Mei Berpuisi Day-26 "Seperti Cahaya"


Cahaya Impian



Dalam setiap perjalanan aku menantimu
Ku gerakan kaki melangkah secepat mungkin
Menerjang kabut dan gelapnya yang bisa saja mencengkram uluh hati Kuat-kuat

Aku memang merindukanmu
Bersajak denganmu dan menyalakan cahaya impian

Aku menantimu
Meski entah penantian ini benar atau keliru
Yang ku tahu rasa ini seperti cahaya yang menerangi gelap, kelamnya kisah

-Tumiesn-




#meinulisasik
#meiberpuisi
#tumiesn
#perjalanan
#cinta
Day-26
26 Mei 2018





    Mei Berpuisi Day-24 "Mendefinisikan Cinta"




    Kau tahu tentang rasanya jatuh cinta?
    Saat dia dekat sama sekali tak ingin berpisah
    Tatkala jauh, hati gundah rasanya ingin berjumpa

    Kau tak bisa melarang hatimu yang tengah kasmaran
    Sebelah matamu saja tak mungkin mampu menghentikan
    Tapi, mengapa banyak yang saling balas membenci tatkala cinta usai?

    Cinta seperti drama jika berpandang pada ambisi
    Tanpa tujuan hanya dilapisi sekedar terhipnotis akan hadirnya
    Cinta bukan begitukan?

    Katanya cinta memiliki banyak definisinya
    Tentang musim yang kadang subur bahkan kemarau mencekik pun jadi penabur kisah
    Kau bebas mengartikannya
    Hanya saja sikap dewasa mu yang membedakannya

    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #day-24
    #tumiesn
    24 Mei 2018





    Mei Berpuisi Day-23 "Hujan di Oktober"






    Hujan di oktober
    Memberiku ruang dalam senyap, sayup-sayup sepi
    Aku tak sendiri
    Meski banyak yang bilang dunia ku menyepi

    Tidak!

    Kadang cinta harus berakhir mana kala keyakinan mulai pupus

    Hujan di oktober
    Hari ini pasti tak sama dengan hari kemarin
    Atau hari ini mungkin tak sama dengan hari ke depan

    Lupakan saja, dan aku tak akan mencari
    Ya, aku akan melupakanmu tanpa harus meminta mu kembali
    Kecuali bilamana memang harus kaki kita saling terserat dekat dan mendekap
    Kita bisa apa?

    Hujan di oktober
    Kita saling patah hati

    HUJAN DI OKTOBER #meiberpuisi #meinulisasik #tumiesn #day-23 23 mei 2018 selengkapnya http://tumiesn.wagomu.id/e59678.html Atau klik di bio @tumiesn23 • Maafkan suara ini yang sangat falesss tingkat dari mbahnya fales Dan editannya yg masih ga jelas

    A post shared by Tumiesn (@tumiesn23) on




    Cikarang, 23-5-2018

    -Tumiesn-

    "Potongan Puisi ini berawal rekaman suara di oktober entah saat moment apa hehe"






    Mei Berpuisi Day-13 "Pamit Pulang, Duluan"





    Hari itu kau terbaring lemah
    Diranjang yang tak terlalu lebar
    Disisa-sia nafasmu katanya kau sempat berpesan
    Menitip pesan cinta untuk seluruh buah hati lewat kekasih hatimu
    Di bulan Mei dua puluh empat tahun silam engkau pamit pulang, duluan

    Aku masih terlalu lugu bahkan tak paham mengapa seisi rumah menangis serempak
    Jangankan untuk turut menangis, bahkan sama sekali tak ingat apa-apa
    Yang ku tahu, setelah melewati masa itu ku cari sosokmu
    Katanya, kau sedang pergi mengaji di rumah Allah
    Balitaku yang polos, hanya mengangguk saat itu

    Engkau pamit pulang duluan
    Dengan segala cinta yang kau tanam pada bidadari mu kini ku paham
    Bahwa cinta tak akan pernah pergi meski jasad telah bersemayam di perut bumi
    Duhai lelaki yang pernah memeluk saat ku bayi sampai balita
    Aku mencintamu, meski nyatanya semakin hari aku sadar aku jua nanti akan pulang seperti mu
    Engkau yang pulang lebih dulu , terima kasih telah mengajarkan cinta dan manisnya saling menjaga

    Cikarang, 13 Mei 2018

    Tumiesn

    "Hari ini aku hanya sedang merasa baper"

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #day-13
    #tumiesn




    Mei Berpuisi Day-12 "Persimpangan Jalan"






    Aku berdiri dibawah serangan sinar lampu tepian jalan
    Yang kala itu pekat malam diterangi sedikit bintang
    Bulan yang tak bulat juga tak separuh bentuknya
    Aku menepi dalam diam yang semakin kalut

    Kau melambai tanpa praktik
    Bahumu tak terlihat
    Langkahmu sudah tak berbekas
    Kau hilang tanpa memberikan aba-aba

    Dipersimpangan jalan aku dipeluk angin malam
    Dihujani gerimis yang hampir saja tak disadari kehadirannya
    Ditertawakan oleh segerombolan kelalawar malam yang berterbangan
    Ditemani bayang-bayang, ingatan

    Cahaya yang sempat berkilau mulai meredup
    Memupuskan harap
    Memudarkan segenap asa
    Dipersimpangan jalan ku sadari, kita tak akan pernah sepakat

    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    #jalan
    #Day-12
    12 Mei 2018




    Mei Berpuisi Day-11 "Merangkul Persahabatan"






