Jumpa Mentor Paket Lengkap




Biasanya kalau minggu siang kamu ngapain?
Apa lagi bulan puasa. Berjam-jam ngumpet di kamar alias tidur, nyari gebetan, ketemuan sama mantan atau apa?

Gak usah dijawab di sini, nanti panjang hehe. Jawab saja dalam hati masing-masing, kamu yang lebih tahu ngapain.

____

Minggu, 19 Mei 2019 dengan kekuatan gas motor ditemani terik matahari yang aduhai, saya dan beberapa orang yang belum kenalan menuju satu tempat. Yap, ke Waroeng The Box bukan ke rumah mantan, soalnya sudah lupa rumah mantan #eeh

The Box salah satu tempat yang lagi ngehits abis pada kaula muda, setengah muda, dan mendekati tua. Nah Kalo kamu yang mana?

Udah deh dari pada Tumiesn #curcoltumiesn muter-muter gak jelas, tolong ya baca review Saya ini yang seneng banget gitu lho dari siang ketemu mentor-mentor yang muda, menginspirasi, bikin meleleh ilmunya nyessss.

___

Pada pertemuan kemarin saya beri judul "Jumpa Mentor Paket Lengkap"
Wih cadaskan? hehehe

Sebenarnya tema pertemuan kemarin adalah DEBOX TALK, Ngabuburit Bareng Mentor.

Pematerinya itu ada 4 orang, tapi saya bilang ada 5 orang. Siapakah satu orangnya itu?
Baca aja terus tulisan ini sampe habis (budayakan membaca, siapa tahu kamu makin jatuh cinta sama tulisan Tumiesn #eeh)

1. Bisri Kembar
Pria muda yang konon terlahir di bumi beberapa tahun silam gitu (mungkin di atas 20 tahunan) merupakan seorang public speaker yang sering saya kepoin dari tahun lalu, hal ini disebabkan beliau merupakan kembarannya salah satu teman nulis saya.
Duh... Bukan itu maksudnya, jadi Bisri Kembar ini seorang public speaker yang Keren abis.
Nah, saat kemarin beliau ngisi acara materinya berhasil buat aku terpana, sambil mikir "Aku bisa gak ya bicara di depan kek gitu tanpa beban, tanpa malu-malu, energik, pandai dan ulala kece!"

Berikut ulasan tentang penyampiannya:

Mentor Bisri Kembar bertanya, "Apa alasan besar anda berbicara di depan umum?"
Dan saya menjawab lewat catatan buku kecil :
"Saya Tumiesn, ingin menyampaikan cerita / pesan bukan sekadar tulisan (sebagai penulis pemula), tetapi juga lewat lisan, pesan yang bermanfaat untuk banyak orang."

Nah, sebagian dari kita pastilah punya jawaban masing-masing alias punya alasan tersendiri.
Saya punya alasannya, kamu juga.

OK, sebelum terlalu jauh. Biar Tumiesn bisikin apa itu public speaking.
*Public Speaking ialah menyampaikan gagasan alias ide di depan umum ataupun kompetensi berpidato.
Dan Kalo kompetensi ini artinya bisa dilatih.


Kadang kita mungkin suka bertanya pada diri sendiri, "Aku bisa gak bicara kek gitu? Gak malu? Gak gerogi?"

Ya, bisa saja dong. Misalkan kamu menyampaikan ide kepada dihapan teman-temanmu, bilang "Gaes besok bukber yuk, rencankan yang matang jangan hanya wacana sampai ketemu lebaran tahun depan!" #tuhkansakit hihihi

Public speaking itu ternyata luas, dan agar lebih meluas kita butuh ilmunya, carilah mentor, baca buku dan latihan.

Bocoran dari Mentor muda satu ini, ternyata public speaking merupakan salah satu sunahnya Rosulullah, lho. Yakni tentang menteladani sifat wajib Rosul salah satunya yakni Tabligh yang artinya menyampaikan.
Yapz, sampaikan kebaikan walau satu ayat.

Dan untuk sampai ke hal ini alias menyampikan pesan lewat public speaking, kita harus mengubah ingin jadi kebutuhan. Cari Big Why nya.
(Kita sendiri, masing-masing yang tahu Big Why kita sendiri).

Untuk menjadi public speaker ternyata simple, tapi harus dilakuin dong, yakni setting mindset public speaker :
*Bagaimana kita menghargai peserta
*Niatkan karena Allah
*Niatkan ibadah
*Niatkan berbagi

Dengan menyetting mindset kita, terlebih libatkan Allah, semoga yang mau kita sampaikan akan sampai pada penerima pesan (banyak orang).

Modal utama bicara ala mentor Bisri yakni SLB.
S = Seyum
L = Lihat
B = Bicara
Dan lakukan hal ini secara bersamaan.

2. Fikri Kembar
Sudah kenal Fikri Kembar? Itu lho Penulis buku "Udah, Sendiri Saja Dulu"
Dan bukunya masih banyak lagi. Puluhan gaes.
Disesi ini, beliau sebagai mentor nulis. Memberi tebak-tebakan, tentang tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno sampai tokoh Tiktok yang tahun kemarin lagi ngehits #kayanya, saya gak ngikutin , tapi sebagai salah satu warganet kadang tak sengaja jadi tahu haha.

Nah, disesi ini merupakan tamparan tajam.
Kita sebagian orang pasti kenal dong sama tokoh-tokoh legenda di Indonesia atau bahkan luar negri, misal Mark Zuckerberg.

Kenal? Kalo belum, kenalan gih cari di google.

Namun, naas sungguh parah kita kadang mentok tahunya sebatas nama orang tua, nenek-kakek, dan bahkan embah buyut apa lagi Bapaknya apa lagi Kakeknya Buyut, sebagian dari kita gak tahu namanya, Iya gak? (termasuk saya), miris.

Hal ini sebenarnya terjadi karena para sesepuh kita gak meninggalkan jejak nama, salah satunya berupa buku.
Maka, Mentor Fikri ngasih pesan, "Jangan Mati Dulu, Sebelum Nulis Buku!"

