Kau Adalah......







Kau adalah puisi yang terjeda kala itu
Berjalannya waktu, kau adalah kalimat yang utuh

Kau bukan bunga
Sebab wangimu lebih dari itu

Kau bukan hujan
Sebab tatapan dan sikapmu sudah cukup meneduhkan

Kau bukan malam
Sebab tenangmu sudah cukup melelapkan

Kau bukan gundah
Kau adalah jalan yang Tuhan kirimkan dalam menenangkan

Kau adalah lukisan pelangi
Warna-warni yang indah yang pernah ku doakan tanpa nama
Kau adalah nama
Nama yang kini terasa nyata

Kau adalah sesosok insan
Yang tak bisa dipungkiri
Tak bisa terdustakan
Sebab kau yang nyatanya berhasil buatku jatuh hati

Kini...
Kau adalah nama yang menjadi sebagian dari doa ku

Semoga semesta mendukung
Sebab hati yang tak bisa menolak untuk saling berlabuh

Cikarang, 16-10-2019

-Tumiesn-
Puisi Kau Adalah.. di next novel ke 2 Tumiesn





    Bukan Yatim Biasa





    Gradasi waktu berpacu begitu cepat
    Tak ada yang mampu menahan
    Seperti pergantian antara pagi dan malam
    Seperti musim dingin dan panas


    Tentang takdir usia yang hanya Dia pemilik jiwa yang memiliki kendali

    Ketika seorang ayah atau Ibu harus pamit berlalu
    Meninggalkan pasang mata bening yang masih lugu


    Rintik hujan, terik mentari, angin sedang bahkan kencang
    Perlahan menguji
    Insan yang disebut yatim
    Tanpa dekapan
    Tanpa kelengkapan
    Air mata rindu menjadi penghias


    Duhai engkau yang Allah pilihkan
    Allah percayakan
    Engkau yang disebut yatim
    Engkau dipilih menjadi yatim sejak kecil
    Sebab Allah mempercayakan padamu bahwa kau sanggup melewatinya

    Tetaplah tenang wahai engkau adik-adik sayang
    Kau begitu berharga
    Senyummu meluluhkan dunia
    Matamu bersinar penuh prestasi

    Wahai engkau adik-adik luar biasa
    Tetaplah teguhkan iman
    Kau mampu melewatinya
    Tak ada yang tak baik dari setiap skenario-Nya

    Kau mampu jadi lebih gemilang
    Kau berhak menjadi istimewa
    Kau itu luar biasa
    Banyak yang sayang padamu
    Terlebih Allah mencintaimu
    Jadilah manusia yang gemar mencintai Islam
    Dan bertebaran di bumi membawa kebaikan
    Semua cinta padamu
    Kau, bukan sekadar yatim biasa
    Ada cahaya cinta di wajahmu


    Cikarang, 15 September 2019

    -Tumiesn-




    Sudahkah Diriku Masuk Islam Keseluruhan?





    Gemericik air tumpah dari langit ke bumi
    Menari-nari tanpa petikan melodi
    Angin tenang melambai-lambai penuh syahdu
    Tumpukan debu terbasuh tanpa debu

    Melihat diri
    Pejamkan mata
    Sudah sejauh mana kaki melangkah?
    Sedalam apa mencari jati diri?

    Duhai aku, yang Allah cipatkan menjadi mahluk berakal
    Tulang belulang yang terbungkus daging
    Sejauh mana aku mencari jati diri?
    Sudahkah aku berlari menuju jalan Illahi?

    Bukankah sejak lahir aku beragama Islam?
    Tapi hingga kini seberapa dalam aku masuk islam dengan keseluruhan?
    Masuk ke dalam kelompok manakah diri ini, mukmin, kafir atau munafik?
    Sudahkah aku memeluk Islam dengan seluruh hati dan lisan serta perbuatan?
    Sudahkah ku jauhi tipu daya setan yang nyatanya musuh yang nyata bagi manusia?
    Sudahkah aku beriman kepada Allah dan Rosullullah?

    Gemericik hujan
    Angin tenang maupun sedang
    Pergantian siang dan malam
    Sebagai tanda bukti kebesaran-Nya

    *****
    Terinspirasi dari Surat Al Baqarah ayat 208


    Cikarang, 30 September 2019

    -Tumiesn-




    Yang Pernah Mencintaimu




    Pernah ada, dan kamu untuk diperjuangkan
    Kamu tak pernah mengerti
    Duri-duri tajam yang pernah ku lewati menujumu berdiri
    Kala itu tetap saja aku keras kepala bertahan
    Berharap kamu untuk dimiliki

    Senja berganti fajar aku siap menyambangi
    Tetap terjaga, tak rela kau pergi
    Terlalu buram mata ini hingga tak peduli
    Berlutut kaki pada perasaan sendiri meski berkali-kali teracuhkan

    Pada serangan hujan, ku mulai sadar
    Kesalahan mencintai adalah tatkala masih keras kepala mencintai tapi tak dihargai hingga membuat sakit sendiri
    Jatuh cinta padamu pernah terjadi

    Kali ini, aku sudah muak pada waktu yang terburu-buru untuk jatuh hati
    Kau mudah datang juga tak kalah kerap pergi
    Aku gontai, jatuh pada lubangan luka terabaikan
    Kau tak peduli, sesuka hati melambaikan tangan tapi masih kerap menghampiri

