Vitamin Menulis, Diskusi Langsung Teman Penulis




24 Maret 2019, sebuah acara diskusi mini digelar.
Dengan tema : #NgobrolinNulis Chapter Jakarta bersama Rezky Firmansyah salah satu penulis muda yang produktif , dengan 24 buku yang sudah terbit.
Acara di @Laper Baper Resto
Jalan pisangan lima III Jakarta Timur.

Dalam pertemuan setengah hari ini saya mendaptakan banyak pesan bervitamin, sebuah moment yang sepertinya perlu banget sering dilakukan agar para penulis move on dari rasa malas banyak alasan buat gak nulis, mendemin nasakah (nunjuk diri sendiri).

Berikut beberapa hal yang saya dapatkan dari mereka :

1. Menulis moment

Hidup ini kita banyak menemukan kejadian yang kadang kita sering membiarkannya lewat begitu saja, padahal moment itu bisa diubah jadi hal yang lebih berharga agar bisa dimaknai, misalnya tatkala kita tengah jatuh cinta, patah hati dan sebagainya.

Banyak hal yang bisa kita tuangkan dengan setiap kejadian yang terjadi pada diri kita khusunya, menggalinya dan menuangkan serta sampaikan pesan kebaikan agar lebih bermakna, berwarna.

2. Nyicil Nulis

Pernah gak sih kita kena writer block?
Bingung mau nulis apa, padahal outline Sudah ada, konsep sudah sempurna alias tinggal dikembangkan, tapi mentok gak nemu feelnya.
Ini salah satu hal yang saya rasakan beberapa bulan belakangan, dengan banyak alasan :(

Dan dari mereka pun ada yang membagikan triknya agar naskah tulisan selesai yakni salah satunya dengan cara Nyicil dengan menulis setiap hari. Meluangkan waktu buat nulis bukan nunggu waktu luang.
Sebenarnya sesibuk apapun kegiatan kita di luar kepenulisan, kita tetap ada waktu, hanya saja cara mengatur atau manajemennya saja yang harus dibenahi.

Sepakat?
Kalau iya, lanjut terus bacanya ya :-).

3. Strong Why!

Kenapa sih kita pengen jadi Penulis?
Alasannya apa sih?
Setiap orang ataupun penulis pasti memiliki kekuatannya dalam menulis.
Dan jika punya alasan kenapa kita menulis buku yang sedang ditulis, maka hal ini akan memudahkan untuk menyelesaikan. Jika alasannya saja lemah gak ada kekuatan, bisa jadi cengap-cengap, loyo dan mati dijalan :(
Jadi, strong why itu perlu banget.

4. Bikin hal yang menantang buat diri sendiri

"1 bulan 1 buku"
Rezky Firmansyah membuat tantangan untuk dirinya sendiri di tahun 2019 ini.
Saya pun takjub, dan ini menarik juga lho. Selain agar tetap produktif, hal ini bisa menjaga eksistensi di dunia kepenulisan. Dan bikin tantangan buat diri sendiri bisa kita lakukan dengan banyak hal, jika belum sanggup 1 bulan 1 buku, bisalah 3 bulan nulis satu buku ya.

Juga aktifin tuh media sosialnya kita bikin lebih berwarna, misal kalau Tumiesn minimal 1 tahun di 2019 ini 100 video puisi di Instagram @tumiesn23 yang berkolaborsi dengan beberapa #temantumiesn yang unyu-unyu dan kreatif dong.



Masih banyak lagi sih yang bisa kita lakukan untuk memberikan tantangan pada diri sendiri, misal 30 Day 1 post, nulis apa saja bebas dipost di media sosial kita.

