Masa lalu, Harapan & Masa depan





Terima kasih pernah hadir dalam kotak kenangan
Tentangmu yang menjadi kisah terunik
Terima kasih telah menjadi gelas-gelas yang siap menampung kisahku
Aku tahu kita tak akan pernah tahu
Tentang engkau masa lalu yang terbingkai dalam harapan di do'akan untuk masa depan
Kali ini biarkan kita saling melapangkan jalan
Bila kau dan aku adalah kita, alangkah mudah jalan untuk berjumpa




Cikarang, 5-12-2018

-Tumiesn-




    Menyebut mu





    Kepada seseorang yang baru bisa ku bicarakan lewat puisi
    Bersama gemericik hujan yang menjadi saksi penaku merangkai namamu
    Sentuhan angin senja maupun fajar yang kerap menampar-nampar perasaan
    Tentang kamu yang berhasil menjadi ladang inspirasi
    Kali ini bolehkah aku bicara tentang mu lebih dalam?

    Katanya aku perempuan
    Kamu yang berbeda jenis dan berhasil menyentuh kerasnya jiwa ku
    Bolehkah aku kali ini lebih khusuk menyebut mu dalam do’a?
    Hanya Kepada-Nya aku ingin berbicara banyak tentang bagaimana kamu yang nampak terindah
    Tak terlupa, puisi tentang mu terus menemani jiwa yang tak bisa banyak diucap oleh kata

    Cikarang, 3-12-2018

    -Tumiesn-




    Kado Manis Dari Perempuan mu





    Hari ini aku tahu bagaimana rasanya sepi
    Mencicipi setiap jengkal perjalanan seorang diri
    Kaki yang berpijak, belari sesuka hati
    Mencari jawaban atas setiap pertanyaan sedalam-dalamnya

    Ada cinta yang katanya hadir pada masanya
    Ukuran-ukuran tersendiri yang mampu membuka pintu hati seorang insan
    Ada hal yang harus kamu tahu
    Aku yang tak rupawan, juga tak seelok pelangi di musim penghujan
    Jauh dari kata itu

    Aku yang katanya suatu hari akan menjadi penggenapmu
    Ada hal yang harus kau tahu, aku perempuan biasa yang banyak kurangnya
    Bila kecantikan yang kau incar, jangan mendekat karena aku tak berdaya
    Aku hanya mampu memberikan kado termanis
    Tentang kesiapan ku menjadi teman hidup mu
    Menggenapkan kekosongan, kekurangan untuk menjadi yang teristimewah

    Cikarang, 3-12-2018

    -Tumiesn-




    Perempuan, Sempurnakan Akal




    Teruntuk engkau para perempuan berhati tenang
    Bolehkah ku bisikan kata sayang pada mu?
    Dari aku yang juga sama dengananmu
    Perempuan yang tengah mengembara dalam perjuangan mencari jati diri

    Kau tahu mengapa kaki kita perlu berdiri lebih kuat?
    Hati bersabar laksana luasnya laut yang tak berujung
    Mata yang tetap tenang meski terkadang sembab oleh ketiada mampuan

    Duhai engkau para perempuan berhati kuat
    Sini mari kita mendekat, satukan tekad
    Sempurnakan akal dalam bertindak
    Aku dan kamu maupun kita adalah perempuan akhir jaman yang semoga akal tak jauh dari iman

    View this post on Instagram

    Perempuan, Sempurnakan Akal Oleh Tumiesn • Teruntuk engkau para perempuan berhati tenang Bolehkah ku bisikan kata sayang pada mu? Dari aku yang juga sama dengananmu Perempuan yang tengah mengembara dalam perjuangan mencari jati diri Kau tahu mengapa kaki kita perlu berdiri lebih kuat? Hati bersabar laksana luasnya laut yang tak berujung Mata yang tetap tenang meski terkadang sembab oleh ketiada mampuan Duhai engkau para perempuan berhati kuat Sini mari kita mendekat, satukan tekad Sempurnakan akal dalam bertindak Aku dan kamu maupun kita adalah perempuan akhir jaman yang semoga akal tak jauh dari iman • Puisi : @tumiesn23 Voice : @ermapuspita.91195 Editor : @ermapuspita.91195 Lokasi : Kalbar Teman komunitas #NulisAsikTebarManfaat • #puisitumiesn #Mudaberkarya #kolaborasi #perempuan #love #life

    A post shared by T U M I E S N (@tumiesn23) on



    Cikarang menju Bogor dalam kereta, 1-12-2018

    -Tumiesn-




    Melepaskan Untuk Menemukan





    Dalam sajak-sajak sepi, kaki berdiri lebih kuat
    Menata rasa yang sempat kacau balau
    Tentang kisah yang menawarkan bumbu beraneka rasa
    Kesalahan yang semestinya tak perlu di ulang