Jleb... Seketika saya sebagai Penulis yang masih urakan suka ngumpulin outline di laptop, teringat nasakah-naskah yang harusnya segera meyelesaikan buku-buku Tumiesn, ngeri keburu mati dulu :(

Jadi, meninggalkan jejak dengan menulis merupakan salah satu cara agar anak cucu kita kelak tetap akan tahu siapa kita, meninggalkan rekaman dalam karya. Nah, kalau mereka kenal dan mereka merupakan generasi soleh dan soleha semoga akan terus doain kita. :)

Oh Iya, mentor Fikri sebagai Penulis senior, memberikan tips kepada kita yang masih pemula atau baru banget mau gerak belajar nulis :
*Hilangkan masalah minder, intinya nulis terus aja. Semakin banyak yang mengkritik, pedas, asem, manis, itu artinya makin oke. Gaspol saja terus.

*Riset 80%, nulis 20%
Nah, ternyata rahasia nulis lancar dan berkualitas itu banyakin riset, baik tulisan berbau non fiksi maupun fiksi.

*Ubah sudut pandang

*Hibur diri kita sendiri untuk menambah vitamin nulis

Dan yang pasti menulis dan teruslah berlatih. Sebab, gak akan pernah ada tulisan berkualitas serta tulisan selanjutnya tanpa ada awalan tulisan yang sangat membuat pedas mata (membaca alias mblegedes), jadi semua itu butuh proses, ada masanya.

3. Jee Muhammad
Salah satu teman nulis saya juga nih disalah satu komunitas nulis, beliau merupakan Penulis Fiksi yang diksi-diksinya Keren.
Nah, ternyata beliau merupakan mentor yang jago Slide Design.

Pada sesinya, mentor Jee memberikan tips membuat tips slide presentasi yang menarik.

Ooh ya, diawal masuk materinya, mentor Jee memberikan salah satu contoh slide yang buruk, membuat mata gatel alias jadi males liatnya. Dan itu merupakan cara pembuatan slide saya pas jaman-jaman 4 tahun lalu saat jadi mahasiswi hehe. Duh, coba pas jaman kuliah sudah ketemu mentor yang satu ini, mungkin slide presentasi saya tak seburuk dulu hahaha.
Yang pasti ilmunya Keren, jadi mikir, "Aku kok dulu polos amat ya, gak ada kreatif-kreatifnya!" hehe.

Mentor Jee memberikan tips nih agar membuat slide yang menarik.
1. Pesan yang jelas
2. Ilustrasi yang sesuai
3. Efek yang harmonis

Dan penting diingat bahwa, slide yang menarik itu : satu slide, satu pesan.

Jangan takut, slide presentsi kita jumlahnya banyak, yang utama kan pesannya sampai.
Setuju?

Dan pada silde ini kita juga harus belajar, peka, dan kreatif dong. Tentang giman caranya agar silde sederhana tapi menarik. Mainkan konten di dalamnya, transisinya dan banyak lagi.

Kalau mau memasukan animasi yang harmonis maka tipsnya adalah masukan animasi yang sesuai.

Serta, perbaiki mindset kita.


4. Fajaruddien Zakiany
"Bila saja Tuhan memanggil dengan sebutan jiwa-jiwa yang tenang....
Lantas mengapa hati harus diisi dengan keresahan."

Sebuah pesan yang jleb.

Mentor Fajar, merupakan seorang mentor yang baru pertama kali kemarin tanggal 19-5-2019 bertemu. Beliau merupakan seorang mentor Spiritual Motivation.

Dan disesi akhirnya beliau berhasil membuat para peserta menangis, termasuk saya.
Pada sebuah pertanyaan : Who am I?

1. Kenapa anda ada di dunia ini?
2. Apa tujuan anda di dunia ini?
3. Mengapa Allah ciptakan anda?

Dan... tangan saya bergetar, hati ini berdebar, air mata luruh tatkala tangan berusaha menulis, menjawab pertanyaan tentang "Who am I?"

Sebuah tanya, yang pada akhirnya kita sadar. Betapa baiknya Allah, tanpa Allah kita bukan siapa-siapa.

___

Pada awal sesi mentor Fajar mengisi, beliau memberikan pertanyaan kepada peserta, yang dimana kami diminta untuk menjawab pada halaman kertas atau catatan pada ponsel, secara pribadi. Tentang renungan.
1. Mengapa anda bekerja?
2. Mengapa hal itu anda pilih?
3. Hal apa saja yang ingin dipersembahkan kepada kelurga, minimal 3.
4. Apa yang membuat anda special?
5. Mengapa anda special?
6. Setiap anda adalah teladan.

Pada Spiritual Motivation ini, mentor Fajar juga berbagi tentang :
*Positive Felling.
Luruskan niat
*Positive Thinking.
Selaraskan hidup kita dengan keinginan Allah.
*High performance.
positive growing.

Kadang kita sering sekali sengaja atau entah tidak sengaja, suka tak melibatkan Allah pada urusan kita. Lupa bahwa Allah yang memiliki kendali.

Kita perlu merenungi tentang apa-apa segalanya niatkan karena Allah, kembalikan pula hanya pada-Nya.

5. Nunik (@teh_enik)

Tahun 2015 lalu, bulan Oktober atau November gitu. Saya bertemu dengan seorang Ibu muda cerdas, energik dan memiliki banyak impian.
Dalam sebuah pertemuan-pertemuan tempo lalu, kebaikan, ketulusannya berbagi dan mengajari saya tentang banyak hal. Saya yang masih anak bawang, kala itu semester 3 saat kuliah. Kami bertemu dalam wadah yang sama. Memperjuangkan yang diharapakan.
Tak ada pertemuan tanpa perantara, yapz. Kami bertemu dengan perantara suatu bisnis.

Beliau merupakan mentor saya yang gak pelit. Suka berbagi motivasi lisan, bahkan memberikannya berupa bacaan tentang motivasi agar berjiwa besar.

Mba Nunik namanya. Salah satu mentor dibisnis itu yang paling saya idolakan, dengan kebijaksanaan, kesederhanaan dan tanpa pamrih.

Saya banyak belajar dari beliau, tentang bagaimana bicara, bersikap, menemukan target dan tetap tenang.