5. Motivasi yang Kuat

Dalam menulis kita butuh motivasi yang Kuat, dan ada 2 faktor nih yang mempengaruhi, yakni motivasi internal dan eksternal. Internal sendiri dari diri kita sendiri,
misal "Gue mau nulis buku ini nih agar para pembaca kangennya terobati dengan munculnya karya terbaru Gue"
Atau "Gue mau nulis buku ini hadiah buat calon pendamping, biar pas habis akad nikah photonya gak pegang buku nikah, tapi buku karya sendiri sebagai hadiah buat doi" hehe

Dan faktor eksternal itu sendiri biasanya karena tekanan dari luar diri, kalau kata Fikri Kembar, misalkan kita nulis karena proyekan agar dapat fee, kalau gak target gak dapat bayaran plus nama penulis itu sendiri akan jelek dong, hehe.

So, motivasi kita dikuatin lagi ya. :)

6. Aktifkan panca indra

Untuk merasakan dalam menulis kita butuh banget mengaktifkan panca indra kita, kalau kata Jee_Moch butuh riset dengan jalan langsung. Misalnya kita bikin novel settingnya di Kota Tua, datengin tempatnya jika memungkinkan. Potret lokasi, rasakan bau-bau lokasi dan tatanan tempatnya.

Biar lebih berasa dan bermakna jatuh hatikan kita pada naskah, bikin berasa.
Kalau kata Kak Dee, cerita yang ditulis ngena hati (klop).


7. Menulis pas dihati

Kalau kita nulis asal nulis yang gak sesuai hati, hasil dan rasanya mungkin akan berbeda alias hambar. Kita perlu tuh jatuh cinta alias melakukan pendekatan lebih awal dengan apa yang mau ditulis, yakni pas dihati. Kalau gak pas nanti bisa ugal-ugalan nulisnya, gak loe banget.

8.Fiksi keluar dari diri sendiri

Untuk menuliskan sebuah cerita, yang kita tulis gak bisa plek kaya penulisnya, gak seru.
Kita harus berani keluar dari diri kita, misalkan aslinya kita itu kalem, tatkala nulis tokohnya bawel, mau gak mau dong kita cari tahu tuh orang bawel kaya apa hehe.
Kalau kata Kak Dee, kalau memang harus matiin tokohnya dimatiin saja, jangan sungkan-sungkan.
Nih buat Penulis fiksi macem saya hehe.
Ooh ya, fiksi itu kan imajinasi ya, semua tulisan gak harus lahir dari diri kita sendiri, bisa jadi ide inspirasi dapat dari banyak pihak.

Kalau Tumiesn nyebutnya 3 sumber inspirasi itu dari kata LDR, yakni lihat, dengar dan rasa.

8. Bikin branding dalam menulis

Sejak 2017 saya sendiri bikin personal branding, Penulis Baper Positif.

Kenapa begitu?

Ya, setelah melewati banyak perjalanan menulis dan mencari suara rasa, hingga menemukannya, tulisan saya rada baper dan mellow hehe, tetapi meski begitu bukan berarti tulisan kosong makna.
Saya pun terus berusaha menulis meski itu fiksi tapi ada pesan kebaikan yang semoga bermanfaat, Karena apa? Dalam tulisan kita memiliki pertanggung jawabannya.
Intinya sih sayang banget kalau nulis sudah capek-capek tapi gak ada pesan kebaikannya. Sedihkan :(

Teman-teman juga bisa bikin yang loe banget, yang menurtmu asik dan bisa jadi penyemangat agar terus menulis.

9. Misi dalam menulis

Kita juga perlu tuh membuat misi dalam menulis bukan buat diri sendiri. Tulis sesuatu agar pesan kebaikan sampai ke banyak orang. Biarkan pembaca merasakannya, Penulis itu harus peduli bukan cuma nulis buat diri sendiri, tapi buat banyak orang.

Sepakat?

10. Masalah judul

Salah satu faktor kepusingan dari penulis itu soal judul.
Sebab judul dalam buku perlu banget menjual serta mempengaruhi visual atau pendengaran pembaca tatkala ada mendengar sebuah judul, memikat mereka.
Ya gak?