    Palu keputusan kini dibuat
    Tangan terbuka lebar, dilambaikan, dilepaskan
    Melepasakan untuk menemukan
    Menerbangkan rasa yang bukan untuk dimiliki, mengembalikan kepada tuannya

    Biar kaki diayunkan sejauh mungkin
    Melengkungkan senyum diatas pelangi yang semestinya
    Memudarkan awan sendu, meraih rasa yang seharusnya
    Melepaskan untuk menemukan
    Biarkan sajak-sajak menjadi indah pada waktunya

    Cikarang, 1-12-2018

    -Tumiesn-

    (Inspirasi Puisi diambil dari cerpen "Floranika, Melepaskan Untuk Menemukan" di buku Lembutnya Perasaan Perempuan)




    Sudahi & Cukup




    Merenda Cinta






    Disetiap senja yang datang silih berganti
    Pada dermaga aku menanti
    Tentang mataku yang mentap ke depan

    Aku selalu mendo'akan dalam tumpah ruah
    Tangisku yang sering pecah
    Bila ku ceritakan tentang mu pada-Nya
    Kau tahu? Bagaimana rasa ini berjuang menunggu mu

    Duhai engkau, sudikah membawaku berlayar?
    Merenda cinta, membangun surga
    Apakah kau tega menenggelamkan ku pada rindu terlalu lama?.

    Kamu yang tercipta dalam syair terindah
    Mendekatlah agar surga semakin dekat untuk kita raih

    View this post on Instagram

    • *Merenda Cinta* -Tumiesn- Disetiap senja yang datang silih berganti Pada dermaga aku menanti Tentang mataku yang mentap ke depan Aku selalu mendo'akan dalam tumpah ruah Tangisku yang sering pecah Bila ku ceritakan tentang mu pada-Nya Kau tahu? Bagaimana rasa ini berjuang menunggu mu Duhai engkau, sudikah membawaku berlayar? Merenda cinta, membangun surga Apakah kau tega menenggelamkan ku pada rindu yang terlalu lama? Kamu yang tercipta dalam syair terindah Mendekatlah agar surga semakin dekat untuk kita raih • • • • • • • Terima kasih teruntuk Voice : @citraatp Model : @citraatp Editor : @romemory13 Puisi : @tumiesn23 • #tumiesn #puisi #puisitumiesn #mudaberkarya #indovidgram

    A post shared by T U M I E S N (@tumiesn23) on



    Cikarang, 25-11-2018

    -Tumiesn-






    Hujan di Puisi mu





    Terbentang luas jalan telah dicapai
    Ditengok ulang setangkai pena yang telah usang
    Ku gapai, digenggam perlahan mata nanar mengingat lalu terkupas ulang semua kenangan
    Tentang mu, puisi yang pernah tercipta dalam sajak-sajak sederhana

    Di hujan musim yang telah terlewat aku menangkap dua bola matamu, berbinar Indah
    Mengikat senyum juga tawa riang mengalahakan gemericik hujan yang berjatuhan
    Hujan di puisi mu membekas pada memori kenang
    Tak berubah meski purnama telah jauh meninggalkan jejak
    Kau meneduhkan, dalam kenangan yang pernah di semogakan
    Jua rasa yang pernah melebur pada taburan bunga
    Jatuh dan bangun cinta yang pernah di usahkan
    Hujan di puisi mu, kau yang terkenang dalam rasa dan do'a
    Pelayaran pada purnama yang telah terlampaui

    Bila kembali arah tak mungkin
    Bisa jadi kita berjumpa pada dermaga yang bertujuan sama atau berpisah ulang
    Hujan di puisi mu, sajak tentang mu terbuka ulang

    Cikarang, 23-11-2018

    -Tumiesn-

    #tumiesn #puisi #NulisAsikTebarManfaat #menulitpotensimanusia #bltmingguke-4
    #berbagilewattulisan




    Mei Berpuisi Day-30 "Rindu Tahu Rumahnya"






    ku titip pesan untuk rindu
    Tentang rasa yang tetap ada
    Bukan bualan tanpa makna
    Ini tentang kisah yang di lukis dalam Do'a

    Aku menunggu mu dengan cara yang semoga terbaik
    Merapatkan langkah yang di harap semoga Dia meridhoi
    Tentang perjalanan menembus dinginnya pekat menuju terang
    Aku dan engkau yang terbiasa sendiri, sabarlah nanti juga akan bertemu waktu bertamu

    Rindu tahu rumahnya
    Tentang menunggu, menjemput dan menerima
    Tenang saja, semua tak akan kemana-mana

    -Tumiesn-

    Musikaliasi Puisi ada di IG @tumiesn23

    #meinulisasik
    #meiberpuisi
    #tumiesn
    #puisi
    #day-30
    30 Mei 2018