terjun langsung ke lapangan buat cari data-data yang akurat.
    Soal Desa, ini hal yang seru dan pasti banyak tantangannya. Bismillah saya dan Yuni sepakat buat belajar mengeksekusi project ini.

    ***
    Nah, biasalah kalau wanita ketemu kami gak monoton bahas itu-itu mulu. Bu Yunita yang orangnya bersahabat ini mulai cerita dan bahas soal bisnis, anak, pendidikan dan yang pasti obrolan kami daging semua isinya. Dan dari beliau juga saya semakin termotovasi ingin lanjut sekolah lagi di tingkat selanjutnya, insya Allah. Inget betul ucapnya, "Wanita itu pendidikan harus tinggi, dan penting, kan semua itu buat anak."

    Beliau yang seorang dosen tetapi sangat hangat terhadap mahasiswanya ini memberikan banyak sekali arahan, motivasi buat saya dan Yuni. Terlebih beliau dan pasangannya yang menginspirasi ini selalu sedia meluangkan waktu di akhir pekan buat ngajak anak-anak pemasaran semester akhir buat diskusi soal skripsi. Masya Allah keren banget dah pokonya beliau ini.

    Bu Yunita ini menurut saya adalah seorang dosen wanita yang menginspirasi. Ramah, sederhana, cerdas, dan memiliki motivasi hidup yang tinggi, terutama soal pendidikan. Beliau adalah salah satu dosen wanita idola saya di kampus. Bahasa gaulnya, "Gue ngefans banget bro!" Ibu satu anak ini yang asik banget jika lagi ngajar, terlebih saya sendiri senang sekali jika di ajarkan beliau soal marketing, beuh cuamik pokoknya.

    ***
    Malam minggu yang katanya horor bagi si jomblo sebenarnya itu hanya mitos! Justru sangat berwarna jika kita bisa memaknai hidup, mengajak hati, otak dan tenaga agar saling berjalan beriringan. Belajar membangkitkan diri dengan hal-hal yang positif, melupakan sesuatu yang tak ada maknanya.

    Hidup ini sederhana, kita yang maknai dan menjalankannya. Berproses untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Menjadi wanita yang berjuang untuk cerdas agar melahirkan generasi yang cerdas.
    Terima kasih banyak buat bu Dosen Yunita atas bincangan manis penuh inspirasi. Meski singkat tapi berisi daging diskusinya.


    Cikarang, 10 Februari 2018
    Tumiesn




    Belajar Dari Mba Erna, Mami Muda Pengejar Mimpi





    Tak ada mimpi yang dapat digapai jika hanya diam ditempat, tidak ada aksi dan tak mau gigih berjuang.
    Tulisan ini saya persembahkan buat kaum hawa, yang semoga saja dengan cerita yang ditulis dapat menginspirasi.

    Wanita, bukan lagi soal dapur, kasur, sumur dan diam tanpa memiliki target hidup.

    face167face167face167

    Namanya Mbak Erna, teman kuliah di Fakultas Ekonomi. Sosok ini saya kenal beberapa bulan lalu.
    Teman satu kelas di jurusan Pemasaran. Tegur sapa paling lama kamipun terjadi saat itu, beliau kirim pesan singkat bertanya, "Mbak Kekampus?" yapz, minggu itu adalah jadwal pertemuan workshop untuk anak-anak Pemasaran semester akhir yang dimana membahas soal penelitian yang akan di angkat beberapa bulan mendatang.

    Awalnya saya mengira mbak Erna yang satu ini masih seperti saya, si Jomblo yang suka keluyuran ditengah-tengah kampus hehehe.
    Nyatanya usut demi usut saya mengetahui jika beliau adalah seorang mami muda dari status watshap beberapa minggu lalu muncul di aplikasi tersebut.
    Mbak yang satu ini yang ternyata orang Lampung juga seperti saya cukup membuat penasaran. Awal perkenalan saya hanya tahu dia Mahasiswi tingkat akhir, Pekerja dan juga seorang perantau dari tanah Sumatera.

    Baiklah, karena rasa penasaran dan berhasil saya tanya-tanya tentang sosoknya, saya akan bagi siapa dia sebenarnya.
    Pengen tahu? lanjut terus bacanya sampai habis ya.

    face119face119face119

    Dia berpacaran dan cukup lama yakni 6 tahun dengan seorang pria yang kini jadi suaminya, ayah dari putrinya.Mereka menikah pada 10 September 2016. Awalnya Ia belum siap untuk menseriusi hubungan kejenjang yang lebih serius, salah satu faktornya adalah umurnya yang masih muda serta pendidikan dijenjang perguruan tinggi belum selesai.

