Pelangi di Senjamu




Di bawah kerudung senja
Warna-warni melekat indah
Langit jingga menganak warna-warni ceria
Merona tak mampu diucapkan kata

Seperti kamu

Kau adalah kalimat
Bukan sekadar kata
Kau indah
Mengalahkan kumpulan ribuan bintang
Ribuan syair puisiku pun tak mampu mengalahkan elokmu

Teduhmu
Tenangmu
Lembutmu
Ceriamu
Tegasmu
Kuatmu

Kau bak pelangi pada senja
Lahir pada langit bermekaran jingga
Mengangkasa tapi tetap meneduhkan

Sesederhana ini ku tenang menatapmu
Menemukanmu tak semudah itu

Kau bak pelangi pada senja
Mempesona
Penuh rahasia
Bijaksana
Tak semua orang bisa menjadi pelindungmu

Pelangi di senjamu
Teruslah merona
Menjadi kamu
Yang kini ku Tahu

Cikarang, 21/1/2020

-Tumiesn-
#Day19OF365D




    Tolong Bicaralah





    Hujan berjatuhan
    Membombardir tanah
    Berseru sesuka hati
    Pada tirai jendela kutatap
    Bulat mata menebang jalanan yang jauh
    Menyaksikan alunan deras air tumpah dari langit

    Sepi hati nelangsa
    Rapuh terasa tercabik
    Sekuat tenaga ku hela nafas
    Sesak di dada
    Lumuran rasa tak terbalas

    Kau yang membisu
    Tak peduli
    Melangkah maju
    Menghilang dari pandangan
    Marah katamu?
    Diam seribu bahasa
    Jangkrik saja enggan berbunyi nyaring, menghargai sunyimu

    Bukankah kau sangat mengenalku?
    Tolong hargai aku
    Seseorang yang berjuang merawat rasa
    Sampai kapan tega diamkanku?
    Jangan sampai aku pergi
    Sebab cinta tak bisa begini
    Kita perlu bicara

    Cikarang, 14-1-2020
    -Tumiesn-
    #Day14OF365D

    Tag :Kau




    Kamu atau Sosok Baru?





    Awan menganak warna putih
    Langit biru
    Indah di pandang

    Mataku jauh menatap
    Tak bosan
    Aku suka langit
    Meneduhkan

    Seperti tentang kamu
    Mengenalmu
    Meneduhkan jiwa dan raga
    Kala itu
    Hari ini aku tak tahu lagi

    Aku hanya perlu mewarsakan diri
    Menyenangkan diri sendiri
    Takdir esok aku tak tahu
    Kamu atau sosok baru yang akan jadi teman menatap langit bersama

    Cikarang, 14-1-2020
    -Tumiesn-
    Untuk melengkapi #Day12OF365D

    Tag :Awan




    Aku Tahu Ini Sulit, Melepasmu




    Aku tahu hatiku saat ini tengah payah
    Berkecamuk dalam tanya
    Teka-teki yang belum tuntas terjawab
    Degub jantung berpacu cepat
    Resah

    Aku tak bisa melakukan banyak hal
    Sikapku ada batasanya
    Tak bisa berjuang sendirian
    Tak bisa mengejar-ngejarmu
    Pasrah

    Aku tahu ini rasanya sulit
    Sebab, rasaku masih sama
    Seperti pertama bertemu denganmu
    Jatuh hati padamu
    Sempat namamu ku gaungkan dalam doa-doa panjang

    Aku tak bisa leluasa
    Mengharapkanmu
    Sadar, itu keliru

    Kamu mungkin tidak pernah tahu
    Seberapa besar usahaku
    Seberapa sering kuceritakan namamu pada Rabbku

    Mungkin kamu memang tidak pernah sadar
    Seberapa sering aku tersenyum mengingat kenangan
    Betapa aku bersyukur mengenalmu
    Tapi mungkin kau juga tak pernah tahu
    Betapa pedih hati ini
    Betapa lunglai hariku
    Saat ku sadar kau kini justru sibuk memperjuangkan sosok lain

    Aku tak bisa memaksamu
    Tak bisa memaksa Tuhanku
    Tak bisa meminta keinginanku menua bersamamu terangkul sempurna

