Sudahi & Cukup




Merenda Cinta






Disetiap senja yang datang silih berganti
Pada dermaga aku menanti
Tentang mataku yang mentap ke depan

Aku selalu mendo'akan dalam tumpah ruah
Tangisku yang sering pecah
Bila ku ceritakan tentang mu pada-Nya
Kau tahu? Bagaimana rasa ini berjuang menunggu mu

Duhai engkau, sudikah membawaku berlayar?
Merenda cinta, membangun surga
Apakah kau tega menenggelamkan ku pada rindu terlalu lama?.

Kamu yang tercipta dalam syair terindah
Mendekatlah agar surga semakin dekat untuk kita raih

View this post on Instagram

• *Merenda Cinta* -Tumiesn- Disetiap senja yang datang silih berganti Pada dermaga aku menanti Tentang mataku yang mentap ke depan Aku selalu mendo'akan dalam tumpah ruah Tangisku yang sering pecah Bila ku ceritakan tentang mu pada-Nya Kau tahu? Bagaimana rasa ini berjuang menunggu mu Duhai engkau, sudikah membawaku berlayar? Merenda cinta, membangun surga Apakah kau tega menenggelamkan ku pada rindu yang terlalu lama? Kamu yang tercipta dalam syair terindah Mendekatlah agar surga semakin dekat untuk kita raih • • • • • • • Terima kasih teruntuk Voice : @citraatp Model : @citraatp Editor : @romemory13 Puisi : @tumiesn23 • #tumiesn #puisi #puisitumiesn #mudaberkarya #indovidgram

A post shared by T U M I E S N (@tumiesn23) on



Cikarang, 25-11-2018

-Tumiesn-






    Hujan di Puisi mu





    Terbentang luas jalan telah dicapai
    Ditengok ulang setangkai pena yang telah usang
    Ku gapai, digenggam perlahan mata nanar mengingat lalu terkupas ulang semua kenangan
    Tentang mu, puisi yang pernah tercipta dalam sajak-sajak sederhana

    Di hujan musim yang telah terlewat aku menangkap dua bola matamu, berbinar Indah
    Mengikat senyum juga tawa riang mengalahakan gemericik hujan yang berjatuhan
    Hujan di puisi mu membekas pada memori kenang
    Tak berubah meski purnama telah jauh meninggalkan jejak
    Kau meneduhkan, dalam kenangan yang pernah di semogakan
    Jua rasa yang pernah melebur pada taburan bunga
    Jatuh dan bangun cinta yang pernah di usahkan
    Hujan di puisi mu, kau yang terkenang dalam rasa dan do'a
    Pelayaran pada purnama yang telah terlampaui

    Bila kembali arah tak mungkin
    Bisa jadi kita berjumpa pada dermaga yang bertujuan sama atau berpisah ulang
    Hujan di puisi mu, sajak tentang mu terbuka ulang

    Cikarang, 23-11-2018

    -Tumiesn-

    #tumiesn #puisi #NulisAsikTebarManfaat #menulitpotensimanusia #bltmingguke-4
    #berbagilewattulisan




    Mei Berpuisi Day-30 "Rindu Tahu Rumahnya"






    ku titip pesan untuk rindu
    Tentang rasa yang tetap ada
    Bukan bualan tanpa makna
    Ini tentang kisah yang di lukis dalam Do'a

    Aku menunggu mu dengan cara yang semoga terbaik
    Merapatkan langkah yang di harap semoga Dia meridhoi
    Tentang perjalanan menembus dinginnya pekat menuju terang
    Aku dan engkau yang terbiasa sendiri, sabarlah nanti juga akan bertemu waktu bertamu

    Rindu tahu rumahnya
    Tentang menunggu, menjemput dan menerima
    Tenang saja, semua tak akan kemana-mana

    -Tumiesn-

    Musikaliasi Puisi ada di IG @tumiesn23

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    #puisi
    #day-30
    30 Mei 2018




    Mei Berpuisi Day-29 "Teman Berlayar"






    Kau berlayar sesukamu
    Mencari impian masa depan
    Ku persilahkan dan sangat ku hargai setiap keputusan
    Aku tak akan mencegahmu

    Perahumu boleh bersandar di tepian mana yang akan di singgahi
    Ku bebaskan, sesuka mu saja
    Aku tak akan melarang
    Sadar ku saat ini kita bukan siapa-siapa

    Kau juga boleh pergi
    Membelah dunia dengan pertujukan gaya berlayarmu
    Melakukan pertualangan yang bagi mu perlu
    Menghabiskan masa labil mu, hingga akhirnya egomu luntur
    Dan Kau pun sadar tentang tujuan pelayaran perahu mu

    Sejauh apapun kau bertandang
    Seelok bagaimanapun tepian bersandar
    Pada akhirnya kau akan tetap pulang
    Menuju rumah yang sebenarnya untuk mu
    Bukan sekedar singgah sebentar
    Melainkan menetap dan membawa pemilik rumah hati mu sebagai teman berlayar