Kita Gak bisa bilang sembarangan tentang bisnis yang salah! Tapi mungkin hanya saja hati gak nyaman.
Bisnis itu bersamanya (saya sebagai downline nya) memutuskan memundurkan diri, pada hitungan beberapa bulan saja untuk joint. Saya pamit, tak peduli tentang materi yang terlepas. (Mungkin bukan rejeki saya).
Dan sebenarnya dalam hati saat memutuskan meninggalkan bisnis itu, mendoakan semoga mereka menemukan pilihan terbaik. Entah merasa nyaman pada bisnis itu, atau segera Allah berikan jalan bisnis yang terbaik dari yang baik.

Saya pun demikian, anak bawang yang memutuskan pergi dengan membawa ilmu mental (percaya diri khusunya), memilih fokus pada kuliah yang saya sadari kala itu nilai kuliah dan kuliah saya berantakan. Serta memperbaiki impian awal, saya pengen jadi Penulis.

Waktu berlalu, saya belajar menemukan jati diri dengan hilir mudik perjalanan hidup. Tentang mulai suka jualan dari hal-hal receh apa pun dicoba hehe. Mulai dari jualan : ice bubble, sosis bakar, jualan buku, jualan slempang wisuda, jualan kue. Saya lakukan di kampus :)

Dan tahu-tahu udah lulus kuliah saja hehe.

____

Sebuah keajaiban waktu pun datang. 8 Mei 2019 sebuah postingan disalah satu akun teman muncul tentang sebuah acara di daerah Cikarang.
Wih, kerennya 2 pemateri yang disebut mentor ini saya kenal, teman nulis dalam sebuah padepokan menulis terkeren di muka bumi ini hehehe.

Yapz, Kak Fikri dan Kak Jee. Terlebih ada Kak Bisri, kembarannya Fikri.
Aku mikir pas liat postingan, "Wah ini nih salah satu do'a ku terkabul bisa ketemu Bisri dan Fikri si Kembar yang menginspirasi dalam satu waktu, di Cikarang pula."

Saya hubungi Kak Jee deh, yang beberapa minggu sebelumnya sempat bertemu dalam acara kepenulisan dengan salah satu mentor nulis saya di Jakarta Timur.

Akhirnya sore itu di musolah tempat bekerja selepas Ashar, dengan telah mengecek jadwal pada kalender yang masih kosong (Cie elah sok sibuk Tumi ya wkwkwk) saya daftarkan diri dan ngajak si Yuni teman kuliah, temen kerja, teman curhat, temen yang kadang-kadang butuh kealayan buat menghibur diri hehe.

Waktu berjalan selepas daftar acara ke Kak Jee sebagai admin + salah satu mentor, jobnya beliau banyak ya hehe.

Kejutan pun datang...
Satu hari kemudian, tepatnya tanggal 9 Mei 2019, sebuah pesan pribadi lebih kerennya DM pada instagram muncul dari seseorang follower baru hehe.
Namanya Teh Enik akunnya.
Dan ternyata beliau adalah salah satu mentor saya, mba Nunik. Terkejut saya, senang dan haru.

Selepas tahun 2016 sekitar Maret atau April gitu memutuskan hengkang dari bisnis yang saya merasa kurang nyaman ada di sana, Ponsel saya sempat rusak dan ganti, jadilah banyak nomor-nomor yang disimpan di memori telpon lenyap, termasuk nomor mba Nunik hihi.

Ternyata usut demi usut, beliau adalah temannya teman saya. Yaitu, Fikri, Jee (yang udah kenal sebelumnya).

Duuh terharu.
Ramadan ini berkesan, bertemu teman lama yang tak terduga dan serunya lagi beliau temanannya masih di area yang sama.

Mba Nunik, yang saya bilang tadi Ibu muda yang energik, merupakan seorang pemilik Waroeng Debox, tempat kece buat nongkrong.

Pas kami ngobrol, beliau gak berubah, tetap sama. Tetap sederhana, dan berjiwa besar.
Beliau bilang dan ini bikin saya haru saat saya tanya, "Itu semua Debox mba yang punya?"

Jawabnya, "Yang punya Allah saya mah cuma diamanahin ngurusin."

Jawaban yang membekas, meneduhkan dan itulah mba Nunik, seorang yang saya kenal di masa lalu tahun 2015. Beliau yang alhamdulillah sudah menemukan salah satu jalan bisnis dan semoga ini yang terbaik.

Kami yang pernah bertemu dalam ruang yang sama, lalu saling meninggakan ruang itu, meski memiliki jarak waktu.
Semuanya, Allah yang punya.

Cikarang, 20 Mei 2019

-Tumiesn-

Bertemu, berbincang dengan para mentor, paket lengkap. Ilmunya daging.
Alhamdulilah, terima kasih.




    Vitamin Menulis, Diskusi Langsung Teman Penulis




    24 Maret 2019, sebuah acara diskusi mini digelar.
    Dengan tema : #NgobrolinNulis Chapter Jakarta bersama Rezky Firmansyah salah satu penulis muda yang produktif , dengan 24 buku yang sudah terbit.
    Acara di @Laper Baper Resto
    Jalan pisangan lima III Jakarta Timur.

    Dalam pertemuan setengah hari ini saya mendaptakan banyak pesan bervitamin, sebuah moment yang sepertinya perlu banget sering dilakukan agar para penulis move on dari rasa malas banyak alasan buat gak nulis, mendemin nasakah (nunjuk diri sendiri).

    Berikut beberapa hal yang saya dapatkan dari mereka :

    1. Menulis moment

    Hidup ini kita banyak menemukan kejadian yang kadang kita sering membiarkannya lewat begitu saja, padahal moment itu bisa diubah jadi hal yang lebih berharga agar bisa dimaknai, misalnya tatkala kita tengah jatuh cinta, patah hati dan sebagainya.

    Banyak hal yang bisa kita tuangkan dengan setiap kejadian yang terjadi pada diri kita khusunya, menggalinya dan menuangkan serta sampaikan pesan kebaikan agar lebih bermakna, berwarna.