    Namaku dulu sangat asing bagimu
    Engkau pasti tak menyangka jika kita bisa sedekat ini bukan?
    Tertawa renyah maupun berat, menangis sedang bahkan nyaring
    Aku dan kamu adalah jiwa yang berbeda tapi merapatkan impian yang sama
    Tepuk pundak, kita bersahabat

    Jalan kita terkadang memang tak mulus searah
    Pikiran pun dilain kesempatan saling bertentangan
    Adakalanya kesal dan melelahkan menghampiri
    Tapi entah mengapa kau yang sampai saat ini tetap bersedia tuk membersamai

    Engkau yang ku panggil sahabat
    Berbeda jiwa tapi satu hati
    Aku dan kau yang saling mengizinkan membuka tabir kehidupan
    Saling peluk dalam ketaatan
    Biarkan aku tetap jadi sahabatmu
    Merangkul persahabatan ini hingga ke Surga

    Panggil aku, sahabatmu
    Biar ku bingkai lebih dalam setiap kisah perjalanan kita

    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    #sahabat
    #perjalanan
    #day-11

    11 Mei 2018




    Mei Berpuisi Day-10 "Mentari di Mei"




    Warna perjalanan hari berganti
    Tentang kisah hidup yang banyak tawaran rasa
    Ada senang dan luka yang mungkin sempat bernanah
    Tapi, aku memilih tawa yang menyelimuti goresan kejamnya pisau yang mengiris suka

    Kelembutan membalut kerasanya hati
    Kesabaran meruntuhkan kelamnya nurani
    Aku terpaku menatap ajaibnya mentari di Mei
    Bukan malaikat yang bersayap
    Bukan pula sosok keturunan raja yang mewarisi tahta

    Ini tentang mentari Mei
    Bukan fiksi yang mengkerutkan lebarnya kening
    Tapi secercah mentari yang menarik pipi tersipu malu
    Kau Mei, yang perlahan menerangkan mata yang merabun

    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #fiksiataukisahasili?
    #tumiesn
    #Day-10
    10 Mei 2018




    Mei Berpuisi Day-9 "Senja Bersamamu"




    ku tahu kau disana tengah berjuang
    Melawan lelah, mengibarkan bendera semangat semampmu
    Aku tahu, dari kejauhan engkau pula sedang memantaskan diri
    Memahami setiap kata-kata ku yang sempat terucap, aku yakin paham

    Kita adalah pemilik kaki yang berbeda
    Yang saling asik bercengkrama dengan setiap langkah masing-masing
    Tapi, ada keyakinan dihati ini jika tujuan kedepan, yakni sama

    Aku masih tetap berdo'a agar senja diwaktu yang tepat Tuhan memilihkan mu untukku
    Menjadi teman berbagi sedih dan tawa

    Bila senjamu dan senjaku saat ini ditempat berbeda
    Pahamilah, aku juga sedang berjuang
    Menantimu dalam lapis-lapis do'a
    Tapi, jika nanti penantian tak tercapai padamu, mungkin senja diruang yang sama memang bukan untuk kita

    Untukmu yang berwajah tenang, bermata tajam
    Aku ada dan dekat, meski mungkin jarak meluas untuk kita saling mencari

    Jika nanti senja bersamamu adalah takdir terbaik
    Pahamilah aku masih tetap disini

    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    #Day-9
    9 Mei 2018





    Mei Berpuisi Day-8 "Rindu Yang Tak Pudar"





    Ilalang tumbuh dipekarangan
    Melambai-lambai diterpa angin
    Menjerit, sudah lama tak disapa
    Ketika berbunga ia girang, bak ratu di jagad raya
    Jika harinya tanpa bunga, sepi tak ada yang perduli

    Angin menghempas-hempas tubuhnya
    Akar yang menjalar dikuatkan berulang-ulang, agar tak runtuh
    Begitu pula tentang kisah Ibu

    Saat menginjak dewasa sang buah hati memiliki peran baru
    Tak bisa lagi ditimang-timang
    Rengekan masa kecil yang menjadi lukisan hari sang Ibu, tinggal kenang

    Langit biru maupun abu-abu, Ibu selalu menunggu
    Merindu bahkan rasanya tak ingin jauh
    Bila nyatanya ribuan kilometer jarak harus dibentuk
    Baginya do'a adalah jalan untuk saling merasa dekat

    Kau tahu?
    Rindu yang tak akan pernah pudar adalah rindunya seorang wanita yang melahirkanmu •
    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #Day-8
    8 Mei 2018
    Ilalang dibukit Cinta




    Mei Berpuisi Day-7 "Bangkit"





    Kala itu aku tak percaya diri
    Menjadi sosok penakut, bahkan lebih asik terdiam tanpa melakukan hal apapun
    Aku hanya betah memandang jalan yang terlihat sejengkal
    Tak menghiraukan jika diujung sana ada jalan yang menanjak, harus didaki

    Tak ada pesiapan, akhirnya kelelahan
    Aku menangis disudut ketidak berdayaan
    Dipeluk angin keresahan
    Lalu hampir saja rasanya ingin segera pulang, tak perlu melanjutkan perjalanan
    Dicoba lawan rasa pecundang
    Runtuhkan bangunan miskin impian
    Aku mulai bangkit dengan sisa waktu yang terbaik

    Ya Allah, sungguh Engkau begitu baik
    Izinkan aku mencintai-Mu
    Hatiku hanya Engkau yang tahu

    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    Day-7
    7 Mei 2018