Tips dari mereka (hasil diskusi) :
*Judul sesuai tema
*Ketahui target pembaca
*Judul jangan panjang-panjang, Max. 4 kata
*Nyambung dengan isi cerita
*Pakai nama tokoh

11. Menulis Sinopsis butuh emosi

Kalau kita mau beli buku, selain lihat judul, cover buku pasti kita cari tahu bocorannya di belakang buku / blurb. Kalau kita merasakan, tertarik pasti beli. Kalau gak ada daya tariknya, males baca apa lagi beli. Iya gak?
Begitu pun kita sebagai si penulis, butuh kecerdasan dan kreatif dalam menulis bocoran dibelakang cover buku kita, cerdas di sini dalam arti bisa mancing calon pasar kita. Bikin daya tarik jangan biarkan calon pembaca kabur baru saja baca beberapa kalimat sudah malas hehe.
Ini PR penting buat penulis yang harus digali lebih dalam.
Ada dua nih tipsnya :
* Harus penuh emosi, menyentuh
*Mainkan diksi

12. Menulis itu biasa atau luar biasa?

Kalau menurut kamu menulis itu biasa atau luar biasa?

"Menulis itu itu biasa saja atau luar biasa tergantung dari gagasan itu sendiri." Rezky Firmansyah.

Jadi, gimana menurutmu? Biasa saja atau luar biasa?

13. Personal banget dari si penulis

Kalau kita mau jadi penulis, kita butuh yang namanya Gue banget alias punya personal branding.
Dalam menulis kita butuh yang namanya "Ini nih gue banget"
Menulis dengan otentik yang gue banget, karena kita gak bisa photo copy gaya penulis lain, gak original dong nanti hehe.
So, bikin yang gue banget!
OK?

14. PD aja dulu

Nulis itu butuh yang namanya PD (percaya diri). Dan hal ini lahir dari diri sendiri, secara internal. Intinya nulis dan mau jadi penulis PD aja dulu Karena teknis bisa dipelajari.


Cikarang, 26-3-2019

-Tumiesn-

*Special tulisan di pagi hari buat teman-teman penulis yang kemarin sudah hadir di acara ngobrolin nulis dan buat kamu para pembaca. Semoga bermanfaat.




Tag :Nyicil




    Coretan Rindu Untuk Kampung Blog





    Teruntuk kamu, teman-teman seperjuangan yang dimana kita pernah bertemu, komunitas Kampung Blog.
    Sebuah coretan untuk kalian, meski komunitas yang kita bangun sejak 28 Agustus 2016 harus kandas di akhir tahun 2017. Semoga kalian mau membaca coretan ini hingga habis.

    face128face128face128

    Kampung Blog adalah komunitas menulis pertama yang dulu aku buat bersama Wuriami,
    Tanggal 28 Agustus 2016 adalah hari jadi KB, di Perpustakaan Kampus Pelita Bangsa, sebuah komunitas mini yang dulu dibuat untuk mengajak teman-teman menulis melalui blog, bebas bagaimanapun stylenya.

    Bukan hanya untuk Mahasiswa/i Pelita Bangsa saja, tetapi untuk banyak orang (umum). Alhamdulillah dahulu anggota menyebar, baik di pulau Jawa maupun sumatera, ya mesikipun hanya hitungan puluhan anggota.

    ------

    Dalam sebuah komunitas, pasang ganti member itu hal yang biasa, yang luar biasa adalah meski tak bergabung lagi tetapi tetap saling menjaga komunikasi dan bahkan saling apresiasi terhadap bentuk apapun karya yang dihasilkan. Dan di Komunitas ini aku menemukannya, teman-teman seperjuangan yang tidak bisa disebutkan satu persatu, banyak soalnya.

    ____

    Memasuki dunia kuliah dan aku mulai mencari passion . Minat kebanyakan teman-teman yang tak searah dalam lingkungan merupakan hal yang cukup menjadi tantangan, aku mengatakannya sebagai "Berjalan di semak blukar dan mencari jalan bagaimana membuka semak blukar itu" Yah, sebuah keinginan menjadi penulis di kota Cikarang sejak tahun 2015, dan aku gak punya teman satu pun yang seminat kala itu.
    Tapi, ada harapan besar bahwa entah kapan disuatu hari aku akan menemukan banyak teman-teman yang lahir di Kota Cikarang.