    2. Nyicil Nulis

    Pernah gak sih kita kena writer block?
    Bingung mau nulis apa, padahal outline Sudah ada, konsep sudah sempurna alias tinggal dikembangkan, tapi mentok gak nemu feelnya.
    Ini salah satu hal yang saya rasakan beberapa bulan belakangan, dengan banyak alasan :(

    Dan dari mereka pun ada yang membagikan triknya agar naskah tulisan selesai yakni salah satunya dengan cara Nyicil dengan menulis setiap hari. Meluangkan waktu buat nulis bukan nunggu waktu luang.
    Sebenarnya sesibuk apapun kegiatan kita di luar kepenulisan, kita tetap ada waktu, hanya saja cara mengatur atau manajemennya saja yang harus dibenahi.

    Sepakat?
    Kalau iya, lanjut terus bacanya ya :-).

    3. Strong Why!

    Kenapa sih kita pengen jadi Penulis?
    Alasannya apa sih?
    Setiap orang ataupun penulis pasti memiliki kekuatannya dalam menulis.
    Dan jika punya alasan kenapa kita menulis buku yang sedang ditulis, maka hal ini akan memudahkan untuk menyelesaikan. Jika alasannya saja lemah gak ada kekuatan, bisa jadi cengap-cengap, loyo dan mati dijalan :(
    Jadi, strong why itu perlu banget.

    4. Bikin hal yang menantang buat diri sendiri

    "1 bulan 1 buku"
    Rezky Firmansyah membuat tantangan untuk dirinya sendiri di tahun 2019 ini.
    Saya pun takjub, dan ini menarik juga lho. Selain agar tetap produktif, hal ini bisa menjaga eksistensi di dunia kepenulisan. Dan bikin tantangan buat diri sendiri bisa kita lakukan dengan banyak hal, jika belum sanggup 1 bulan 1 buku, bisalah 3 bulan nulis satu buku ya.

    Juga aktifin tuh media sosialnya kita bikin lebih berwarna, misal kalau Tumiesn minimal 1 tahun di 2019 ini 100 video puisi di Instagram @tumiesn23 yang berkolaborsi dengan beberapa #temantumiesn yang unyu-unyu dan kreatif dong.



    Masih banyak lagi sih yang bisa kita lakukan untuk memberikan tantangan pada diri sendiri, misal 30 Day 1 post, nulis apa saja bebas dipost di media sosial kita.

    5. Motivasi yang Kuat

    Dalam menulis kita butuh motivasi yang Kuat, dan ada 2 faktor nih yang mempengaruhi, yakni motivasi internal dan eksternal. Internal sendiri dari diri kita sendiri,
    misal "Gue mau nulis buku ini nih agar para pembaca kangennya terobati dengan munculnya karya terbaru Gue"
    Atau "Gue mau nulis buku ini hadiah buat calon pendamping, biar pas habis akad nikah photonya gak pegang buku nikah, tapi buku karya sendiri sebagai hadiah buat doi" hehe

    Dan faktor eksternal itu sendiri biasanya karena tekanan dari luar diri, kalau kata Fikri Kembar, misalkan kita nulis karena proyekan agar dapat fee, kalau gak target gak dapat bayaran plus nama penulis itu sendiri akan jelek dong, hehe.

    So, motivasi kita dikuatin lagi ya. :)

    6. Aktifkan panca indra

    Untuk merasakan dalam menulis kita butuh banget mengaktifkan panca indra kita, kalau kata Jee_Moch butuh riset dengan jalan langsung. Misalnya kita bikin novel settingnya di Kota Tua, datengin tempatnya jika memungkinkan. Potret lokasi, rasakan bau-bau lokasi dan tatanan tempatnya.

    Biar lebih berasa dan bermakna jatuh hatikan kita pada naskah, bikin berasa.
    Kalau kata Kak Dee, cerita yang ditulis ngena hati (klop).


    7. Menulis pas dihati

    Kalau kita nulis asal nulis yang gak sesuai hati, hasil dan rasanya mungkin akan berbeda alias hambar. Kita perlu tuh jatuh cinta alias melakukan pendekatan lebih awal dengan apa yang mau ditulis, yakni pas dihati. Kalau gak pas nanti bisa ugal-ugalan nulisnya, gak loe banget.

    8.Fiksi keluar dari diri sendiri

    Untuk menuliskan sebuah cerita, yang kita tulis gak bisa plek kaya penulisnya, gak seru.
    Kita harus berani keluar dari diri kita, misalkan aslinya kita itu kalem, tatkala nulis tokohnya bawel, mau gak mau dong kita cari tahu tuh orang bawel kaya apa hehe.
    Kalau kata Kak Dee, kalau memang harus matiin tokohnya dimatiin saja, jangan sungkan-sungkan.
    Nih buat Penulis fiksi macem saya hehe.
    Ooh ya, fiksi itu kan imajinasi ya, semua tulisan gak harus lahir dari diri kita sendiri, bisa jadi ide inspirasi dapat dari banyak pihak.

    Kalau Tumiesn nyebutnya 3 sumber inspirasi itu dari kata LDR, yakni lihat, dengar dan rasa.

    8. Bikin branding dalam menulis

    Sejak 2017 saya sendiri bikin personal branding, Penulis Baper Positif.

    Kenapa begitu?

    Ya, setelah melewati banyak perjalanan menulis dan mencari suara rasa, hingga menemukannya, tulisan saya rada baper dan mellow hehe, tetapi meski begitu bukan berarti tulisan kosong makna.
    Saya pun terus berusaha menulis meski itu fiksi tapi ada pesan kebaikan yang semoga bermanfaat, Karena apa? Dalam tulisan kita memiliki pertanggung jawabannya.
    Intinya sih sayang banget kalau nulis sudah capek-capek tapi gak ada pesan kebaikannya. Sedihkan :(

    Teman-teman juga bisa bikin yang loe banget, yang menurtmu asik dan bisa jadi penyemangat agar terus menulis.

    9. Misi dalam menulis

    Kita juga perlu tuh membuat misi dalam menulis bukan buat diri sendiri. Tulis sesuatu agar pesan kebaikan sampai ke banyak orang. Biarkan pembaca merasakannya, Penulis itu harus peduli bukan cuma nulis buat diri sendiri, tapi buat banyak orang.