    Bahagialah, tak apa
    Pergi saja
    Aku baik-baik saja
    Cukup sudah mencintaimu untuk rela terluka
    Izinkanlah aku melepaskan luka
    Menyembuhkannya dengan cinta yang sebenarnya, tanpa sandiwara
    Cinta nyatanya perlu logika

    ____
    Puisi : @tumiesn
    Inspirasi : Curhatan teman yang belum kunjung move on
    Gambar : download di google

    Cikarang, 15-6-2019
    -Tumiesn-

    #puisitumiesn #puisi #sajak #sajakmelodi #baper #senimenulis #mantan #melupakan #sastara #menulis #melodicinta #cinta #sajakcinta




    IKHLAS




    Kau dan aku sempat berencana, menyatu dalam cinta
    Cinta dewasa katamu kita bina
    Bukan perhatian yang kau tampilkan seperti remaja

    Kita saling sepakat, meramu cinta agar terus terjaga
    Aku bahagia, menemukanmu
    Kesopan jua keseriusan, tumpah pada wajahmu


    Badai menerjang, cinta usai
    Egois menghancurkan, berpindah haluan tenang menjadi luka

    Kataku, cinta belum saatnya
    Kau juga, bersepakat
    Pada purnama menjelang Oktober kita saling melepaskan

    Katamu, siapa pun diantara kita bertemu cinta lebih awal, kita harus saling ikhlas

    Cerita rasa kadang memang lucu
    Melepaskan meski perih, tapi kadang buat hati campur aduk tak karuan

    Bila jalan takdir bersama, pasti tak kemana

    Cikarang, 27-4-2019

    -Tumiesn-




    PATAH




    Angin malam tenang kala itu bagaikan puting beliung
    Menghancurkan segala asa yang telah diagungkan
    Hampir saja aku mati ditempat, kau pecat aku sebagai teman berdebat

    Tertunduk aku enggan membalas
    Sebab air mata sudah luruh menjadi sungai-sungai pada daratan
    Aku tak mampu mengelak
    Kau bilang tamat, cintaku kandas

    Malam itu kau patahkan hati ini sejadi-jadinya
    Baru saja inginku umumkan namamu pada selembar kertas
    Kau membungkam niatku, matikan segala harapan
    Patah hatiku sedalam lautan

    Cikarang, 26-4-2019

    -Tumiesn-




    Tak Jodoh




    Lepas dan hilang, kita tak bisa
    Bunga melayu, turut berduka
    Kita berpisah penuh paksa
    Dipersimpangan ini Hatiku patah

    Kau terluka aku pun juga
    Kecewamu basah, lebih pula diri ini
    Maaf untuk waktu yang harus tamat meski kita masih cinta

    Kita tak searah, apadaya hati telah bernanah
    Tak ada ruang untuk berpulang dalam penyatuan
    Inikah yang dinamakan tak jodoh?
    Yah, begitulah maafkan takdir kita harus berpisah

    Cikarang, 23-2-2019

    -Tumiesn-




    Tulus, Tak Bisa Bersama




    Purnama selalu berganti
    Ku telusuri dan ikuti permainan langkah Kaki
    Aku menjauh kau pula semakin menjauh
    Ku mendekat semuanya telah tamat

    Aku tak mudah bilang cinta
    Meski harusnya Kau tahu cinta ku dalam
    Tulus ku besar meski tak mampu hati mu digapai

    Hari Ini dalam mendungnya langit
    Aku melepaskan mu dalam ke ikhlasan
    Tak bisa membencimu, aku mengasihi mu
    Walau tulus ini tak bisa bersama

    Ku lepaskan kamu di atas bahagia mu
    Merelakan semua yang tak akan sesuai harapan
    Dulu kita tertawa, tapi kini tak bisa
    Aku menangis dalam bahagia mu

    Semoga Kau bahagia selalu
    Tulus, tak bisa bersama
    Bersama gelap harapan kini aku mengerti

    Cikarang, 23-12-2018
    -Tumiesn-




    Masa lalu, Harapan & Masa depan





    Terima kasih pernah hadir dalam kotak kenangan
    Tentangmu yang menjadi kisah terunik
    Terima kasih telah menjadi gelas-gelas yang siap menampung kisahku
    Aku tahu kita tak akan pernah tahu
    Tentang engkau masa lalu yang terbingkai dalam harapan di do'akan untuk masa depan
    Kali ini biarkan kita saling melapangkan jalan
    Bila kau dan aku adalah kita, alangkah mudah jalan untuk berjumpa




    Cikarang, 5-12-2018

    -Tumiesn-




    Menyebut mu





    Kepada seseorang yang baru bisa ku bicarakan lewat puisi
    Bersama gemericik hujan yang menjadi saksi penaku merangkai namamu
    Sentuhan angin senja maupun fajar yang kerap menampar-nampar perasaan
    Tentang kamu yang berhasil menjadi ladang inspirasi
    Kali ini bolehkah aku bicara tentang mu lebih dalam?

    Katanya aku perempuan
    Kamu yang berbeda jenis dan berhasil menyentuh kerasnya jiwa ku
    Bolehkah aku kali ini lebih khusuk menyebut mu dalam do’a?
    Hanya Kepada-Nya aku ingin berbicara banyak tentang bagaimana kamu yang nampak terindah
    Tak terlupa, puisi tentang mu terus menemani jiwa yang tak bisa banyak diucap oleh kata

    Cikarang, 3-12-2018

    -Tumiesn-