    Kampung Blog, kala itu di tahun 2016 awal mula gerakan yang ingin ku bilang, "kalian para penulis"

    "Tum gak sedih bubarin kampung blog?"
    "Apa saja yang di dapatkan dari komunitas itu?"
    "Di buat kenapa di hancurkan?"
    dan ada beberapa pertanyaan semacam itu, baiklah akan aku jelaskan sedikit why why yang mungkin menghantui.

    Saat itu dibubarkan bukan karena tidak konsisten, tetapi para anggota adalah sumber daya manusia maupun aktor-aktor yang berperan di dalamnya. Kala itu saya cukup padat jadwal mendekati semester akhir, dan mungkin teman-teman yang sesama semester akhir merasakan bagaimana tuntutan kuliah yang harus extra full serta ditambah pekerjaan yang padat. Sebuah permintaan maaf, Kampung Blog harus dikalahkan mengingat para member tidak ada lagi support dan sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing.

    Kampung blog bukan dihancurkan, hanya komunitasnya saja yang memang tidak bisa di aktifkan lagi. Karena aku manusia biasa dan mahluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri, tanpa kalian? bukan apa-apa.
    Meski Kampung Blog sudah tidak ada lagi, bukan berarti pertemanan para alumni di kandaskan, tetap ada Insya Allah.

    _____

    Kampung blog adalah warna yang pernah hadir dan akan tetap hadir, sebuah perjalanan yang pernah dilewati. Dahulu aku sering menulis tentangnya (Kampung Blog), di Blog ini.

    Kampung Blog, joint yuk!

    Berteman dan berkarya


    Mata dan ruang ceria dari anak-anak Kp. Limo Cibarusah

    Saling mengisi, kelas onlinenya KB ke-2

    Ku bagi cinta semampunya, Kampung Blog


    Onlinenya KB pertama

    Tumbuh untuk menumbuhkan, Kampung Blog


    List Artikel pertemuan ke-5 Sahabat Kampung Blog


    Bangun Cinta, Mimpi dan Harapan bersama Kampung Blog


    List Artikel pertemuan ke-4 Sahabat Kampung Blog

    Dari tidak saling mengenal menjadi hangat, Kampung Blog

    Ketika Wanita Berbicara

    Untuk besar, diawali hal kecil terlebih dahulu. Kampung Blog

    Itulah beberapa yang ku tulis dimasa-masa bersama Kampung Blog,
    Jika ada yang tanya apakah Tumiesn rindu?
    Tentunya Rindu Sekali!


    Terima kasih juga untuk Edis Jun yang sudah memberikan nama Komunitas ini dan selalu support Tumiesn dan teman-teman Kampung Blog.

    ______


    Terima kasih untuk kalian yang dengan Kampung Blog kita berharap bisa bertumbuh bersama. Mohon maaf jika ada salah-salah kata atupun hal-hal yang kurang berkenan selama saya menjadi salah satu Founder bagi Kampung Blog.
    Semoga sukses dengan kita semua hal apapun dan bagaimana pun jalan yang kita tempuh.

    Ada satu yang tak akan gugur meski komunitas kita gagal, yakni silaturahmi dan tetap produktif menulis.

    Love you All...
    Terima kasih juga karena Kampung Blog menjadi salah satu Triangulasi Sumber untuk Skripsi Tumiesn

    Dan coretan ini dibuat special untuk Yahya yang kemarin malam (13-2-2019) kirim pesan, menginginkan agar Tumiesn menulis tentang Kampung Blog karena melihat story di whatsApp tentang cerita rempeyek ku soal menulis dan bercerita sedikit soal Kampung Blog.


    Cikarang, 14-2-2019

    -Tumiesn-

    Tag :komunitas




    Dahsyat daging Ilmunya, Jumpa Penulis 2018




    Minggu, 30 September 2018 adalah hari yang ditunggu-tunggu sejak bulan lalu, dimana sebuah tiket Jumpa Penulis 2018 sudah di pesan jauh-jauh hari.