    Sepakat?

    10. Masalah judul

    Salah satu faktor kepusingan dari penulis itu soal judul.
    Sebab judul dalam buku perlu banget menjual serta mempengaruhi visual atau pendengaran pembaca tatkala ada mendengar sebuah judul, memikat mereka.
    Ya gak?

    Tips dari mereka (hasil diskusi) :
    *Judul sesuai tema
    *Ketahui target pembaca
    *Judul jangan panjang-panjang, Max. 4 kata
    *Nyambung dengan isi cerita
    *Pakai nama tokoh

    11. Menulis Sinopsis butuh emosi

    Kalau kita mau beli buku, selain lihat judul, cover buku pasti kita cari tahu bocorannya di belakang buku / blurb. Kalau kita merasakan, tertarik pasti beli. Kalau gak ada daya tariknya, males baca apa lagi beli. Iya gak?
    Begitu pun kita sebagai si penulis, butuh kecerdasan dan kreatif dalam menulis bocoran dibelakang cover buku kita, cerdas di sini dalam arti bisa mancing calon pasar kita. Bikin daya tarik jangan biarkan calon pembaca kabur baru saja baca beberapa kalimat sudah malas hehe.
    Ini PR penting buat penulis yang harus digali lebih dalam.
    Ada dua nih tipsnya :
    * Harus penuh emosi, menyentuh
    *Mainkan diksi

    12. Menulis itu biasa atau luar biasa?

    Kalau menurut kamu menulis itu biasa atau luar biasa?

    "Menulis itu itu biasa saja atau luar biasa tergantung dari gagasan itu sendiri." Rezky Firmansyah.

    Jadi, gimana menurutmu? Biasa saja atau luar biasa?

    13. Personal banget dari si penulis

    Kalau kita mau jadi penulis, kita butuh yang namanya Gue banget alias punya personal branding.
    Dalam menulis kita butuh yang namanya "Ini nih gue banget"
    Menulis dengan otentik yang gue banget, karena kita gak bisa photo copy gaya penulis lain, gak original dong nanti hehe.
    So, bikin yang gue banget!
    OK?

    14. PD aja dulu

    Nulis itu butuh yang namanya PD (percaya diri). Dan hal ini lahir dari diri sendiri, secara internal. Intinya nulis dan mau jadi penulis PD aja dulu Karena teknis bisa dipelajari.


    Cikarang, 26-3-2019

    -Tumiesn-

    *Special tulisan di pagi hari buat teman-teman penulis yang kemarin sudah hadir di acara ngobrolin nulis dan buat kamu para pembaca. Semoga bermanfaat.




    Tag :Nyicil




    Coretan Rindu Untuk Kampung Blog





    Teruntuk kamu, teman-teman seperjuangan yang dimana kita pernah bertemu, komunitas Kampung Blog.
    Sebuah coretan untuk kalian, meski komunitas yang kita bangun sejak 28 Agustus 2016 harus kandas di akhir tahun 2017. Semoga kalian mau membaca coretan ini hingga habis.

    face128face128face128

    Kampung Blog adalah komunitas menulis pertama yang dulu aku buat bersama Wuriami,
    Tanggal 28 Agustus 2016 adalah hari jadi KB, di Perpustakaan Kampus Pelita Bangsa, sebuah komunitas mini yang dulu dibuat untuk mengajak teman-teman menulis melalui blog, bebas bagaimanapun stylenya.

    Bukan hanya untuk Mahasiswa/i Pelita Bangsa saja, tetapi untuk banyak orang (umum). Alhamdulillah dahulu anggota menyebar, baik di pulau Jawa maupun sumatera, ya mesikipun hanya hitungan puluhan anggota.

    ------

    Dalam sebuah komunitas, pasang ganti member itu hal yang biasa, yang luar biasa adalah meski tak bergabung lagi tetapi tetap saling menjaga komunikasi dan bahkan saling apresiasi terhadap bentuk apapun karya yang dihasilkan. Dan di Komunitas ini aku menemukannya, teman-teman seperjuangan yang tidak bisa disebutkan satu persatu, banyak soalnya.

    ____

    Memasuki dunia kuliah dan aku mulai mencari passion . Minat kebanyakan teman-teman yang tak searah dalam lingkungan merupakan hal yang cukup menjadi tantangan, aku mengatakannya sebagai "Berjalan di semak blukar dan mencari jalan bagaimana membuka semak blukar itu" Yah, sebuah keinginan menjadi penulis di kota Cikarang sejak tahun 2015, dan aku gak punya teman satu pun yang seminat kala itu.
    Tapi, ada harapan besar bahwa entah kapan disuatu hari aku akan menemukan banyak teman-teman yang lahir di Kota Cikarang.

    Kampung Blog, kala itu di tahun 2016 awal mula gerakan yang ingin ku bilang, "kalian para penulis"

    "Tum gak sedih bubarin kampung blog?"
    "Apa saja yang di dapatkan dari komunitas itu?"
    "Di buat kenapa di hancurkan?"
    dan ada beberapa pertanyaan semacam itu, baiklah akan aku jelaskan sedikit why why yang mungkin menghantui.

    Saat itu dibubarkan bukan karena tidak konsisten, tetapi para anggota adalah sumber daya manusia maupun aktor-aktor yang berperan di dalamnya. Kala itu saya cukup padat jadwal mendekati semester akhir, dan mungkin teman-teman yang sesama semester akhir merasakan bagaimana tuntutan kuliah yang harus extra full serta ditambah pekerjaan yang padat. Sebuah permintaan maaf, Kampung Blog harus dikalahkan mengingat para member tidak ada lagi support dan sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing.

    Kampung blog bukan dihancurkan, hanya komunitasnya saja yang memang tidak bisa di aktifkan lagi. Karena aku manusia biasa dan mahluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri, tanpa kalian? bukan apa-apa.
    Meski Kampung Blog sudah tidak ada lagi, bukan berarti pertemanan para alumni di kandaskan, tetap ada Insya Allah.

