Kado Manis Dari Perempuan mu





Hari ini aku tahu bagaimana rasanya sepi
Mencicipi setiap jengkal perjalanan seorang diri
Kaki yang berpijak, belari sesuka hati
Mencari jawaban atas setiap pertanyaan sedalam-dalamnya

Ada cinta yang katanya hadir pada masanya
Ukuran-ukuran tersendiri yang mampu membuka pintu hati seorang insan
Ada hal yang harus kamu tahu
Aku yang tak rupawan, juga tak seelok pelangi di musim penghujan
Jauh dari kata itu

Aku yang katanya suatu hari akan menjadi penggenapmu
Ada hal yang harus kau tahu, aku perempuan biasa yang banyak kurangnya
Bila kecantikan yang kau incar, jangan mendekat karena aku tak berdaya
Aku hanya mampu memberikan kado termanis
Tentang kesiapan ku menjadi teman hidup mu
Menggenapkan kekosongan, kekurangan untuk menjadi yang teristimewah

Cikarang, 3-12-2018

-Tumiesn-




    Perempuan, Sempurnakan Akal




    Teruntuk engkau para perempuan berhati tenang
    Bolehkah ku bisikan kata sayang pada mu?
    Dari aku yang juga sama dengananmu
    Perempuan yang tengah mengembara dalam perjuangan mencari jati diri

    Kau tahu mengapa kaki kita perlu berdiri lebih kuat?
    Hati bersabar laksana luasnya laut yang tak berujung
    Mata yang tetap tenang meski terkadang sembab oleh ketiada mampuan

    Duhai engkau para perempuan berhati kuat
    Sini mari kita mendekat, satukan tekad
    Sempurnakan akal dalam bertindak
    Aku dan kamu maupun kita adalah perempuan akhir jaman yang semoga akal tak jauh dari iman

    View this post on Instagram

    Perempuan, Sempurnakan Akal Oleh Tumiesn • Teruntuk engkau para perempuan berhati tenang Bolehkah ku bisikan kata sayang pada mu? Dari aku yang juga sama dengananmu Perempuan yang tengah mengembara dalam perjuangan mencari jati diri Kau tahu mengapa kaki kita perlu berdiri lebih kuat? Hati bersabar laksana luasnya laut yang tak berujung Mata yang tetap tenang meski terkadang sembab oleh ketiada mampuan Duhai engkau para perempuan berhati kuat Sini mari kita mendekat, satukan tekad Sempurnakan akal dalam bertindak Aku dan kamu maupun kita adalah perempuan akhir jaman yang semoga akal tak jauh dari iman • Puisi : @tumiesn23 Voice : @ermapuspita.91195 Editor : @ermapuspita.91195 Lokasi : Kalbar Teman komunitas #NulisAsikTebarManfaat • #puisitumiesn #Mudaberkarya #kolaborasi #perempuan #love #life

    A post shared by T U M I E S N (@tumiesn23) on



    Cikarang menju Bogor dalam kereta, 1-12-2018

    -Tumiesn-




    Melepaskan Untuk Menemukan





    Dalam sajak-sajak sepi, kaki berdiri lebih kuat
    Menata rasa yang sempat kacau balau
    Tentang kisah yang menawarkan bumbu beraneka rasa
    Kesalahan yang semestinya tak perlu di ulang

    Palu keputusan kini dibuat
    Tangan terbuka lebar, dilambaikan, dilepaskan
    Melepasakan untuk menemukan
    Menerbangkan rasa yang bukan untuk dimiliki, mengembalikan kepada tuannya

    Biar kaki diayunkan sejauh mungkin
    Melengkungkan senyum diatas pelangi yang semestinya
    Memudarkan awan sendu, meraih rasa yang seharusnya
    Melepaskan untuk menemukan
    Biarkan sajak-sajak menjadi indah pada waktunya

    Cikarang, 1-12-2018

    -Tumiesn-

    (Inspirasi Puisi diambil dari cerpen "Floranika, Melepaskan Untuk Menemukan" di buku Lembutnya Perasaan Perempuan)




    Sudahi & Cukup




    Merenda Cinta






    Disetiap senja yang datang silih berganti
    Pada dermaga aku menanti
    Tentang mataku yang mentap ke depan

    Aku selalu mendo'akan dalam tumpah ruah
    Tangisku yang sering pecah
    Bila ku ceritakan tentang mu pada-Nya
    Kau tahu? Bagaimana rasa ini berjuang menunggu mu

    Duhai engkau, sudikah membawaku berlayar?
    Merenda cinta, membangun surga
    Apakah kau tega menenggelamkan ku pada rindu terlalu lama?.