    Aku sadar
    Aku hanya perempuan akhir zaman
    Yang merindukan surga
    Mendambakan pendamping hidup yang bisa menuntun untuk sama-sama menuju surga-Nya

    Aku sadar usahaku akan sia-sia
    Jika tanpa melibatkan-Nya
    Usahaku akan berakhir kecewa
    Jika harapanku tumpah padamu, bukan pada-Nya
    Hatiku akan semakin terluka jika sadarku kau justru tengah memperjuangkan sosok lain
    Melupakan aku yang pernah singgah diharimu

    Aku tahu ikhlas bukan sekadar lisan
    Setitik saja yang mengganjal itu bukan ikhlas
    Aku tahu ini sulit
    Harus sadar jika hidup tidak bisa terus terkepung rumit

    Setiap sujud istikharah aku meminta petunjuk
    Doa terbaik untukku dan kamu
    Meski mungkin saja akhirnya rasaku tak bertandang didermaga hatimu

    Aku tahu ini sulit
    Melepasmu
    Mengikhlaskanmu
    Sosok yang pernah menjadi pelangi
    Mewarnai hariku
    Membuat senyumku merona
    Membuat getar hatiku
    Membuat rindu pada waktu ke waktu
    Merubah hariku

    Aku kini sadar
    Aku hanya perlu belajar ikhlas
    Tak boleh rapuh
    Sebab, skenario Allah lebih baik

    Aku tahu ini sulit
    Menetralkan hati
    Menganggapmu biasa saja
    Menghapus rasaku yang sempat tertanam
    Melupakan bayanganmu yang kerap bertandang

    Berbahagialah dengan pilihanmu
    Aku tak bisa menahan
    Tak bisa berjuang lagi
    Hanya bisa bersabar
    Tentang hari ini, hari esok
    Bukan hari kemarin yang sibuk memikirkanmu

    Aku bersyukur telah mengenalmu
    Pelangimu yang pernah hadir
    Meski aku tak tahu akhirnya akan seperti apa
    Yang ku tahu, kali ini mengikhlaskan, melepaskanmu adalah jalan terbaik

    Aku tahu ini sulit
    Sebab aku terlanjur sayang padamu
    Telah jatuh cinta padamu
    Telah sering memanjatkan doa menyebut namamu

    Aku tahu rencana Allah yang terbaik
    Tak bisa memaksa-Nya
    Hanya perlu belajar berlapang dada
    Sebab aku hanya ciptaan-Nya yang tak bisa memaksa

    Kini aku hanya bisa meminta
    Agar diberikan hati yang lapang
    Dilembutkan hati ini
    Dan damai menerima setiap takdir dan ketetapan terbaik dari-Nya

    Terima kasih pernah hadir
    Menjadi pelangi yang mewarnai hari-hari
    Menentramkan seperti biji-biji bunga matahari
    Ceria dan menyenangkan

    Terima kasih telah hadir
    Aku tahu garis takdir setiap orang berbeda
    Berbahagialah
    Melepasmu adalah belajar pasrah
    Mengikhlaskanmu adalah tentang berserah diri

    Terima kasih telah membuat hatiku segera patah
    Tak menggantung harapanku berlama-lama
    Kini aku tersadar hariku harus lebih berwarna
    Meski bukan pelangimu lagi yang menyinari

    Aku ikhlas semoga kau bahagia
    Terima kasih untuk perasaan yang pernah ada
    Untuk usaha yang pernah tercipta
    Untuk waktu yang pernah bersua
    Juga doa yang pernah dilangitkan

    Cikarang, 9-1-2020

    -Tumiesn-




    Selamat Datang Cinta





    Ombak merengkuh rindu
    Bibir pantai diterpa angin syahdu
    Pasir putih terhampar luas tak bosan dikunjungi deburan ombak

    Aku tersenyum
    Tak henti bersyukur
    Untukmu
    Mengenalmu
    Seseorang pilihan-Nya

    Selamat datang untuk kamu
    Bersiapkah berjuang bersama?
    Mengarungi perjalanan bersama
    Jika kamu sudah siap menjadi kita
    Jangan pernah bosan bersama, tetaplah disisi

    Selamat datang cinta
    Berlabuhlah didermaga hati ini
    Biarkan aku jatuh hati padamu
    Sebab telah ku izinkan kamu mencintaiku