    _____

    Kampung blog adalah warna yang pernah hadir dan akan tetap hadir, sebuah perjalanan yang pernah dilewati. Dahulu aku sering menulis tentangnya (Kampung Blog), di Blog ini.

    Kampung Blog, joint yuk!

    Berteman dan berkarya


    Mata dan ruang ceria dari anak-anak Kp. Limo Cibarusah

    Saling mengisi, kelas onlinenya KB ke-2

    Ku bagi cinta semampunya, Kampung Blog


    Onlinenya KB pertama

    Tumbuh untuk menumbuhkan, Kampung Blog


    List Artikel pertemuan ke-5 Sahabat Kampung Blog


    Bangun Cinta, Mimpi dan Harapan bersama Kampung Blog


    List Artikel pertemuan ke-4 Sahabat Kampung Blog

    Dari tidak saling mengenal menjadi hangat, Kampung Blog

    Ketika Wanita Berbicara

    Untuk besar, diawali hal kecil terlebih dahulu. Kampung Blog

    Itulah beberapa yang ku tulis dimasa-masa bersama Kampung Blog,
    Jika ada yang tanya apakah Tumiesn rindu?
    Tentunya Rindu Sekali!


    Terima kasih juga untuk Edis Jun yang sudah memberikan nama Komunitas ini dan selalu support Tumiesn dan teman-teman Kampung Blog.

    ______


    Terima kasih untuk kalian yang dengan Kampung Blog kita berharap bisa bertumbuh bersama. Mohon maaf jika ada salah-salah kata atupun hal-hal yang kurang berkenan selama saya menjadi salah satu Founder bagi Kampung Blog.
    Semoga sukses dengan kita semua hal apapun dan bagaimana pun jalan yang kita tempuh.

    Ada satu yang tak akan gugur meski komunitas kita gagal, yakni silaturahmi dan tetap produktif menulis.

    Love you All...
    Terima kasih juga karena Kampung Blog menjadi salah satu Triangulasi Sumber untuk Skripsi Tumiesn

    Dan coretan ini dibuat special untuk Yahya yang kemarin malam (13-2-2019) kirim pesan, menginginkan agar Tumiesn menulis tentang Kampung Blog karena melihat story di whatsApp tentang cerita rempeyek ku soal menulis dan bercerita sedikit soal Kampung Blog.


    Cikarang, 14-2-2019

    -Tumiesn-

    Tag :komunitas




    Dahsyat daging Ilmunya, Jumpa Penulis 2018




    Minggu, 30 September 2018 adalah hari yang ditunggu-tunggu sejak bulan lalu, dimana sebuah tiket Jumpa Penulis 2018 sudah di pesan jauh-jauh hari.



    Alhamdulillah selepas shalat subuh tadi pagi langung tancap gas menuju stasiun Cikarang, bertemu kak Yulan dan Kak Erlinda yang sejak jauh-jauh hari gak kalah heboh, ingin jumpa sama Penulis favorit masing-masing.
    Mereka berdua yang pengen banget ketemu Oky Setiana Dewi sementara saya pengen ketemu Dewa Eka Prayoga diamana sejak dahulu udah ngefans banget persoalan tehnik Marketing, kepenulisan dan kisah inspirastif hidupnya, kalau sudah baca novelnya bunda Asma Nadia yang judulnya Bidadari Untuk Dewa pasti tahu, hehe.



    Nah, selain ketemu Yulan dan Erlinda, aku juga udah jauh-jauh hari berempong ria kepengen ketemu teman-teman komunitas dari Saung Literasi yakni Kak Dini dari Bandung, Kak Diah dan Kak Ipa dari Jakarta mereka dari komunitas MMO dan BBC inspirator Akademi.
    Juga gak kalah heboh untuk bertemu Kak Prili dan Kak Chida dari Komunitas Saung Literasi (dahulu namanya PKW).





    Nah, di tulisan #CeritaTumi ini,
    Aku mau berbagi soal ilmu daging dari para penulis yang kece-kece ya.
    Tepatnya dari 8 Pemateri, ya meskipun saat pemateri pertama yakni pak Tedy ngisi kami gak Bisa ikut (terhambat diperjalanan / nyasar hehe)





    Ku bagikan apa yang ku dapatkan Ya..

    1). Sinta Yudisia
    Ia adalah ibu rumah tangga yang produktif dalam menulis, dengan menulis beliau berhasil keliling dunia lho, ini greget banget.
    Penulis fiksi dan juga psikolog ini membagikan ilmu dagingnya yang bertemakan Sastra Santun dan Perdamaian Literasi.
    1. Mengungkap kebenaran
    Menulis adalah salah satu cara mengungkap kebenaran

    2. Membawa pencerahan
    Ini perlu banget, karena dengan tulisan pembaca akan mendapatkan efek yang luar biasa yakni sebuah pencerahan.

    3. Memberikan Kebahagian rasa senang sekaligus ilmu pengetahuan
    Yap, menulis yang membuat orang merasa bahagia dan ada ilmunya alias buku yang ditulis tentunya positif dab memberikan ilmu pengetahuan buat pembaca ya.

    Beliau pun memberikan 4 Kunci Penulis :
    1. Konsistensi
    2. Autonomy (mandiri)
    3. Konten :Tema, gaya cerita
    4. Terus belajar

    Beliau pun mengingatkan, "Yang sudah di mulai, kerjakan, selesaikan"
    Nah ini hal yang harus direnungi dan dilakoni oleh penulis pemula Khususnya Saya yang sering banget galau gak jelas alias setengah-setengah hehe

    2). Helvy Tiana Rosa
    Penulis yang juga seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai penulis dan dosen ini memgalawai perjalanan menulisnya ialah melalui puisi.

    Kakak dari Asma Nadia ini, so sweet banget soal ceritanya itu lho bikin greget, beliau yang memang jago berpuisi ini sering memanfaatkan suaminya untuk dijadikan puisi, misalnya memakian dasi sang suami hehe.
    Ooh ya, beliau pun berpesan teknik menulis sering-seringlah bikin snack writing maksudnya bikin tulisan simple, quote atau apapun itu di media sosial, misalnya IG, FB, twitter, blog dll.
    Hal ini selain mengasah otak bekerja juga bisa dikumpulkan untuk dijadikan buku lho..