    Alhamdulillah selepas shalat subuh tadi pagi langung tancap gas menuju stasiun Cikarang, bertemu kak Yulan dan Kak Erlinda yang sejak jauh-jauh hari gak kalah heboh, ingin jumpa sama Penulis favorit masing-masing.
    Mereka berdua yang pengen banget ketemu Oky Setiana Dewi sementara saya pengen ketemu Dewa Eka Prayoga diamana sejak dahulu udah ngefans banget persoalan tehnik Marketing, kepenulisan dan kisah inspirastif hidupnya, kalau sudah baca novelnya bunda Asma Nadia yang judulnya Bidadari Untuk Dewa pasti tahu, hehe.



    Nah, selain ketemu Yulan dan Erlinda, aku juga udah jauh-jauh hari berempong ria kepengen ketemu teman-teman komunitas dari Saung Literasi yakni Kak Dini dari Bandung, Kak Diah dan Kak Ipa dari Jakarta mereka dari komunitas MMO dan BBC inspirator Akademi.
    Juga gak kalah heboh untuk bertemu Kak Prili dan Kak Chida dari Komunitas Saung Literasi (dahulu namanya PKW).





    Nah, di tulisan #CeritaTumi ini,
    Aku mau berbagi soal ilmu daging dari para penulis yang kece-kece ya.
    Tepatnya dari 8 Pemateri, ya meskipun saat pemateri pertama yakni pak Tedy ngisi kami gak Bisa ikut (terhambat diperjalanan / nyasar hehe)





    Ku bagikan apa yang ku dapatkan Ya..

    1). Sinta Yudisia
    Ia adalah ibu rumah tangga yang produktif dalam menulis, dengan menulis beliau berhasil keliling dunia lho, ini greget banget.
    Penulis fiksi dan juga psikolog ini membagikan ilmu dagingnya yang bertemakan Sastra Santun dan Perdamaian Literasi.
    1. Mengungkap kebenaran
    Menulis adalah salah satu cara mengungkap kebenaran

    2. Membawa pencerahan
    Ini perlu banget, karena dengan tulisan pembaca akan mendapatkan efek yang luar biasa yakni sebuah pencerahan.

    3. Memberikan Kebahagian rasa senang sekaligus ilmu pengetahuan
    Yap, menulis yang membuat orang merasa bahagia dan ada ilmunya alias buku yang ditulis tentunya positif dab memberikan ilmu pengetahuan buat pembaca ya.

    Beliau pun memberikan 4 Kunci Penulis :
    1. Konsistensi
    2. Autonomy (mandiri)
    3. Konten :Tema, gaya cerita
    4. Terus belajar

    Beliau pun mengingatkan, "Yang sudah di mulai, kerjakan, selesaikan"
    Nah ini hal yang harus direnungi dan dilakoni oleh penulis pemula Khususnya Saya yang sering banget galau gak jelas alias setengah-setengah hehe

    2). Helvy Tiana Rosa
    Penulis yang juga seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai penulis dan dosen ini memgalawai perjalanan menulisnya ialah melalui puisi.

    Kakak dari Asma Nadia ini, so sweet banget soal ceritanya itu lho bikin greget, beliau yang memang jago berpuisi ini sering memanfaatkan suaminya untuk dijadikan puisi, misalnya memakian dasi sang suami hehe.
    Ooh ya, beliau pun berpesan teknik menulis sering-seringlah bikin snack writing maksudnya bikin tulisan simple, quote atau apapun itu di media sosial, misalnya IG, FB, twitter, blog dll.
    Hal ini selain mengasah otak bekerja juga bisa dikumpulkan untuk dijadikan buku lho..

    "Ide itu berserakan, ada dimana-mana. Apa yang dilihat, di rasa, di tonton dan sebaginya itu bisa jadi ide menulis." dengan suara menguasai panggung beliau berujar dengan gayanya yang hangat.

    Asiknya lagi, beliau bilang jika teori bahasa yang bisa di langgar itu adalah puisi, karena bebas bermain diksi.