    Selamat datang cinta
    Kita raih perjalanan hingga menua
    Melukis rona bahagia
    Menapaki kisah, perjalanan kehidupan yang semestinya

    Cikarang, 5/1/2020
    -Tumiesn-

    #Day4OF365D






    Perasaanku, Perasaanmu





    Purnama pernah jatuh pada ruang sepi
    Kaki ku yang pernah letih berjalan, kau datang tiba-tiba mampu menarikku berlari
    Tak sekadar berlari, tak sengaja ku tatap indah matamu hingga sempat aku jatuh cinta

    Setiap pertemuan mana ada yang tahu
    Kau datang, aku sambut
    Kau tersenyum, aku balas
    Kau bercerita, aku dengarkan
    Ku tak kalah bercerita, kau antusias

    Kita saling jatuh hati
    Membuka lembaran berharap menuju masa depan
    Perasaanku, perasaanmu mana pernah kita tahu
    Rasa itu hadir
    Kita sambut gembira

    Kini pada waktu yang belum saatnya, dua orang menjadi satu
    Kita tersadar, perjalanan ini harus dijeda

    Biarlah perasaanku, perasaanmu disimpan rapi terlebih dahulu
    Jarak yang harus tercipta
    Tanpa bertanya kabar
    Tanpa perlu saling menyapa

    Jika waktu memang sudah siap dan tepat
    Jika cahaya telah tenang
    Datanglah dengan sama-sama cinta telah baik
    Namun, jika pada akhirnya takdir tak berpihak
    Kita hanya perlu berlapang dada

    Rasaku biar ku pantaskan hanya untuk-Nya
    Begitu pula kamu
    Keluar dari rotasi perasaan ini memang tak mudah
    Semoga saja saling menjaga adalah kado keseriusan cinta
    Yang pada akhirnya hanya Dia lah Yang Maha Tahu memberikan pelabuhan itu untuk siapa

    Dari aku yang menjeda diri
    Dan kau pula yang memberi jeda
    Jika takdir memberikan kado untuk kita
    Bersama-samalah untuk mencinta dalam janji suci


    Cikarang, 17-11-2019

    -Tumiesn-




    Mencintai dan Melepaskan Karena-Mu






    Seperti sinar cahaya
    Datang memeluk pekat
    Menerangi celah gelap
    Semakin kuat

    Menemukannya di waktu terbaik
    Mengenalnya dalam perjumpaan mengagumkan

    Menjadi kata nyaman masuk ke pori-pori hidup
    Terbuai
    Jatuh cinta tak bisa disalahkan
    Mungkin caranya saja yang belum patas

    Rabbi...
    Aku jatuh hati padanya
    Seseorang yang hatinya Engkau gerakan menuju hidupku

    Rabbi...
    Aku menemukan karakter yang ku cari ada padanya

    Rabbi...
    Salahkah aku jatuh cinta?

    Aku tak bisa melawan takdir-MU
    Sebab aku hanyalah ciptaan-Mu
    Begitu pula dia

    Rabbi...
    Pada november ini rasaku terenggut
    Luruh pada kata sadar diri
    Tatkala cinta belum saatnya

    Rabbi...
    Aku melepaskannya karena-Mu
    Ku tahu kau sayang pada ku dan juga dia

    Rabbi...
    Tuntunlah jalan cinta ini dengan sebaiknya ridho-Mu
    Kau lah satu-satunya pemegang takdir
    Jika dia jalan takdirku, satukanlah kami pada waktu yang pantas dan tepat
    Tapi aku tak mampu memaksa-Mu
    Hanya mampu berdoa dan menyerahkan segala yang terbaik menurut versi-Mu

    Rabbi...
    Aku mencintainya karena-Mu
    dan melepaskannya pun karena-Mu

    Cikarang, 13-11-2019


    -Tumiesn-






    K E M B A L I




    Malam memeluk pekat
    Binar-binar cahaya lampu menerangi jiwa yang pernah luruh
    Aku yang pernah pergi
    Beranjak dari kursi sepi

    Kerlap-kerlip bintang menawarkan cahaya
    Tak kalah elok bulan bersaing menggelantung di langit malam
    Aku terdiam sepi
    Kaki yang pernah berlalu menjauh
    Diam seribu kata, melucuti ingatan