    "Ide itu berserakan, ada dimana-mana. Apa yang dilihat, di rasa, di tonton dan sebaginya itu bisa jadi ide menulis." dengan suara menguasai panggung beliau berujar dengan gayanya yang hangat.

    Asiknya lagi, beliau bilang jika teori bahasa yang bisa di langgar itu adalah puisi, karena bebas bermain diksi.

    Contoh saja, jika angin gak harus pakai kata berhembus itu udah biasa.
    Tapi misal, angin menampar (pemilihan kata yang tak biasa hehe)

    Alasan menulis :
    • kebenaran
    • keindahan
    • keharuan
    Dan Biarkan Kata-kata bicara.

    3). Ust. Nasurullah

    Penulis buku Rahasia Magnet Rezeky ini pun gak kalah heboh dan seru.
    Dalam materinya beliau berpesan agar kita sebagai manusia untuk mengubah hidup itu dimulai dari kata-kata, maksudnya ialah berpikir dan berucaplah yang baik (positif).

    Katanya, Setiap kisah hidup manusia adalah keajaiban dan kita adalah agen keajaiban, menebarkan kebaikan salah satunya melalui tulisan.

    Beliau memberikan 2 Jurus Magnet Rejeki :

    1. Perisai Rejeki
    Ini adalah dosa-dosa yang terkadang kita tak sadar, karena perisai ini lah yang bisa jadi menjadi penghalang rejeki kita.
    Maka, lepaskan lah perisai itu, rejeki datang sendiri serta mohon ampun sama Allah.

    2. Law of projection

    Otak manusia dapat menerima 2 juta informasi perdetik dimana ada 60.000 pikiran setiap hari,
    Dari pikiran ini akan mengarah ke yang namanya NASIB.
    jika ingin bernasib baik, maka berpikirlah yang baik
    Jika sebaliknya, ya begitu adanya.
    Jadi berpikir yang baik-baik.

    Beliau mengatakan magnet rejeki itu ucapkan z
    Alhamdulillah, luar biasa.

    4). Oky Setiana Dewi

    Penulis cantik, seorang ibu dan juga pembisnis ini pun menyampaikan sharingnya gak kalah seru.
    Baginya menulis adalah cara bersyukur.
    Ia yang jika ditaya apa motivasi hidupnya, Ia bilang "Surga"
    Karena baginya apapun yang dikerjakan karena surga tujuannya, Ia ingin melakukan hal yang baik-baik, karena manusia mati pada keadaan dimana kesehariannya.

    Mama muda ini pun memberikan tips menulisnya :
    1. Niat di luruskan
    2. Kedekatan dengan Allah (ini mempengaruhi tulisan lho)
    3. Banyak baca buku (ini nutrisi buat penulis)
    4. Menulis setiap hari
    5. Mencari tempat yang fokus untuk menulis

    5). Fisilmi Hamidah
    Penulis novel Canting yang terbit di KMO (komunitas menulis online) anak didik pak Tedy ini pun memberikan sharingnya di sesi bersamaan dengan Oky.
    Beliau awal menulis karena suka nyinyir (ini hal positif) ya.
    Misalnya lg viral hal-hal yang negatif, dia pun menyinyir lewat tulisan dengan cara yang positif. Hal ini pun mendapatkan respon yang banyak hingga ribuan lho dari followernya di sosial medianya.

    Tips menulis darinya :
    1. Banyak baca
    2. Membuat outline
    3. Istiqomah

    6). Dewa Eka Prayoga
    Penulis buku-buku bisnis yang ilmunya daging banget soal Marketing ini mengingatkan bahwa tujuan menulis jangan Hanya sekedar income. Tapi menulis untuk bermanfaat buat banyak orang, menulis itu pun warisan buat anak cucu. Dan karena menulis adalah salah satu cara melakukan kebaikan.

    Seorang penulis jangan hanya sekadar nulis, tapi perhatikan juga penjualannya.
    Bagaimana akan sampai pesan kebaikan kita lewat buku jika penjualan saja tidak terjadi? Yang ada numpuk di gudang.

    Menurutnya, hanya 18% penulis buku yang mempersiapkan sebelum launching, sementara 88% sibuk setelah launching.

    3 kunci produk / buku laris :
    1. Benar-benar dibutuhkan pasar
    2. Dapat memecahkan permasalahan orang
    3. Lagi trend / ramai di perbincangkan.

    Jadi, lakukan promosi secara rutin sebelum buku jadi itu perlu banget. Dan ketahui marketmu juga.

    7). Rendy
    Membahas soal narasi nusantara.
    1. Narasi ekonomi
    2. Narasi pendidikan
    3. Narasi politik
    Tentang memberdayakan masyarakat.

    Sebenarnya harusnya ada Pidi Baiq itu lho penulis Dilan yang booming akhir-akhir ini, karena ada halangan gak bisa hadir huhuhu.

    Udah sekian ya cerita perjalanan ku hari ini.
    Dahsayat daging ilmu, jumpa penulis 2018

    Semoga tahun depan 2019 bisa ikut lagi


    Stasiun Bekasi, 30-9-2018
    Tumiesn




    Kelas Gratis! KNATM






    Kelas Gratis, Mau?

    Hallo, saya Tumiesn Penulis Baper Positif bersama Ka Indri Septiani kembali lagi ke kelas!

    Malam ini akan ada sharing tentang "Outline Novel"

    Yuk gabung segera, kelas ini gak hanya sekali diadakan. Insya Allah akan terus berkelanjutan.

    Terbatas!

    Cikarang, 10 Desember 2017
    Tumiesn




    Giveaway Buku Magical Words For Writing Khusus Kelas NATM




    Hallo, apa kabar semua?
    Semoga sehat selalu dan makin luar biasa ya dalam soal tulis menulis.