    Kamu yang tercipta dalam syair terindah
    Mendekatlah agar surga semakin dekat untuk kita raih

    View this post on Instagram

    • *Merenda Cinta* -Tumiesn- Disetiap senja yang datang silih berganti Pada dermaga aku menanti Tentang mataku yang mentap ke depan Aku selalu mendo'akan dalam tumpah ruah Tangisku yang sering pecah Bila ku ceritakan tentang mu pada-Nya Kau tahu? Bagaimana rasa ini berjuang menunggu mu Duhai engkau, sudikah membawaku berlayar? Merenda cinta, membangun surga Apakah kau tega menenggelamkan ku pada rindu yang terlalu lama? Kamu yang tercipta dalam syair terindah Mendekatlah agar surga semakin dekat untuk kita raih • • • • • • • Terima kasih teruntuk Voice : @citraatp Model : @citraatp Editor : @romemory13 Puisi : @tumiesn23 • #tumiesn #puisi #puisitumiesn #mudaberkarya #indovidgram

    A post shared by T U M I E S N (@tumiesn23) on



    Cikarang, 25-11-2018

    -Tumiesn-






    Hujan di Puisi mu





    Terbentang luas jalan telah dicapai
    Ditengok ulang setangkai pena yang telah usang
    Ku gapai, digenggam perlahan mata nanar mengingat lalu terkupas ulang semua kenangan
    Tentang mu, puisi yang pernah tercipta dalam sajak-sajak sederhana

    Di hujan musim yang telah terlewat aku menangkap dua bola matamu, berbinar Indah
    Mengikat senyum juga tawa riang mengalahakan gemericik hujan yang berjatuhan
    Hujan di puisi mu membekas pada memori kenang
    Tak berubah meski purnama telah jauh meninggalkan jejak
    Kau meneduhkan, dalam kenangan yang pernah di semogakan
    Jua rasa yang pernah melebur pada taburan bunga
    Jatuh dan bangun cinta yang pernah di usahkan
    Hujan di puisi mu, kau yang terkenang dalam rasa dan do'a
    Pelayaran pada purnama yang telah terlampaui

    Bila kembali arah tak mungkin
    Bisa jadi kita berjumpa pada dermaga yang bertujuan sama atau berpisah ulang
    Hujan di puisi mu, sajak tentang mu terbuka ulang

    Cikarang, 23-11-2018

    -Tumiesn-

    #tumiesn #puisi #NulisAsikTebarManfaat #menulitpotensimanusia #bltmingguke-4
    #berbagilewattulisan




    Mei Berpuisi Day-30 "Rindu Tahu Rumahnya"






    ku titip pesan untuk rindu
    Tentang rasa yang tetap ada
    Bukan bualan tanpa makna
    Ini tentang kisah yang di lukis dalam Do'a

    Aku menunggu mu dengan cara yang semoga terbaik
    Merapatkan langkah yang di harap semoga Dia meridhoi
    Tentang perjalanan menembus dinginnya pekat menuju terang
    Aku dan engkau yang terbiasa sendiri, sabarlah nanti juga akan bertemu waktu bertamu

    Rindu tahu rumahnya
    Tentang menunggu, menjemput dan menerima
    Tenang saja, semua tak akan kemana-mana

    -Tumiesn-

    Musikaliasi Puisi ada di IG @tumiesn23

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    #puisi
    #day-30
    30 Mei 2018




    Mei Berpuisi Day-29 "Teman Berlayar"






    Kau berlayar sesukamu
    Mencari impian masa depan
    Ku persilahkan dan sangat ku hargai setiap keputusan
    Aku tak akan mencegahmu

    Perahumu boleh bersandar di tepian mana yang akan di singgahi
    Ku bebaskan, sesuka mu saja
    Aku tak akan melarang
    Sadar ku saat ini kita bukan siapa-siapa

    Kau juga boleh pergi
    Membelah dunia dengan pertujukan gaya berlayarmu
    Melakukan pertualangan yang bagi mu perlu
    Menghabiskan masa labil mu, hingga akhirnya egomu luntur
    Dan Kau pun sadar tentang tujuan pelayaran perahu mu

    Sejauh apapun kau bertandang
    Seelok bagaimanapun tepian bersandar
    Pada akhirnya kau akan tetap pulang
    Menuju rumah yang sebenarnya untuk mu
    Bukan sekedar singgah sebentar
    Melainkan menetap dan membawa pemilik rumah hati mu sebagai teman berlayar

    -Tumiesn-

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #Day-29
    29 Mei 2018




    Mei Berpuisi Day-27 "Nikmat Cinta-Nya"




    Tubuhku memang tak merasakan bagaimana sakitmu
    Luka yang sempat membuat batin kacau
    Episode kehidupan yang membanting jiwamu sekeras-kerasnya
    Tangis yang tak menetes lagi
    Dan kau sempat sulit mengendalikan tubuhmu

    Aku tahu bagaimana sulitnya menjadi dirimu
    Beberapa purnama Kali ini, cahaya sinar mentari sulit dinikmati
    Terkurung dalam ruang yang harus memaksamu tetap bertahan
    Dalam senyap yang tak pernah terbayangkan
    Kau diminta oleh-Nya, istirahat sebentar dulu

    Aku tetap bangga pada mu
    Dibalik raut sedih tentang pertanyaan mengapa terjadi?
    Kau masih tetap tersenyum, memberikan energi kasih sayang pada sekelilingmu
    Kau tetap berusaha bergerak melawan sesuatu yang sempat terlihat mustahil
    Nyatanya tak ada yang mustahil bukan? jika nikmat Cinta-Nya berlaku
    Sungguh aku terharu, Allah begitu baik

    Kau hebat, kesusahan dijadikan alasan untuk bangkit
    Lemah diganti agar tetap kuat
    Tak ada yang tak mungkin, ujarmu
    Kau percaya, nikmat Cinta-Nya selalu ada

    -Tumiesn-

    Tak ada yang mustahil bagi Allah.
    Lekas pulih pangeran Ibun.
    We love you

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    #paman
    #ramadhancinta
    #day-27
    27 Mei 2018
    Bumi Allah
    Di bawah Langit Allah, Pelangi hidup