    Aku yang pernah sejenak menjeda diri
    Mengistirahatkan kaki dari letihnya perjalanan yang sempat menyesatkan
    Membaringkan diri dari letihnya ketiada artian
    Menjernihkan pikiran dari tawaran racun tiada bertepi

    Kini pada jalan yang dipilih
    Izinkan aku kembali
    Bergandengan dengan tawaran tarian angin syahdu
    Menatap langit yang terbentang luas penuh bahagia
    Kaki menapak penuh percaya diri
    Melupakan krikil yang pernah menghujam
    Menertawakan kegagalan yang pernah membuat nyeri hati

    Terima kasih untuk aku
    Diri yang siap kembali
    Bukan untuk siapa-siapa
    Nyatanya siapa pun kita itu berharga
    Menjedelah diri dari waktu yang menurutmu perlu
    Tapi kembalilah sebab banyak waktu penuh cinta yang dinanti


    Cikarang, 24-10-2019

    -Tumiesn-

    ____

    Puisi buat kamu-kamu yang perlu menjeda diri tapi ada waktunya kembali. Entah itu kembali pada keasikanmu yang tak berarti atau justru kembali dari pelarian yang kau berhasil tinggalkan ruang yang membuatmu tak berarti, hingga kau kini semakin berarti.

    #tumiesn #puisitumiesn #karyatumiesn #temanseirama #puisi #sajak #kembali




    Kau Adalah......







    Kau adalah puisi yang terjeda kala itu
    Berjalannya waktu, kau adalah kalimat yang utuh

    Kau bukan bunga
    Sebab wangimu lebih dari itu

    Kau bukan hujan
    Sebab tatapan dan sikapmu sudah cukup meneduhkan

    Kau bukan malam
    Sebab tenangmu sudah cukup melelapkan

    Kau bukan gundah
    Kau adalah jalan yang Tuhan kirimkan dalam menenangkan

    Kau adalah lukisan pelangi
    Warna-warni yang indah yang pernah ku doakan tanpa nama
    Kau adalah nama
    Nama yang kini terasa nyata

    Kau adalah sesosok insan
    Yang tak bisa dipungkiri
    Tak bisa terdustakan
    Sebab kau yang nyatanya berhasil buatku jatuh hati

    Kini...
    Kau adalah nama yang menjadi sebagian dari doa ku

    Semoga semesta mendukung
    Sebab hati yang tak bisa menolak untuk saling berlabuh

    Cikarang, 16-10-2019

    -Tumiesn-
    Puisi Kau Adalah.. di next novel ke 2 Tumiesn





    Bukan Yatim Biasa





    Gradasi waktu berpacu begitu cepat
    Tak ada yang mampu menahan
    Seperti pergantian antara pagi dan malam
    Seperti musim dingin dan panas


    Tentang takdir usia yang hanya Dia pemilik jiwa yang memiliki kendali

    Ketika seorang ayah atau Ibu harus pamit berlalu
    Meninggalkan pasang mata bening yang masih lugu


    Rintik hujan, terik mentari, angin sedang bahkan kencang
    Perlahan menguji
    Insan yang disebut yatim
    Tanpa dekapan
    Tanpa kelengkapan
    Air mata rindu menjadi penghias


    Duhai engkau yang Allah pilihkan
    Allah percayakan
    Engkau yang disebut yatim
    Engkau dipilih menjadi yatim sejak kecil
    Sebab Allah mempercayakan padamu bahwa kau sanggup melewatinya

    Tetaplah tenang wahai engkau adik-adik sayang
    Kau begitu berharga
    Senyummu meluluhkan dunia
    Matamu bersinar penuh prestasi

    Wahai engkau adik-adik luar biasa
    Tetaplah teguhkan iman
    Kau mampu melewatinya
    Tak ada yang tak baik dari setiap skenario-Nya

    Kau mampu jadi lebih gemilang
    Kau berhak menjadi istimewa
    Kau itu luar biasa
    Banyak yang sayang padamu
    Terlebih Allah mencintaimu
    Jadilah manusia yang gemar mencintai Islam
    Dan bertebaran di bumi membawa kebaikan
    Semua cinta padamu
    Kau, bukan sekadar yatim biasa
    Ada cahaya cinta di wajahmu


    Cikarang, 15 September 2019

    -Tumiesn-