Dari Kereta Jalur Sumatera Saling Bercengkrama




Januari 2016, saya melakukan sebuah perjalanan seorang diri dari Cikarang ke Palembang (Sumatera Selatan).

Dari Cikarang (Perjalanan malam) menggunakan Bis ke Merak dan naik kapal laut menuju Bakau.


Dari Bakau menuju Terminal Rajabasa (B. Lampung) menggunakan Bis lagi (sampai pagi jam 6)






Dan dari terminal Rajabasa di jemput oleh seorang sahabat yang rumahnya di Bandar Lampung menuju stasiun Tanjung Karang Bandar Lampung, dan
Kereta melaju menuju Stasiun Kertapati (Palembang) Jam 08.30 WIB.
Perjalanan di mulai.



Perjalanan dari Cikarang ke Palembang yang dimana lokasi yang saya tuju di Air Batu membutuhkan perjalanan 1 hari, 1 malam. Berangkat malam jam 19.00 WIB (tgl 22-1-2016) dari terminal Cikarang ke Palembang jam 22.30 WIB (tgl 23-1-2016). Bisa di hitung sendiri ya berapa jam yang saya habiskan di perjalanan hehe.
Dan ini merupakan perjalanan yang cukup lumayan buat kaki rada bengkang karena duduk terus, badan cukup lelah, tetapi Alhamdulillah senang.

Bersyukur, saat di dalam gerbong kereta saya duduk dengan wanita yang sebaya dengan saya. Serta bangku berhadapan dengan seorang ibu yang membawa anak masih SD. Sehingga dengan kondisi perjalanan membuat hati saya lebih tenang dengan wanita (mukhrim) hehe.

Stasiun kami sama, berhenti di Stasiun Kertapati yang artinya stasiun paling akhir dari Bandar Lampung ke Palembang (Kereta antar Sumatera).

Di dalam gerbong Kereta dengan suara khasnya kendaraan ini, menggilas rel-rel, bunyi merdu ketika jalan sedikit melengkung. Kami bercengkrama seperti manusia pada umumnya. Bicara soal tujuan, asal, sekolah, status dan masih banyak lagi. Kebetulan para 3 wanita bertemu saling berhadapan bicaranya pasti panjang. Dan sesekali mengajak bercanda anak laki-laki di depan saya yang masih kecil.

Nah, di samping saya yang masih sebaya ini namanya Ayu. Gadis yang sangat hobi jalan. Dara manis keturunan Lampung dan Padang ini pantas saja dia demen yang namanya sate Padang hehe. Ayu ini salah satu sosok wanita yang hobi banget naik gunung, yakni gunung Rinjani dan lain-lain. Bicara dengannya gak ada habisnya, apa lagi ketika bercerita soal sebuah perjalanan. Seru abis pastinya.

Tujuan saya ke Palembang adalah ke rumah kakak yang akan mengadakan syukuran khitanan saat itu, sementra Ayu datang ke acara nikahan teman (bertemu di perjalanan).
Gadis ini yang masih kuliah di fakultas Ekonomi kemana-mana lebih sering sendiri, menikmati setiap aroma perjalanan dan membungkusnya dalam kenangan. Teman-temannya kebanyakan dari luar Lampung untuk soal travelling.

Saat itu tahun 2015, selain ngobrol panjang Kali lebar saya dan Ayu yang nyambung bicara dan bercerita bertukar nomor serta sosial media (maklum anak jaman now hehe)

Perjalananpun sampai, kami berpisah di Stasiun menuju tujuan masing-masing.
Dalam hati saya bergeming, "Yu moga kita lain waktu bisa ketawa lagi dan seru bicara soal perjalanan. "



Dari kerta jalur Sumatera saling bercengkrama bukan tandas di ujung stasiun Kereta Api.
Tanggal 1 Januari 2018 alhamdulillah kami bertemu kembali. Rumah saya yang masuk ke puncak dengan dingin yang menusuk jika malam dan rumah Ayu yang di pusat kota Bandar Lampung.