    Contoh saja, jika angin gak harus pakai kata berhembus itu udah biasa.
    Tapi misal, angin menampar (pemilihan kata yang tak biasa hehe)

    Alasan menulis :
    • kebenaran
    • keindahan
    • keharuan
    Dan Biarkan Kata-kata bicara.

    3). Ust. Nasurullah

    Penulis buku Rahasia Magnet Rezeky ini pun gak kalah heboh dan seru.
    Dalam materinya beliau berpesan agar kita sebagai manusia untuk mengubah hidup itu dimulai dari kata-kata, maksudnya ialah berpikir dan berucaplah yang baik (positif).

    Katanya, Setiap kisah hidup manusia adalah keajaiban dan kita adalah agen keajaiban, menebarkan kebaikan salah satunya melalui tulisan.

    Beliau memberikan 2 Jurus Magnet Rejeki :

    1. Perisai Rejeki
    Ini adalah dosa-dosa yang terkadang kita tak sadar, karena perisai ini lah yang bisa jadi menjadi penghalang rejeki kita.
    Maka, lepaskan lah perisai itu, rejeki datang sendiri serta mohon ampun sama Allah.

    2. Law of projection

    Otak manusia dapat menerima 2 juta informasi perdetik dimana ada 60.000 pikiran setiap hari,
    Dari pikiran ini akan mengarah ke yang namanya NASIB.
    jika ingin bernasib baik, maka berpikirlah yang baik
    Jika sebaliknya, ya begitu adanya.
    Jadi berpikir yang baik-baik.

    Beliau mengatakan magnet rejeki itu ucapkan z
    Alhamdulillah, luar biasa.

    4). Oky Setiana Dewi

    Penulis cantik, seorang ibu dan juga pembisnis ini pun menyampaikan sharingnya gak kalah seru.
    Baginya menulis adalah cara bersyukur.
    Ia yang jika ditaya apa motivasi hidupnya, Ia bilang "Surga"
    Karena baginya apapun yang dikerjakan karena surga tujuannya, Ia ingin melakukan hal yang baik-baik, karena manusia mati pada keadaan dimana kesehariannya.

    Mama muda ini pun memberikan tips menulisnya :
    1. Niat di luruskan
    2. Kedekatan dengan Allah (ini mempengaruhi tulisan lho)
    3. Banyak baca buku (ini nutrisi buat penulis)
    4. Menulis setiap hari
    5. Mencari tempat yang fokus untuk menulis

    5). Fisilmi Hamidah
    Penulis novel Canting yang terbit di KMO (komunitas menulis online) anak didik pak Tedy ini pun memberikan sharingnya di sesi bersamaan dengan Oky.
    Beliau awal menulis karena suka nyinyir (ini hal positif) ya.
    Misalnya lg viral hal-hal yang negatif, dia pun menyinyir lewat tulisan dengan cara yang positif. Hal ini pun mendapatkan respon yang banyak hingga ribuan lho dari followernya di sosial medianya.

    Tips menulis darinya :
    1. Banyak baca
    2. Membuat outline
    3. Istiqomah

    6). Dewa Eka Prayoga
    Penulis buku-buku bisnis yang ilmunya daging banget soal Marketing ini mengingatkan bahwa tujuan menulis jangan Hanya sekedar income. Tapi menulis untuk bermanfaat buat banyak orang, menulis itu pun warisan buat anak cucu. Dan karena menulis adalah salah satu cara melakukan kebaikan.

    Seorang penulis jangan hanya sekadar nulis, tapi perhatikan juga penjualannya.
    Bagaimana akan sampai pesan kebaikan kita lewat buku jika penjualan saja tidak terjadi? Yang ada numpuk di gudang.

    Menurutnya, hanya 18% penulis buku yang mempersiapkan sebelum launching, sementara 88% sibuk setelah launching.

    3 kunci produk / buku laris :
    1. Benar-benar dibutuhkan pasar
    2. Dapat memecahkan permasalahan orang
    3. Lagi trend / ramai di perbincangkan.