    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #Day-29
    29 Mei 2018




    Mei Berpuisi Day-27 "Nikmat Cinta-Nya"




    Tubuhku memang tak merasakan bagaimana sakitmu
    Luka yang sempat membuat batin kacau
    Episode kehidupan yang membanting jiwamu sekeras-kerasnya
    Tangis yang tak menetes lagi
    Dan kau sempat sulit mengendalikan tubuhmu

    Aku tahu bagaimana sulitnya menjadi dirimu
    Beberapa purnama Kali ini, cahaya sinar mentari sulit dinikmati
    Terkurung dalam ruang yang harus memaksamu tetap bertahan
    Dalam senyap yang tak pernah terbayangkan
    Kau diminta oleh-Nya, istirahat sebentar dulu

    Aku tetap bangga pada mu
    Dibalik raut sedih tentang pertanyaan mengapa terjadi?
    Kau masih tetap tersenyum, memberikan energi kasih sayang pada sekelilingmu
    Kau tetap berusaha bergerak melawan sesuatu yang sempat terlihat mustahil
    Nyatanya tak ada yang mustahil bukan? jika nikmat Cinta-Nya berlaku
    Sungguh aku terharu, Allah begitu baik

    Kau hebat, kesusahan dijadikan alasan untuk bangkit
    Lemah diganti agar tetap kuat
    Tak ada yang tak mungkin, ujarmu
    Kau percaya, nikmat Cinta-Nya selalu ada

    -Tumiesn-

    Tak ada yang mustahil bagi Allah.
    Lekas pulih pangeran Ibun.
    We love you

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    #paman
    #ramadhancinta
    #day-27
    27 Mei 2018
    Bumi Allah
    Di bawah Langit Allah, Pelangi hidup




    Mei Berpuisi Day-26 "Seperti Cahaya"


    Cahaya Impian



    Dalam setiap perjalanan aku menantimu
    Ku gerakan kaki melangkah secepat mungkin
    Menerjang kabut dan gelapnya yang bisa saja mencengkram uluh hati Kuat-kuat

    Aku memang merindukanmu
    Bersajak denganmu dan menyalakan cahaya impian

    Aku menantimu
    Meski entah penantian ini benar atau keliru
    Yang ku tahu rasa ini seperti cahaya yang menerangi gelap, kelamnya kisah

    -Tumiesn-




    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    #perjalanan
    #cinta
    Day-26
    26 Mei 2018





    Mei Berpuisi Day-24 "Mendefinisikan Cinta"




    Kau tahu tentang rasanya jatuh cinta?
    Saat dia dekat sama sekali tak ingin berpisah
    Tatkala jauh, hati gundah rasanya ingin berjumpa

    Kau tak bisa melarang hatimu yang tengah kasmaran
    Sebelah matamu saja tak mungkin mampu menghentikan
    Tapi, mengapa banyak yang saling balas membenci tatkala cinta usai?

    Cinta seperti drama jika berpandang pada ambisi
    Tanpa tujuan hanya dilapisi sekedar terhipnotis akan hadirnya
    Cinta bukan begitukan?

    Katanya cinta memiliki banyak definisinya
    Tentang musim yang kadang subur bahkan kemarau mencekik pun jadi penabur kisah
    Kau bebas mengartikannya
    Hanya saja sikap dewasa mu yang membedakannya

    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #day-24
    #tumiesn
    24 Mei 2018





    Mei Berpuisi Day-23 "Hujan di Oktober"






    Hujan di oktober
    Memberiku ruang dalam senyap, sayup-sayup sepi
    Aku tak sendiri
    Meski banyak yang bilang dunia ku menyepi

    Tidak!

    Kadang cinta harus berakhir mana kala keyakinan mulai pupus

    Hujan di oktober
    Hari ini pasti tak sama dengan hari kemarin
    Atau hari ini mungkin tak sama dengan hari ke depan

    Lupakan saja, dan aku tak akan mencari
    Ya, aku akan melupakanmu tanpa harus meminta mu kembali
    Kecuali bilamana memang harus kaki kita saling terserat dekat dan mendekap
    Kita bisa apa?

    Hujan di oktober
    Kita saling patah hati

    HUJAN DI OKTOBER #meiberpuisi #meinulisasik #tumiesn #day-23 23 mei 2018 selengkapnya http://tumiesn.wagomu.id/e59678.html Atau klik di bio @tumiesn23 • Maafkan suara ini yang sangat falesss tingkat dari mbahnya fales Dan editannya yg masih ga jelas

    A post shared by Tumiesn (@tumiesn23) on




    Cikarang, 23-5-2018

    -Tumiesn-

    "Potongan Puisi ini berawal rekaman suara di oktober entah saat moment apa hehe"