Saya bertemu Ayu, bersama adik dan sepupu. Main bareng bukan saling jaim. Puncak Mas tujuan utama. Di sambung Bakso Marem dan lanjut ke pantai siang bolong. Namun, Karena kondisi tahun baru itu libur, jalanan macet merayap. Dan kami berempat memilih jalan ke gramedia Bandar Lampung saja, lalu pulang ke rumah hehe.


Itu tentang sekilas pertemuan yang bukan sekedar bercengkrama. Semoga Allah selalu hadirkan orang-orang baik yang selalu berpegang teguh pada agama.
Saling menghargai satu sama lain. Mencintai tanah Air ini, contoh kecilnya saja, tolong jangan buang sampah sembarangan.

Bandar Lampung, 2 Januari 2018
Tumiesn




    Cinta Berlabuh Pada Teman Yang Pasti-Pasti




    Membicarkan soal jodoh itu gak akan ada habisnya. Mulai dibahas oleh kalangan remaja lewat alias dewasa menyapa, para kaum orang tua yang sudah ngarep pengen punya mantu, dan yang pasti para pasang mata yang greget liat para jomblo bertebaran di muka bumi dengan sesuatu yang belum pasti hehe.
    Sabar para kaum jomblo.

    Hidup itu unik, Persis banget kaya yang namanya jodoh.
    Bahkan beberapa kali saya sering nulis di kategori : Persabatan, tentang satu persatu teman yang nikah. Bisa dilihat ya dan ceritanya beda-beda.



    Subuh ini, 31 Desember 2017 saya baru sempat buka pesan watshap dari salah satu sahabat seperjuangan di komunitas menulis.
    Namanya Kak Sasha, Penulis Buku "Anak Hebat Berkat HIPNODONGENG"
    Pesannya membuat saya penasaran dan langsung saya baca, pesan masuk jam 21.36 WIB.

    Kakak yang pandai menghipno ini berkabar jika alhamdulillah tgl 29 Desember 2017, Ia telah menikah dengan seorang lelaki yang masya Allah hadiah di hari ulang tahunnya.

    Namanya Kak Adi, salah satu peserta nulis bareng saya juga beberapa tahun lalu. Dan Kak Adi ini juga teman kak Sasha yang selalu ada lho.
    Seorang pria yang siap dan berani berjuang bersama. Memberikan kepastian buat seorang kak Sasha untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

    Saya sangat takjub akan kabar ini.
    Dari Kak Sasha saya banyak belajar, tentang dia yang melepaskan seorang nama yang tak pasti. Mengikhlaskan dan merelakan cinta yang hanya menggantung tanpa kejelasan, hanya berteori tanpa kepastian. Karena sederhananya wanita manapun ingin berjalan dan mempercayakan cinta pada yang pasti.
    Sejarah cinta sahabat saya ini benar-benar membuat saya haru membiru.
    Beberapa bulan lalu, hatinya benar-benar patah. Perasaannya digilas, ditinggal oleh sosok yang pernah berargumen soal bangunanan cinta. Namun, di runtuhkan karena ketidak siapan.

    Sahabat saya hanya bisa berpasrah, menyerahkan segala cinta kepada Allah saja. Toh salah juga terlalu berharap dengan manusia. Dan salah satu tanda Allah mencintai hamba-Nya adalah terbitkan rasa kecewa agar manusia kembali dan sadari jika Allah cemburu pada hati yang lalai dan luput akan cinta yang terlalu mengagungkan manusia.

    Pada akhirnya, Allah lah segala pemberi dan pengendali cinta. Dia yang tahu apa kebutuhan hamba-Nya.
    Cinta berlabuh pada teman yang pasti-pasti, Kak Adi lah yang berhak merayakan cinta Kak Sasha. Sosok teman yang siap mewarnai Hari, baik senang maupun sedih, terang maupun mendung. Menerima kekurangan maupun kelebihan. Cinta Berbaur menjadi satu dalam Ridha sang pemilik Cinta.

    Cinta itu unik, ia bersemayam pada hati yang tepat. Jika ingin bertemu dengan yang pasti, maka pastikan juga hati.
    Selamat merayakan cinta bersama teman sehidup sesurga Kak Sasha.