    Jadi, lakukan promosi secara rutin sebelum buku jadi itu perlu banget. Dan ketahui marketmu juga.

    7). Rendy
    Membahas soal narasi nusantara.
    1. Narasi ekonomi
    2. Narasi pendidikan
    3. Narasi politik
    Tentang memberdayakan masyarakat.

    Sebenarnya harusnya ada Pidi Baiq itu lho penulis Dilan yang booming akhir-akhir ini, karena ada halangan gak bisa hadir huhuhu.

    Udah sekian ya cerita perjalanan ku hari ini.
    Dahsayat daging ilmu, jumpa penulis 2018

    Semoga tahun depan 2019 bisa ikut lagi


    Stasiun Bekasi, 30-9-2018
    Tumiesn




    Kelas Gratis! KNATM






    Kelas Gratis, Mau?

    Hallo, saya Tumiesn Penulis Baper Positif bersama Ka Indri Septiani kembali lagi ke kelas!

    Malam ini akan ada sharing tentang "Outline Novel"

    Yuk gabung segera, kelas ini gak hanya sekali diadakan. Insya Allah akan terus berkelanjutan.

    Terbatas!

    Cikarang, 10 Desember 2017
    Tumiesn




    Giveaway Buku Magical Words For Writing Khusus Kelas NATM




    Hallo, apa kabar semua?
    Semoga sehat selalu dan makin luar biasa ya dalam soal tulis menulis.

    Ada kabar cihuy nih buat kalian para penduduk Kelas Nulis Asik, Tebar Manfaat.
    Kamu berhak ikutan acara ini dengan ketentuan :

    1. Tuliskan alasan kenapa kalian ingin jadi penulis di media sosial, sertakan juga foto buku *Magical Words For Writing*

    2. Tag fb/ig Kak Indri dan Tumi

    3. Jangan lupa hastag #NulisAsikTebarManfaat #Giveaway #MagicalWordsForWriting

    4. Deadline giveaway *Minggu, 10 Desember 2017*

    Penilaian :
    Penilaian pemenang berdasarkan jawaban yang paling unik

    Pengumuman pemenang
    *Rabu, 13 Desember 2017*

    Selamat berjuang, dengan batas waktu minim.

    #KelasNuliAsikTebarManfaat
    #Giveaway
    #MagicWordsForWriting




    Berteman dan berkarya





    Perkenalkan kami adalah salah satu generasi muda yang berada, bertemu dan berteman di sebuah komunitas di muka bumi ini. Kampung Blog, salah satu komunitas menulis yang sudah berdiri hampiri satu tahun.

    Tanggal 1 Juni 2017 adalah hari dimana dijadikan untuk sebuah pertemuan mini dengan beberapa anggota kampung Blog, diantaranya ada Kak Prili dari depok, Kak Isnum Kak Anwar, Kak Yulan, dan dua kakak cantik yang tidak sengaja bertemu diruang yang sama beranama Nuri dan Dwira dan akhirnya kamipun bukber (buka bersama) disalah satu cafe di Cikarang.

    Ditemani teh hangat rasa manis bukan pahit serta beberapa makanan yang lain kami berbincang-bincang asik, gurih dan renyah. Simple aja gak bahasa jauh-jauh dari soal Nulis. Yapz, kedatangan salah satu penulis yang namanya udah mejeng dibeberapa cover buku ini adalah sebuah energi tersendiri yapz, dia adalah Kak Prili dari salah satu penulis buku FROM BAPER TO SUPER dari Depok yang jauh-jauh datang untuk berkunjung dan bersilaturahmi ke Cikarang, semoga dengan silaturahmi makin banyak rejeki, panjang umur, sehat selalu dan makin berkah ya.


    Oh ya, dari berteman dan kami pun memiliki mimpi yang sama lho yakni Berkarya!
    Dunia ajaib (dunia nulis ini) mempertemukan kami dengan orang-orang yang sevisi dan semisi pastinya yang gak jauh-jauh dari soal nulis. Bersyukur banget bisa berada ditengah-tengah mereka yang gemas untuk belajar dan kepo berat tentang gimana menulis yang baik.