    Doi pun bercerita, satu tahun sebelum jatuh hari H akad, sepasang sejoli ini memang sudah bertunangan. Dengan desakan dan keinginan calon ibu mertua yang segera pengen punya mantu, merekapun cepat di nikahkan. Terasa cepat, meskipun meraka sudah menjalin hubungan lama.

    face167face167face167

    "Impianku, aku tuh pengen punya rumah sebelum punya anak." ucapnya.
    Dan alasan ini tak lain adalah agar sang buah hati yang terlahir dari rahimnya nanti memiliki tempat bernaung yang layak, tidak harus berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain.

    Dengan saling mendukung, Suami Istri ini akhirnya memabungun rumah / merenovasi sebuah perumahan yang telah dicicil oleh sang suami sejak mereka pacaran. Saling bahu membahu, bekerja sama untuk membangun rumah impian.

    Uniknya lagi, sang suami tetap mendukung sang istri untuk tetap melanjutkan kuliah serta karir sang istri yang bekerja di sebuah perusahaan di Cikarang, untuk tetap di lakoni.
    Sang suamipun mengajarkan kemandirian pada istrinya, dimana ketika sang istri hamil sampai 9 bulanpun sebelum cuti menjelang kelahiran, sang istri tetap melaju ketempat kerja maupu kekampus dengan roda dua.

    Pagi sampai sore bekerja, serta diselepi dengan jualan online. Kemudian malamnya kuliah dan pulang tengah malam. Sang suami yang bekerja di sebuah perusahaan dan mengalami sistem shift tersebut kadang membuat mereka jarang bertemu. Namun, menurutnya agar cinta dan bangunan rumah tangga tetap utuh adalah dengan menjaga komunikasi.

    Mbak Erna, anak ke 5 dari 6 saudara ini, ia di takdirkan seorang yatim sejak kecil. begitu sangat menyayangi dan menghormati sang Ibu. Baginya Ibu adalah segalanya. Salah satunya ialah patuh kepada sang ibu. Sikapnya ini dilakukan sejak kecil, baginya ridha Allah adalah ridha Ibu.
    Bersyukur juga ia memiliki Ibu mertua yang sangat sayang, tidak pelit mencurahkan kasih sayang dan hal itupun dilakukan sebaliknya oleh Mbak Erna.

    "Alhamdulillah lahiran ku saat itu di tanggal 27 Juni 2017 lahir normal dan sangat mudah." imbuhnya.
    Ia merasa lahiran tidak terlalu sakit luar biasa, dimudahkan oleh Allah. Ia pun berpikir bahwa itu semua karena dari dulu Ia sangat hormat dengan sang Ibu.
    "Pokoknya Air mata Ibu saya tuh neraka buat saya, sedih kalau nyakitin hati ibu. Tetapi, alhadmulillah saya selalu berusaha buat Ibu bahagia, tidak pernah buat kecewa. Dan akhirnya semoga urusan hidup saya lancar. Intinya mah, hormati Ibu dan jangan pernah menyakiti Ibu." jelasnya.

    Wanita yang kini telah di karunia seorang putri cantik sangat bersyukur sekali. Dan dia pun bercerita gimana rasanya gak punya uang dan uang Rp. 2000 itu sangat berarti banget, untuk soal kehidupan. Dia bersyukur di hadiahkan suami yang terus mendukung tentang kegiatannya yang full. Terlebih saat ini sedang sibuk-sibuknya di akhir semester.

    Dahulu semapat terbesih buat berhenti kuliah, tetapi keinginan itu segera di cegah. Mengingat kembali mimpinya untuk sarjana, menghadiahkan kepada sang Ibu yang ingin sekali Mbak Erna ini mendapat gelar yang ditempuhnya dengan suka cita serta penuh warna.

    face128face128face128

    Belajar dari Mba Erna, Mami Muda Pengejar Mimpi dimana setiap wanita itu memiliki hak untuk menaklukan dunia dengan cara mengejar mimpi serta meraihnya. Mengelola asa, dan menjadi sosok yang lebih baik sepanjang masa. Memberdayakan diri selagi muda dengan kemampuan semaksimal mungkin. Membagi waktu antara suami, anak, orang tua, pekerjaan, kuliah serta berlajar jualan.

    "Aku juga jualan Olshop, apa saja seperti baju, celana dan intinya sesuai pesanan. Oh ya, Aku juga menerima pesanan salad buah serta kredit elektronik." turunya.

    Dan bagi dia saat ini selagi muda ya usaha semaksimal mungkin, nabung yang banyak buat buka usaha. Biar tidak bekerja di pabrik terus. Agar bisa mengurus suami dan anak yang lebih baik kedepannya.

    Cikarang, 26-1-2018
    Tumiesn

    *Jum'at Inspriasi*