    Bandar Lampung, 31 Desember 2017
    Tumiesn




    Jodoh Bertamu, Bertemu Dari Komunitas




    Tidak ada yang tahu kapan dan dimana kita akan bertemu dengan yang namanya seseorang dimasa mendatang alias teman hidup.
    Dan setiap orang memiliki kisah tersendiri tentang sepotong hatinya. Berlabuh cinta pada musimnya.
    Jodoh itu memang sudah ditentukan oleh Sang Pemilik Cinta, tapi sebagai manusia kita harus mencarinya, berjuang agar dapat berjalan berdampingan.

    24 Desember 2017 ini saya yang datang kondangan seorang diri di acara ngunduh mantu, salah seorang sahabat Aksara di Kelas Nulis, Tebar Manfaat.
    Ulfah namanya, seorang wanita yang baru saya kenal beberapa bulan lalu dan kebetulan ia adalah adik kelas saya di Pelita Bangsa yang saat ini semester 5.



    Adik kelas ini yang baik banget, bulan lalu dia yang bersedia nemenin saya survey di salah satu desa di Cibarusah untuk buku ke 4 saya.
    Dan hari ini bisa hadir di acaranya senang banget, lebih senang tatkala dia berbagi cerita soal pertemuan dengan aa jodohnya.

    Fachri nama lelaki yang berhasil merebut dan meyakinkan hatinya. Sosok yang dikenalnya tahun lalu dan berani melamar di bulan syawal 2017 ini.
    Pertemuan mereka pun uniknya adalah di salah satu komunitas.
    "Dulu Ulfah di ajak pengajian sama temen Ka, pertama kali ketemu dengan dia."
    Dengan mata berbinar dia bercerita.

    Yapz, pertemuan yang akhirnya berani buat bertamu.
    Serunya lagi, Fachri adalah alumni Pelita Bangsa,
    Cuma dulu mereka di kampus tidak kenal. Karen komunitas yang mereka naungi di luar kampus.

    Jodoh itu memang ajaib. Allah selalu memiliki sekenario yang indah pastinya.
    Di antara milyaran manusia di muka bumi ini, nyatanya Allah lah segala pengendali dan penentu.
    Jodoh tidak jauh-jauh, dia ada dan bisa saja dekat dengan kita di antara manusia yang bertebaran.

    Teruntuk sahabatku Ulfah, selamat merayakan cinta.
    Jadikan ini akad yang Pertama dan terakhir.
    Bersama dengan Fachri sang pejuang keluarga, sosok yang akan selalu pulang kerumah cinta. Dan kamu adalah pemilik rumahnya.

    Lemah Abang-Cikarang, 24 Desember 2017

    Tumiesn




    Aca Ucu Go Pelaminan part 4




    Akhir Desember semakin mendekat, pergantian tahun segera menyambut, semoga panjang umur, sehat selalu dan segera lulus dari kategori Jomblo #Eaa



    23 Desember 2017, akhirnya salah satu personil genk Aca Ucu melepas masa sendirinya.
    Tika namanya, dipersunting oleh seorang pria yang baru beberapa bulan dikelannya.
    Alhamdulillah, cinta bertahta dan jodoh itu emang unik ya.

    Setiap wanita pasti ingin yang pasti-pasti, gak harus nunggu seorang pria yang hanya sekedar, "Yuk jalan." Tapi wanita manapun dengan akal sehat pasti akan memilih seorang adam yang mengajak, "Yuk ke pelaminan."

    Cinta dewasa adalah bukan sosok yang datang sekedar singgah, tapi hadir untuk tetap tinggal dan menetap.
    Saling berjuang menyempurnakam separuh agama. Tak ragu melangkah dan menerima kekurangan serta kelebihan masing-masing.

    Jodoh itu unik, dia akan datang pada waktu yang tepat.
    Buat Tika, selamat merayakan kehadiran cinta.

    2017 ini alhamdulillah 4 orang dari Genk Aca Ucu (Ayu, Dwi, Sari dan Tika) telah menemukan sandaran hati di masa-masa Kuliah.
    Semoga Vivin, Ela, Novi, Ulfah dan Juga saya segera bertemu abang jodoh masing-masing, do'anya di tahun depan ya genk hehe

    Teruntuk Tika,

    Engkau adalah matahari
    Pencerah ruang kehidupan
    Bidadari bagi lelaki yang Dia pilihkan untukmu
    Pejuang pendidik bagi putra-putrimu
    Kau adalah rumah bagi mereka
    Jadilah rumah yang teduh penuh cinta..