    Dari berteman, sharing santai (berbagi pengalaman) ini adalah salah satu cara mentransfer semangat lho kepada teman-teman yang lain. Jadi, jangan pernah berhenti untuk terus berbagi ya meski itu sekedar ngobrol santai tapi asik.

    Berteman dan berkarya, salah satu cara meningkatkan kualitas diri.
    Yuk semangat untuk bertumbuh bersama, semoga esok kita akan menyongsong hari yang cerah dengan pertualangan penuh perjuangan masa sekarang.
    Semangat berkarya dalam pemantasan diri.

    Mau gabung di Komunitas Kampung Blog bersama kami?
    Bisa hubungi Facebook Tumiesn
    atau via watshap di 0857-1495-0614 dengan format : Daftar_KB_nama_Alamat_No.HP_Informasi.


    Cikarang, 3 Juni 2017
    Tumiesn




    Belajar kompak dari Bazar, B4





    Meski kebanyakan sedang menjalankan ibadah puasa. Ditemani terik matahari yang menyengat, dan harus tetap aktif sejak siang sampe hari mendekorasi stand. Yapz, tanggal 28 Mei 2017 adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh mahasiwa manajemen semester 6. Sehingga kegiatan seru ini pun mendapatkan nilai dan jika menarik perhatian juri maka akan menjadi pemenang 1, 2 dan 3. Tetapi, bazar wajib kali ini kelas kami belum beruntung hehe.




    Unik iya, unik banget. Satu stand menyajikan banyak jualan hehe. Kebetulan stand kami mendapatkan nomor urut 5. Kami menjual beberapa aneka yang alhamdulilah sekitar jam 17:30 WIB sudah habis.
    Diantaranya :

    1. Es kuwut bali, nah ini minuman pertama kali saya coba dan asli enak banget. Mendekati jam berbuka puasa minuman ini sudah habis terjual dan bahkan pembuatnya saja gak ke bagian hehe. Penjualan yang terjadi tidak lain adalah karena kekompakan teman-teman semua.

    2. Sate maranggi

    Dan ini sate belum sempet di cobain udah abis hihihi. Ludes tak tersisa. Keren!

    3. Soto Batok

    Ini juga soto yang tempatnya terbuat dari batok kelapa. Dan lagi-lagi belum sempat nyicipin udah kehabisan duluan. Ooh ya kebetulan saya gak ambil gambarnya hihi.

    4. Gorengan, ada tahu lho. Bukan tahu biasa tetapi ajaib hehe

    Gorengan bukan sembarang gorengan ini pun yang dijual 1 pcs dengan harga Rp. 2000 ini pun tak kalah habis tersisa. Alhamdulillah


    5. Jilbab, khiasan bunga, dan tempat tisu
    Ini pun gak kalah menarik guys, sayangnya lagi-lagi tidak sempat dokumentasi dan alhamdulillah juga laku.

    6. Perpus Stand
    Nah, Kalo ini adalah salah satu konsep yang pasti bertujuan untuk membuka jendela dunia ya hehe. Agar semakin banyak lagi minat baca di negri ini.


    Perpus Stand sendiri terdapat 32 buku yang bisa dibaca di tempat dan juga ada Novel Sepotong Hati di Lereng Merapi Karya saya mejeng dan menyapa pembeli alhamdulillah beberapa pcs bisa dibawa pulang oleh mereka.




    Terima kasih buat teman-teman baru yang saya kenal satu bulan ini. Saya belajar kompak dari bazar bersama kalian. Mulai dari dekorasi stand, cari pernak-pernik, belajar promosi dan lain-lain.

    Semoga kita menjadi jiwa-jiwa pengusaha ya. Aamiin
    Selalu semangat kelas B4.


    Cikarang, 31 Mei 2017
    Tumiesn




    Saling mengisi, kelas onlinenya KB ke-2





    Belajar, berbagi, komitmen, jatuh hati, dan terus menulis!