    Ada kabar cihuy nih buat kalian para penduduk Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat.
    Kamu berhak ikutan acara ini dengan ketentuan :

    1. Tuliskan alasan kenapa kalian ingin jadi penulis di media sosial, sertakan juga foto buku *Magical Words For Writing*

    2. Tag fb/ig Kak Indri dan Tumi

    3. Jangan lupa hastag #NulisAsikTebarManfaat #Giveaway #MagicalWordsForWriting

    4. Deadline giveaway *Minggu, 10 Desember 2017*

    Penilaian :
    Penilaian pemenang berdasarkan jawaban yang paling unik

    Pengumuman pemenang
    *Rabu, 13 Desember 2017*

    Selamat berjuang, dengan batas waktu minim.

    #KelasNuliAsikTebarManfaat
    #Giveaway
    #MagicWordsForWriting




    Berteman dan berkarya





    Perkenalkan kami adalah salah satu generasi muda yang berada, bertemu dan berteman di sebuah komunitas di muka bumi ini. Kampung Blog, salah satu komunitas menulis yang sudah berdiri hampiri satu tahun.

    Tanggal 1 Juni 2017 adalah hari dimana dijadikan untuk sebuah pertemuan mini dengan beberapa anggota kampung Blog, diantaranya ada Kak Prili dari depok, Kak Isnum Kak Anwar, Kak Yulan, dan dua kakak cantik yang tidak sengaja bertemu diruang yang sama beranama Nuri dan Dwira dan akhirnya kamipun bukber (buka bersama) disalah satu cafe di Cikarang.

    Ditemani teh hangat rasa manis bukan pahit serta beberapa makanan yang lain kami berbincang-bincang asik, gurih dan renyah. Simple aja gak bahasa jauh-jauh dari soal Nulis. Yapz, kedatangan salah satu penulis yang namanya udah mejeng dibeberapa cover buku ini adalah sebuah energi tersendiri yapz, dia adalah Kak Prili dari salah satu penulis buku FROM BAPER TO SUPER dari Depok yang jauh-jauh datang untuk berkunjung dan bersilaturahmi ke Cikarang, semoga dengan silaturahmi makin banyak rejeki, panjang umur, sehat selalu dan makin berkah ya.


    Oh ya, dari berteman dan kami pun memiliki mimpi yang sama lho yakni Berkarya!
    Dunia ajaib (dunia nulis ini) mempertemukan kami dengan orang-orang yang sevisi dan semisi pastinya yang gak jauh-jauh dari soal nulis. Bersyukur banget bisa berada ditengah-tengah mereka yang gemas untuk belajar dan kepo berat tentang gimana menulis yang baik.

    Dari berteman, sharing santai (berbagi pengalaman) ini adalah salah satu cara mentransfer semangat lho kepada teman-teman yang lain. Jadi, jangan pernah berhenti untuk terus berbagi ya meski itu sekedar ngobrol santai tapi asik.

    Berteman dan berkarya, salah satu cara meningkatkan kualitas diri.
    Yuk semangat untuk bertumbuh bersama, semoga esok kita akan menyongsong hari yang cerah dengan pertualangan penuh perjuangan masa sekarang.
    Semangat berkarya dalam pemantasan diri.

    Mau gabung di Komunitas Kampung Blog bersama kami?
    Bisa hubungi Facebook Tumiesn
    atau via watshap di 0857-1495-0614 dengan format : Daftar_KB_nama_Alamat_No.HP_Informasi.


    Cikarang, 3 Juni 2017
    Tumiesn




    Belajar kompak dari Bazar, B4





    Meski kebanyakan sedang menjalankan ibadah puasa. Ditemani terik matahari yang menyengat, dan harus tetap aktif sejak siang sampe hari mendekorasi stand. Yapz, tanggal 28 Mei 2017 adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh mahasiwa manajemen semester 6. Sehingga kegiatan seru ini pun mendapatkan nilai dan jika menarik perhatian juri maka akan menjadi pemenang 1, 2 dan 3. Tetapi, bazar wajib kali ini kelas kami belum beruntung hehe.




    Unik iya, unik banget. Satu stand menyajikan banyak jualan hehe. Kebetulan stand kami mendapatkan nomor urut 5. Kami menjual beberapa aneka yang alhamdulilah sekitar jam 17:30 WIB sudah habis.
    Diantaranya :

    1. Es kuwut bali, nah ini minuman pertama kali saya coba dan asli enak banget. Mendekati jam berbuka puasa minuman ini sudah habis terjual dan bahkan pembuatnya saja gak ke bagian hehe. Penjualan yang terjadi tidak lain adalah karena kekompakan teman-teman semua.

    2. Sate maranggi

    Dan ini sate belum sempet di cobain udah abis hihihi. Ludes tak tersisa. Keren!

    3. Soto Batok

    Ini juga soto yang tempatnya terbuat dari batok kelapa. Dan lagi-lagi belum sempat nyicipin udah kehabisan duluan. Ooh ya kebetulan saya gak ambil gambarnya hihi.

    4. Gorengan, ada tahu lho. Bukan tahu biasa tetapi ajaib hehe

    Gorengan bukan sembarang gorengan ini pun yang dijual 1 pcs dengan harga Rp. 2000 ini pun tak kalah habis tersisa. Alhamdulillah


    5. Jilbab, khiasan bunga, dan tempat tisu
    Ini pun gak kalah menarik guys, sayangnya lagi-lagi tidak sempat dokumentasi dan alhamdulillah juga laku.

    6. Perpus Stand
    Nah, Kalo ini adalah salah satu konsep yang pasti bertujuan untuk membuka jendela dunia ya hehe. Agar semakin banyak lagi minat baca di negri ini.


    Perpus Stand sendiri terdapat 32 buku yang bisa dibaca di tempat dan juga ada Novel Sepotong Hati di Lereng Merapi Karya saya mejeng dan menyapa pembeli alhamdulillah beberapa pcs bisa dibawa pulang oleh mereka.




    Terima kasih buat teman-teman baru yang saya kenal satu bulan ini. Saya belajar kompak dari bazar bersama kalian. Mulai dari dekorasi stand, cari pernak-pernik, belajar promosi dan lain-lain.

    Semoga kita menjadi jiwa-jiwa pengusaha ya. Aamiin
    Selalu semangat kelas B4.


    Cikarang, 31 Mei 2017
    Tumiesn