    Jadikan Akad ini yang pertama dan terakhir

    Cikarang, 23 Desember 2017
    Tumiesn




    Menjadi Spesialis Dari Yang Normalis




    Persahabatan itu bukan soal berdebat mengenai, satu ditambah satu sama dengan dua, atau satu tambah satu sama dengan seratus milyar.

    Menjadi yang spesialis dari yang normalis.
    Mungkin kamu pusing baca judul tulisan ini?
    Udah gak usah pusing apalagi stres hingga menyebabkan kepusingan bertubi-tubi sampai nekat gantung jantung dipohon masa lalu, eeh apaan sih face04
    Tumiesn hanya bercanda ya hehe.







    Kalau Bukan Teman Dari Teman Bisa Jadi Teman Sendiri, Jodoh


    Jodoh itu unik.
    Terkadang kita sudah berjuang, mengejar terbirit-birit untuk seseorang yang nyatanya bukanlah Jodoh.
    Namun, siapa di sangka di persembunyian suatu waktu ada seseorang yang tengah memperjuangkan kita dalam do'a. Tanpa ada tujuan untuk sekedar singgah sebentar tetapi sosok insan itu yang sesungguhnya berjuang untuk menata masa depan bersama kita.
    Jodoh, penuh rahasia dan untuk menemukannya harus dibukakan hati penuh kelapangan, keikhlasan dan kesabaran.










    Aca Ucu Go Pelaminan part 2




    Janur kuning melambai-lambai menyapa mata, mengundang senyum, menyentuh debar-debar rasa bahagia. Dipelataran rumahmu awan tengah bersorak-sorak bahagia menyaksikan pesona ayumu penuh bahagia. Teruntuk engaku sahabatku, selamat menempuh hidup baru.

    Jum'at pagi di tanah jawa, tepatnya di Pemalang. Salah satu personil Aca Ucu yang bernama Dwi alhamdulillah telah tiba waktunya untuk mengenakan kebaya dengan rangkaian melati mewangi menghiasai diri sebagai tanda bukti telah datang seorang pangeran beruntung yang telah memenangkan hatinya sebagai pelabuhan terakhir. Dari tanah sumatera, rasa haru bahagiaku untuk kalian berdua Dwi dan suami.

    Meski gak bisa menghadiri acara sakral pagi ini untuk Dwi, tetapi aku tetap merasakan bahagiamu dari kejauhan. Sinar mata bahagiamu tetap terasa lewat bingkai yang dikirim dari group Aca Ucu hehe.

    Sakinah, mawadah, warohmah ya Dwi.
    Alhamdulillah ya satu persatu Aca Ucu melepas masa jomblo, Maret lalu Ayu, di akhir Juni ini Dwi. Hayo tahun 2017 ini siapa yang sudah siap menjadi sejarah Aca Ucu Go Pelaminan part 3? Hehehe

    Sehidup sesurga ya buat kalian yang telah halal. Semoga melahirkan generasi penerus bangsa dan pejuang agama.

    Meski status berubah, bukan berarti mengurangi kata "Kita Sahabat, Aca Ucu" bahagia selalu buat semuanya.

    Tika, Sari, Ela, Ulfah, Novi, Vivin dan Tumi (saya sendiri hehe) semoga lekas disegerakan bertemu dan dihalalkan ya seperti Ayu dan Dwi Hehehe.



    Salam sah dari Sumatera
    Bandar Lampung, 30 Juni 2017

    Tumiesn




    Ini Sabtu?





    Ini Sabtu face02

    Selagi muda banyaklah melakukan pertualangan. Berkisah tentang banyak hal, yang kelak akan dibagikan kepada anak cucu
    Merapatkan barisan dengan teman-teman yang saling berjuang untuk belajar, bukan sibuk mengeluh pada kegaluan yang belum kunjung surut

    Teman terbaikmu akan selalu mengingatkan hal yang terbaik, meski hatimu sedang gersang memanas enggan diberi nasihat. Yang terbaik akan selalu merapat, menemani, berbagi meski tak melulu soal pembagian waktu yang selalu ada.

    Persahabatan Sebenarnya adalah yang jika berbicara bukan melulu soal dunia.

    Ini sabtu? Iya sabtu kudu semangat girang biar cetar face02

    Cikarang, 10-6-2017
    Tumiesn





    Geng Maminuni





    Memutuskan pindah kelas di kampus karena beberapa alasan memang gak mudah. Terlebih udah lima semester bareng-bareng sahabat di kelas sabtu dan minggu. Dan di awal semester enam akhirnya memutuskan untuk pindah kelas senin malam dan selasa malam, (anak kelas malam bukan anak malam ya! hehehe).

    Dua minggu setelah masuk kelas baru alhamdulillah sudah memiliki tiga sahabat.
    Namanya Isnu dari Cilamaya Karawang dan kebetulan kalau Isnu ini memang kami sudah bersahabat lama kebetulan berada dalam ruang lingkup komunitas yang sama hehehe.
    Itu loh Isnu pemilik blog 'Muslimah Daily Journal' yang tulisan-tulisannya inspiratif banget, kebetulan sahabat saya yang satu ini adalah salah satu pengurus Kampung Blog, komunitas yang saya dirikan di Cikarang ini.

    Bersyukur juga meski anak baru (wajah lama) disambut hangat oleh teman-teman yang pasti keren-keren dikelas B mereka para pejuang mimpi yang dimana 99% adalah seorang karyawan. Kerja dari pagi sampai sore dan 06:30 WIB s/d 21:30 WIB harus mencari segunung ilmu atau segudang ilmu ya? hehe yang pasti insya Allah niat kami bekerja dan melanjutkan pendidikan itu salah satunya agar jadi manusia yang lebih baik dan menjadi anak bangsa yang berguna. aamiin.

    Ooh ya, bersyukur juga nih dua minggu masuk kelas baru langsung punya geng. Namanya "MAMINUNI" yang terdiri dari 4 wanita syantik (termasuk saya gak ya syantiknya?hehehe) mereka itu inspiratif banget deh! Kritis kalau soal belajar dan solidaritasnya tinggi, makasih MAMINUNI.

    Maminuni

    A post shared by Tumiesn (@tumiesn23) on





    Nah, Maminuni ini sebenarnya singkat dari nama kami.

    1. MA -> Risma seorang gadis syantik yang jika dikelas agar bisa lihat dengan jelas harus pakai alat bantu, seperti saya ahaha.
    Nah, si Ma ini asli betawi cuma sudah lama banget ratusan purnama dia sudah menjadi warga Bekasi hohoho.

    2. MI -> Tumi , tahu sayakan siapa? kalo menurut akta lahir sih dulu saya lahir duluan dari mereka hehe.

    3. NU -> Isnu, gadis syantik dari Cilamaya yang super aktif di berbagai organisasi hehe. Seperti sudah dijelaskan di atas Isnu adalah seorang blogger.
    Nah, meksipun asal Cilamaya Karawang dia tetap kost loh di Cikarang demi mencari sesuap nasi dan segudang ilmu hehe.

    4. NI -> Erni, gadis syantik dari Bima Nusa Tenggara Barat. Asikkk saya nambah sahabat dari kota yang jauh lagi tapi dekat di hati haha. Dan kebetulan kini dia tinggal di Cikarang yang seperti yang lainnya untuk mencari sesuap nasi, segudang ilmu dan sejuta pengalaman haha.

    Makasih buat Maminuni yang hadir mewarnai hari-hari seperti blog saya ini. Sudah menerima saya masuk ke kotak persahabatan kalian yang inspiratif banget. Solidaritas tinggi. Dan sering saling menasihatin ketika rasa lelah tiba karena semakin hari tugas semakin menumpuk.

    I love you sahabat-sahabatku.

    Geng Maminuni 4 wanita yang selalu tertib kok jika berkendara dengan roda dua.. Ciusssss!

    Cikarang, 24-5-2017
    Tumiesn



    Tag :Maminuni